
Suasana pagi itu sangat cerah, matahari bersinar menerpa keberadaan sekte naga diatas awan yang tegak berdiri kokoh di tengah tengah kota puncak Awan langit.
Terik matahari yang menyengat di pagi itu, tak di hiraukan oleh ribuan pasukan klan tebing angin yang terus melaju kencang menuju ke sekte naga di atas awan, yang mengakibatkan debu tebal berterbangan di sana sini.
Bagi ketua klan tebing angin Tiatiou, penyerangan kali ini adalah hal yang sangat di impi impikan olehnya, sudah sedari dulu ketua Tiatiou mempersiapkan segalanya, termasuk membuat portal yang tembus ke bawah benua permata hijau untuk mencari binatang roh terkuat, dan tanpa harus terluka dalam menyebrangi dimensi antara dimensi manusia dan dimensi para manusia setengah peri termasuk dirinya sendiri.
Sengaja ketua Tiatiou membuat portal itu agar binatang roh terkuat dan Ter bar bar seperti kera bertaring dan serigala mata merah, dapat di rangkulnya untuk membantu menghancurkan sekte naga di atas awan.
Dengan mempelajari kultivasi terlarang dari para leluhurnya yang telah menjadi abadi, ketua Tiatiou berhasil menaklukkan raja burung surgawi yang bernama "Jatayu" dan bisa membuat burung surgawi itu patuh dan mematuhi perintahnya.
Jatayu merupakan binatang roh yang tinggal di pedalaman tebing angin, setelah di taklukan oleh ketua Tiatiou, Jatayu beserta pasukannya tersegel di dalam artefak kalung yang di kenakan oleh ketua klan tebing angin, Jatayu sendiri merupakan kartu As bagi Tiatiou dalam menggempur sekte naga di atas awan saat ini.
*****
Yan Lan berhasil sampai duluan di gerbang sekte naga di atas awan, akan tetapi para penjaga gerbang tak memperbolehkannya masuk kedalam sekte, karena patriack Pingyin Qin telah menginstruksikan agar tak memperbolehkan Yan Lan kembali kedalam sekte.
"Jika kalian tak memperbolehkan aku untuk menemui patriack kalian, maka dengarlah pesanku untuk patriack kalian, katakan padanya jika klan tebing angin secara besar besaran akan menyerang sekte naga di atas awan, dan sekarang mereka telah menuju kesini," ucap Yan Lan.
Setelah mendengar perkataan Yan Lan, salah seorang penjaga gerbang langsung menghadap patriack Pingyin Qin dan Yan Lan sendiri memilih meninggalkan tempat itu.
Di kediamannya, patriack sekte Pingyin Qin tertawa terbahak bahak mendengar keterangan dari salah seorang penjaga, jika klan tebing angin akan menyerang sekte naga di atas awan dan kabar itu bersumber dari Yan Lan.
Patriack Pingyin Qin beranggapan jika klan tebing angin walaupun menyatukan seluruh kekuatannya berkali kali lipat, tak akan mungkin bisa menghancurkan sekte naga di atas awan yang selama ini di pimpin olehnya, dan berita penyerangan yang di katakan Yan Lan baginya hanya sebuah lelucon belaka dan sama sekali tak ingin menanggapinya.
Dari jauh Yan Lan memperhatikan keadaan sekte yang sama sekali tak ada perubahan apa apa, para murid tetap berlatih seperti biasanya.
"Bodoh..!! patriack Pingyin Qin menganggap remeh penyerangan klan tebing angin," batin Yan Lan sambil menahan kekesalan.
Yan Lan sebenarnya ingin bermasa bodoh dengan apa yang akan menimpa sekte naga di atas awan, akan tetapi nalurinya sebagai manusia seakan terpanggil untuk membantu mempertahankan sekte, agar tak jatuh ketangan klan tebing angin.
Karena jika sampai sekte naga di atas awan jatuh ketangan klan tebing angin, maka akan banyak korban jiwa yang jatuh dan akan banyak pula penindasan serta perbudakan yang akan terjadi, mengingat klan tebing angin hanya menghargai sesama anggota klan mereka saja.
Dengan cepat Yan Lan kembali ke depan gerbang dan menerobos masuk kedalam sekte.
Di depan gerbang yan Lan mendapatkan hadangan dari para penjaga, tak lama kemudian terjadilah pertarungan di depan gerbang.
Yan Lan dengan cepat mengalahkan para penjaga gerbang, akan tetapi para anggota murid senior berbondong bondong datang untuk menyerang Yan Lan.
"Aku tak ingin melukai kalian semua, aku hanya ingin bertemu dengan patriack sekte," ucap Yan Lan.
"Patriack sekte sedang berkultivasi, dan tak bisa di ganggu, anda lebih baik pergi dari sini atau kami semua akan bertindak tegas!!" ucap murid senior sekte.
Para murid sekte sebenarnya tak ingin menyinggung Yan Lan, mengingat Yan Lan mempunyai kultivasi yang tinggi dan dapat mengalah kan ketua keluarga neder dalam sebuah pertarungan, akan tetapi perintah dari patriack Pingyin Qin membuat mereka semua harus menghentikan Yan Lan apa pun yang terjadi.
Yan Lan segera mengeluarkan pedang roh abadi dari dalam cincin penyimpanannya, seketika itu aura yang sangat menindas keluar dari pedang itu, sehingga membuat para murid senior sekte memilih mundur beberapa langkah kebelakang.
Para murid saling berpandangan, setelah mendengar senior sekte tertua menginstruksikan untuk menyerang, maka puluhan murid yang mengurung Yan Lan dari segara arah langsung menerjang Yan Lan dengan pedang yang sudah terhunus.
Melihat hal itu Yan Lan langsung menebaskan pedangnya kesegala arah maka terjadilah peristiwa mengerikan, pekik kematian menggema seiring robohnya para murid senior yang terkena pedang Yan Lan.
Murid yang tersisa mundur kebelakang untuk melindungi diri mereka dari serangan pedang Yan Lan.
Melihat tak ada perlawanan yang berarti maka Yan Lan terus merengsek masuk ke dalam gerbang sekte.
Belum sempat Yan Lan melangkahkan kaki terlalu jauh masuk kedalam sekte, dari sisi kirinya sebuah angin dengan gelombang kejut yang sangat mematikan langsung mengarah padanya.
Yan Lan segera menangkis gelombang angin itu dengan pedang roh abadi yang ada dalam genggamannya, sehingga terjadi ledakan yang membuat Yan Lan harus terseret beberapa meter kebelakang.
Dari arah serangan tampak patriack Pingyin Qin telah berdiri dengan tatapan menindas yang mengarah kepada Yan Lan.
"Kurang ajar!! berani sekali kau membuat keributan di sekteku dan membunuh para muridku!!, kali ini kau harus mati di tanganku," bentak patriack sekte.
"Ha..ha..ha..!! akhirnya kau keluar juga pak tua!!
aku ingin mengingatkanmu jika sekte yang kau pimpin ini sekarang dalam bahaya, jika kau terlambat sekte ini hanya akan tinggal nama dan kau orang yang akan di salahkan oleh leluhurmu karena tak mendengarkan perkataanku," jawab Yan Lan tak kalah sengit.
Mendengar omongan Yan Lan yang tak menghargainya, patriack Pingyin Qin segera mengarahkan telapak tangannya kedepan.
Seberkas sinar dengan cepat mengarah kearah Yan Lan berada, sehingga membuat Yan Lan kembali menebaskan pedangnya untuk menyambut serangan patriack sekte Pingyin Qin.
Ledakan kembali terjadi yang membuat mereka berdua sama sama terseret mundur kebelakang.
Patriack sekte yang melihat Yan Lan dapat menahan serangannya itu, membuatnya semakin murka kepada Yan Lan dan berkeinginan untuk menyerang Yan Lan kembali dengan kekuatan penuh.
Belum sempat patriack Pingyin Qin menyerang Yan Lan kembali, dari luar gerbang sekte terdengar sayup sayup suara teriakan memilukan hati, suara yang di penuhi rasa sakit karena kehilangan nyawa.
Seketika langit berubah mendung karena matahari tertutup oleh ribuan burung roh yang berdiam di pedalaman hutan tebing angin.
Burung burung itu berterbangan memenuhi angkasa, dan mengeluarkan suara lengkingan tajam yang yang menyakitkan telinga.
"Celaka!! ternyata benar perkataan pemuda ini, klan tebing angin telah menyerang sekte dan aku salah menilai kebaikannya," batin Patriack Pingyin Qin.
"Maafkan aku yan lan, aku telah salah menilai mu," ucap patriack sekte.
Selepas berkata demikian, patriack Pingyin Qin segera melesat masuk kedalam sekte meninggalkan Yan Lan sendiri.