PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pertempuran 4


Siang itu tak ada satu pun pergerakan yang berarti, para iblis sepertinya enggan untuk menyerang kota phoenix. entah mengapa Yan lan merasakan kekhawatiran yang begitu sangat besar dihatinya, melihat para iblis yang tak ada satupun berada disekitar wilayah kota phoenix.


"Biyao sepertinya malam ini akan terjadi pertempuran yang sangat besar, entah mengapa aku begitu sangat mengkhawatirkan malam nanti," ucap Yan Lan.


"Aku pun merasakan seperti apa yang kau rasakan yang mulia, lebih baik kita melapis kekuatan di setiap gerbang yang ada, dan di dinding batas kota harus kita taruh para pemanah, agar dapat menghalau serangan yang nantinya akan dilakukan bangsa iblis," jawab Biyao.


"Kau benar Biyao, memang kita harus menaruh para pemanah di sana, kalau perlu kita memasang segel peledak di setiap dinding perbatasan kota, karena hanya di siang ini kita diberikan kesempatan untuk memasang jebakan bagi para iblis yang nantinya akan memanjat di dinding batas kota," ucap Yan Lan.


"Aku ingin kau mengabarkan kepada ke seluruh komandan dan perwira tinggi yang ada di istana Phoenix, agar memasang segel peledak di setiap dinding batas kota, dan semua itu harus selesai sebelum sore menjelang," perintah Yan Lan.


"Baik yang mulia," ucap Biyao sambil berlalu pergi.


Setelah kepergian Biyao, ke tiga istri Yan Lan datang menghampiri.


"Yang mulia!!" ucap mereka bertiga.


Yan Lan menatap ke arah ke 3 istrinya, dan betapa terkejutnya Yan Lan melihat di antara istri-istrinya terdapat wajah Qian Qin disana.


"Bagaimana mereka bertiga bisa akur seperti ini, apakah aku tak salah melihatnya? tapi kurasa memang mereka bertiga telah akur dan itu merupakan kabar baik bagiku," batin Yan Lan.


"Bagaimana keadaan kalian bertiga, pertempuran itu pasti sangat melelahkan bukan? jika kalian tak sanggup bertempur lebih baik jangan dipaksakan karena itu akan membuat kalian bisa terluka," ucap Yan Lan.


"Jangan khawatir yang mulia, ada Qian Qin bersama kami, kekuatan dan tingkat kultivasi nya begitu sangat kuat sehingga kami berdua dapat merasa nyaman dengan keberadaannya," jawab Yan Ling.


Yan lan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan. "Kalian berdua jangan memanfaatkan keadaan, tak mungkin kalian berdua akan terus bergantung pada Qian Qin," ucap Yan Lan.


"Ia yang mulia," ucap Yun er yang langsung mengarahkan pandangannya kepada Qian Qin.


Kalian mandilah, dan segera beristirahat karena kemungkinan besar malam ini akan terjadi pertempuran terbesar yang pernah ada di benua permata hijau.


Mendengar perintah Yan Lan, mereka bertiga segera pergi meninggalkan tempat itu, karena mereka tahu jika keadaan Yan Lan sekarang tengah di pusingkan oleh pertempuran dan beban yang berada di pundaknya, agar ras manusia tetap bertahan di benua permata hijau.


*****


Sore hari seluruh segel peledak yang ada di dinding perbatasan kota, telah selesai dipasang yang membuat perasaan Yan Lan sedikit tenang.


Saat senja menjelang, para iblis mulai memperlihatkan aktivitasnya dengan keluar dari dalam hutan, para manusia iblis yang jumlahnya ratusan ribu langsung merengsek menuju ke setiap gerbang kota istana Phoenix berada.


"Memang benar apa yang kurasakan, seluruh pasukan utama iblis sekarang ini tengah di kerahkan untuk menggempur kota phoenix," batin Yan Lan.


Yan Lan terus memantau perkembangan para pasukan iblis yang mencoba masuk kedalam kota phoenix.


Tiba tiba saja sebuah suara menggelegar di udara, suaranya sampai terdengar di seluruh penjuru kota phoenix.


"Yan Lan....keluarlah...!! kau jangan seperti tikus yang yang hanya bersembunyi di sarang mu, dasar pengecut!!" bunyi suara yang menggema di udara.


Yan Lan menatap tajam kearah sesosok manusia yang mengambang di udara, sosok yang begitu sangat di kenalnya sebagai seorang kultivator kuat yang di miliki bangsa iblis.


"Aku telah menantikan pertarungan kita yang kedua ini Azuma jangan khwatir, aku akan meladeni mu!!" jawab Yan Lan dari kejauhan.


Yan Lan manggil kelima sahabatnya dan mereka berlima langsung datang menghadap Yan Lan.


"Hari ini aku akan bertarung dengan raja iblis, dan aku minta pada kalian untuk memimpin pasukan phoenix untuk menghancurkan bangsa iblis yang menyerang, dan aku titipkan ketiga istriku, bantu mereka saat bahaya mengancam," ucap Yan Lan.


"Trimakasih atas kepedulian kalian," ucap Yan Lan.


Setelah berkata seperti itu, tubuh Yan Lan tiba tiba menghilang dari pandangan kelima sahabatnya, tubuh Yan lan tau tau sudah berada di hadapan raja iblis Azuma yang sudah menantinya.


"Yan Lan besar juga nyalimu untuk menghadapiku seorang diri, bagus!! aku akan membalaskan kekalahan ku waktu itu, dan akan membuat mu hilang dari benua ini untuk selama lamanya," ucap raja iblis Azuma.


"Ha..ha..ha..walaupun kau sangat kuat, akan tetapi kau tak akan bisa mengukur kemampuanku sekarang ini, aku pastikan kaulah yang akan menghilang dari benua permata hijau ini," jawab Yan Lan dingin.


"Jika kau yakin biasa mengalahkan ku, maka ayo kita mulai pertarungan ini," ucap Raja iblis Azuma.


Akhirnya mereka berdua saling mengeluarkan senjata masing masing, di mana raja iblis Azuma mengeluarkan tombak dan Yan Lan sendiri mengeluarkan pedang dari dalam cincin penyimpanannya.


Yan Lan memulai penyerangan dengan menyerang raja iblis Azuma dengan melesat ke arahnya, sambil menebaskan pedang yang berada digenggaman tangannya.


Melihat Yan Lan memulai serangan, raja iblis Azuma tak tinggal diam, diapun melesat ke arah Yan Lan untuk menyambut serangan yang mengarah padanya.


Jual beli serangan tak terhindarkan, serangan serangan dan tangkisan mewarnai pertarungan itu, kecepatan kedua kultivator itu pun masih sama cepatnya dan berimbang, sampai sekian lamanya tak ada satupun dari mereka yang terlihat terdesak.


Di tempat lain, seluruh pasukan armada udara milik bangsa iblis terus menggempur pertahanan udara kota Phoenix, yang mengakibatkan pertarungan sengit di udara tak terelakkan.


Kali ini Jendral Jatayu mendapat bantuan dari jenderal Gon Lang, mereka berdua bahu-membahu untuk menahan gempuran dari armada udara bangsa iblis yang menyerangnya.


Sementara di daratan, binatang roh dan armada tempur bangsa iblis terus merengsek masuk ke dalam kota, akan tetapi usaha mereka terhalang oleh segel pelindung yang melindungi kota.


Jendral Digeon dan jendral iblis Sil Gon akhirnya turun tangan, kedua Jendral iblis yang merupakan tangan kanan raja iblis Azuma, segera menyatukan kekuatan untuk menghancurkan pelindung yang menutupi kota phoenix.


Kekuatan dasyat mereka berdua yang berbentuk sebuah meteor, langsung menghantam segel pelindung kota dengan dahsyat, hingga segel yang melindungi kota Phoenix hancur berkeping-keping.


"Serang...!!" teriak jendral iblis Digeon sambil mengarahkan jari telunjuknya ke depan.


Seluruh armada tempur iblis dengan suara riuh, langsung menyerang kearah kota yang sudah tak dihalangi oleh pelindung kota.


Para manusia iblis dan binatang roh yang mencoba memanjat dinding batas kota, langsung disambut dengan ledakan segel peledak yang menempel di setiap dinding batas kota, yang membuat korban berjatuhan di pihak para iblis.


Belum lagi para iblis dan binatang roh iblis merasa tenang dengan keadaan yang ada, kembali mereka semua disambut dengan ribuan anak panah yang di lepaskan oleh para pemanah yang berada diatas dinding pembatas kota, yang mana anak panah itu mengarah mencari sasaran di tubuh mereka.


Jeritan kematian silih berganti mewarnai tiap-tiap pasukan iblis yang meregang nyawa, akibat terkena anak panah yang tertanam di tubuh mereka.


Melihat hal itu kedua Jendral iblis menjadi murka, dengan melesat ke udara Jenderal digione menghantamkan pedangnya ke depan maka hujan meteor seketika melanda dinding dinding pembatas kota.


Kali ini giliran pasukan istana phoenix yang menjadi bulan-bulanan meteor yang jatuh dari langit, tubuh mereka yang terkena meteor langsung hancur dan menjadi debu, Jendral iblis Sil Gon tak tinggal diam, dia pun melesat ke udara dan menghantamkan tinjunya ke arah depan, maka terciptalah kilatan petir yang menyambar ke segala arah mencari keberadaan segel peledak yang tertanam di dinding pembatas kota.


Tak hayal lagi seluruh segel peledak yang tertanam di dinding pembatas kota hancur tanpa tersisa, kini dinding pembatas kota benar-benar tak mempunyai sesuatu yang dapat melindungi kota phoenix, yang membuat ketiga Jenderal utama segera melesat dan menyerang kedua jenderal terkuat iblis itu.


kedua Jendral iblis kini berhadapan dengan tigris, Leo dan Yan Luo.


Ketiga Jenderal istana phoenix, dengan cepat terus menggempur kedua Jendral iblis tanpa memberi kesempatan baginya untuk mengelak.


Akan tetapi prediksi mereka bertiga salah, kedua Jendral iblis yang mereka hadapi bukanlah seorang jendral yang tak mempunyai kemampuan, mereka berdua merupakan Jendral iblis yang pernah berjuang bersama raja iblis terdahulu untuk menyerang nirwana, mereka juga merupakan Jenderal yang mempunyai kemampuan setingkat dewa yang mampu untuk membunuh para Dewa itu sendiri.