PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Terbongkarnya kedok sang pangeran ular


"Jika kau raja Krote, aku memang mencarimu!" ucap Yan Lan.


"Ada urusan apa kau mencariku?" tanya raja Krote.


"Aku ingin kau melepaskan semua anggota klan katak, karena apa yang telah kau lakukan merupakan suatu kejahatan besar," jawab Yan Lan.


"Ha..ha..ha..,kejahatan besar katamu!?? untuk terus hidup, apa pun itu pasti akan kulakukan, termasuk menyerap kristal kehidupan yang di miliki oleh klan katak, karena hanya itu yang bisa kami lakukan untuk tetap bertahan hidup, kami bangsa ular bertanduk tak akan seperti ini jika gunung Mutiara hijau tak di rebut oleh bangsa iblis," ucap raja Krote.


"Aku akan membebaskan semua klan katak asalkan kau dapat mengembalikan gunung Mutiara hijau kepada kami, hanya itu yang kami bangsa ular inginkan," ucap raja Krote.


"Baik jika itu syarat yang kau berikan, tapi aku ingin kalian juga ikut membantuku dalam penyerangan merebut gunung Mutiara hijau," ucap Yan Lan.


"Baik kami akan membantumu," jawab raja Krote.


Raja Krote sangat berhati hati berbicara dengan Yan Lan, karena dia menyadari jika pemuda yang ada di hadapannya itu begitu sangat kuat, terlihat dari kemampuan pemuda itu dengan sekali serangan saja, sudah dapat membunuh adiknya.


Sebenarnya raja Krote sangat murka melihat kejadian terbunuhnya sang adik, akan tetapi karena ini demi kelangsungan hidup klan ular bertanduk di masa depan, raja Krote menahan amarahnya, mengingat pemuda yang akan membantunya bukanlah manusia biasa, aura yang terpancar dari tubuhnya begitu sangat kuat.


Yan Lan dan Ji Ang masuk kedalam goa mengikuti raja ular bertanduk. Ternyata di dalam goa terdapat banyak lorong lorong yang bercabang entah kemana.


Akhirnya Yan Lan dan Ji Ang sampai ketempat di mana ruangan yang sangat luas, di sana terdapat singgasana raja ular bertanduk.


Ratu ular Jelis dan ke kedua putrinya Bilqis dan


*Eli**s* menyambut kedatangan Yan Lan dengan ramah.


Akan tetapi pangeran ular Kroge tak memperlihat kan wajah senang melihat Yan Lan, dia merasa jika pemuda seusianya itu akan membahayakan rencana yang selama ini telah di buatnya.


Yan Lan di persilahkan makan makanan yang tersaji di atas meja, dengan lahap Yan Lan dan moci memakannya, sementara pangeran Ji Ang hanya melihatnya saja. Rasa trauma yang di alami nya kepada bangsa ular bertanduk, membuat pangeran Ji Ang ragu untuk memakan makanan yan tersaji di atas meja.


Seketika raut muka pangeran Ji Ang berubah, rasa dendam dan amarah meluap di dalam tubuhnya, saat melihat salah seorang petinggi klan katak yang menghianati bangsa katak, hingga klan katak akhirnya mengalami kehancuran


Pangeran muda itu tak menyangka jika petinggi klan katak itu tega menghancurkan ras nya sendiri, dan memilih untuk menjadi penjilat di dalam klan ular bertanduk.


Dia adalah Moliga, yang kini sedang bercakap cakap serius dengan pangeran ular Kroge.


"Paman Mo, aku telah menaruh racun di setiap makanan yang ada di atas meja, dan sebentar lagi kita akan melihat pertunjukan, bagai mana pemuda itu akan meminta ampun dan memohon agar aku memberikan penawar racun baginya.


Yang mulia pangeran memang sangat jenius, orang seperti dia layak mati atau menjadi budak pangeran di masa depan, itu lebih baik dari pada dia akan menjadi duri di dalam rencana kita," ucap tetua Moliga.


Pangeran ular Kroge terus melirik kearah Yan Lan, ada senyum kepuasan terpancar dari bibirnya, melihat Yan Lan dengan lahap memakan makanan yang terhidang di atas meja.


Tiba tiba tubuh moci bergetar, aura api hitam tipis langsung menyelimuti tubuhnya.


"Tuan muda semua makanan ini beracun!!" ucap moci.


"Semua racun ini tak berefek padaku moci, kita lihat nanti bagaimana permainan mereka," jawab Yan Lan.


Sampai selesai makan, Yan Lan tak sedikitpun merasa keracunan, karena semua racun telah terisap kedalam artefak kalung yang berada di leher nya, sementara Moci yang merupakan senjata mematikan yang di miliki Yan Lan, juga tak terkena efek racun.


Tak lama kemudian Yan Lan terjatuh ketanah, dan kursi yang menopang duduknya hancur berantakan, moci pun melakukan hal yang sama dengan berpura pura pingsan.


Pangeran Ji Ang panik melihat hal itu, dengan cepat dia memeriksa keadaan Yan Lan.


"Ha..ha..ha..Untuk apa kau memeriksa keadaan nya ji Ang, dia telah terkena racun mematikan dari klan ular, maka niatmu untuk membebaskan klan katak dari belenggu klan ular sekarang telah sirna," ucap pangeran Kroge.


"Apa yang kau lakukan Kroge!!? Yan Lan merupakan harapan dari klan ular, untuk mendapatkan kembali gunung Mutiara hijau dari bangsa iblis," hardik raja Krote.


"Ayah...!!, apakah ayah buta atau memang sengaja tak melihat, pemuda ini telah membunuh paman Krowing di depan seluruh pasukan klan ular, ini menjadi aib yang sangat memalukan bagi klan ular, dan seharusnya ayah lah yang harus melenyapkan pemuda ini!!" teriak pangeran Kroge sambil menunjuk ke arah Yan Lan.


"Apa yang di katakan pangeran betul adanya yang mulia, untuk bertahan hidup, klan ular masih mempunyai kristal energi di dalam tubuh setiap anggota klan katak, akan tetapi harga di diri klan ular di masa depan, juga harus di pertimbangkan yang mulia, lebih baik yang mulia membunuhnya!!" timpal tetua Moliga.


Raja ular bertanduk terdiam, dia merasa apa yang di katakan putranya benar adanya, tetapi melihat kemampuan Yan Lan yang sangat luar biasa, membuatnya ragu dalam bertindak, dia berkeyakinan jika Yan Lan mampu untuk mengambil alih kembali gunung Mutiara hijau.


"Berikan penawarnya pada pemuda itu putraku, firasatku tak akan salah!!" ucap raja Krote.


"Aku tak akan membiarkan ayah untuk menyelamatkannya, biarkan mereka mati keracunan di dalam penjara!!, prajurit jebloskan semuanya ke penjara!!" teriak pangeran Kroge.


Tampak tetua Moliga tersenyum penuh arti, melihat pangeran Kroge ingin memasukkan Yan Lan beserta pangeran Ji Ang kedalam penjara.


"Lancang!!, berani sekali kau membantah perintah raja pangeran!!, aku tak akan membiarkan kau melakukan itu!" ucap salah satu jendral yang di miliki klan ular bertanduk.


Seketika amarah pangeran Kroge memuncak, matanya menjadi semerah darah, dengan sekali hentakan tangannya, dia mampu untuk menghempaskan jendral utama klan ular hingga mengalami luka dalam.


Raja Krote menjadi sangat heran melihat putranya, karena kekuatan yang dimiliki putranya sekarang begitu sangat luar biasa, di tambah lagi amarah putranya yang begitu tak bisa terkendali.


"Katakan padaku dari mana kau mendapatkan kekuatan seperti itu, karena aku tak pernah mengajarkan kultivasi lain selain kultivasi dari klan ular," ucap raja ular Krote.


Sang pangeran terdiam, dia tak menjawab pertanyaan ayahnya.


Tiba tiba mereka semua di kejutkan dengan bangunnya Yan Lan.


Pangeran Kroge dan tetua Moliga mundur beberapa langkah ke belakang, dan menatap Yan Lan dengan tatapan tak percaya.


"Kau tak akan semudah itu meracuniku!!, dan kau raja ular, apakah kau belum paham dengan masalah yang terjadi, dan dari mana kekuatan yang di miliki oleh putramu?" tanya Yan Lan.


Seketika sang raja ular tersentak kaget, dia pun baru menyadari akan sesuatu hal.


"Putraku..!! apakah kau telah bersekutu dengan iblis!!?" tanya sang raja ular.


"Cepat katakan!!" ucap raja ular kembali.


"Ayah..!! kau jangan mendengarkan semua perkataannya, dia hanya menghasutmu!!" jawab pangeran ular Kroge.


"Menghasut katamu? kau tak akan bisa lari dari kenyataan jika kau merupakan pengikut iblis!" ucap Yan Lan sambil melemparkan serbuk putih halus ke arah pangeran Kroge.


Seketika tubuh pangeran Kroge berubah menyeramkan, tubuhnya kian membesar dengan mata merah dan tiga buah tanduk yang mencuat keluar dari dalam kepalanya.


"Apakah kau sekarang bisa menyangkalnya pangeran!!?" tanya Yan Lan.


"Ha..ha...ha...,tak kusangka kau mampu mengetahui jika aku adalah sekutu iblis, maka aku tak bisa berbohong lagi, ayah akulah yang telah membuka segel di gunung Mutiara hijau agar para iblis bisa menguasai tempat itu, karena semua batu energi yang berada disana dapat membuat kekuatan raja iblis bertambah lebih kuat. Dengan semua jasa jasaku, aku telah di angkat menjadi salah satu perwira tinggi di kerajaan iblis, dan juga telah memperoleh kekuatan besar yang sangat jauh di atas mu ayah!. Aku juga yang telah mempengaruhi mu agar kau mau menyerang klan katak, semua itu ku lakukan agar kau tak terfokus lagi pada gunung Mutiara hijau. Dan saat pemuda ini berencana melakukan penyerangan pada para iblis di gunung Mutiara hijau, sekaligus untuk merebutnya, aku tak terima ayah!!, karena itu akan membuat reputasi ku di istana iblis hancur!" ucap pangeran ular Kroge.


"Aku tak menyangka jika putra yang selama ini ku bangga banggakan, malah bersekutu dengan iblis, dari pada di masa depan kau akan menjadi aib bagi klan ular bertanduk, lebih baik aku yang akan membinasakan mu," ucap raja krote.


Raja Krote segera menyerang putranya yang membuat sang ratu serta ke dua putrinya berteriak histeris, mereka semua tak menyangka jika pangeran Kroge adalah seorang pengikut iblis.


"Cepat bunuh mereka semua!!" perintah Moliga.


Sebagian dari pasukan ular bertanduk, seketika merubah diri menjadi pasukan iblis.


"Benar benar biadab kau Kroge, kau membawa klan mu kedalam kehancuran!!, maka mulai detik ini kau bukanlah putraku!!" teriak raja ular Kroge sambil menyerang ganas ke arah pangeran Kroge.


Yan Lan yang kini semakin tau penyebab perselisihan terjadi, dengan menggunakan pedang pembunuh iblis, Yan Lan langsung menghabisi semua prajurit iblis yang ada di dalam lingkungan klan ular.


Sementara itu moci dengan liar langsung menyerang tetua Moliga dengan ganas, tubuh moci yang selalu menghilang dari tempat satu ketempat lainnya, membuat kerepotan tetua Moliga dalam menyerangnya.


Banyak prajurit iblis yang mati berserakan di tanah dengan kondisi tubuh yang bercerai berai, akibat tertebas pedang pembunuh iblis yang berada di tangan Yan Lan.


Akan tetapi hal berbeda terjadi pada raja ular bertanduk, dirinya harus mengakui kehebatan putranya, yang berhasil menyarangkan tendangan telak ketubuh sang raja ular.


Raja ular tersungkur ke sudut ruangan, tubuhnya seketika tak berdaya. Saat pangeran Kroge kembali menyerang dengan menusukkan tombaknya, ratu Jelis langsung menahannya.


Alhasil ratu ular itu terkena tusukan tombak dari sang pangeran, yang membuat ratu Jelis mati di tempat.


Jerit histeris dari kedua putri sang ratu seketika pecah, Bilqis dan Elis meratapi kemalangan yang menimpa ibu mereka, dan merasakan kebencian yang teramat sangat pada kakak laki lakinya itu.


Bukannya bersedih, pangeran Kroge yang telah dikuasai aura membunuh dari iblis, malah tertawa terbahak bahak menyaksikan hal itu.


Tak lama dia kembali menyerang raja Krote dan kedua adiknya, akan tetapi sebuah pedang dari Ji Ang berhasil menggagalkan serangannya itu.


Maka kembali terjadi pertarungan antara pangeran Kroge dan pangeran Ji Ang.


Karena terdapat kekuatan iblis di tubuhnya, membuat pangeran Kroge lebih unggul dan berhasil membuat pangeran Ji Ang terdesak hebat.


Melihat hal itu, Bilqis dan Elis segera membantu pangeran Ji Ang dan akhirnya pertarungan pun kembali terjadi.


Walaupun mereka bertiga bergabung untuk menyerang pangeran Kroge, tak membuat sang pangeran terdesak, malahan ke 3 nya menjadi kwalahan menghadapi serangan serangan cepat yang di lancarkan pangeran Kroge.


Hingga pada satu kesempatan pangeran Kroge berhasil menyerang Elis dengan satu tendangan keras, akan tetapi sebelum tendangan itu mengenai Elis, pangeran Ji Ang telah terlebih dahulu melompat untuk menahan tendangan keras yang di layangkan pangeran ular kroge ke tubuh Elis.


Tubuh pangeran Ji Ang terhempas menghantam dinding ruangan, yang membuat tubuhnya jatuh ketanah dan tak sadarkan diri.


Yan Lan yang telah selesai menghabisi semua prajurit Ibis, dengan cepat menerjang ke arah pangeran ular Kroge.


Melihat serangan Yan Lan yang tiba tiba, membuat pangeran Kroge langsung bersalto di udara dan melakukan serangan balasan dengan menusukkan tombaknya ke arah Yan Lan.


Sinar merah melesat ke arah Yan Lan, dengan berputar ke udara, Yan Lan berhasil menghindari serangan itu.


Kembali jual beli serangan terjadi, dengan gerakan menebas dari atas kebawah, Yan Lan berhasil mematahkan tombak yang berada di tangan pangeran Kroge.


Kembali Yan Lan melakukan tendangan memutar, dan berhasil bersarang telak ke dada pangeran ular Kroge, yang membuat sang pangeran terhempas ke belakang.


Tetua Moliga yang sudah kwalahan menghadapi moci, dengan cepat meraih tubuh pangeran ke Kroge, dan membawanya pergi dari tempat itu.


Tampak asap hitam melesat cepat meninggalkan ruangan itu, Yan Lan yang melihat kedua iblis itu melarikan diri, langsung mengejarnya.


Karena banyaknya lobang di setiap lorong, membuat Yan Lan bingung dan menghentikan pengejarannya.


Yan Lan kembali dan melihat keadaan orang orang yang kini terluka.


Yan Lan segera melihat kondisi raja krote dan pangeran Ji Ang, dan memberikan masing masing pil untuk di telan, kemudian Yan Lan memberikan hawa murninya ketubuh kedua siluman tersebut, agar pil yang di telan dapat segera bereaksi.


Alhasil Yan Lan berhasil memulihkan kondisi kedua siluman tersebut, raja Krote dan pangeran Ji Ang mengucapkan terimakasih karena Yan Lan telah berhasil menyembuhkan mereka berdua.


*****


Di kota bulan suci, tepatnya di istana gerbang naga, Zhao Quin yang sudah tak bisa menahan hatinya untuk segera meminta maaf, dan menjelaskan semua yang telah terjadi kepada Yan Lan, kembali meminta ijin kepada raja kota dan tetua Yang long, untuk segera pergi meninggalkan istana gerbang naga, menuju ke tempat di mana pagoda 9 berada.


Karena keinginan keras dari Zhao Quin, akhirnya raja kota mengiyakan ke inginkannya itu.


Karena kedua pangeran tak ada yang bisa memimpin kerajaan untuk sementara waktu, dan kondisi tetua Li Wang yang masih dalam pemulihan diri, sementara ketua klan Luyang sendiri tak dapat membantu untuk memimpin kerajaan karena masih membenahi klan Luyang kembali, maka raja kota tak bisa ikut untuk menemani Zhao Quin dalam perjalanannya.


Tapi raja kota berjanji setelah tetua Li Wang pulih dan ketua klan Luyang telah rampung membenahi klan Luyang, raja kota dan tetua Li Wang akan pergi untuk menemui Yan Lan dan meminta maaf padanya.


Pagi itu Zhao Quin dan tetua Yang long akan berangkat meninggalkan istana gerbang naga untuk menuju ke kerajaan giok, tepatnya di pagoda 9.


Semua perbekalan selama perjalanan, telah disiapkan raja kota di dalam kereta kuda, yang akan membawa Zhao Quin dan tetua Yang long menuju ke pagoda 9.


Setelah berpamitan, tetua yang long memacu kudanya meninggalkan kota bulan suci.


Sepanjang perjalanan tetua Yang long sedikit bertanya kepada Zhao Quin, mengenai tetua wong ji Ang.


"Qian er, apakah di pagoda 9 kau mengenal seorang tetua yang bernama Wong ji Ang?" tanya tetua yang long.


"Ia paman, aku sangat mengenal dan sangat dekat dengan tetua wong ji Ang, mengapa paman menanyakan hal itu? jawab Zhao Quin.


"Aku hanya ingin tau saja, apakah tetua Wong ji Ang masih hidup, jika kau sangat dekat dengan tetua Wong ji Ang, dapatkah paman mengetahui ada hubungan apa kau dengannya? tanya tetua Yang long.


"Tetua Wong ji Ang adalah guruku paman, dia lah yang melatihku di hutan bambu kuning saat kak Yan Lan pergi menyempurnakan tehnik yang di milikinya.


Seketika kereta berhenti, ketua Yang long menatap tajam ke arah Zhao Quin, dia tak menyangka jika Zhao Quin merupakan adik seperguruannya.


"Ada apa paman?" tanya Zhao Quin.


Tetua Yang long menarik napas dalam dalam, dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan. Diapun menceritakan sepenggal kisah lampau antara dirinya, tetua Li Wang dan gurunya Wong ji Ang.


Mendengar kisah itu, Zhao Quin segera menggenggam tinjunya memberi hormat.


"Maafkan saya karena tak mengetahui, jika paman merupakan kakak seperguruan satu guru dengan ku," ucap Zhao Quin.


Ketua Yang long hanya tersenyum penuh arti.


"Setelah sampai ke pagoda 9, aku ingin kau membawaku bertemu dengan guru, ucap tetua Yang long.


"Baik paman," jawab Zhao Quin singkat.


Akhirnya kereta kuda kembali jalan menembus lebatnya hutan yang menuju ke arah pagoda 9.