PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Curang


Para murid mulai menyibukkan diri dengan bahan bahan yang berada di atas meja masing masing, mereka tak mau terburu buru dalam melakukan pemurnian tumbuhan roh agar dapat mencegah kesalahan sekecil apa pun dalam melakukan pemurnian pil pemulih stamina.


10 menit telah berlalu, Yan Lan telah selesai memasukkan semua tumbuhan roh sebagai bahan pembuatan pil.


"Aku tinggal mengatur suhu panas di dalam tungku agar tetap stabil," batin Yan Lan.


Kedua telapak tangan Yan Lan mengeluarkan api dengan tingkat kepanasan di ranah emas bintang 3.


Ketua Feng Yin, ketua Yun Juaxin serta wakil ketua menara falan turun dari atas podium, dan berjalan menuju kerah di mana para murid sedang melakukan pemurnian pil.


Ketua Feng Yin sangat serius dalam mengamati tungku yang membara yang berada di depan para murid.


"Aku rasa para murid benar benar telah menguasai cara pemurnian pil ini, karena aku tak mendapati kesalahan dalam melakukan pemurniannya," batin ketua Feng Yin.


Di lain tempat, Yun Juaxin dan Yan Lou menghampiri meja di mana Yan lan berada.


Yan Lan yang tak mengetahui kalau Yan Lou merupakan saudara kandung Yan Ling tak memberi respon sedikitpun padanya, dia tetap sibuk dalam melakukan pengaturan suhu panas di dalam tungku yang berisikan berbagai macam tumbuhan roh.


"Ternyata pemuda ini yang membuat putriku tergila gila dan menginginkannya menjadi pendamping hidup masa depannya," ucap ketua Yun Juaxin tiba tiba.


Mendengar perkataan laki laki paruh baya yang berada dekat dengan meja pemurniannya, membuat Yan Lan terbatuk batuk tertahan. Dia tak menyangka kalau lelaki paruh baya itu adalah ayah Yun er dan merupakan ketua besar menara tahta.


Yan Lan segera memalingkan wajah dan menganggukkan kepalanya kepada lelaki paruh baya itu, dengan kedua tangannya terus melakukan pengaturan suhu tungku agar tetap stabil.


Yan Lou sesat memegang tungku pemurnian yang membara diatas meja Yan Lan, kemudian melangkah menuju kearah meja yang lainnya.


Yan Lan tak merasa curiga dengan apa yang di lakukan oleh Yan Lou, karena perhatiannya teralihkan oleh sosok lelaki paruh baya yang merupakan ketua besar menara tahta dan juga ayah dari Yun er.


"Aku ingin kau berhasil dalam tes ini, dan tunjukkan bahwa kau memang pantas menjadi pasangan hidup putriku kelak," ucap Yun Juaxin.


Setelah mengatakan hal itu, Yun Juaxin pergi meninggalkan meja Yan Lan.


Sambil memurnikan pil pemulih stamina, Yan Lan masih terbayang perkataan ketua menara tahta tersebut.


"Aku pasti bisa memurnikan pil pemulih stamina ini, tapi itu bukan semata mata untuk pembuktian ku sebagai orang yang pantas mendampingi putrimu, ini murni keinginanku agar dapat menjadi murid inti di dalam pagoda 9," batin Yan Lan.


Ketua Feng Yin, ketua besar Yun Juaxin dan Yan Lou kembali keatas podium dan duduk berseblahan disana.


"Ketua Yan Lou apakah kau telah melakukannya?" tanya ketua besar Yun Juaxin.


"Sebentar lagi kau akan melihatnya ketua Yun!!" jawab ketua Yan Lou.


"Bagus..!! dengan ini aku akan mempunyai alasan yang tepat untuk memisahkan pemuda yang bernama Lan Yan itu dengan putriku Yun er, dan menjodohkannya dengan mu," ucap ketua besar Yun Juaxin.


Mendengar perkataan dari ketua Yun Juaxin yang ingin menjodohkan dirinya dengan putri dari ketua besar menara tahta, membuat ketua Yan Lou tersenyum dengan penuh kelicikan.


Terbayang olehnya kedudukan sebagai ketua besar menara tahta jika dia menikahi putri Yun er, dan bisa saja hari itu adalah hari dimana ketua Yan Lou menjadi seorang bangsawan baru di kekaisaran giok.


"Ini suatu keberuntungan bagiku karena akan mendapatkan seorang istri yang cantik laksana Dewi, dan juga akan menjadi pewaris menara tahta yang menguasai semua perdagangan di benua permata hijau," batin ketua Yan Lou.


"Aku tak berharap banyak jika putrimu akan menerimaku sebagai calon suaminya, mengingat aku dan dia sebelumnya tak saling kenal, yang jelas urusanku dengan pemuda yang bernama Lan Yan itu belum selesai," ucap ketua Yan Lou.


"Untuk urusan putriku, biar aku yang memikirkan nya, karena aku bisa melihat siapa yang pantas menjadi calon pendamping putriku di masa depan. Ketua Yan Lou ada urusan apa anda dengan pemuda itu??" tanya ketua Yun Juaxin.


"Dari penyampaian petinggi klan Zhao yang bernama Dong Wung saat mengobati putranya di dalam menara falan, Lan Yan suka mempermainkan hati para wanita termasuk Yun er dan Yan Ling adikku, malahan di dalam bukit roh dia sempat melecehkan Yun er dan Yan Ling hingga kedua wanita itu sangat terikat akan keberadaan Lan Yan," ucap ketua Yan Lou menahan amarah.


"Pantas putriku yang tak pernah dekat dengan seorang laki laki, langsung meminta padaku untuk menikahkannya dengan pemuda itu!!, setelah ujian tes ini aku juga akan membuat perhitungan dengannya, berani sekali dia memberikan aib kepada keluarga menara tahta yang terhormat ini," ucap ketua Yun Juaxin.


Di meja pemurnian pil Yan Lan sangat kebingungan dengan suhu di dalam tungku pemurnian yang tak bisa stabil.


"Celaka..!! bila keadaan tungku terus tidak stabil seperti ini, aku pasti akan gagal melakukan pemurnian pil pemulih stamina," batin Yan Lan.


"Ada yang tak beres dengan tungku ini, keadaan tungku yang tadinya baik baik saja mengapa bisa bergejolak seperti ini!!, pasti ada yang salah dan sengaja mencurangi ku," batin Yan Lan kembali.


Yan Lan mengingat ingat kembali sewaktu tungku masih dalam keadaan stabil, dan ada 2 orang ketua secara bersamaan menghampiri meja nya.


"Aku sempat melihat ketua termuda yang duduk di podium itu memegang tungku pemurnian ku saat bersama ketua Yun Juaxin saat berada di sini, pasti dia pelakunya!!," ucap Yan Lan sambil mengarahkan pandangan matanya pada ketua paling muda yang duduk di atas podium.


Pandangan mata Yan Lan dan ketua Yan Lou saling beradu, yang menimbulkan getaran kebencian yang sangat jelas terlihat dari mata mereka berdua.


Dong Kun yang berada tak jauh dari meja pemurnian pil Yan Lan, merasa sangat senang melihat pemandangan itu.


"Ayah idemu memang sungguh luar biasa, sebentar lagi kita akan menyaksikan kematian Yan Lan yang pastinya sangat tragis di tangan ketua Yan Lou," batin Dong Kun dengan senyum merekah di sudut bibirnya.


Tiba tiba saja "*p**rak...kk*" tungku pemurnian pil yang ada di depan Yan Lan terbelah menjadi dua disertai dengan suara keras.


Semua mata mengarah ke pada Yan Lan dan meja pemurniannya.


"Lan Yan kau dinyatakan gugur!!" Ucup ketua Feng Yin yang mengagetkan seluruh murid yang mengikuti ujian tes di ruangan itu.


Zhao Quin yang melihat kejadian itu serasa tak percaya jika Yan Lan tak sanggup melakukan pemurnian pil pemulih stamina, dimana pil tersebut termasuk golongan pil tingkat rendah.


"Pasti ada yang tidak beres dengan ini semua, kakak Yan Lan tak mungkin tidak bisa memurnikan pil tingkat rendah itu, setahu ku waktu di klan Zhao kakak Yan Lan dapat memurnikan pil penyembuh luka yang tergolong pil dengan kemurnian tingkat menengah dengan sangat sempurna," batin Zhao Quin.


"Aku harus menemuinya," batin Zhao Quin kembali.


Disisi lain tampak senyum kemenangan di wajah Dong Kun, dia melangkah kearah meja pemurnian Yan Lan.


"Habis kau bocah sampah!! dan selamat menikmati ke gagalan mu!!" ucap Dong Kun dengan tawa mengejek.


Dong Kun melangkah ke arah ketua Feng Yin berada, sambil membawa wadah yang berisikan pil pemulih stamina di tangannya.


"Ini adalah pil pemulih stamina, murid Dong Kun berhasil lolos ke ujian tes lanjutnya," ucap ketua Feng Yin mengumumkan keberhasilan Dong Kun.


"Bagi murid yang telah berhasil dalam membuat pil pemulih stamina, segera mengumpulkannya kemari karena waktu tersisa 15 menit lagi," sambung ketua Feng Yin kembali.


Semua mata murid menatap jam pasir yang terus mengalirkan pasir kebawah.


"Apa yang telah terjadi padamu kakak Yan Lan? mengapa pemurnian semudah ini kau gagal, sementara kau mampu mengobati sakit yang lama ku derita yang menara falan tak sanggup menyembuhkannya sewaktu di dalam bukit roh," batin Yun er yang merasa kecewa dengan kegagalan Yan Lan.


Yun er membawa wadah berisi pil pemulih stamina ke arah ketua Feng Yin, dan ketua Feng Yin kembali mengumumkan keberhasilan Yun er untuk melanjutkan ke ujian tes yang ke 3.


"Aku tak mungkin membiarkan kau gagal sendiri Kakak Yan Lan, walaupun aku tak menjadi murid inti di pagoda 9, itu tak masalah bagiku!! aku akan menemanimu menjadi murid luar di pagoda 9," batin Yan Ling.


Tiba tiba saja tungku pemurnian pil di meja Yan Ling terbelah menjadi 2, hal ini membuat ketua Yan Lou yang merupakan kakak kandung Yan Ling berdiri dari tempat duduknya. Dia menyesali kecerobohan yang di lakukan adiknya itu hingga membuat tungku pemurnian pilnya terbelah menjadi 2.


Yan Lan yang mendengar suara tungku yang terbelah, segera memalingkan wajahnya kerah sumber suara. Yan Lan melihat Yan Ling yang tersenyum ke arahnya dan mengatakan," Aku akan menemanimu kakak Yan Lan," ucap Yan Ling tanpa suara.


"Kau sangat bodoh Ling er, mengapa kau ikut ikutan merusak tungku pemurnian mu, aku tau kau dapat melakukan pemurnian pil ini dengan mudah," batin Yan Lan.


Yan Lan sekarang menyadari jika wanita yang telah lama di kenalnya saat berada di klan Glasier begitu sangat peduli padanya.


"Kau tak pernah berubah Ling er, kau masih seperti yang dulu, yang begitu peduli padaku," batin Yan Lan dengan senyum tersungging di bibirnya.


**Info


Author telah membuat panjang setiap chapter novel ini dari 1000 kata yang biasa kutulis menjadi 1500 kata, semoga berkenan**.