PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pertarungan hidup dan mati


"Biarkan semua binatang sampah itu pergi dari sini, aku akan bersenang senang dengan anak muda ini!!" teriak jendral iblis Digos.


"Kalian semua pergilah dari sini!!, dan bawa Tigris serta Jatayu bersama kalian, ucap Yan Lan.


"Kami tidak bisa meninggalkan tuan muda sendiri di sini," ucap Leo.


"Ini perintah, apakah kalian masih menganggapku sebagai sahabat kalian? jika masih menganggapku sahabat, aku ingin kalian pergi dari sini!! dan jaga Zhao Quin agar tak menyusul ke sini!" ucap Yan Lan dengan tekanan keras di nada suaranya.


Walau berat hati, akhirnya Gon Lang dan Leo pergi dari tempat itu sambil membawa Jatayu dan Tigris menuju ke desa angin berkabut.


Sesampainya di desa angin berkabut, Gon Lang dan Leo di cecar pertanyaan beruntun oleh Zhao Quin.


"Di mana kak Yan Lan, mengapa dia tidak bersama kalian?" tanya Zhao Quin.


Gon Lang dan Leo hanya terdiam, tetua Yang long yang melihat kegelisahan di hati Leo dan Tigris, segera menengahi masalah pertanyaan Zhao Quin.


"Quin er, biarkan Gon Lang dan Leo beristirahat sejenak, kondisi mereka berdua sekarang benar benar letih, coba kau lihat kondisi Jatayu dan Tigris terlebih dahulu, masalah Yan Lan tak usah kau khwatirkan, tingkat kultivasinya sudah melebihi kami semua yang berada di sini," ucap tetua Yang long menenangkan hati Zhao Quin.


"Maafkan aku paman, aku sungguh sangat mengkhawatirkannya," jawab Zhao Quin.


Sejenak Leo dan Gon Lang dapat bernafas lega mendengar jawaban Zhao Quin, mereka berdua akhirnya meminta ijin untuk memulihkan tenaga dengan berkultivasi.


Selepas kepergian Leo dan Gon Lang, Dengan tehnik 9 kelopak bunga teratai, Zhao Quin mencoba untuk memulihkan Jatayu dan Tigris.


''Mengapa tehnik yang ku gunakan tak bisa terserap oleh tubuh mereka berdua?, apa karena mereka berdua bukan manusia murni sehingga tak dapat menyerap tehnik 9 kelopak bunga teratai yang ku gunakan?" tanya Zhao Quin dalam hati.


"Baru kali ini aku mengalami hal seperti ini, yang mana aku gagal dalam menyembuhkan seorang kultivator, lebih baik aku menemui tetua Yang long untuk memusyawarahkan masalah kedua kultivator ini kepadanya," batin Zhao Quin kembali.


Zhao Quin pergi meninggalkan kamar dimana Tigris dan Jatayu sedang terbaring lemah, dan menuju ketempat di mana tetua Yang long berada.


Di sisi lain, Biyao yang mendengar dari Gon Lang dan Leo jika Yan Lan akan bertarung dengan salah satu jendral terkuat iblis, menjadi gelisah.


Ikatan persahabatan yang begitu kuat, membuat Biyao melesat cepat meninggalkan desa angin berkabut, menuju ke arah di mana kota bulan suci berada.


*****


Pagi hari menjelang, suhu udara terasa dingin menusuk kedalam tulang, Biyao terus berlari tanpa henti dan akhirnya tiba di pinggiran kota bulan suci.


Dari jauh Biyao melihat begitu banyak penduduk kota bulan suci, yang pergi menggungsi dari kota kerajaan.


Pertarungan yang terjadi membuat mereka harus meninggalkan kota, demi untuk menyelamatkan nyawa mereka masing masing.


Biyao menerobos para pengungsi dan melewati gerbang kota bulan suci yang tak terjaga lagi, tampak dari kejauhan Biyao melihat Yan Lan seorang diri sedang berhadapan dengan jendral perang iblis, yang mana tak jauh di belakang jendral iblis itu terdapat banyak pasukan manusia iblis, yang tersusun rapi dengan pedang terhunus.


"Aku akan memantau dari sini perkembangan pertarungan tuan muda," batin Biyao.


*****


Yan Lan tampak gagah seorang diri berhadapan langsung dengan jendral iblis Digos, rambut panjangnya berkibar tertiup angin di pagi itu.


Pedang pembunuh iblis yang berada di tangannya memancarkan cahaya Biru yang sangat pekat, Yan Lan telah siap dengan pertarungannya kali ini.


Sementara itu Jendral iblis Digos mengeluarkan tombak bercahaya merah yang terbuat dari besi, dengan mata tombak berbentuk sebuah golok yang sangat tajam.


Aura kedua petarung itu begitu sangat kuat, terpancar dari masing masing petarung. "Anak muda!! bersiaplah!!" ucap jendral iblis Digos.


Jendral iblis Digos memulai serangannya, debu debu berterbangan seiring melesatnya sang jendral kearah Yan lan.


Sang jendral menebaskan tombaknya dari atas ke bawah, yang membuat deru angin di sekitarnya mendesing.


Yan Lan dengan dingin menangkis serangan tombak jendral iblis Digos, dengan melintangkan pedang pembunuh iblis diatas kepalanya.


Benturan keras terjadi yang menimbulkan percikan bunga api. Kekuatan yang sangat dasyat yang di miliki oleh sang jendral iblis, membuat kedua kaki Yan Lan amblas hingga sejengkal dalamnya.


Yan Lan memutar pedangnya dan memberikan tebasan balasan ke arah leher sang jendral, yang membuat jendral iblis Digos menangkis tebasan Yan Lan itu dengan tangan kirinya yang terdapat tameng besi murni di sana.


"Kau lumayan juga anak muda!!" ucap jendral iblis Digos sembari menusukkan tombaknya ke perut Yan lan.


Yan Lan berkelit ke sisi kirinya untuk menghindari tusukan tombak jendral iblis Digos, akan tetapi kembali tebasan tombak sang jendral iblis memburunya, yang membuat Yan Lan harus melayang mundur kebelakang.


Melihat ada jarak renggang dengan Yan Lan, jendral iblis Digos kembali menebaskan tombaknya dari jarak jauh.


Seberkas sinar berwarna merah berbentuk bulan sabit, langsung mengarah kepada Yan Lan.


Yan Lan mengayunkan pedangnya untuk menepis serangan jarak jauh dari jendral iblis Digos.


"Trang..."


Benturan sinar merah berbentuk bulan sabit dengan pedang pembunuh iblis, membuat Yan Lan terseret satu langkah kebelakang.


"Benar benar kuat iblis ini, pantas saja jika dia di juluki jendral perang pasukan iblis," batin Yan Lan.


Yan Lan mengepalkan tinjunya, kemudian meloncat tinggi ke udara dan mengarahkan tinjunya itu kepada jendral iblis Digos.


Seberkas sinar putih yang merupakan tehnik api surgawi melesat cepat kearah jendral iblis Digos berada.


Jendral iblis Digos hanya tersenyum melihat serangan Yan Lan yang mengarah padanya. Telapak tangan kiri sang jendral di arahkan kedepan, "Tabir iblis" ucap sang jendral.


Seketika muncul sebuah pusaran berwana hitam pekat, yang melindungi jendral iblis Digos dari serangan Yan Lan.


Serangan Yan Lan akhirnya menghantam pusaran berwarna hitam kelam dan...


Zleep...


Serangan Yan Lan hilang seketika, terisap masuk kedalam pusaran hitam yang di buat oleh jendral iblis Digos.


Dan.....


Duar...


Terdengar ledakan keras dari sebuah bukit yang tak jauh dari tempat itu, debu seketika berterbangan di udara, membumbung tinggi naik keangkasa.


"Ha..ha..ha...cukup lumayan juga kemampuanmu anak muda, tapi sayang sekuat apapun seranganmu itu, kau tak akan bisa untuk melukaiku," ejek jendral iblis Digos.


"Cukup sudah aku bermain denganmu, aku akan segera mengakhiri pertarungan kita ini," ucap jendral iblis Digos kembali.


Di tangan kanan jendral iblis Digos kini mengeluarkan api berwarna hitam, yang mana di dalam api itu terdapat kilatan kilatan kecil petir.


Suasana seketika berubah, aura panas langsung menerpa semua yang ada di tempat itu. Para perwira iblis dan seluruh pasukan manusia iblis mundur menjauh karena merasakan efek panas dari api hitam yang berada di tangan jendral iblis Digos.


Dari jauh Biyao merasakan satu kekuatan yang sangat dasyat yang di keluarkan oleh jendral perang iblis, kekuatan itu mampu menjangkau ber mil mil jauhnya.


"Jangan jangan itu merupakan Tehnik inti api neraka, yang dahulu hanya raja iblis yang mampu menggunakan tehnik itu, jika memang tehnik itu yang di pergunakan oleh jendral perang iblis, maka nyawa tuan muda dalam bahaya," batin Biyao.


Kegelisahan melanda hati dan pikiran Biyao, dia tak rela jika Yan Lan harus mati di depan matanya.


"Aku harus segera mencari cara untuk menyelamatkan tuan muda dari serangan itu, tapi bagai mana caranya?" Biyao semakin bingung dan gelisah.


"Aku harus menabrakkan diriku pada kekuatan api yang berada di tangan jendral perang iblis, sebelum api itu mengenai tuan muda Yan Lan, hanya itulah satu satunya jalan untuk menyelamatkan tuan muda dari kematian, "batin Biyao.


Sebelum Biyao melancarkan aksi nya, tiba tiba terdengar suara Yan Lan yang sangat jelas di telinganya. "Apa pun yang akan terjadi nanti, aku tak ingin kau membantuku karena ini merupakan pertarungan ku Biyao".


Biyao tersentak kaget, bagai mana bisa Yan Lan tau kehadirannya di kota bulan suci. Biyao berfikir keras untuk menyikapi semua itu.


"Aku dan Yan Lan telah melakukan ikatan kontrak darah, pasti itu penyebab bagai mana dia tau keberadaan ku disini," batin Biyao kembali.


Biyao hanya bisa memandangi sahabatnya itu dari kejauhan, dan tak bisa berbuat apa apa untuk membantunya, karena Yan Lan kali ini telah menolaknya.


Kembali ke pertarungan...


Api hitam di tangan jendral perang iblis makin lama semakin membesar, yang membuat area sekitarnya mengering.


Tanah yang lembab kini telah berubah menjadi kering dan pecah pecah, daun daun pohon yang hijau seketika mengering dan jatuh ketanah meninggalkan ranting ranting kering disana.


Tak ada satupun pohon yang terlihat hijau dengan dedaunan, kini yang terlihat hanyalah dahan pohon dan ranting rantingnya yang mengering.


Air sumur di kota bulan suci meluap, menyisakan sumur sumur tanpa setetes air di dalamnya. Kota bulan suci benar benar terlihat tandus dan gersang.


Terlihat Yan Lan begitu sangat menikmati keadaan yang ada, aura kekuatan tingkat surgawi kini penuh menyelimuti tubuhnya.


"Inilah saatnya pembuktian ku, aku akan menggunakan tehnik terakhirku untuk mengalahkannya," batin Yan Lan.


Yan Lan memejamkan matanya, menyerap semua unsur alam yang ada di sekitanya, diapun menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


"Perisai Dewa suci" ucap Yan Lan.


Seketika tubuh Yan Lan di lapisi oleh baju perang lengkap dengan semua atribut nya, baju perang itu memancarkan cahaya emas yang menyala.


Pedang pembunuh iblis di tangan Yan Lan kini bercahaya putih terang, cahaya biru teduh yang selama ini menghiasinya telah lenyap, berganti dengan cahaya putih terang yang sangat kuat dan ganas.


Semua kekuatan Yan Lan berpadu menjadi satu, mata langit memberikan Yan Lan kekuatan 3 kali lipat dari sebelumnya.


Melihat pemuda yang ada di hadapannya memakai baju perang, membuat jendral iblis Digos semakin bersemangat untuk membunuhnya.


Api inti neraka di arahkan kepada Yan Lan, dengan cepat dan tanpa bisa di lihat oleh mata biasa, api itu melesat cepat menuju ke arah Yan Lan.


Yan Lan meloncat kedepan dengan menebaskan pedang pembunuh iblis ke arah api inti neraka.


Zleep..


Api inti neraka terbelah menjadi dua, begitu pun dengan tubuh sang jendral perang iblis yang juga terkena tebasan berbentuk bulan sabit putih terang, yang langsung mengenai tubuhnya.


Tubuh sang jendral perang iblis terbelah dari kepala hingga ke bawah tubuhnya, dan tanpa mengeluarkan sedikitpun suara dari mulutnya.


Sementara itu Yan Lan yang berhasil membelah api inti neraka, seketika tersentak kaget karena api itu kembali menyatu dan menghantam tubuhnya.


Kematian jendral iblis Digos membuat para perwira tinggi iblis syok, dan tak percaya dengan kenyataan yang ada.


Dengan penuh amarah salah satu perwira iblis memerintahkan untuk menyerang Yan Lan, yang saat ini tengah di selimuti kobaran api berwarna hitam.


Yan Lan merasakan tubuhnya terpanggang diatas bara yang teramat panas, sehingga membuatnya berteriak kesakitan.


"Ackh...!! aku sungguh tak bisa memadamkan api hitam yang membakar tubuhku, api ini benar benar kuat," rintih Yan Lan.


Para manusia iblis sedikit lagi mendekati Yan Lan, dan tanpa di sadari tiba tiba saja beberapa segel terbentuk di hadapan Yan Lan .


Segel yang berbentuk tabung seketika itu mengeluarkan prajurit hantu yang berupa tengkorak putih, di mana tengkorak itu langsung menabrakkan diri ke arah para manusia iblis.


Para manusia iblis satu persatu tumbang terkena tabrakan para prajurit hantu, yang dapat menimbulkan ledakan jika tersentuh oleh manusia iblis.


"Tuan muda bagai mana keadaanmu!!" ucap Biyao yang datang menghampiri Yan Lan.


"Tahan Biyao, api ini dapat berpindah kepadamu jika kau menyentuhku," ucap Yan Lan sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.


"Tuan muda apa yang harus kita lakukan sekarang!?, segel yang kubuat tak akan sanggup lebih lama lagi menahan para manusia iblis yang ribuan banyaknya," ucap Biyao.


"Biyao...!! segera tinggalkan tempat ini, aku akan memusnahkan seluruh manusia iblis yang berada di sini!!, pergi sebelum terlambat!!" perintah Yan Lan.


Biyao yang mendengar ada amarah di dalam perintah tuan mudanya, langsung melesat cepat keluar dari dalam pelindung kota bulan suci yang sudah terkoyak.


Melihat Biyao sudah pergi menjauh, Yan Lan segera mengeluarkan tehnik gravitasi dengan sisa sisa tenaga yang dimilikinya.


Seluruh manusia iblis mengambang di udara termasuk 4 perwira tingginya, dengan menapakkan telapak tangannya ketanah maka terjadilah peristiwa yang sangat mengerikan.


Sebuah gelombang kejut dari tehnik api surgawi langsung menyapu bersih setengah dari manusia iblis, tubuh mereka seketika hancur menjadi debu.


3 dari 4 perwira iblis ikut musnah dalam serangan Yan Lan itu, 1 perwira iblis memerintahkan seluruh manusia iblis yang masih tersisa untuk mundur, kembali ke istana gerbang naga.


Sementara itu Yan Lan yang masih terselimuti api inti neraka akhirnya ambruk ketanah.


Antara sadar dan tidak sadar, Yan Lan melihat tangan Dewa suci yang mengangkat tubuhnya, hingga akhirnya Yan Lan tak sadarkan diri.