
Melihat serangannya dapat di antisipasi oleh Yan Lan, leluhur Fang Chu seketika menggunakan tehnik keduanya.
"Tehnik mawar ungu surgawi," ucap leluhur Fang Chu.
Sebuah mawar berwarna ungu keluar dari kelopak mawar yang di duduki leluhur Fang Chu.
Mawar itu terpecah menjadi 3 bagian dengan bentuk yang sama. Sesaat kemudian mawar itu berputar dengan kencang, hingga terlihat seperti cincin api yang langsung menyerang kearah Yan Lan.
Yan Lan terus menghindar dengan kecepatan tehnik ruang dan waktu yang di milikinya, akan tetapi serangan cincin berwarna ungu itu, dapat dengan mudah mengikuti setiap arah geraknya.
"Adik..!! ke tiga cincin mawar ungu itu mengikuti energi panas yang ada di tubuhmu sehingga dia dapat mengikutimu dengan mudah, cepat gunakan energi es yang telah kau dapatkan dari singa es yang dulu bersamamu, agar energi panas tubuhmu tak terdeteksi olehnya," ucap Logan yang berada di dalam alam batinnya.
"Terima kasih atas petunjuk mu kak logan," jawab Yan Lan.
Yan Lan segera menggunakan tehnik es yang pernah di ajarkan Tigris, maka suhu udara di tempat itu pun berubah menjadi 0 derajat.
Seluruh tempat itu berubah menjadi es, hanya kelopak bunga mawar ungu yang terdapat leluhur Fang Chu di dalamnya, yang masih mengeluarkan aura panas.
"Kurang ajar..!! bocah ini mampu menguasai beberapa tehnik Element," batin leluhur Fang Chu yang mulai merasa kesal.
Di dalam pertarungan, terlihat pola serangan cincin mawar ungu mulai tak stabil, yang membuat Yan Lan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menghancurkannya.
Yan Lan segera melemparkan tiga buah inti api surgawi ke arah ke tiga cincin bunga mawar ungu, yang membuat ke tiga cincin bunga mawar ungu itu terbakar dan menjadi debu di udara.
Leluhur Fang Chu yang kesal, seketika berdiri dan berteriak Lantang.
"Yan Lan kali ini kau tak akan bisa lepas dari kematian mu....!!" teriak leluhur Fang Chu.
"Hujan meteor pemusnah!!" ucapnya.
Dari dalam kelopak bunga mawar ungu, melesat sebuah cahaya yang menuju ke angkasa, tampak di langit sebuah segel tercipta dan...
Zleep..!!, Zleep..!! Zleep..!!
Ribuan bola api keluar dari dalam segel yang terdapat di angkasa, dan langsung meluncur deras kearah Yan Lan, membuat Yan Lan harus bersusah payah dalam menghindari serangan bola bola api tersebut.
Yan Lan segera menggunakan tehnik pelindung yang di milikinya, maka bola bola api tersebut hanya dapat mengenai pelindung yang di pasang oleh Yan Lan.
"Tak semudah itu kau dapat menepis seranganku, "Tehnik gerbang pedang surgawi," teriak leluhur Fang Chu.
Kembali sebuah cahaya dari kelopak bunga mawar ungu melesat ke angkasa, menuju kearah di mana segel yang dibuat leluhur Fang Chu berada.
Sesaat kemudian sebuah pedang raksasa tiba tiba keluar dari dalam segel, dan langsung melesat dan menghujam cepat kearah segel pelindung Yan Lan.
Pedang raksasa itu berhasil membuat keretakan di segel pelindung Yan Lan, yang membuat Yan Lan merasa khwatir dengan keselamatannya.
"Celaka!!, aku tak bisa berbuat apa apa sekarang, jika segel pelindung yang kubuat ini sampai hancur, maka hidupku tak akan tertolong lagi akibat terkena ribuan bola api yang seperti hujan ini, aku salah dalam memprediksi serangannya hingga aku sampai terjebak dalam situasi ini," batin Yan Lan.
Di tempat lain, Qilin yang melihat Yan lan dalam bahaya langsung berubah menjadi singa hitam bersayap, dan berniat menolong Yan Lan dengan menembakkan bola api dari mulutnya kearah segel hujan meteor yang tercipta, akan tetapi usahanya itu membuat nya lengah, sehingga salah satu pedang milik bangsawan Fang Ji berhasil menusuk tepat ke tubuhnya.
Walau pun kulit tubuh singa bersayap itu sangat kebal terhadap senjata, tapi kali ini yang menusuk tubuhnya merupakan artefak langit, membuat pedang bangsawan Fang Ji dapat dengan mudah tertanam ketubuh Qilin.
Sementara itu leluhur Fang Chu yang melihat adanya serangan bola api menuju kearah segel hujan meteornya, dengan segera menghalaunya dengan telapak tangan kanannya yang terbuka, maka telapak tangan raksasa langsung menghantam bola api yang di lepaskan Qilin hingga terjadi benturan hebat di udara.
Kelopak bunga mawar yang ditempati leluhur Fang Chu bergetar hebat, walaupun tak berefek padanya akan tetapi serangan itu mampu untuk menghabiskan 5 persen Energi tubuhnya.
"Sungguh serangan yang sangat kuat," batin leluhur fang Chu.
Di tempat lain, melihat singa bersayap terluka oleh pedangnya, dengan cepat bangsawan Fang Ji dengan cepat mengarahkan ke 8 pedangnya kearah Qilin yang masih terkapar di tanah.
Akan tetapi sebuah gelombang angin yang sangat kuat, langsung menghantam kedelapan pedang milik bangsawan Fang Ji hingga ke 8 pedang itu pun terhempas.
Terlihat Cencen telah berdiri disamping Qilin, dengan pedang pemecah angin yang berada di tangannya.
"Cepat selamatkan Qilin, biar aku yang akan menghadapinya," teriak putri Bilqis yang langsung menyerang bangsawan Fang Ji.
Tanpa pikir panjang Cencen langsung meraih tubuh Qilin, dan membawanya pergi dari tempat itu. Setelah merasa cukup jauh Cencen segera memberikan beberapa pil kemudian memberikan totokan di luka tusukan pedang yang berada di dada kanan Qilin, agar dapat menghentikan pendarahan dari luka tusukan pedang yang terus keluar dari dalam tubuh Qilin .
"Aku harus membantunya mencerna pil yang ku berikan, agar nyawanya dapat tertolong," batin Cencen sambil menyalurkan hawa murninya.
Ditempat pertarungan antara putri Bilqis dan bangsawan Fang Ji terlihat tak seimbang, putri Bilqis yang mempunyai ranah tingkat Qi saint puncak, bukan lah lawan yang berarti bagi bangsawan Fang Ji, perbedaan tingkatan mereka berdua bagaikan langit dan bumi yang membuat putri bilqis terdesak hebat.
"Ayahmu tak berlaku adil padaku dan putraku!!, maka kau yang akan menanggung ketidak adilan raja Cheng long, maka matilah kau...!!" teriak bangsawan Fang Ji.
Telapak tangan yang mengandung kekuatan ranah tingkat alam puncak, tepat bersarang ke dada putri Bilqis hingga membuatnya terhempas jauh kebelakang.
Tubuh teratai surgawi yang di milikinya, walaupun dapat melindungi tubuh putri Bilqis akan tetapi serangan dari bangsawan Fang Ji yang sangat kuat, tetap memberikan efek yang sangat fatal pada tubuh putri Bilqis hingga membuatnya membentur dan bergulingan di atas tanah.
Dari mulut putri Bilqis memuntahkan darah segar kehitaman, yang menandakan jika sang putri telah terluka dalam yang sangat parah.
Yan Lan yang terjebak dalam gempuran hujan meteor hanya bisa berteriak dalam hati, dan menyesali tindakan putri Bilqis yang tak mengikuti perintahnya untuk pergi ke sekte pasir es.
"Fang Ji....!!, tunggulah saat aku terbebas dari jebakan ini, aku sendiri yang akan membunuhmu dengan kedua tanganku," ucap Yan Lan penuh dendam, sambil terus menahan pedang raksasa yang sedikit demi sedikit telah mulai menembus segel pelindungnya.
Dari kejauhan rombongan Houcun Lay melihat adanya pertarungan Kultivator ranah tingkat tinggi yang sedang bertarung, Houcun Lay pun mengisyaratkan agar rombongannya segera memutar arah untuk menghindari pertarungan tersebut.
"Kita harus menghindari pertarungan para kultivator itu, jangan sampai terlibat di dalamnya," teriak Houcun Lay yang merupakan pemimpin rombongan.
Mendengar perintah Houcun Lay, putri Limudza tak mengindahkan nya, dia terus memacu kudanya kearah pertarungan yang sedang berlangsung.
"Apa yang kau lakukan nona Limudza, cepat kembali!!" teriak Houcun Lay memanggil putri Limudza.
Putri Limudza tak perduli dengan teriakan Houcun Lay, dia tetap melesat pergi dengan memacu kudanya sekencang kencangnya.
"Adik!! ayo kita kejar nona Limudza, jangan sampai hal buruk terjadi padanya," perintah Houcun Lay yang merasa khwatir dengan keselamatan wanita yang telah mencuri hatinya.
Mereka berdua pun memacu kudanya dengan cepat, untuk mengejar putri Limudza yang telah
pergi duluan ke arah berlangsungnya pertarungan.