
Yan Lan yang merasa kesal dengan lelaki tua paruh baya yang begitu sangat meremehkannya, dengan menghentakkan tangan kanannya kelantai ruangan, maka lelaki tua paruh baya yang tengah berkacak pinggang di depannya, langsung terhempas keluar ruangan karena terkena gelombang kejut yang hanya tertuju padanya, tak hayal lagi, tubuh lelaki paruh baya itu terhempas dan menabrak dinding rumah ketua Beldi hingga jebol keluar rumah.
Semua yang ada di tempat itu terdiam, termasuk putri Bilqis yang semakin kagum dengan kekuatan yang di miliki oleh Yan Lan.
"Maaf kan ketua Morgan tuan muda, dia tak tau sedang berhadapan dengan siapa," ucap ketua Beldi yang mencoba menenangkan Yan Lan.
Yan Lan hanya tersenyum sambil melihat kearah ketua Beldi.
"Saudara Beldi, aku minta kau milih 4 orang ketua yang akan menjadi ketua di dalam sekte yang akan terbentuk sekarang juga, karena aku tak mempunyai waktu lama untuk berada di sini," ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda, tetapi aku tetap memilih ketua Morgan untuk menjadi ketua disalah satu sekte yang akan terbentuk nanti, dia adalah ketua yang jujur dan dapat mengayomi yang lainnya, hanya saja sikapnya kali ini sangat salah dalam menempatkan situasi, jadi ku mohon tuan muda dapat memaafkannya," ucap ketua Beldi.
"Aku serahkan keputusannya padamu, karena kesejahteraan orang orang yang berada di pinggiran ibukota kerajaan buluh surgawi, tergantung pada ketua sekte yang akan memimpin mereka semua nantinya," ucap Yan Lan.
"Bawa ketua Morgan kemari!!" perintah Yan Lan.
Mendengar perkataan Yan Lan, beberapa anak muda segera keluar ruangan itu, dan kembali dengan membawa ketua Morgan yang tak sadarkan diri.
"Letakkan dia di situ," perintah Yan Lan kembali.
Yan Lan segera mengeluarkan tehnik jari matahari, dan beberapa buah jarum emas langsung menghujam ke arah tubuh ketua Morgan, hingga akhirnya ketua Morgan tersadar dan yan Lan menarik kembali ke 12 jarum emas miliknya.
"Maafkan kesalahanku tuan muda, aku tak bermaksud demikian, ini semua dikarenakan kehidupan kami disini yang sangatlah miris, jauh dari kata berkecukupan, sehingga mendengar perkataan yang akan mensejahterakan kami semua, ku anggap sebagai sebuah lelucon dan hanya hayalan belaka, siapa yang tidak mau hidup sejahtera dengan semua kebutuhan yang tercukupi? tapi tuan muda menyampaikannya secara instant hingga menimbulkan gejolak di hati hamba, yang menyangka itu hanyalah tipu muslihat dari tuan muda, yang ingin mendapatkan sesuatu dari kami semua, sekali lagi maafkan saya tuan muda," ucap ketua Morgan.
"Tak usah di bahas lagi paman, aku telah melupakannya," ucap Yan Lan.
Yan Lan menatap orang yang berada di dalam ruangan itu sambil berkata.
"Karena ketua 4 klan telah memilih ketua Morgan untuk menjadi ketua sekte yang akan terbentuk, maka ketua Morgan akan mendapatkan haknya itu," ucap Yan Lan.
"Aku memberikan tehnik elemen angin padamu, pelajari dengan baik, dan jadilah pemimpin yang bijak," ucap Yan Lan sambil menaruh jari telunjuknya ke arah kening ketua Morgan.
Di dalam fikiran Morgan tiba tiba terlintas ilmu beladiri elemen angin, dan tertanam di dalam fikirannya yang paling dalam.
Tak lama kemudian, Yan Lan menyalurkan energi murninya, untuk bekal ketua Morgan dalam mempelajari tehnik elemen angin pemberiannya.
Mendengar perkataan ketua Morgan, orang orang yang berada dalam ruangan itu dapat bernapas dengan lega.
Selanjutnya ketua Beldi mendapatkan tehnik pedang roh jiwa, dan ketiga ketua lainnya mendapatkan tehnik element tanah atau batu, tehnik elemen petir dan tehnik elemen air.
"Saudara Beldi, mulai hari ini kau harus bekerja keras untuk menjadikan 4 sekte di pinggiran ibukota ini, dan berupaya lah untuk membangun tempat ini secara perlahan lahan," ucap Yan Lan.
Mendengar hal itu, ketua Beldi tak dapat berkata apa apa, karena untuk membentuk sebuah sekte tak seperti membalikkan telapak tangan, harus ada usaha dan kerja keras, dan tentunya harus di barengi dengan modal yang besar.
Yan Lan mengetahui dengan pasti, apa yang menjadi sumber permasalahan kenapa ketua Beldi terdiam. Yan Lan berjalan kearah ketua Beldi, setelah dekat dengan ketua Beldi, Yan Lan pun menepuk nepuk bahu ketua Beldi yang tengah duduk bersila.
"Kau jangan risaukan itu, aku telah memikirkan apa yang sekarang kau pikirkan," ucap Yan Lan.
"Aku minta kalian menyingkir dari tempat ini," ucap Yan kembali, kepada semua orang, untuk mengosongkan tengah tengah ruangan.
Mendengar perintah Yan Lan maka orang orang yang duduk di tengah tengah ruangan, segera menepi ke sudut ruangan.
Terlihat Yan Lan mengibaskan tangan kanannya, maka tumpukan koin emas keluar dari dalam cincin penyimpanannya, tumpukan koin emas itu membentuk bukit kecil, sehingga semua orang tertegun melihatnya, begitupun juga dengan putri Bilqis, dia tak menyangka jika Yan Lan mempunyai koin emas yang sebanyak itu.
Kembali Yan Lan mengibaskan tangan kanannya, tak lama kemudian tumpukan permata dan perhiasan mahal tersaji di hadapan mereka.
Semua ini akan kuberikan kepada kalian semua untuk membangun sekte yang kumaksud, dan kurasa ini sudah lumayan cukup, aku juga akan membekali kalian dengan bibit untuk bercocok tanam, agar hasilnya dapat menghidupi sekte yang akan terbentuk nantinya.
Yan Lan juga memberikan bibit ginseng air yang hanya bisa ditanam pada dasar sungai, dan beberapa jamur api dan jamur pelangi, tujuan Yan Lan memberi kan itu semua, agar mereka dapat bercocok tanam dan hasilnya akan di jual karena harganya yang cukup tinggi di pasaran.
Beldi yang terdiam, kini bersuara. " Tuan muda, di sebelah timur ada sebuah hutan dengan gunung yang tinggi menjulang, di dalam gunung itu terdapat sebuah batu energi yang berwarna merah, yang sangat dibutuhkan bagi seluruh kultivator untuk meningkatkan kultivasinya, tapi sayang, gunung itu menjadi tempat tinggal bagi musang merah ekor 9, yang merupakan binatang roh dengan tingkat kultivasi Qi di tingkat legenda, kami semua tak bisa menambang gunung itu karena keberadaan binatang tersebut di sana," ucap Beldi.
"Aku akan membantu kalian untuk mengalahkan binatang roh tersebut, akan tetapi tidak sekarang karena aku mempunyai urusan yang tak bisa ku tinggalkan, biarkan keberadaan binatang roh itu di sana agar batu energi merah takkan mudah dijamah orang lain, setelah urusanku selesai aku akan membantu kalian semua untuk mengalahkan binatang roh itu, sehingga kalian bisa menambang batu energi yang berada di gunung itu," jawab Yan Lan.
"Karena urusan ku disini telah selesai, maka kami berdua ingin berpamitan, jika suatu hari nanti aku telah kembali ke mari, maka sekte itu harus sudah terbentuk dan para ketuanya juga telah menguasai teknik yang telah ku berikan, ingat jangan kecewakan aku " sambung Yan Lan.
"Baik tuan muda, kami semua akan mengikuti apa yang telah tuan muda rencanakan, dan aku sebagai ketua 4 klan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan tuan muda," ucap ketua Beldi.
Setelah berpamitan, Yan Lan dan putri Bilqis kembali menaiki kudanya dan pergi meninggalkan pinggiran kota bulu surgawi, untuk pergi ke kerajaan puncak langit berada.