
Perlahan mata raja Zheng long terbuka, dan dari tubuhnya keluar aura ranah tingkat surgawi yang sangat menindas, amarahnya kini terlihat nyata.
Keenam petinggi yang melakukan formasi pencarian langit, segera berdiri dan menyingkir menjauh dari tempat itu, karena aura yang dikeluarkan oleh sang raja begitu sangat menyakitkan bagi ke enam petinggi istana tersebut.
"Yan Lan...!! teriak sang raja dengan amarah yang memuncak. Sang raja begitu marah kepada Yan Lan yang menculik putra dan putrinya, karena saat melakukan formasi pencarian langit, formasi itu tak dapat menembus segel yang melindungi keberadaan Putri Bilqis dan pangeran Zheng Bil Ang.
"Aku perintahkan kalian berenam, cari keberadaan putra dan putri ku, sisir seluruh hutan yang berada di kota kerajaan, jangan sampai ada sedikitpun celah Yang terlewatkan," ucap raja Zheng long dengan meninggikan suaranya.
"Baik yang mulia!!" jawab mereka berenam.
Di tempat lain, di dalam rimbunnya hutan perbatasan tampak Yan Lan tengah bercakap-cakap dengan ketiga orang yang telah lama menunggunya, dia adalah pangeran Zheng Bil Ang, Cencen dan Qing ruo.
Yan Lan juga menceritakan tentang keadaan Putri Bilqis yang masih hidup kepada sang pangeran, yang mana denyut jantung nya sudah terasa walaupun masih sangat lemah, dan nafasnya pun juga sudah terlihat jelas.
Mendengar hal itu, pangeran Zheng Bil Ang merasa senang dan dia pun meminta kepada Yan Lan untuk dapat melihat putri Bilqis kembali.
Yan Lan segera mengeluarkan peti kristal abadi dari dalam cincin penyimpanannya.
Tampak peti berwarna biru langit keluar dari dalam cincin penyimpanan Yan Lan, di dalamnya terdapat wajah cantik seorang wanita muda yang lagi tertidur lelap.
"Kakak...!! ini suatu keajaiban, semoga kakak dapat bangun lagi dari tidur panjang kakak ini," ucap pangeran dengan lugunya.
Sudah pangeran, aku ingin mengajakmu pergi ke istana kerajaan, sambil menunggu ayahmu selesai berkultivasi, ini semua demi kesembuhan kakak mu putri Bilqis," ucap Yan Lan.
"Baik kak Yan Lan," ucap pangeran singkat.
"Tuan muda, aku ingin ikut bersamaku, aku berjanji akan setia padamu," ucap Qing ruo tiba tiba.
"Yan Lan tersenyum dan memegang pundak Qing ruo. "Jika kau ingin mengikutiku maka rubah lah semua perilaku buruk mu selama ini," ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda, aku akan mendengarkan semua perkataanmu," jawab Qing ruo.
"Kalau begitu ayo kita pergi ke kerajaan," ucap Yan Lan.
Belum beberapa jauh mereka berempat berjalan, tiba tiba saja para prajurit dari kerajaan telah mengepung mereka.
"Serahkan diri kalian!!, atau kami semua akan bertindak tegas," ucap seorang komandan pasukan.
Pangeran tiba tiba maju kedepan. "Aku mengajak kak Yan Lan ke kerajaan, jadi kalian semua jangan berlaku kasar padanya, jika kalian membuat kak Yan Lan marah maka aku pangeran Zheng Bil Ang akan membuat perhitungan pada kalian semua," ucap pangeran.
Komandan prajurit langsung memperhatikan wajah anak kecil yang berada di hadapannya, dan betapa terkejutnya komandan prajurit itu mengetahui jika anak kecil yang berada di hadapannya merupakan pangeran Zheng Bil Ang. Buru buru komandan prajurit turun dari kudanya, dan memberikan hormat pada pangeran yang di ikuti oleh seluruh pasukannya.
"Pangeran..!!, yang mulia Raja telah berada di istana, kami semua mencari pangeran dan Yan Lan atas titah yang mulia raja, jadi kumohon pangeran tak mempersulit kami dalam menangkap Yan Lan.
"Kalian tak usah khwatir aku tak akan melarikan diri, karena aku sendiri akan bertemu yang mulia raja di istana cahaya nirwana," ucap Yan Lan.
Komandan prajurit melirik sejenak ke arah pangeran dan diapun berkata. "Bawakan 4 kuda kemari!!" perintah komandan pasukan kepada prajuritnya.
Kuda pun tiba di hadapan pangeran, komandan prajurit langsung mempersilahkan mereka semua menaiki kuda, maka berangkatlah mereka semua menuju ke kerajaan cahaya nirwana.
"Jangan ada yang mempersulit kak Yan Lan, sebelum ayahku datang ketempat ini!!" ucap pangeran.
Pangeran segera turun dari kudanya, dan berdiri bertolak pinggang untuk menantang semua prajurit yang ingin menangkap Yan Lan.
Tak ada satupun prajurit maupun komandan serta perwira tinggi yang melakukan pergerakan, mereka semua segan dengan adanya pangeran Zheng Bil Ang di tempat itu.
Tak berselang lama raja Zheng long datang bersama dengan ratu Shima dan bangsawan Erlang Huo.
"Dia lah yang bernama Yan Lan yang mulia," ucap bangsawan Erlang Huo sambil menunjuk kearah Yan Lan.
Melihat sosok yang berwibawa dengan mahkota diatas kepalanya, dengan segera Yan Lan turun dari kudanya dan menggenggam tinjunya memberi hormat.
"Hormat hamba yang mulia," ucap Yan Lan.
Melihat kesopanan Yan Lan, tak sedikit pun membuat raja Zheng long meredakan amarahnya.
"Yan Lan..!! kau kemanakan jasad putri ku. !!" ucap raja Zheng long dengan mengeluarkan aura surgawi yang diarahkan kepada Yan Lan, Cencen dan Qing ruo, hingga membuat Cencen dan Qing ruo tak bisa bergerak dan kesulitan untuk bernafas.
Melihat hal itu, Yan Lan segera mengeluarkan aura ranah tingkat surgawi miliknya untuk menghalau aura yang di keluarkan raja Zheng long, yang membuat benturan antara ranah tingkat surgawi pun terjadi, hingga raja Zheng long harus mundur dua langkah kebelakang karena benturan itu.
"Siapa sebenarnya anak muda ini, mengapa dia bisa mengeluarkan kekuatan tingkat surgawi sama halnya dengan ku? setahuku kekuatan surgawi hanya di miliki orang orang yang masih keturunan Dewa dan para peri," batin raja Zheng long.
Setelah benturan ranah tingkat surgawi menghilang, secara tiba tiba menyebabkan Qing ruo dan Cencen kembali bisa bergerak dan bernafas lega.
Dari belakang raja Zheng long, melesat sebuah anak panah yang dengan cepat menuju kearah Yan Lan berada. Mengetahui adanya serangan gelap yang tertuju padanya, membuat Yan lan beberapa kali melakukan salto di udara untuk menghindari anak panah tersebut.
Tak sampai disitu, anak panah yang mengejar Yan Lan seperti mempunyai mata, dengan terus mengejar Yan Lan kemanapun di pergi, hal itu membuat Yan Lan begitu sangat heran melihatnya.
Melihat anak panah yang terus mengejarnya, membuat Yan Lan dengan refleks menghantamkan tinjunya kearah anak panah tersebut, yang membuat benturan dasyat pun terjadi.
Dari benturan keras itu membuat Yan Lan terseret beberapa meter kebelakang, sementara anak panah yang sempat tertahan oleh hantaman tinju Yan Lan, kini kembali bergerak untuk memburu Yan Lan.
Yan Lan beberapa kali melakukan tehnik ruang dan waktu, untuk melepaskan diri dari anak panah yang terus mengejarnya, akan tetapi anak panah yang berwarna kuning keemasan itu tetap dapat mengimbangi kecepatan Yan Lan, dan masih saja tetap memburunya.
"Ini benar benar di luar nalar, anak panah ini semestinya tak dapat mengejar ku seperti ini, jangan jangan anak panah ini merupakan artefak langit dan juga merupakan senjata para Dewa, jika aku terus menghindar maka aku pasti akan kelelahan dan nantinya akan terluka oleh anak panah itu, tak ada pilihan lain, aku harus mengeluarkan golok pembunuh semesta," batin Yan Lan.
Kali ini di tangan Yan Lan terdapat golok pembunuh semesta, dengan sekali tebasan maka anak panah yang sedari tadi mengejar Yan Lan, akhirnya hancur seketika.
Yan Lan menatap Bangsawan Erlang Huo yang memegang busur panah berwarna ke emasan.
"Ternyata busur panah itu merupakan artefak langit," batin Yan Lan.
*****
Terimakasih untuk pembaca semua yang sudah memberikan like, komen dan vote, termasuk pengarang kesepian yang sudah memberikan like dan komen terbanyak di setiap episodenya, semoga kita semua di berikan kesehatan dan umur panjang amin