PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Meredam amarah


Setelah mendengar suara tersebut, semua prajurit gerbang kota awan tak bisa berkata apa apa.


"Ayo ikut aku, kepala penjaga telah menunggumu!!" ucap prajurit penjaga pintu gerbang.


Yan Lan dan putri Bilqis mengikuti sang prajurit dari belakang, tak lama kemudian mereka bertiga memasuki sebuah bangunan yang berada dekat dengan pintu gerbang.


Tampak terlihat seorang laki laki dengan tubuh pendek dan badan gendut, duduk di sebuah kursi di dalam ruangan itu.


"Mereka berdua sudah sampai tuan," ucap prajurit penjaga.


"Tinggalkan kami," ucap kepala penjaga.


Kepala penjaga mempersilahkan Yan Lan dan putri Bilqis duduk di kursi yang berada di tempat itu.


"Silahkan...!"


Trimakasih tuan, ucap putri Bilqis dan Yan Lan serempak.


"Aku mendengar percakapan kalian dengan beberapa anak buahku yang menjaga gerbang, jika kalian kehilangan lencana pengenal saat berada di hutan bukan?" tanya kepala penjaga dengan melirik kearah putri Bilqis.


"Benar tuan, kami memang kehilangan lencana pengenal kami sewaktu didalam hutan, kami tak sengaja menghilangkan lencana itu," ucap Yan Lan.


"Kau tau aturan di dalam kota awan bukan? jika kalian tak mempunyai lencana pengenal maka selamanya tak akan bisa memasuki kota awan, dan hanya aku yang bisa membuatkan lencana itu!" ucap sang kepala penjaga sambil tersenyum dan mengelus elus jenggotnya yang mulai memutih.


"Tuan, aku akan memberikan dua kantong koin emas ini, yang masing masing kantong memiliki 50 koin emas," ucap Yan Lan.


"Kau ingin mencoba menyuap ku anak muda? kau akan mendapatkan hukuman berat karena mencoba menyuap aparat kerajaan!!" ucap kepala penjaga gerbang dan kembali melirik kearah putri Bilqis.


"Kami tak berani tuan," ucap Yan Lan yang pura pura ketakutan.


"Aku akan memberikan penawaran untuk kalian berdua," ucap kepala penjaga dengan wajah yang serius.


"Apa itu tuan," tanya Yan Lan.


"Aku akan membuatkan kalian lencana pengenal baru dan akan jadi hari ini juga, asalkan 2 kantong koin emas itu menjadi milikku, dan istrimu harus bersedia melayaniku 1 malam, semua itu terserah kalian karena untuk kembali berada di dalam kota awan tentunya ada pengorbanan yang harus di lakukan," ucap kepala penjaga gerbang.


Seketika darah putri Bilqis mendidih, dan ingin langsung menyerang laki laki bejat yang ada di hadapannya, akan tetapi tangan Yan Lan segera menggenggam tangannya dan mengisyaratkan jika putri Bilqis tak gegabah dalam mengambil keputusan, isyarat dari Yan Lan membuat sang putri mengurungkan niatnya untuk menghabisi kepala penjaga.


Sebenarnya kepala penjaga hanya ingin mendapatkan 2 kantong koin emas yang ada pada Yan Lan, akan tetapi melihat kecantikan putri Bilqis yang hanya menggunakan pakaian pria, merubah keinginannya dan memanfaatkan kesempatan yang ada, guna dapat bersama putri Bilqis walau hanya 1 malam.


"Tuan aku ingin bermusyawarah dengan istriku terlebih dahulu," ucap Yan Lan.


"Silahkan kalian bermusyawarah, aku akan keluar dan akan kembali mendengar jawaban dari kalian berdua," ucap kepala penjaga sambil berlalu pergi.


Setelah kepergian kepala penjaga putri Bilqis melampiaskan kemarahannya pada Yan Lan.


"Mengapa kau mencegahku untuk membunuhnya, laki laki bejat seperti itu pantas untuk mati!!" hardik putri Bilqis menahan amarah.


"Mengapa para laki laki yang melihatku, selalu menginginkan tubuhku!!? apakah aku seperti para wanita yang dapat di beli dengan menggunakan koin emas!!?" tanya putri Bilqis yang masih dengan amarah di dadanya.


Yan Lan memegang kedua bahu sang putri untuk menenangkannya.


"Semua pria yang melihatmu, sangat terpesona dengan kecantikan alami yang kau miliki putri, walaupun kau hanya memakai baju pria seperti sekarang ini," jawab Yan Lan.


Memang Yan Lan harus akui jika wajah putri Bilqis cantik alami, karena masih terdapat darah keturunan leluhur terdahulunya yang merupakan Dewa dan Dewi, dalam hal ini Yan Lan tidaklah berbohong.


Perkataan Yan Lan membuat amarah sang putri mereda, dan diapun menyetujui rencana yang akan dibuat oleh Yan Lan.


"Kita harus mengatur strategi bagaimana kita bisa mendapatkan lencana pengenal itu terlebih dahulu, agar kita dapat bebas melakukan pergerakan di kota awan dan tentunya di kerajaan puncak langit, biarkan kepala penjaga gerbang membawamu malam ini, setelah kalian berdua berada di dalam kamar kau tau apa yang harus kau lakukan bukan?" ucap Yan Lan sambil mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda sang putri.


Mendengar godaan Yan Lan, sang putri dengan cepat memukul lembut dada bidang Yan lan dan berkata "aku akan mengikuti semua perkataanmu kak Yan Lan," ucapnya.


"Aku akan berada di luar saat kau bersama kepala penjaga gerbang, jangan khawatir aku akan menjagamu dari luar," ucap Yan Lan.


Dan pada akhirnya kepala penjaga kembali masuk kedalam ruangan itu, dan mempertanyakan kembali tentang kesepakatan yang ditawarkan olehnya.


"Kami berdua menyetujui kesepakan itu tuan, dan kami minta lencana pengenal itu hari ini bisa berada di tangan kami, setelah itu kau bisa membawa istriku pergi malam ini," ucap Yan Lan.


"Aku telah mempersiapkannya, hanya tinggal menaruh nama kalian berdua di setiap lencana pengenal yang ada, siapa nama kalian," ucap kepala penjaga gerbang.


"Namaku Lan Yan dan nama istriku Qisbil," jawab Yan Lan singkat. Sengaja Yan Lan membalik namanya dan nama Putri Bilqis agar dapat tersamarkan.


Dengan menggunakan teknik yang dimilikinya, kepala penjaga gerbang langsung mengukir kedua nama itu, ke dalam lencana pengenal yang ada di hadapannya.


"Lencana kalian sudah jadi, kau boleh membawanya akan tetapi 2 kantong koin emas harus berada di sini, dan juga istrimu harus kau tinggal di sini," ucap kepala penjaga gerbang.


"Baik tuan dan terima kasih atas bantuan yang telah kau berikan," ucap Yan Lan sambil mengambil 2 buah lencana pengenal yang berada diatas meja.


Yan Lan pergi meninggalkan putri Bilqis di dalam ruangan, berdua dengan kepala penjaga gerbang yang menginginkannya


"Prajurit..!!, bawa wanita ini ke penginapan mawar, suruh mereka mendandani wanita ini secantik mungkin, karena malam nanti aku akan berada di sana," ucap kepala penjaga.


"Baik tuan!" ucap seorang perajurit penjaga gerbang.


Putri Bilqis di bawa oleh seorang prajurit ke dalam penginapan mawar, ternyata di sana merupakan tempat para wanita penghibur berada.


Di dalam sebuah ruangan, seorang wanita yang dijuluki Madam, tengah merias putri Bilqis yang selesai mandi, putri Bilqis meredam segala amarahnya dan mengikuti semua perintah dari Madam, karena Putri Balqis telah berjanji kepada Yan Lan akan mengikuti semua rencana yang akan dijalankan oleh Yan lan.


Madam sangat mengagumi kecantikan wanita muda yang tengah dihias nya, yang membuat dirinya berkeinginan untuk membawa Putri Bilqis ke hadapan salah seorang pejabat yang kini berada di dalam penginapan itu, tujuannya tentu untuk mendapatkan koin emas yang berlimpah dari sang pejabat.


"Kepala penjaga sangat kikir, tapi dengan pejabat Whei, tentunya aku akan mendapatkan ke untungan yang berlipat-lipat ganda dari pada keuntungan yang diberikan oleh kepala penjaga gerbang, lebih baik aku mengantarkan gadis ini ke sana," Batin Madam yang merupakan pemilik penginapan bunga.