PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Berlatih


Ke 19 murid telah berangkat untuk melatih diri di dalam pagoda 9, masing masing murid memasuki kamar yang telah di sediakan di dalam lantai 3 pagoda 9.


Yan Ling memasuki sebuah kamar yang berada disana. Pintu kamarpun terbuka, segera Yan Ling memasukinya.


"Begitu kuat Qi murni di dalam ruangan ini," batin Yan Ling.


Yan Ling tak membuang buang waktu, segera dia melakukan kultivasi di dalam kamar itu.


Roh Yan Ling tiba tiba saja memasuki sebuah daratan nan luas di mana sejauh mata memandang, hanya hamparan es putih yang terlihat.


"Berada di mana aku ini?" tanya Yan Ling.


Yan Ling mengingat kembali pesan ketua besar Hyo jin sebelum para murid memasuki lantai 3 pagoda 9 yang mana dia berpesan "Apa bila kalian telah memasuki alam lain dengan roh kalian, pergunakanlah waktu kalian itu untuk segera melakukan kultivasi di sana, karena para roh ketua terdahulu akan membimbing kalian dalam berlatih dan mengembangkan tehnik yang kalian miliki agar lebih sempurna lagi" ucapnya.


Yan Ling segera mengeluarkan kitab kuno naga es dari kotak penyimpanannya, dan mulai membuka kitab kuno itu untuk pertama kalinya.


"Aku bisa menyempurnakan tehnik yang kumiliki dengan kitab kuno naga es ini, dan aku bisa merasakan kecepatan latihanku bisa mencapai 10 kali kecepatan para jenius di klan Glasier, sungguh tempat ini sangat luar biasa," batin yang Ling.


Yan Ling terus berlatih dan mengembangkan tehnik yang dia miliki di dalam alam yang baru pertama kali dia menjejakkan kakinya di sana.


Tak beda dengan para murid yang lainnya, mereka semua merasakan hal yang sama seperti yang di alami oleh Yan Ling, pengalaman melakukan kultivasi di alam lain membuat mereka semua bersemangat.


Di tempat lain, Yan Lan yang gagal melakukan tes ke 2 memilih untuk melakukan kultivasi di tempat yang biasa dia datangi.


Latihan kultivasi yang di lakukannya saat ini bertujuan untuk menaikkan tingkat kultivasinya dengan melakukan penerobosan ke ranah tingkat selanjutnya, dan juga melatih tehnik yang ada di dalam kitab kuno pemberian gurunya Wong ji Ang.


"Kitab ini mempunyai tehnik yang sangat luar biasa, semua gerakannya mengikuti 4 unsur elemen yaitu angin, tanah air dan api yang dipadukan dengan energi alam dengan mengambil unsur langit dan bumi," batin Yan Lan.


"Tehnik sembilan bintang"


Tehnik ini mengambil unsur langit di mana angin dan api menjadi unsur penopangnya, yang mana setiap serangannya menjadi sangat mematikan dan sulit untuk di hancurkan.


"*T**ehnik kaisar bumi*"


Tehnik ini mengambil unsur bumi di mana air dan tanah sebagai penopangnya, yang mana setiap serangannya mengandung kekuatan gravitasi.


"Tehnik rasi 4 Naga".


Tehnik ini merupakan tehnik gabungan ke 4 elemen, yang merupakan tehnik tingkat tinggi dengan kemampuan serang yang sangat luar biasa, daya ledak yang dimiliki oleh tehnik ini juga bisa menghancurkan apapun yang di laluinya.


"Aku beruntung bisa mempelajari tehnik di dalam kitab kuno ini, walaupun terlihat sederhana dalam setiap gerakannya, akan tetapi tehnik ini mampu memberi kerusakan yang fatal di setiap pertempurannya," sambung Yan lan.


Yan Lan terus melatih diri agar lebih kuat lagi di dalam hutan yang berada tak jauh dari belakang pagoda 9.


*****


Sementara itu ketua Yan Lou yang masih memendam amarah kepada Yan Lan terus mencarinya, ketua Yan Lou terus mencari Yan Lan ketempat dimana murid luar pagoda 9 berada.


"Bersembunyi dimana kau Lan Yan!? aku pasti akan menemukan dan membuat perhitungan dengan mu, karena aib yang telah kau torehkan pada keluarga besar ku" bisik Yan Lou.


Awal mula ketua Yan Lou geram kepada Yan Lan karena di provokasi oleh wakil ketua klan Zhao yang bernama Dong Wung, yang mengatakan bahwa adiknya yang bernama Yan Ling telah di lecehkan oleh Lan Yan di dalam bukit roh.


Awalnya Yan Lou tak percaya dengan omongan yang di ucapkan oleh ketua Dong Wung, akan tetapi pengakuan Dong Kun putra dari Dong Wung yang terluka karena bertarung dengan Yan Lan demi menolong Yan Ling yang di lecehkan oleh Yan Lan, membuat ketua Yan Lou menjadi bimbang.


Dong Kun yang di rawat saat itu di dalam menara falan semakin yakin jika ketua Yan Lou akan termakan omongannya.


"Sedikit lagi aku pasti bisa meyakinkannya, dan dia akan menjadi orang yang akan membalaskan dendam ku ini ke pada Yan Lan," batin Dong kun.


Saat pertama kali Ketua Dong Wung bertemu dengan Yan Lan saat Yan Lan tengah memasuki portal bukit roh, tiba tiba saja rasa khwatir melanda ketua Dong Wung dengan keselamatan putranya yang ada di dalam bukit roh, yang membuatnya segera mencari informasi mengenai anak muda yang bernama Lan Yan itu.


Akhirnya ketua Dong Wung mengetahui jika Yan Lan mengganti identitasnya menjadi Lan Yan di mana Yan Lan sendiri merupakan murid dari klan Glasier.


Ketua Dong Wung mendapatkan informasi jika Yan Lan adalah saudara angkat ketua Yan Lou dari Huang jin, di mana Huang jin sendiri mendapatkan informasi itu dari Yan Ling saat Yan Ling menjenguknya di menara falan, dan secara tak sengaja Yan Ling menceritakan pertemuan nya kembali dengan Yan Lan.


Karena ketua Yan Lou tak mengetahui identitas asli Yan Lan, membuat ketua Dong Wung dan putranya Dong Kun memfitnah Yan Lan telah melakukan pemerkosaan kepada Yan Ling.


"Ketua Yan Lou!, kalau kau tak percaya dengan omonganku, coba anda lihat sendiri bagai mana bentuk penampilan adik anda saat keluar dari dalam pintu portal yang menuju kedalam bukit roh," ucap Dong Kun.


Dong Kun sengaja memprovokasi ketua Yan Lou kembali, karena Dong Kun mengetahui jelas jika pakaian yang di kenakan Yang ling saat itu telah sobek di sana sini akibat perbuatannya, dan tentunya saat keluar nanti pakaian itu pasti masih melekat di tubuh Yan Ling.


Ketua Yan Lou yang merasa penasaran akibat perkataan Dong Kun dan ayahnya, segera menunggu adik kesayangannya itu di pintu portal.


"Apa yang di katakan Dong Kun benar terjadi, Ling er sekarang memakai baju yang di kenakan Lan Yan untuk menutupi pakaiannya yang sobek di sana sini, kurang ajar kau Lan Yan!!, aku akan mengingat ini semua!!," batin ketua Yan Lou.


Ketua Yan Lou sengaja tak menyerang Yan Lan saat itu, karena ketua Yan Lou melihat ada banyak perwakilan ketua 12 klan serta adanya wakil ketua Feng Yin di tempat itu sehingga membuatnya menahan amarah dan pergi dari tempat itu.


*****


10 hari telah berlalu, terlihat kelelahan di wajah semua murid yang telah berlatih di dalam lantai 3 pagoda 9.


Melihat hal itu ketua Feng Yin memberikan kelonggaran bagi para murid untuk beristirahat selam 1 hari.


Yan Ling yang merasa rindu kepada Yan Lan, tak langsung menuju kekamarnya, dia menelusuri paviliun para murid pria untuk menemui Yan Lan.


"Kamar Yan Lan kosong, kemana dia? batin Yan Ling.


"Maaf nona anda mencari siapa?" tanya seorang murid senior.


"Aku mencari Lan Yan, apakah anda mengetahuinya?" ucap Yan Ling balik bertanya.


"Lan Yan sudah tak berada di paviliun murid dalam, dia sekarang tinggal di paviliun murid luar," jawab murid senior.


"Terimakasih kak atas informasinya," ucap Yan Ling dan berlalu pergi.


"Sungguh beruntung Yan Lan ini, walau tak dapat menjadi murid inti, akan tetapi dia mampu membuat para wanita cantik memperhatikannya," ucap murid senior.


Baru beberapa langkah murid senior itu melangkah seorang wanita cantik menyapanya.


"Kak apakah anda melihat Lan Yan?" tanya sang wanita yang tak lain adalah Yun er.


"Dia sudah pindah di paviliun murid luar," ucapnya.


"Makasih kak untuk informasinya" ucap Yun er sambil berlalu pergi menuju ke paveliun murid luar.


"1 lagi wanita cantik mencari Lan Yan," ucap murid senior sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Yan Ling tak juga menemukan Yan Lan di paveliun murid luar, dan menurut informasi yang dia dapatkannya, sudah 10 hari Yan Lan tak ada di dalam kamarnya.


"Di manakah kau Kaka Yan Lan?" batin Yan Ling.


Tanpa di sengaja Yan Ling berpapasan dengan Yun er.


"O...o masih penasaran juga kau dengan calon suamiku ya!! ucap Yun er ketus.


"Ha..ha.., sadar diri dong!!, itu hanya angan angan mu saja, kalau berhayal jangan tinggi tinggi kalau jatuh nanti sakit," balas Yan Ling.


"Ku rasa aku tak sedang berhayal, walau pun berhayal tapi pastinya hayalanku itu akan menjadi kenyataan, tak seperti kamu yang mencintai kekasih orang bukannya itu perbuatan yang.....???" sambung Yun er yang menggantung kalimatnya sambil melirik ke arah Yan Ling.


"Yang gila?? Kurang ajar!! Yun er sengaja memancing emosiku, lihat saja siapa yang akan tersulut emosi duluan," batin Yan Ling.


"Sudah lah Yun er..!! aku tak ingin berdebat dengan mu, itu hanya membuang waktuku saja, yang jelas suka atau pun kau tak suka kakak Yan Lan pasti akan menjadi pendamping masa depanku, dan kau hanya sebagai pemuas nafsu kakak Yan Lan yang tak di anggap, apa bila kakak Yan Lan puas dengan pelayanan mu kau akan di bayar" ucap Yan Ling dengan senyum mengejek.


"Kurang ajar!! kau kira aku wanita murahan!!" teriak Yun er dan langsung menyerang Yan Ling dengan ganas.


"Aku tak ingin bertarung dengan mu disini, itu akan sia sia saja, pasti akan banyak yang memisahkan kita sebelum aku puas meremukkan tulangmu," ucap Yan Ling.


"Ha...ha...kau kira aku takut dengan perkataan mu itu!!, aku akan menunggumu di belakang pagoda 9 untuk menentukan siapa wanita yang layak bagi kakak Lan Yan," ucap Yun er sambil melesat pergi menuju hutan di belakang pagoda 9.


Yan Ling yang merasa muak dengan Yun er, segera menyusulnya dari belakang menuju ke hutan yang berada di belakang pagoda 9.