
Akibat benturan energi yang sangat besar itu, Qilin maupun Gorga sama-sama terhempas ke belakang, Qilin tak menyangka jika kemampuan Gorga bisa maju pesat seperti ini.
Mereka berdua kembali bangkit, mata Gorga terlihat semakin memerah karena menahan dendam kesumat terhadap Qilin yang pernah mengalahkannya.
Gorga kembali menyerang Qilin dengan semburan maupun kibasan ekornya, akan tetapi tak satupun serangan yang dibuat Gorga berhasil mengenai sasarannya, hal itu membuat Gorga semakin penasaran dan meningkatkan level serangnya hingga semakin tinggi.
Dari ke dua mata Gorga yang berada diantara keenam kepalanya, berkali kali mengeluarkan cahaya yang langsung mengarah kepada tubuh Qilin, cahaya itu mampu untuk meledakan apapun yang terkena
terpaan nya.
"Cahaya yang keluar dari kedua matanya begitu kuat, aku tak boleh lengah sedikitpun jangan sampai aku terkena serangan cahaya itu, selain beracun cahaya itu juga mengandung daya ledak yang sangat dahsyat," batin Qilin.
Qilin terus menghindar, akan tetapi serangan dari gorga semakin kuat dan cepat, hingga membuat Qilin perlahan lahan mulai terdesak.
"Aku tak bisa terus seperti ini, aku harus mencari akal untuk menghentikannya," batin Qilin yang terus menghindari serangan cepat dari Gorga.
Qilin menaruh beberapa segel di tanah tanpa diketahui oleh Gorga, dan berharap jika Gorga dapat melewati segel yang dibuatnya itu.
"Qilin, tunjukkan kemampuanmu, kau jangan seperti tikus yang terus berlari, tak kusangka kau sekarang sangat pengecut seperti ini!!," teriak Gorga.
Perkataan Gorga langsung menyulut amarah Qilin, diapun langsung menembakan bola bola api dari mulutnya, yang membuat Gorga tersenyum akan hal itu.
Bola bola api terus menghujam kearah ketubuh gorga, yang membuat Gorga terus menghindar dengan cepat, dan pada satu kesempatan, Gorga memberikan tembakan cahaya lewat ke 14 bola mata dari 7 kepala yang ada di tubuhnya.
Serangan balasan Gorga berhasil mengenai tubuh Qilin, hingga membuat Qilin terhempas jatuh kebelakang, debu beterbangan seiring jatuhnya Qilin ketanah.
"Akhirnya aku bisa melukaimu Qilin, dan sebentar lagi aku akan melenyapkanmu untuk selamanya," bisik Gorga.
Gorga menjejakkan tubuh ularnya ketanah, dan tiba tiba perubahan langsung terlihat di wajahnya.
"Apa? mengapa aku berada di dalam kurungan segel tanah ini, sejak kapan Qilin memasang jebakan segel disini!!" batin Gorga panik.
Setelah debu menghilang, tampak Qilin telah berdiri tegak dengan tubuh diselubungi perisai perangnya.
"Ha..ha..ha..!! kau masih terlalu bodoh Gorga, aku sengaja terkena seranganmu karena aku mempunyai perisai perang di tubuhku, walau pun aku sedikit terluka, tapi aku bisa menangkapmu, dan ini adalah hari di mana kematian mu!!" ucap Qilin dengan amarah yang meluap ditubuhnya.
"Tunggu Qilin!!, aku minta kau jangan membunuhku, aku punya berbagai macam sumberdaya langka di dalam Goa itu, kau boleh mengambilnya semua dan biarkan aku bebas, di masa depan semua keturunan dari ular berkepala 7 tak akan pernah menyinggungmu lagi," ucap Gorga.
"Sudah terlambat Gorga, aku akan tetap membunuhmu, dan mengakhiri semua permusuhan kita di masa lalu," jawab Qilin.
Tiba tiba saja tubuh Gorga secara perlahan masuk kedalam tanah, hingga kepanikan mendalam yang kini di rasakan nya semakin jelas terlihat.
"Qilin..!! jika kau ingin membunuhku, maka kita akan mati bersama sama, aku akan mengikutsertakan kau untuk mati bersamaku," teriak Gorga, dengan mengaktifkan tehnik segel terlarang yang di milikinya.
Segel terlarang ini merupakan tehnik dengan kekuatan yang sangat besar, setelah menggunakan tehnik ini, maka sang pengguna segel terlarang akan mati seketika karena tubuhnya akan menjadi tumbal tehnik segel terlarang tersebut.
Gorga melepaskan batu kristal jiwa dari tubuhnya yang membuat Gorga seketika tewas ditempat. Batu kristal jiwa itu terus melesat kelangit, yang membuat putaran awan seperti pusaran air di langit.
Di langit awan berkumpul menjadi satu, yang menimbulkan keadaan alam yang sangat mencekam ditempat itu.
Yan Lan bangkit dari duduk silanya, dan menatap langit yang di penuhi awan hitam pekat yang membentuk pusaran besar energi, dengan petir yang sangat terus menyambar nyambar kesana lemari, membuat Yan Lan teringat akan sosok Qilin, kontrak darah yang saat itu dilakukannya dengan Qilin bergejolak hebat, yang membuat kekuatiran di hati Yan Lan semakin menjadi.
"Aku merasakan firasat buruk terhadap Qilin, aku harus segera menyusulnya," bisik Yan Lan.
Yan Lan segera meninggalkan tempat itu, tapi sebelumnya, terlebih dahulu Yan Lan memasang segel pelindung di sekitar tubuh kedua pengikutnya.
Di tempat pertarungan Yan Lan melihat jika ular raksasa berkepala 7 telah tewas, akan tetapi Qilin masih saja terlihat terkena efek serangan dari ular raksasa berkepala 7 walaupun dia telah mati.
"Aku tak bisa membiarkan Qilin di dalam lingkaran itu, petir yang berkali-kali mengenai tubuhnya pasti akan menghancurkan tubuh dan jiwanya," bisik Yan Lan.
Tiba-tiba Yan Lan merasakan tombak bermata satu yang ada di dalam alam batinnya bergetar hebat, Yan Lan segera mengeluarkan tombak itu dan tiba-tiba saja aura yang sangat kuat langsung menyebar ke udara.
"Aku tau yang kau maksud sobat, ayo kita selamatkan Qilin," ucap Yan Lan.
Yan Lan segera memakai baju perang dewanya dengan memegang tombak penguasa semesta di tangan kanan nya.
Yan Lan seperti mendapatkan kekuatan baru berkali-kali lipat, saat memegang tombak dan memakai baju perang Dewanya.
"Tak kusangka baju perang yang kugunakan ini, sepasang dengan tombok penguasa semesta, dan bila digunakan bersamaan akan memberikan kekuatan yang sangat luar biasa," batin Yan Lan.
Yan Lan segera menerobos masuk ke dalam lingkaran yang mengelilingi tubuh Qilin, dan tersentak kaget karena Yan Lan merasakan seluruh tubuhnya tak dapat digerakkan, seperti apa yang sedang dialami oleh Qilin.
"Tekanan di dalam lingkaran ini begitu sangat luar biasa kuatnya, aku sampai tak mampu untuk menggerakkan tubuh lagi, bagaimana aku harus menyelamatkan Qilin, sementara aku sendiri tengah terpuruk dalam keadaan ini," bisik Yan Lan.
Tiba-tiba di dalam lingkaran gelap yang menuju ke angkasa, muncul sesosok makhluk yang sangat dikenal oleh Yan Lan, dia adalah jiwa ular raksasa.
"Kalian tak akan mampu untuk keluar dari kutukan jiwa kegelapan ku ini, Karena aku telah mengorbankan diriku sendiri untuk dapat membawa kalian semua mati bersamaku, kalian berdua akan terbebas jika jiwa kalian telah musnah!!" teriak jiwa ular raksasa berkepala 7 dengan tawa kemenangan dari mulutnya.
Yan Lan menatap nanar pada jiwa ular raksasa berkepala 7 yang bebas terbang kesana kemari, yang berada di dalam lingkaran kutukan jiwa kegelapan yang dibuatnya.
Sementara itu keadaan Qilin semakin terpuruk, tubuhnya kini telah terbaring di atas tanah dengan kondisi lemah dan nafas putus-putus, hanya baju perisai perang yang digunakannya yang sedikit membantu dirinya dalam menahan petir besar yang berkali kali menghujam kearah tubuhnya, yang membuat energi Qi di dalam tubuh Qilin semakin terkuras habis.
Melihat hal itu, Yan Lan semakin murka dan berteriak lantang...
"Aku adalah jendral tertinggi langit, aku takkan menyerah dengan kutukan sampah seperti ini!!" teriaknya.
Yan Lan mengalirkan energi murninya ke dalam tombak penguasa semesta yang ada dalam genggamannya, tiba-tiba saja tombak itu mengeluarkan cahaya biru dan langsung menyelimuti tubuh Yan Lan.
Keajaiban tiba-tiba saja terjadi, tekanan aura yang sangat menindas seketika hilang. merasakan hal itu, merasakan adanya kesempatan di depan matanya, Yan Lan segera melemparkan tombaknya ke atas pusaran angin yang menggulung awan hitam di angkasa.
Tombak itu meluncur deras dan pada akhirnya masuk ke dalam pusaran angin hingga terjadi ledakan besar.
Boom...!! ledakan dahsyat tak dapat terhindarkan, tubuh Yan Lan terpental hebat ke belakang seiring menghilangnya lingkaran kutukan jiwa kegelapan yang mengurung dirinya dan Qilin.
Bersambung