PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Perisai sisik naga


Dengan gagahnya tetua Liu gang menendang tubuh Yan Lan hingga terjerembab ketanah, kembali tetua Liu gang menendang Yan Lan sambil tertawa terbahak bahak.


Akan tetapi tendangan tetua Liu gang berhasil di tangkap oleh Yan lan, dan di hempaskan kesamping kirinya.


Tetua Liu gang tak menduga jika Yan Lan akan melakukan gerakan seperti itu, yang membuatnya harus terjerembab ketanah karena kehilangan keseimbangan akibat hempasan Yan Lan.


Yan Lan segera berdiri kemudian melayangkan tendangan yang disertai pengerahan tenaga dalam ke arah tetua Liu gang.


Melihat sebuah serangan yang akan membahayakan nyawanya, tetua Liu gang segera melakukan gerakan memutar tubuh ke udara, sehingga bisa terbebas dari serangan yang di lesakkan oleh Yan Lan yang bisa saja merenggut nyawa nya.


Setelah tetua Liu gang berhasil menguasai diri dan berpijak di tanah, dengan suara lantang tetua Liu gang menyuruh pemanah yang berada di atas atap bangunan untuk menyerang Yan Lan.


"Cepat serang dia!!" teriak tetua Liu gang sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Yan Lan.


Setelah beberapa saat menunggu, tetua Liu gang tak melihat satu anak panah pun dari para pasukan pemanahnya yang menuju kearah Yan Lan berada, hal ini membuatnya heran dan di penuhi tanda tanya di dalam fikirannya.


Akhirnya tetua Liu gang mengarahkan pandangan matanya, kearah atap bangunan tempat para pasukan tempur pemanahnya berada.


Di atap bangunan tetua Liu gang melihat seorang pemuda kekar dengan bertolak pinggang menatap tajam kearahnya.


"Siapa pemuda itu!, mengapa dia berada di tempat para pasukan pemanah ku berada?, jangan jangan dia telah menghabisi semua pasukan pemanah yang ku suruh untuk mengintai Yan Lan," batin tetua Liu gang.


"Kau terkejut Liu gang? Sahabatku telah menghabisi semua pasukan pemanah mu hingga tak tersisa, dan kini giliran mu untuk menemui mereka semua di akhirat," ucap Yan Lan.


Yan Lan segera mengeluarkan pedang roh abadi dari dalam cincin penyimpanannya dan bersiap untuk menyerang tetua Liu gang.


Tetua Liu gang menatap tajam kearah Yan Lan, dia tak menduga jika racun yang sudah tertelan oleh Yan Lan tak berarti apa apa pada tubuhnya.


Dengan menahan amarah, tetua Liu gang segera mengeluarkan sebuah pusaka berupa tombak bermata 3 dari dalam kotak penyimpanannya.


Tak lama kemudian pertarungan pun terjadi, bangunan yang tadinya berdiri kokoh kini rata dengan tanah, jual beli serangan tak dapat di hindari lagi.


Sementara itu Liu Fung yang mendengar adanya sebuah pertarungan, langsung mengarahkan pandangannya ke sumber suara.


"Mengapa ayah bisa gagal meracuni Yan Lan?" tanya Liu Fung dalam hati.


Setelah berkata demikian, Liu Fung segera melesat ke arah di mana ayahnya sedang bertarung dengan Yan Lan.


Saat mendekati tempat terjadinya pertarungan, tiba tiba saja Liu Fung di kejutkan dengan sambaran angin yang di penuhi oleh kekuatan Qi tingkat alam yang mengarah padanya.


Liu Fung segera melompat tinggi keatas sambil bergulingan di udara untuk menghindari serangan yang sangat tiba tiba itu, hingga dia kembali menjejakkan kakinya di tanah.


Sumpah serapah tak henti hentinya keluar dari mulut Liu Fung, karena telah mendapatkan serangan tiba tiba yang hampir membahayakan nyawanya.


Tampak di hadapan Liu Fung seorang pemuda kekar yang menghadang jalannya, pemuda kekar itu menatap tajam ke arah Liu Fung tanpa expresi.


Kurasa dia adalah kaki tangan Yan Lan, kalau begitu aku akan menghabisinya terlebih dahulu," batin Liu Fung. Dengan cepat Liu Fung menyerang pemuda kekar yang menghadang jalannya, pemuda kekar yang tak lain adalah Biyao dengan cepat menghindari serangan mematikan yang di lancarkan oleh Liu Fung.


"Ternyata pemuda itu adalah roh, pantas aku sulit untuk menghajarnya," batin Liu Fung.


Tak lama kemudian Liu Fung menembakkan sesuatu keatas langit yang menimbulkan suara keras dan memancarkan percikan kembang api bergambar naga.


"Cepat aktifkan formasi 4 Aray!!" teriak Liu Fung.


Yan Lan yang bertarung melawan tetua Liu gang tersentak kaget dengan adanya ledakan kembang api diatas langit.


"Celaka Biyao dalam bahaya, aku aku harus segera menolongnya!" batin Yan Lan.


Disisi lain tetua Liu gang yang melihat tanda di langit meyakini jika putranya sedang melakukan penangkapan kepada binatang roh, dia pun tak memberikan kesempatan kepada Yan Lan untuk ikut membantu kesana.


Tetua Liu gang mengempur Yan Lan bertubi tubi dengan sabetan dan tusukkan tombak pusakanya, dia terus mendesak Yan Lan dengan kekuatan tingkat surgawi yang di milikinya.


"Kurang ajar..!!" pekik Yan Lan kesal, diapun memberikan serangan balasan dengan menyabetkan pedang roh abadi dari atas ke bawah.


Sebuah sabetan pedang roh abadi mengarah kearah tetua Liu gang, maka keluarlah roh Tigris yang berupa singa es yang langsung menuju cepat kearah Liu gang.


Area yang di lalui Tigris berubah menjadi beku, suhu udara pun langsung berubah sedingin es.


Melihat hal itu tetua liu gang langsung membentuk Tameng kura kura hitam surgawi, maka terbungkus lah tubuh tetua Liu gang di dalam tubuh kura kura raksasa.


Benturan keras terjadi, tubuh Tigris membentur kura kura raksasa yang menimbulkan ledakan dasyat.


Kura kura raksasa terseret beberapa meter kebelakang, dan tiba tiba saja kura raksasa itu membuka mulutnya, maka keluarlah sebuah bola api hitam yang di penuhi petir petir kecil di dalamnya.


Bola api hitam itu ditembakkan dan dengan secepat kilat menuju kearah Yan Lan berada.


Mendapat serangan balasan yang begitu kuat, Yan Lan segera mengaktifkan mata langitnya dan mengarahkan kembali pedangnya untuk menebas bola api hitam itu.


Tebasan Yan Lan membuat bola api hitam itu hancur dan menimbulkan ledakan dasyat yang memekakkan telinga. Tubuh Yan Lan terdorong beberapa meter kebelakang dengan kondisi baju atasnya rusak dan terbakar.


Tampak tubuh Yan Lan telah dipenuhi dengan sisik naga emas yang melindungi tubuhnya dari serangan bola api hitam milik Liu gang.


"Ternyata ukiran naga ini bisa menantuku dalam keadaan terpuruk, dan tak kusangka ukiran ini bisa membentuk perisai bagiku, Terimakasih leluhur Kumala Xie, mulai sekarang perisai ini kunamakan Perisai sisik naga," batin Yan Lan.


Yan Lan berdiri tegak dan menatap tajam kearah Liu gang.


Tiba tiba saja Yan Lan teringat kepada Biyao yang sekarang tengah bertarung dengan pemimpin pasukan tempur naga emas.


"Celaka Biyao dalam bahaya jika mereka mengaktifkan formasi 4 Aray, aku harus segera menyuruh Jatayu dan Leo untuk membantunya," bisik Yan Lan.


Mendengar panggilan dari Yan Lan, Jatayu dan Leo keluar dari alam batinnya.


"Jatayu, Leo..!! segera selamatkan Biyao!!" teriak Yan Lan.


Mendengar perintah Yan Lan, Leo dan Jatayu segera menuju kearah di mana Biyao berada.


Tampak Biyao tengah terkurung di dalam 4 Aray yang membuatnya tak berdaya.


Di sisi lain, Liu Fung dengan gagahnya tertawa terbahak bahak melihat penderitaan Biyao yang tengah terpuruk di dalam formasi 4 Aray.


"Aku akan memberikanmu penderitaan sebelum aku membunuhmu," teriak pemimpin pasukan tempur naga emas yang di miliki oleh sekte naga di atas awan.