
Setelah tetua Yun Leng menyetujui tentang kesepakatan itu, maka Yan Lan meminta 1 tempat yang dapat menahan ledakan energi yang nantinya akan keluar dari tubuh tetua Yun Leng.
Kekuatan itu merupakan energi yang selama ini berada di tubuh tetua Yun Leng, yang selama bertahun-tahun hanya berada di luar dantiannya, dan tak bisa terserap oleh Meridian yang ada di tubuhnya, yang membuat energi itu menumpuk dan terus menumpuk saat tetua Yun Leng melakukan kultivasi.
"Ada satu tempat di dalam area sekte ini yang dapat menahan ledakan energi, tempat itu berada di dalam air terjun di sisi Utara sekte pasir es," ucap tetua Yun Leng.
"Jika tempat itu memang ada, lebih baik kita secepatnya kesana, karena masih banyak urusan yang harus diselesaikan di kerajaan cahaya nirwana," jawab Yan Lan.
"Baik yang mulia," ucap tetua Yun Leng.
Ketua Yun Leng tak bertanya lagi mengapa Yan Lan ingin sekali pergi ke kerajaan cahaya nirwana, karena tetua Yun Leng sudah mengetahui jawabannya secara pasti.
Mereka berdua terus berjalan menyusuri gelapnya malam, dan akhirnya tiba di sebuah air terjun di dalam hutan yang berada di belakang sekte.
Tetua Yun Leng membuka segel pelindung di sisi air terjun, disana terdapat lorong yang menuju ke dalam air terjun.
Tetua Yun Leng masuk ke dalam lorong itu yang diikuti oleh Yan Lan di belakangnya.
Betapa terkejutnya Yan Lan melihat isi di dalam air terjun itu, di sana terdapat sebuah hamparan yang tersusun dari batu-batu kerikil sungai, yang sangat bagus dalam melakukan latihan ilmu bela diri.
Energi alam di tempat itu pun sangat berlimpah, seperti halnya energi yang berada di dalam pagoda 9.
"Yang mulia ini adalah tempat yang ku maksud, tempat ini merupakan tempat dimana para leluhur sekte pasir es melakukan kultivasi penerobosan tingkat selain di gunung hitam, semua lantai, dinding dan apapun yang berada di sini terbentuk secara alami dan kurasa sangat cocok untuk menahan ledakan energi yang nantinya akan terjadi," ucap tetua Yun Leng.
"Kurasa tempat ini memang bagus untuk tetua melakukan penerobosan ke tingkat Qi alam emperor," jawab Yan Lan.
"Sekarang tetua berkultivasilah di tengah-tengah ruangan ini, aku akan mencoba memperluas dantian di dalam tubuh tetua, agar dapat menampung energi yang menumpuk di luar dantian tetua," perintah Yan Lan.
Tetua Yun Leng segera mengikuti apa yang diperintahkan Yan Lan padanya.
Diapun perjalanan ke tengah-tengah ruangan itu, kemudian duduk bersila melakukan kultivasi.
Yan Lan memasang tiga buah segel di sekitar tubuh tetua Yun Leng, dan segera mengaktifkannya, maka terbentuklah pola di dalam segel yang berbentuk tabung.
Yan Lan mengeluarkan 12 jarum emas untuk melakukan teknik jari matahari. Sesaat kemudian Yan Lan melakukan gerakan-gerakan yang disertai penyaluran energi murni ke arah segel dan 12 jarum emas yang kini mengambang di udara.
"Tetua Yun Leng, jangan kau lawan energi yang akan masuk kedalam tubuhmu, biarkan energi murni dari ku yang akan membentuk dantian baru bagimu," ucap Yan Lan.
Setelah berkata seperti itu, Yan Lan melepaskan ke 12 jarum emas, dan langsung menancap tepat ke tempat-tempat di mana pusat Merindian tetua Yun Leng berada.
Ke 12 jarum itu langsung mengeluarkan energi murni, dan masuk melewati Meridian di dalam tubuh tetua Yun Leng, untuk menuju ke pusat energi yaitu meridiannya.
"Dantianmu sudah terbentuk dengan sangat kuat, tahan lah sedikit tetua, aku akan memasukkan energi untuk memperluas dantianmu hingga tak terhingga batasannya!" ucap Yan Lan kembali.
Ketiga segel tabung yang mengelilingi tetua Yun Leng seketika memancarkan Cahaya emas dari simbol-simbol yang berada di dalamnya, dan cahaya itu pun masuk ke dalam tubuh tetua Yun Leng.
Ackh...!!!
Teriakan keras keluar dari mulut tetua Yun Leng yang menggetarkan lantai dan dinding-dinding tempat itu, benturan energi tiba-tiba terjadi yang membuat suasana di langit yang berada di atas sekte pasir es menjadi mencekam, kilatan petir terus menyambar silih berganti tanpa adanya mendung di langit.
"Siapa gerangan yang telah menembus ranah tingkat Alam emperor di kota buluh surgawi?" ucap seorang laki laki tua yang membuka matanya setelah melakukan kultivasi.
Dia adalah Ley mubay ketua sekte pasir es yang tengah mengasingkan diri di puncak gunung hitam, guna meningkatkan kekuatannya agar dapat menebus ranah tingkat alam emperor.
Sementara itu tetua Yun Leng yang tadinya mengalami keterpurukan akibat ledakan energi dari segel yang dibuat oleh Yan Lan dengan energi yang berada di luar dantiannya, membuat dirinya akhirnya menembus ranah tingkat alam emperor, dan lautan dantian yang berada dalam tubuhnya kini tak terhingga luasnya.
"Terimakasih atas bantuan yang mulia karena telah memberiku kekuatan baru, yaitu kekuatan di ranah tingkat alam emperor," ucap tetua Yun Leng sambil menggenggam tinju memberi hormat.
"Tak usah sungkan seperti itu tetua, aku hanya ingin tetua menepati semua yang telah menjadi kesepakatan kita, dan ku harap tetua tak mengingkarinya," jawab Yan Lan.
"Yang mulia tak usah khawatir tentang hal itu, aku pasti akan menepati janjiku untuk membantu para sekte baru yang berada di pinggiran kota buluh surgawi," ucap tetua Yun Leng.
"Kau telah menembus ranah tingkat alam emperor, maka aku akan kembali meneruskan perjalananku menuju ke kerajaan cahaya nirwana, aku ingin jika kita bertemu lagi kau tak memanggilku dengan panggilan yang mulia dan mulai seterusnya aku akan memanggilmu paman," ucap Yan Lan.
*****
Tetua Yun Leng mengantarkan kepergian Yan Lan di depan gerbang sekte, sengaja tetua Yun Leng menyertakan salah satu murid inti terbaik di sektenya, agar dapat menjadi pemandu dan teman Yan Lan di perjalanan.
"Hati hati Lan er, semoga tak banyak rintangan yang menyertai perjalananmu," ucap tetua Yun Leng.
"Terimakasih paman," ucap Yan Lan sambil memacu kudanya untuk meninggalkan sekte pasir es dan menuju ke kerajaan cahaya nirwana.
Setelah melakukan perjalanan yang sangat melelahkan, akhirnya mereka berdua sampai di depan gerbang kerajaan cahaya nirwana.
"Serahkan identitas lencana pengenal kalian!!" ucap prajurit penjaga gerbang.
Murid inti yang bernama Cencen segera memberikan dua lencana pengenal, yang merupakan lencana dari sekte pasir es.
"Apa tujuan kalian ketempat ini?" tanya para prajurit penjaga.
"Kami akan membeli sumber daya yang banyak dijual di dalam pasar kota Bintang," ucap Cencen dengan tenang.