
Serangan binatang buas akhirnya sampai ke nirwana. Ribuan anak panah yang di lesakkan para prajurit langit, tak menggentarkan para binatang buas yang merengsek masuk kawasan istana langit.
Begitu pula dengan pasukan terbang istana langit, yang mendapatkan perlawanan sengit dari para binatang buas yang memiliki sayap, hingga pertempuran terjadi semakin memanas.
Tak hayal lagi, korban berjatuhan di kedua bela pihak tanpa bisa di hindari. Semua petinggi istana langit ikut berperang termasuk kaisar langit, Dewa agung dan Dewa suci.
Hadirnya beberapa binatang buas tingkat penempaan tubuh surgawi, membuat kekuatan para binatang buas semakin dapat leluasa merengsek masuk kedalam kawasan istana langit.
Tak lama kemudian, terdengar teriakan para raja binatang buas yang menggema di nirwana, yang membuat seluruh binatang buas semakin tak terkendali, mereka sekarang ini tak mempunyai rasa takut dengan apapun yang terjadi, karena di dalam pikiran mereka hanya terdapat rasa keberanian, kebencian, amarah untuk menghabisi apapun yang menghalang didepan mereka.
Dengan perubahan sifat para binatang buas membuat para prajurit istana langit mulai kewalahan menghadapinya, selain semakin ganas para binatang buas pun tak ada habis-habisnya berdatangan dari dalam hutan, walaupun sebagian dari mereka sudah dibinasakan oleh prajurit istana langit.
Kaisar langit memperhatikan 2 Jenderal besarnya yang tengah bertarung dengan binatang buas, tampak jendral Ying long lebih ganas dan aktif dalam membunuh para binatang buas, sementara Jenderal Yan Lan lebih banyak melumpuhkan tanpa membunuh para binatang buas yang menyerang istana langit.
Hal ini menimbulkan pertanyaan dalam diri sang Kaisar melihat dengan apa yang dilakukan oleh Yan Lan. "Tak sepantasnya seorang jenderal tertinggi langit melakukan hal itu, seharusnya dia memberikan contoh bagi para prajuritnya bagaimana berada di medan perang itu, yaitu membunuh atau dibunuh," batin kaisar langit.
"Aku rasa Dewa suci salah memilih Yan Lan sebagai jenderal tertinggi langit saat ini, karena sifat dan perilakunya di medan pertempuran tak mencerminkan sebagai seorang jenderal yang selalu harus menghabisi musuh-musuhnya," bisik kaisar langit.
"Jika hal ini terus di lakukan oleh Yan Lan, maka akan membuat masalah di kemudian hari, aku harus mempertimbangkan kembali kedudukannya sebagai jenderal tertinggi langit," bisik kaisar langit kembali.
Namun tiba tiba lamunan kaisar langit buyar karena beberapa bola api panas tertuju ke arahnya, dengan cepat sang Kaisar langit menghindari serangan berbahaya itu.
"Kaisar langit..!! berabad-abad lamanya kita tak pernah saling serang, dan mengapa kali ini kau mencoba menyakiti perasaan kami para binatang buas, dengan mencoba menghabisi leluhur kami ular Dewa pelangi yang ada di tubuh Dewi Limudza," teriak raja burung pheonix raksasa dengan amarah yang meluap-luap.
"Tunggu!!, apa maksud perkataanmu raja pheonix?" tanya kaisar langit.
"Kau jangan berpura pura kaisar langit, jika kau ingin penjelasan maka tanyakan pada jendralmu!!" bentak raja burung Phoenix dan segera menyerang kaisar langit kembali.
Berapa saat kemudian, pertarungan antara kaisar langit dan raja terkuat dari para binatang buas berlangsung sengit, raja burung Phoenix tak memberi kesempatan pada sang kaisar untuk dapat bernapas dengan lega, karena serangan serangan yang di lakukannya begitu sangat mematikan.
Bukan kaisar langit namanya jika harus kalah dengan mudah dari raja burung Phoenix, dengan kemampuan dan bakat alami yang di milikinya, diapun mengeluarkan kaisar naga emas dari tubuhnya untuk menaklukan burung pheonix raksasa.
Setelah merasa cukup dalam jangkauan serangnya, naga emas itu langsung memberikan serangan balasan lewat semburan api kearah burung pheonix, hingga membuat tubuh sang raja burung pheonix pun terbakar.
Api yang sangat besar Langsung membakar tubuh raja pheonix akan tetapi keajaiban yang terjadi, bukannya rasa sakit yang dia rasakan olehnya, malah tawa yang keluar dari mulut sang raja burung Phoenix.
"Ha..ha..ha.. kau salah menyerangku dengan teknik api yang kau miliki lewat kaisar naga emas mu itu, tubuhku ini terbuat dari atribut Dewa api dan dengan api dari kaisar naga emas mu, kau telah memurnikan api ditubuh ku ini hingga sampai batasan ku, dan dengan ini aku telah siap bertarung kembali denganmu," ucap raja burung pheonix.
Setelah berkata seperti itu, api besar yang membakar tubuh raja burung phoenix lenyap terserap kedalam tubuh sang raja burung Phoenix raksasa.
Melihat hal itu kaisar langit segera mengeluarkan tombak yang merupakan pusaka langit nomor 1 di nirwana untuk mengalahkan raja burung pheonix raksasa. Alam bergemuruh, petir menyambar begitu dahsyatnya saat tombak berwarna keemasan itu dikeluarkan oleh kaisar langit.
Melihat hal itu burung pheonix tak tinggal diam, dia pun mengeluarkan senjata andalannya, dengan merubah tubuhnya menjadi berwarna keperakan, senjata itu berupa Armor atau perisai nomor satu di dalam hutan para binatang buas, perisai itu telah turun-temurun diberikan bagi pewaris kekuasaan tertinggi di hutan binatang buas.
"Yang mulia, raja burung Phoenix itu memiliki perisai terkuat yang pernah ada, aku rasa untuk mengalahkannya dengan mudah tidaklah mungkin, Tombak kaisar Dewa semesta yang ada padamu belum tentu dapat menghancurkan perisai pelindungnya, yang merupakan perisai pemberian dari Dewa ular pelangi pada zamannya," ucap kaisar naga emas.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, sementara pertempuran telah terjadi?" tanya kaisar langit.
"Aku akan menceritakan sedikit tentang kekuatan terbesar di alam semesta, agar kau nantinya dapat mengambil sikap," ucap kaisar naga emas.
Dahulu kekuatan tanpa batas di miliki oleh 3 kubu, yaitu Nirwana yang di huni para dewa dan Dewi dengan Kaisar langit sebagai pemimpinnya, Alam bawah yang di huni para iblis, dengan raja iblis sebagai pemimpinnya, dan hutan binatang buas yang di miliki oleh ular Dewa pelangi sebagai pemimpinnya pada zaman itu.
Binatang buas tak pernah mau mengusik jika mereka tak diganggu dan disakiti oleh salah satu kubu, saat pertempuran besar antara nirwana dan alam bawah, para binatang buas tak memihak satu pun mereka lebih memilih diam di area kekuasaannya.
Mungkin solusinya adalah mencari tau siapa yang telah membuat para binatang buas itu menyerang Nirwana, karena hanya itu yang akan membuat para binatang buas tak lagi mau menyerang Nirwana, jika terus berlanjut maka akan dipastikan salah satu kubu yang bertempur saat ini akan hancur.
Aku telah mendampingi para leluhurmu yang merupakan Kaisar langit terdahulu turun-temurun, sesudah naga giok hitam yang pertama kali menjadi pendamping kaisar langit pertama.
Jika para binatang buas sampai kalah dalam penyerangan ini, maka aku takutkan mereka akan membangkitkan kembali leluhur mereka ular Dewa pelangi, karena mereka semua telah mengetahui jika ular Dewa pelangi berada pada tubuh putri Limudza, walaupun saat ini kekuatan ular Dewa pelangi yang ada di tubuh putri Limudza hanya 5 persen, akan tetapi jika mereka dapat membangkitkan ular Dewa pelangi dengan kekuatan 75 persen dari kekuatan aslinya, maka aku pastikan saat itu kehancuran nirwana akan terjadi," jawab kaisar naga emas.
Setelah mendengar perkataan Kaisar naga emas yang merupakan pendamping kaisar langit sekarang, membuat kaisar langit berfikir untuk menghentikan pertempuran yang ada, agar tak begitu banyak korban berjatuhan dari pertempuran itu yang sia sia itu.