
Putri Qian Qin dengan sekuat tenaga menghantamkan tinjunya pada jeruji besi hitam yang ada di hadapannya.
Duar..!!
Putri Qian Qin terhempas keras kebelakang, terkena serangan balik yang sangat kuat yang tiba-tiba saja datang menghantamnya. Melihat hal itu, dengan cepat putri Limudza menangkap putri Qian Qin agar tak sampai jatuh ke lantai ruangan.
Putri Qian Qin merasakan pandangannya berkunang kunang dan dadanya pun terasa sesak hingga sulit untuk bernafas, melihat hal itu putri limudza segera memberikan hawa murninya ke dalam tubuh putri Qian Qin.
"Kak Qian Qin, penjara ini takkan hancur jika di lakukan dari dalam ruangan ini, serangan yang kita lakukan pada jeruji penjara akan berbalik menyerang kita kembali, kecuali jika kita menghancurkan jeruji ini dari luar ruangan, maka dengan sangat mudah penjara ini akan hancur, karena penjara ini hampir sama dengan penjara yang ada ada di istana kilauan roh di alam reruntuhan," ucap putri Limudza.
Putri Qian Qin sangat menyesal telah mengabaikan peringatan dari wanita muda yang telah menolongnya, dan dia tak menyangka jika wanita yang telah menyelamatkannya ini mempunyai hati yang mulia.
"Trimakasih adik atas Pertolonganmu padaku," ucap putri Qian Qin.
Putri Bilqis yang menyaksikan hal itu, terus menatap ke arah putri Qian Qin yang memalingkan muka padanya.
"Aku tak mungkin berseteru dengan wanita ini yang sekarang merupakan istri kak Yan Lan, jika aku terus berseteru dengannya maka kak Yan Lan akan sangat kecewa padaku, biar bagaimanapun dia merupakan wanita yang terlebih dahulu dikenal oleh kak Yan Lan dari pada aku dan Limudza," batin putri Bilqis.
Putri Bilqis berusaha bijak walaupun dia masih sedikit kesal dengan perkataan putri Qian Qin sebelumnya. Diapun melangkahkan kakinya menghampiri putri Qian Qin.
"Aku meminta maaf karena telah berkata kasar terhadap mu, karena kita bertiga merupakan wanita pendamping kak Yan Lan di masa depan, maka aku tak ingin perselisihan kita terus berlanjut," ucap putri Bilqis sambil meraih tangan putri Qian Qin untuk membantunya berdiri.
"Aku juga minta maaf, karena rasa cemburu yang sangat kuat, membuatku melakukan hal ini, semoga kedepannya kita bertiga dapat bersama-sama menjadi pendamping kak Yan Lan," jawab putri Qian Qin.
"Walaupun kita sempat berselisih paham, tapi aku merasa senang karena bisa bertemu dengan mu kak Qian Qin, mulai sekarang dan seterusnya kita akan mengangkat saudara, kak Qian Qin kakak pertama, kak Bilqis kakak kedua, dan aku sendiri adalah adik kalian berdua," ucap putri Limudza dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Setelah kejadian itu, mulailah timbul keakraban di antara mereka semua.
"Malam ini Dewa itu akan membawa salah satu dari kita untuk memuaskan hasratnya, aku ingin kita bertiga bersatu dengan menggabungkan seluruh kekuatan yang kita miliki untuk melawannya," ucap putri Bilqis tiba tiba.
"Aku punya rencana, biar aku yang akan pergi bersama Dewa itu malam ini," ucap putri Limudza.
"Tidak adik, jika dia berani membawa salah satu dari kita maka kita bertiga akan melakukan perlawanan," ucap putri Qian Qin.
"Kita tak usah melakukan perlawan, karena itu percuma saja, di dalam penjara ini telah di pasang artefak langit untuk mengembalikan serangan, jika kita bersikeras untuk menyerangnya maka akan berakibat fatal seperti hal nya kak Qian Qin sebelum ini, maka percayakan lah hal ini kepadaku," ucap putri Limudza.
Perkataan putri limudza, membungkam kedua putri yang ada di hadapannya, tak ada suara lagi yang tercipta, hanya perasaan campur aduk yang ada di lubuk hati putri Qian Qin dan putri Bilqis menyangkut hal ini.
*****
Sementara itu di benua semesta biru, tampak Yan Lan telah menyelesaikan memurnikan pil untuk penawar racun pelemas tulang, yang di derita oleh ketiga pengikutnya.
"Akhirnya aku berhasil," ucap Yan Lan.
Yan Lan lalu memasukkan satu buah pil kesemua mulut pengikutnya, dengan kekuatan di tingkat penempaan tubuh surgawi, Yan Lan langsung menyalurkan energi murni ke tubuh ketiga pengikutnya agar dapat dengan cepat mencerna pil yang dia berikan.
Hari mulai senja ketika ketiga pengikut Yan Lan telah membaik kondisi tubuh yang dialaminya.
"Terimakasih tuan muda karena kau telah menyelamatkan kami, dari racun yang terdapat di aliran air sungai itu," ucap Cencen.
"Coba ceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi, dan dimana putri Limudza dan putri Bilqis berada?" tanya Yan Lan.
"Sewaktu kami melihat tuan muda akan melakukan penerobosan di tingkat penempaan tubuh surgawi, membuat kami berlima harus meninggalkan tuan muda karena takut terkena efek penerobosan yang tuan muda lakukan.
Karena merasa sudah cukup jauh dari efek penerobosan yang tuan muda lakukan, maka kami berhenti di sini, di depan air sungai yang mengalir jernih.
Karena rasa haus, tanpa pikir panjang kami berlima meminum air sungai tersebut, akan tetapi setelah beberapa saat kami meminumnya, tiba-tiba saja kaki kami tak sanggup untuk menopang tubuh, dan akhirnya kami terjatuh dengan tubuh yang terkulai lemah, jangankan untuk duduk menggerakkan jari tangan pun kami tak mampu.
Saat itu datanglah seorang anak muda dan langsung membawa putri Limudza dan putri Bilqis meninggalkan tempat ini, dan seterusnya kami tak tahu apa-apa lagi sampai tuan muda datang menolong kami di sini," ucap Qing ruo mengakhiri ceritanya.
"Dewa seiryu memang kamu lah dalang dari semua ini, untuk itu kau harus mempertanggungjawabkannya," batin Yan Lan dengan menahan amarah di dadanya.
"Qing ruo, Cencen, Qilin, aku perintahkan kalian bertiga untuk menungguku di sekte pasir es, katakan salamku pada ketua Yun Leng," ucap Yan Lan.
"Tapi tuan muda!!, kami masih ingin menemani tuan muda kemanapun tuan muda pergi," jawab Qilin yang sedari tadi diam.
"Kali ini aku tak akan bisa membawa kalian bertiga, karena tempat yang akan kutuju begitu sangat berbahaya, aku berharap kalian tak membantahku lagi," ucap Yan Lan dengan wajah yang sangat serius.
Mendengar hal itu ketiganya terpaksa memenuhi keinginan Yan Lan, untuk menunggunya di sekte pasir es, walaupun hati kecil mereka bertiga berontak, karena tak ingin tuan mudanya menghadapi bahaya di tempat yang akan dituju seorang diri, tapi mereka tak bisa berbuat banyak karena melihat keseriusan di wajah tuan mudanya tentang masalah hilangnya kedua Putri tersebut.
Setelah ketiga pengikutnya pergi meninggalkannya, Yan Lan segera memasang pelindung di sekitarnya dan mulai melakukan kultivasi.
Rohnya pun melesat ke angkasa menuju ke tempat dimana Dewa suci berada.
Roh Yan Lan akhirnya sampai di depan kuil suci, dan dengan langkah pasti Yan Lan pun memasuki kuil tersebut.
"Dewa suci," ucap Yan Lan sambil menggenggam tinjunya dan membungkukkan badan memberi hormat.
"Aku ingin kau membantuku untuk membebaskan ketiga istriku dari sekapan Dewa seiryu yang telah menangkapnya," ucap Yan Lan.
"Yan Lan aku tak bisa melakukannya, karena saat ini aku masih sibuk melakukan perbaikan di nirwana, kau mampu melakukannya seorang diri, dengan menjadi seorang Jendral tertinggi langit seutuhnya, kau akan mendapatkan kekuatan tiga kali lipat dari kekuatan mu yang sekarang ini," ucap Dewa suci.
Tanpa pikir panjang, Yan Lan mengiyakan perkataan Dewa suci.
"Aku bersedia untuk menjadi seorang Jendral tertinggi langit sekarang ini juga," jawab Yan Lan.
"Kau jangan terburu buru mengiyakannya Yan Lan, karena untuk menjadi seorang Jendral tertinggi langit kau takkan bisa lagi berhubungan dengan duniawi, baik itu istana yang kau miliki sekarang, teman teman dan istri mu yang ada di dunia ataupun buah hatimu yang akan lahir kelak.
Saat kau menjadi seorang jendral tertinggi langit, maka darah manusia yang ada di tubuhmu akan menghilang selamanya, yang ada hanyalah darah Dewa karena saat itu kau telah menjadi serang Dewa seutuhnya," ucap Dewa suci.
Terlihat Yan Lan menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya keluar secara perlahan-lahan, dia membayangkan wajah Yan Ling yang begitu tulus dan mau menunggu kedatangannya kembali dari benua semesta biru, terbayang juga wajah putri Xing Xia Lin yang kini mengandung darah dagingnya, begitu pula dengan ketiga pengikutnya yang berada di sekte pasir es sekarang ini, membuatnya harus mencari solusi terbaik dalam masalahnya kali ini.
"Dewa suci, aku mempunyai permintaan padamu, ijinkan aku sekali lagi menyelesaikan masalah ku di dunia, setelah aku menjadi seorang jenderal langit," ucap Yan Lan.
"Baik, aku akan mengabulkannya Yan Lan, tapi ingat itu hanya sekali saja, karena peraturan nirwana begitu sangatlah ketat dan tak bisa dilanggar oleh siapapun termasuk aku sendiri," jawab Dewa suci.
"Terimakasih Dewa suci," ucap Yan Lan.
"Yan Lan yang kau hadapi sekarang adalah seorang Dewa yang telah terusir dari nirwana, dia telah bergabung dengan raja iblis dan mencoreng muka para dewa dan Dewi di nirwana, untuk itu setelah kau menghadapinya maka kau boleh membunuh Dewa itu karena kami para dewa telah memutuskan untuk memusnahkan Dewa yang telah mempermalukan nirwana.