PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pusing


Setelah berpamitan dengan Yan Lan, Zhao Quin pergi meninggalkan tempat itu menuju ketempat Guild Alkemis berada.


Yan Lan terpaku di dalam kamarnya, dua wanita yang sangat cantik dan baik hati kini ada di dalam pikirannya, Yan Lan tak bisa membohongi hatinya bahwa dirinya sangat tertarik kepada kedua wanita itu.


"Ah...mengapa aku harus memikirkan kedua wanita itu, sementara ada hal yang lebih penting yang harus segera kulakukan, yaitu melindungi benua permata hijau dari ancaman kehancuran yang bisa saja tiba tiba datang. Aku harus segera melakukan penerobosan tingkat dan biarkan rasa dengan kedua wanita itu mengalir seperti air," batin Yan Lan.


Yan Lan naik ke atas tempat tidurnya dan mulai duduk bersila melakukan kultivasi.


*****


Jauh di ujung benua permata hijau, di hutan yang tak pernah di jamah oleh tangan manusia di mana telur iblis api hitam berada, suasana di sekitar tempat itu kini berubah mencekam.


Perubahan alam seketika berdampak pada suasana tenang di benua permata hijau.


Ketua pagoda 9 yang mempunyai tingkat kultivasi Qi alam bintang 2 tersadar dari meditasinya, dia menghitung jari kanannya dengan ibu jari tangan kanannya.


"Ini bertanda buruk, telah lahir pembuat bencana besar yang akan menghancurkan peradaban manusia, ini tidak bisa dibiarkan dan harus ada solusi yang bisa membuat peradaban manusia bertahan, terutama pradaban di kekaisaran giok yang merupakan pusat pradaban manusia di benua permata hijau. Aku harus segera merundingkannya dengan kaisar giok, pemimpin menara tahta dan ke 12 klan yang ada sesegera mungkin," batin ketua Hyo jin.


Gejolak alam ini membuat para kultivator dengan kultivasi yang tinggi merasa resah. Begitupun dengan Jiang Chen yang bermukim di lembah roh tunggal.


"Yan er semoga kau segera bisa meningkatkan kultivasimu karena hanya kau yang mampu untuk melawan Angkara murka ini," batin Jiang Chen.


Di hutan yang tak terjamah oleh tangan manusia, telur iblis api hitam terlihat mulai retak dengan retakan telur yang mengeluarkan cahaya hitam dengan aura mematikan yang sangat menindas.


Dan pada akhirnya telur itu pun pecah.


Sebuah mata berwarna merah menyala keluar dari dalam telur dengan dua sudut dari mata itu mengarah ke atas dan ke bawah.


Mata berwarna merah yang di selingi warna oranye masih terlihat lemah, terkulai di atas rerumputan hutan.


Tak berselang lama seekor singa roh jantan yang penasaran dengan pergerakan di rerumputan, mengendap endap mendekatinya.


Tanpa melihat mangsa yang ada di hadapannya, singa roh jantan itu langsung menerkam ke arah rerumputan.


Tiba tiba saja cahaya merah menyala keluar dari rerumputan hutan seiring hancurnya tubuh sang singa menjadi debu.


Kini mata sebesar piring terbang mengudara, kali ini sang mata iblis tak selemah tadi kekuatannya kini jelas terlihat walau pun dia masih berupa bayi mata iblis.


Bayi mata iblis itu terus memburu binatang roh yang banyak terdapat di dalam hutan, untuk mendapatkan kekuatan dari energi para binatang roh.


*****


Yan Lan tersadar dari meditasinya karena mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar, tampak dihadapannya wanita yang sangat cantik, wangi dan anggun tengah memandanginya.


"Yun er??," ucap Yan Lan yang takjub dengan pemandangan indah yang ada di hadapannya.


"Hai Lan Yan apakah wajahku terlihat sangat jelek hingga kau melihatku dengan seperti itu!?"


ucap Yun er.


"Ti..ti..tidak Yun er, aku hanya takjub dengan paras cantik yang ada di hadapanku ini," ucap Yan Lan berterus terang.


"Bolehkah aku masuk kedalam?" tanya Yun er.


"Silahkan Yun er," ucap Yan Lan mempersilahkan.


Yan Lan melihat sosok laki laki tinggi besar yang ada tak jauh dari tempat itu, dia merupakan kultivator tingkat kultivasi Qi saint bintang 2.


"Mengapa Yun er di kawal oleh laki laki besar itu, pasti Yun er merupakan anak seorang yang mempunyai pengaruh besar di kerajaan Giok," batin Yan Lan.


"Baguslah kalau begitu, aku ikut senang mendengarnya," jawab Yan Lan.


"Lan Yan apakah kau ingat kejadian sewaktu di dalam bukit roh di mana saat itu kau tengah berdua denganku? disana kau telah melihat bagian tubuhku yang belum pernah di lihat orang lain selain diriku sendiri, aku ingin kau bertanggung jawab dengan hal itu, kau harus menikahi aku!!" ucap Yun er sambil memberikan semangkuk bubur sarang burung walet ke Yan Lan.


Yan Lan panik dengan perkataan wanita yang ada di hadapannya itu, dia tak menyangka kalau kebaikan yang dia lakukan pada Yun er akan membuat masalah baru baginya.


Yan Lan tak bisa berkata apa apa, keringat dingin mengucur deras yang membuat pakaian yang di kenakannya basah.


Kepala Yan Lan terasa pusing, belum habis masalah dengan dua orang wanita yang semalam bersamanya, kini dia di hadapkan dengan masalah baru di mana wanita yang berada di hadapannya ini, ingin menuntut agar dirinya menikahi wanita itu.


"Ayahku ingin menemuimu dalam waktu dekat ini, ku harap kakak Lan Yan mempersiapkan diri," ucap Yun er kembali.


"Aku belum siap menjalani suatu ikatan Yun er, apalagi sebuah pernikahan, sewaktu di dalam bukit roh aku murni ingin menolong dan menyembuhkan penyakit di tubuhmu itu, soal apa yang kulihat itu semua tak ada unsur kesengajaan dariku," ucap Yan Lan dengan omongan lunak takut menyinggung perasaan Yun er.


"Apakah kau menolakku kakak Lan Yan?" tanya Yun er.


"Aku belum siap Yun er," jawab Yan Lan singkat.


"Aku akan menunggu kesiapan darimu, karena aku menyukaimu kakak Lan Yan.


"Deg...!!" Yan Lan tersentak dengan ucapan Yun er yang sanggup menunggu untuk dinikahi olehnya.


Di saat Yan Lan terpuruk dengan tiba tiba Zhao Quin datang kekamar Yan Lan dengan membawa keranjang makanan di dalam genggamannya.


"Celaka bertambah lagi masalah baru," batin Yan Lan.


Ingin rasanya Yan Lan berlari sekencang kencangnya meninggalkan kedua wanita ini, akan tetapi kakinya terasa kaku dan tubuhnya susah untuk di gerakkan.


"Kakak Yan Lan aku membawakan sup ikan kesukaanmu," ucap Zhao Quin.


"Tunggu dulu mengapa namamu kok berubah dari Lan Yan menjadi Yan Lan?, aku ingin penjelasan darimu kakak Lan Yan!!" ucap Yun er.


"Terlalu panjang kalau aku harus menceritakannya padamu sekarang Yun er, nanti pasti aku akan menceritakannya padamu mengapa namaku berubah tapi bukan saat ini," jawab Yan Lan.


"Kalau tak salah anda adalah nona Zhao Quin murid utama pagoda 9 bukan? tanya Yun er.


"Ia aku Zhao Quin," ucap Zhao Quin singkat.


"Zhao Quin menatap tajam ke arah Yan Lan dan kembali menatap Yun er yang ada di depannya.


"Ada hubungan apa putri menara tahta dengan kakak Yan Lan? mengapa sepagi ini dia sudah berada di kamar kakak Yan Lan?" batin Zhao Quin.


Yun er yang di tatap sedemikian rupa oleh Zhao Quin, dengan segera membalas tatapannya itu.


"Mengapa murid utama pagoda 9 repot repot membawa sup ikan buat kakak Lan Yan? ada hubungan apa mereka," batin Yun er.


Yun er merasakan ada hubungan spesial antara mereka berdua, dan dengan cepat mengambil tindakan.


"Kakak Lan Yan adalah calon suamiku, kau tak usah repot repot membawakan dia makanan karena aku masih sanggup mengurusnya," ucap Yun er tegas.


Zhao Quin merasakan dadanya sesak mendengar perkataan wanita yang ada di hadapannya, Zhao Quin tak menyangka kalau wanita itu merupakan calon istri pria yang di cintainya.


Tiba tiba suara menggelegar terdengar dari luar ruangan.


"Aku tak akan membiarkan kalian merebut kakak Yan Lan dariku, karena aku yang lebih duluan mengenal dia dari pada kalian berdua," bentak wanita dari luar kamar Yan Lan.