PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Raja siluman kelelawar


"Jangan ada yang menyerang, Qilin adalah sahabatku seperti halnya kalian," ucap Yan Lan.


Cencen dan Qing ruo saling berpandangan, dia tak menyangka jika binatang roh surgawi yang pernah menyerang mereka bertiga saat pertama kali masuk kedalam alam reruntuhan, kini berubah menjadi sahabat bagi tuan mudanya, hal itu membuat kedua pengikut Yan Lan menjadi sangat heran di buatnya.


"Qilin, bagaimana keadaanmu?" tanya Yan Lan.


"Aku telah pulih seperti sediakala, trimakasih atas bantuan tuan muda, di alam tempat di mana tuan muda menaruh ku untuk memulihkan diri, begitu banyak energi yang terdapat disana sehingga membuatku dapat pulih dengan cepat dan juga bertambah kuat," jawab Qilin.


"Bagus Qilin, disaat saat seperti ini kau datang sebagai penolong pada rombongan ini, karena kami begitu sangat membutuhkan bantuanmu, aku ingin kau membawa kami semua untuk melewati kerajaan siluman kelelawar," ucap Yan Lan.


"Jangan khwatir tuan muda, Qilin selalu siap untuk membantu," ucapnya.


Akhirnya rombongan Yan Lan menaiki punggung singa bersayap, dan menerobos lebatnya hutan guna mencari jalan pintas menuju tempat dimana bunga teratai nirwana berada.


Hingga pada satu titik dimana terdapat tanah lapang yang sangat luas membentang, Qilin pun menghentikan langkahnya.


"Tuan muda, tempat ini adalah area terbuka, kita lebih baik menunggu siang hari untuk melanjutkan perjalanan, jika kita terus melakukan perjalan di malam hari maka akan mempermudah para siluman kelelawar untuk menyerang kita," ucap Qilin.


"Tuan muda lebih baik kita terus berjalan melewati tanah lapang ini, karena belum tentu para siluman kelelawar akan datang ketempat ini, mengingat waktu kita untuk mencari bunga teratai nirwana semakin banyak terbuang buang percuma," timpal Cencen.


Yan Lan diam sesaat dan mencerna keadaan yang ada, akhirnya diapun mengambil keputusan untuk terus melanjutkan perjalanan.


"Aku rasa tak ada salahnya kita melewati tanah lapang ini, karena pagi sebentar lagi akan menjelang, dan tentunya para siluman kelelawar akan kurang melakukan aktifitasnya di siang hari, yang akan memberikan kesempatan bagi kita untuk dapat menerobos kerajaan siluman kelelawar dengan cepat," jawab Yan Lan.


Setelah mendengar jawaban Yan Lan, tak ada lagi perdebatan yang terjadi, mereka semua terus melesat cepat memasuki tanah lapang yang cukup luas dengan menaiki punggung Qilin, hingga pada akhirnya Qilin menghentikan laju larinya setelah terdengar lengkingan sahut sahutan diatas kepala mereka.


"Hati hati, siluman kelelawar berada disini!!" teriak Yan Lan.


Di dalam gelapnya malam, lengkingan sahut sahutan terus berlangsung dan suaranya makin meninggi dan sangat keras, hingga membuat semua orang yang berada dalam rombongan Yan Lan, menutupi telinganya.


"Celaka, mereka tak langsung menyerang secara fisik, hanya dengan lengkingan suara yang sangat tinggi, para siluman itu mampu untuk menyulitkan rombonganku," batin Yan Lan.


Yan segera mengeluarkan kedua inti api yang di milikinya kedalam kedua telapak tangannya, begitu pula para rombongannya yang telah mengeluarkan senjata masing masing dan siap menyerang keatas angkasa, akan tetapi keinginan mereka tak kesampaian karena tiba tiba sebua ledakan terjadi.


"Boom..!!"


Seiring ledakan itu maka sebuah energi tercipta dan menyelimuti semua area tempat rombongan Yan Lan berada, membuat semua rombongan Yan Lan kini terjebak kedalam ilusi yang dibuat raja siluman kelelawar yang berada di tempat itu.


Mereka semua masuk kedalam alam bawah sadar, dimana dahulu keterpurukan melanda saat saat tersulit dalam kehidupan mereka masing masing.


Setiap orang terjebak di dalam ilusi yang begitu sangat membekas di hati mereka, yang membuat putri Limudza, Cencen, Qing ruo serta Qilin tak bisa melakukan apa apa untuk melawan ilusi itu.


Putri Limudza berada di saat keterpurukannya, dimana sang ayah yang begitu memaksakan kehendaknya untuk menanamkan kutukan ular 7 warna padanya, membuat sang putri berteriak memohon agar sang ayah tak melakukannya kan hal itu, hingga sang putri menangis tersedu sedu.


Qilin juga ikut larut dalam ilusi, dimana saat itu dia harus menyaksikan jendral tertinggi langit mati di depan matanya, tanpa dia bisa berbuat apa apa karena tertarik oleh lubang hitam yang membawanya masuk kedalam alam reruntuhan.


Qing ruo sendiri di dalam ilusi itu harus menyaksikan desanya di bakar oleh para perampok, yang menjarah semua harta para penduduk desa, dan juga membunuh semua penduduk desa yang mencoba melawan.


Cencen tak luput dari ilusi, saat di sekte pasir es begitu banyak hinaan dan bulian dari para murid sekte, karena menganggap Cencen adalah anak haram dari hubungan gelap ibunya dengan seorang pria yang tak diketahui identitasnya, hal itu membuat Cencen berteriak dengan amarah yang meledak di dalam tubuhnya.


Keempat orang yang berada dalam rombongan Yan Lan, begitu sangat menyedihkan kondisinya, mereka berteriak, menangis dan tertawa tanpa ada sebab, seperti halnya orang yang kehilangan ingatan.


Sementara Yan Lan sendri tak terkena sedikitpun ilusi yang sangat kuat itu, cincin pemberian ratu ruby yang merupakan pemimpin siluman serigala jadi jadian, mampu untuk menghalau ilusi yang mengarah padanya, akan tetapi Yan Lan tak bisa membuat 4 orang yang ada dalam rombongannya, terbebas dari ilusi yang dibuat oleh raja siluman kelelawar.


Menyaksikan ke empat anggota rombongannya begitu sangat memprihatinkan, membuat amarah Yan Lan meledak, diapun menerobos ilusi dan langsung mengunakan mata langitnya untuk melihat kondisi yang ada.


Mata ketiga Yan Lan terbuka, dan tampak dengan jelas ribuan kelelawar siluman berterbangan di udara, di hadapannya Yan Lan melihat ada seorang laki laki kekar dengan memakai mahkota yang mengambang di udara, yang juga tengah menatap tajam kearahnya.


"Kurasa dia adalah raja siluman kelelawar, ternyata dia telah bermutasi menjadi seorang manusia, aku harus segera menghabisinya agar semua rombonganku dapat terbebas dari ilusinya," batin Yan Lan.


Yan Lan segera menyerang laki laki bertubuh kekar itu, akan tetapi ribuan siluman kelelawar yang berterbangan di udara, seketika itu langsung menghadang dan menyerang balik Yan Lan.


Yan Lan yang terbakar amarah, langsung menghantamkan kedua inti api yang ada di telapak tangannya, kearah siluman kelelawar yang terdekat dengannya, yang membuat puluhan siluman kelelawar yang berusaha menyerang Yan Lan seketika hangus terbakar.


Kedua inti api yang berada di kedua telapak tangan Yan Lan, masih begitu tangguh bagi para siluman kelelawar yang menyerangnya, hingga Yan Lan berhasil mendekati raja siluman kelelawar yang masih mengambang di udara dan tak takut akan kehadirannya.


Yan Lan kemudian melepaskan kedua inti api yang berada di kedua tangannya, kearah raja siluman kelelawar. Kedua inti api tersebut melesat cepat dan langsung menuju ke arah raja siluman kelelawar.


Raja siluman kelelawar yang melihat adanya serangan berbahaya yang menuju kearahnya, segera menapakkan tangannya kedepan, maka terciptalah sebuah dimensi hitam yang memaksa serangan inti api dari Yan Lan untuk masuk kedalamnya.


Seketika itu serangan inti api dari Yan Lan lenyap seketika dan tiba tiba...


"Boom..!!"


"Boom..!!"


Tanah lapang yang ada di belakang raja siluman kelelawar meledak karena hantaman kedua inti api yang di lepaskan oleh Yan Lan, ledakan itu membuat kubangan yang sangat dalam di tanah.


"Kurang ajar, dia mampu memindahkan arah seranganku dengan tehnik yang di gunakannya, dan dapat berteleportasi ketempat lain," bisik Yan Lan.


Dengan kesal Yan Lan berjalan di udara dengan sebuah Golok berwarna hitam yang ada di dalam genggamannya.


Aura yang di timbulkan Golok pembunuh semesta yang berada di dalam genggaman Yan Lan, membuat para siluman kelelawar yang berterbangan di udara menyingkir menjauh.


Sementara itu raja siluman kelelawar mengernyitkan dahinya, merasakan aura mematikan yang di timbulkan oleh Golok berwarna hitam yang berada di dalam genggaman pemuda yang ada di hadapannya itu.


"Aku tak mempunyai permusuhan denganmu, tapi kau membuat seluruh rombonganku terjebak dalam ilusi mu, jika kau tak membebaskan mereka semua maka jangan salahkan aku jika kau dan kerajaanmu harus musnah," ucap Yan Lan.


"Ha..ha..ha..kau jangan berbesar hati dengan kemampuan yang kau miliki itu anak muda, belum tentu kau dapat mengalahkanku malah sebaliknya, aku akan membuat kau dan seluruh rombongan mu itu menjadi santapan para siluman kelelawar yang kumiliki. Aku punya penawaran untukmu, karena kau yang terlebih dahulu membunuh puluhan siluman kelelawar ku, maka aku berkeinginan untuk menukarnya dengan wanita yang ada bersamamu, wanita itu sangat pantas menjadi budak raja sepertiku," jawab raja siluman kelelawar dengan senyum mengejek yang menghiasi bibirnya.


Perkataan raja siluman kelelawar membuat Yan Lan menjadi berang, dan diapun langsung menyerang raja siluman kelelawar.


"Kau memang mencari mati...!!" teriak Yan Lan sambil menebaskan golok pembunuh semesta yang berada di dalam genggaman tangannya ke arah raja siluman kelelawar yang ada di hadapannya.