
Suasana di arena pertarungan begitu riuh dengan teriakan setelah 2 kali Yan Lan terhempas terkena serangan yang di lancarkan oleh Yan Lou, karena memang rata rata orang yang menonton pertarungan itu banyak yang mendukung Yan Lou.
Yan Ling yang sudah berada di tempat arena pertarungan segera menuju ke arah ketua Hyo jin.
Setibanya di depan ketua Hyo jin, Yan Ling langsung menggenggam tinjunya memberi hormat.
"Ketua Hyo cepat hentikan pertarungan ini!!, kakak Yan Lou dan kak Yan Lan mereka adalah saudara angkat, mereka melakukan pertarungan ini karena mereka tak saling tau dan mengenal sehingga terjadi kesalah pahaman antara mereka berdua," ucap Yan Ling.
"Ini petaka jika yang kau katakan itu benar adanya Ling er," jawab ketua Hyo jin.
"Saya berkata yang sesungguhnya ketua!!" pekik Yan Ling.
Ketua Hyo jin segera melangkah kearah di mana ketua Yun Juaxin berada, yang di ikuti oleh tetua Feng Yin dan Yan Ling di belakangnya.
Ketua Hyo jin mengatakan apa yang di katakan oleh Yan Ling kepadanya ke ketua Yun Juaxin jika Yan Lan dan Yan Lou itu bersaudara, akan tetapi ketua Yun Juaxin seperti tak merespon keinginan ketua Hyo jin untuk menghentikan pertarungan.
Dalam benak ketua Yun Juaxin ini hanyalah akal akalan ketua Hyo jin dalam menghentikan pertarungan, mengingat posisi Yan Lou yang telah diatas angin untuk memenangkan pertarungan ini.
"Saudara Hyo jin..., walau pun mereka berdua mempunyai nama keluarga yang sama, belum tentu mereka saudara, aku ingin pertarungan yang telah kita sepakati bersama terus berlangsung," ucap ketua Yun Juaxin.
"Ada baiknya kita pertimbangkan lagi perkataan muridku ini," ucap ketua Hyo jin.
"Pertarungan ini sudah kita sepakati, aku ingin saudara Hyo jin menepatinya agar hubungan antara menara tahta dan pagoda 9 tetap berjalan dengan baik," ucap ketua Yun Juaxin kembali.
Terlihat ketua Hyo jin menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, sekedar meredakan gejolak emosi di dalam dadanya dengan perkataan yang tak bersahabat dari ketua Yun Juaxin.
Ketua Hyo jin kembali ketempat duduknya dan menggeleng gelengkan kepalannya.
"Kita hanya bisa berharap semoga tak terjadi apa apa pada mereka berdua di dalam arena pertarungan," ucap ketua Hyo jin.
Di dalam arena pertarungan, kembali Yan Lou menyerang Yan Lan dengan cepat, akan tetapi Yan Lan yang telah membangkitkan mata langitnya dapat dengan mudah menghindari serangan yang di lancarkan oleh Yan Lou.
"Apa!?? mengapa Yan Lan bisa menghindari serangan ku??" batin Yan Lou.
Belum sempat Yan Lou hilang rasa keterkejutannya, tiba tiba Yan Lan telah berada di sampingnya dan memberikan 1 tinju keras ke arah pipinya.
Kini giliran Yan Lou yang harus tersungkur menabrak tanah yang dipijaknya.
Kembali gerakan Yan Lan yang tak bisa di prediksi oleh Yan Lou kedatangannya, tiba tiba saja sudah berada di dekatnya dan memberikan 1 buah tendangan keras kearah perut Yan Lou.
Tendangan keras itu membuat Yan Lou harus terseret beberapa meter ditanah, rasa sakit di daerah yang menjadi target serang Yan Lan, begitu terasa hingga membuat Yan Lou kesusahan untuk bangkit lagi.
Semua tercengang dengan apa yang telah terjadi di dalam arena pertarungan, Yan Lan yang sudah terpuruk bisa membalikkan keadaan dengan membuat Yan Lou tersungkur di tanah.
"Yan Lan aku tak percaya kau bisa mempermalukan ku seperti ini," batin Yan Lou.
"Yan Lan........!!!" teriak Yan Lou.
"Armor kaisar emas" teriak Yan Lou.
Tubuhnya seketika memancarkan cahaya emas yang di iringi kilatan kilatan petir kecil.
Yan Lou bangkit berdiri, matanya tajam menatap ke arah Yan Lan.
Yan Lan yang melihat perubahan energi Qi yang sangat besar di tubuh Yan Lou, segera mundur dua langkah ke belakang.
"Guru..., aku tak ada pilihan lain, aku akan menggunakan tehnik yang kau ajarkan padaku untuk mengakhiri pertarungan ini, sebelum dia yang mengakhiri hidupku duluan," batin Yan Lan.
Tinju itu mengeluarkan cahaya putih keemasan yang membuat area di dalam arena pertarungan berubah menjadi sangat panas.
"Tinju kaisar matahari" teriak Yan Lou.
Cahaya yang sangat panas itu terus memburu Yan Lan dengan cepat.
Walaupun Yan Lan telah menggunakan tehnik Gerbang ruang dan waktu, tetap saja cahaya itu tak berhenti untuk memburunya.
"Kurang ajar!! cahaya ini seperti mengetahui kemana aku berada," batin Yan Lan.
Tak lama kemudian ledakan dasyat terjadi di dalam arena pertarungan yang membuat pelindung yang menutupi arena pertempuran hancur.
Debu berterbangan menyelimuti tempat itu, yang membuat pemandangan terbatas hingga 1 meter.
Yan Lan terpaksa mengeluarkan tehnik Api surgawi untuk lepas dari tinju kaisar matahari yang di lepaskan oleh Yan Lou.
Yan Ling yang merasa khwatir pada Yan Lan dan Yan Lou, dengan cepat memasuki arena pertarungan. Di dalam arena pertarungan Yan Ling melihat Yan Lou sudah tergeletak di atas tanah dengan armor kaisar emas yang telah hancur berkeping keping.
"Kakak Yan Lou," teriak Yan Ling histeris.
Debu perlahan menghilang, Yan Lan terlihat masih berdiri tegak walaupun dengan napas yang memburu.
"Ling er..!! mengapa kau menolongnya," hardik Yan Lan yang melihat Yan Ling sedang mengalirkan energi Qi murninya ke tubuh Yan Lou.
"Apa kau tak mengetahui jika yang bertarung denganmu adalah kakak kita Yan Lou!!" Isak Yan Ling.
"Apa..?? kakak Yan Lou...??" teriak Yan Lan.
"Apa yang telah ku lakukan!?? kakak Yan lou maafkan aku," pekik Yan Lan.
Yan Lou yang masih tersadar tak habis pikir jika pemuda yang bertarung dengannya merupakan adik angkatnya yang telah hilang.
"Yan Lan adikku..," ucap Yan Lou lirih.
Yan Lan segera melesat menghampiri Yan Lou.
"Kakak tenanglah, aku pasti akan menyembuhkanmu," ucap Yan Lan sambil berlinang air mata.
"Ling er bantu kak Yan Lou duduk bersila," ucap Yan Lan.
Yan Lan segera melakukan tehnik akupuntur ke tubuh Yan Lou. Jarum jarum emas terus berterbangan kearah belakang tubuh Yan Lou yang sedang duduk bersila.
"Tehnik jari matahari" ucap Yan Lan.
Jarum jarum emas seketika mengeluarkan Qi murni yang langsung terserap ke luka dalam yang di derita Yan Lou, dan pada akhirnya Yan Lou memuntahkan darah kehitaman dari mulutnya.
"Untung saja aku masih bisa menyelamatkan mu kakak Yan Lou," batin Yan Lan.
Ketua Hyo jin dan ketua Yun Juaxin membiarkan Yan Lan mengobati Yan Lou yang tengah terpuruk.
"Saudara Hyo jin, bukankah tehnik penyembuhan yang di lakukan Yan lan itu merupakan tehnik akupuntur jari matahari yang telah lama hilang dari benua ini?," tanya ketua Yun Juaxin.
"Setahuku memang benar adanya saudara Yun," jawab ketua Hyo jin.
"Berarti putriku Yun er masih ada harapan sembuh," ucap ketua Yun Juaxin dengan senyum mengembang di bibirnya.