
Kedatangan Dewa suci yang sangat tiba-tiba membuat ke-2 Dewa dan Dewi itu menjadi resah, karena mereka diminta untuk membantu istana langit dalam menghadapi para iblis yang akan menyerang nirwana.
Kebahagiaan mereka pun akhirnya sirna, setelah mereka berdua menolak untuk kembali ke nirwana karena sudah merasa nyaman tinggal di benua semesta biru. Maka Dewa dan Dewi itu mendapatkan hukuman dari Dewa agung yaitu itu dengan menghancurkan raga mereka berdua, dan mengurung rohnya di dalam sebuah air terjun yang berada di nirwana.
Putra mereka yang bernama Zilong, terus melakukan meditasi dan kultivasi demi meningkatkan kekuatan agar bisa ke nirwana, guna menyelamatkan ayah dan ibunya yang tengah terkurung di dalam air terjun yang dibuat oleh Dewa agung.
Setelah tumbuh dewasa, Zilong menikah dengan seorang wanita dari ras manusia, dan mempunyai keturunan putra dan putri. Kehidupan Zilong di istana cahaya nirwana begitu sangat berbahagia bersama istri dan anak-anaknya.
Namun keinginan besarnya untuk dapat bertemu dengan kedua orang tuanya semakin tak tertahankan, merasa kekuatan yang dimilikinya sudah mampu untuk pergi ke nirwana, akhirnya Zilong memutuskan untuk pergi ke nirwana.
Di nirwana secara diam-diam Zilong menemui kedua orang tuanya yang terkurung di dalam air terjun, dan mendapati kedua orang tuanya yang begitu sangat tersiksa di dalam sana, dan tak tahan lagi untuk terus menjadi tahanan Dewa agung.
"Ayah ..., ibu...!!, apakah yang harus kulakukan untuk membebaskan mu dari sini?" tanya Zilong saat bertemu dengan kedua orang tuanya yang terkurung di dalam air terjun.
"Aku tak ingin membebani mu untuk menyelamatkan kami berdua putraku, lebih baik kau melanjutkan hidupmu di benua semesta biru, dan biarkan kami tetap disini," ucap sang ibu.
Dengan tekat dan keinginan keras dari Zilong membuat ayah dan ibunya akhirnya luluh, dan memberikan petunjuk bagi Zilong untuk mendapatkan kristal naga yang berada di dalam kuil suci agar dapat melepaskannya dari kurungan
Dengan keadaan nirwana yang tengah berperang melawan para iblis, mempermudah bagi Zilong untuk mendapatkan permata naga yang berada dalam kuil suci.
Dan pada akhirnya zilong pun berhasil membawa kedua orang tuanya kembali ke benua semesta biru, dengan memasukkan roh mereka berdua ke dalam kristal naga.
Mengetahui kedua dewa dewi yang tengah menjalani hukuman darinya menghilang, membuat Dewa Agung menjadi murka, dan kembali ke benua semesta biru untuk mencari orang yang telah membawa pergi ke-2 dewa dan dewi yang menjadi tahanannya.
Setiba di benua semesta biru, Dewa agung akhirnya mengetahui jika kedua Dewa dan Dewi itu telah mempunyai seorang putra, dan putranya itulah yang telah menyelamatkan mereka dari hukuman yang tengah di jalani, maka kesalahan besar yang dilakukan Dewa dan Dewi itu akhirnya tertuju pada putra mereka yaitu zilong.
Zilong yang tak ingin jika roh kedua orang tuanya kembali ke nirwana, maka dia pun menantang Dewa agung untuk bertarung.
Pertempuran antara Dewa pun terjadi yang menggetarkan benua semesta biru, karena kalah tingkat kekuatan akhirnya zilong pun kalah dan Dewa agung akhirnya menghancurkan raga Zilong.
Roh Zilong dikurung di dalam sebuah pagoda yang penuh dengan penyiksaan. Tak ingin putranya terus tersiksa di dalam pagoda, maka kedua Dewa dan Dewi itu menghancurkan roh mereka demi menyelamatkan sang putra dari penyiksaan yang berkepanjangan.
Energi terakhir dari dewa dan Dewi itu berhasil mengurangi penyiksaan bagi putranya zilong, energi itu membungkus kurungan pagoda yang terdapat Zilong di dalamnya.
Ketika Dewa agung ingin menghancurkan kurungan pagoda, dengan tiba-tiba Dewa suci hadir dan menahan nya, dengan belas kasih dari dewa suci kurungan pagoda itu diserahkan kepada istri zilong, dan meminta kepada keturunan dari Dewa dan Dewi itu untuk mencari bunga nirwana yang berwujud teratai emas, untuk membebaskan leluhur mereka agar dapat berinkarnasi.
Lambat laun, dan terus berganti nya keturunan dari dewa dan Dewi itu dalam memimpin istana cahaya nirwana, pagoda yang berselimutkan energi perlahan lahan menjadi tumbuhan kristal penumbuh roh.
"Hanya itu yang kau ketahui dari kisah kristal penumbuh roh, yang sampai setua ini aku belum pernah melihatnya," ucap tetua Yun Leng mengakhiri ceritanya.
"Aku sendiri tak mengetahuinya Yan Lan, setahuku para dewa mempunyai hukum dan hak sendiri, mereka mempunyai urusan masing-masing dan tidak boleh dicampuri oleh Dewa tertinggi lainnya, paling tidak Dewa suci telah berusaha agar Dewa dan Dewi beserta putranya tak musnah untuk selama-lamanya," jawab tetua Yun Leng sambil meneguk anggur yang berada dalam genggaman tangannya.
Yan Lan mengikuti ketua Yun Leng dengan meneguk segelas anggur kembali, dan itupun terjadi sepanjang malam.
Pagi hari Yan terbangun dari tidurnya karena mendengar ketukan pintu, dia pun berjalan menuju arah pintu dan membukanya.
Tampak seraut wajah cantik milik cucu tetua Yun leng.
"Kakek menyuruhku membawakanmu sarapan pagi, semoga saja kau berkenan dengan masakan ku," ucap Lien Hua.
"Terimakasih Lien Hua, aku pasti memakannya," jawab Yan Lan.
"Masuklah dulu, aku ingin sekedar berbincang-bincang denganmu tentang masalah turnamen yang akan berlangsung," ucap Yan Lan mempersilahkan.
Lien Hua pun masuk kedalam kamar Yan Lan, dan tak lama berselang keakraban pun terjalin, mereka berdua sudah berbicara layaknya kakak beradik yang lagi membahas suatu masalah.
"Berarti kau akan ikut dalam turnamen Alkemis kak Yan Lan?" tanya Lien Hua.
"Ia aku akan mengikutinya, dan aku juga akan ikut dalam perburuan harta karun langit," jawab Yan Lan.
"Selamat kau di terima dalam kelompok kami," ucap Lien Hua sambil tersenyum manis.
"Lien Hua pakailah baju ini saat turnamen Alkemis, aku ingin kau memakainya saat turnamen berlangsung," ucap Yan Lan sambil memberikan baju yang pernah di pakai oleh Dewi Nalan Xi sewaktu di nirwana.
Baju itu sendiri Yan Lan dapatkan dari dalam lemari pakaian Dewi Nalan Xi sewaktu sang Dewi meninggal, tujuan Yan Lan membawanya adalah sebagai tanda kenang kenangan untuk mengingat sang Dewi yang telah membantunya menguasai inti api neraka, saat Yan Lan melatih diri di nirwana.
*****
Para Alkemis dari seluruh benua semesta biru, berdatangan ke sekte pasir es, guna mendaftarkan diri dalam turnamen Alkemis yang diadakan di kota kerajaan buluh surgawi sebagai tuan rumah penyelenggaraan turnamen.
4 kerajaan membawa masing masing 10 orang Alkemis yang di pilih dari setiap sekte dan dari dalam kerajaan itu sendiri.
Setelah mendaftarkan diri, 40 orang Alkemis di tempatkan kedalam suatu ruangan di dalam sekte pasir es, guna mendapatkan pengarahan dan aturan yang akan berlaku saat turnamen berlangsung.
4 kerajaan yang mengikuti turnamen Alkemis adalah kerajaan cahaya nirwana, kerajaan buluh surgawi, kerajaan awan ilahi dan kerajaan puncak langit.
Keempat kerajaan berpartisipasi dalam turnamen itu, di mana pangeran dan putri dari setiap kerajaan ikut juga dalam turnamen bergengsi itu, sehingga membuat turnamen Alkemis semakin menarik.