PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Menikah


Yan Lan tiba di depan gerbang sekte naga diatas Awan, perbedaan terlihat jelas dipuncak awan langit, sekte dan kota yang dahulunya hancur, kini menjelma menjadi kota baru yang penuh dengan bangunan-bangunan megah dan padat akan penduduk kota.


"Lebih baik aku pergi ke Guild cahaya, untuk bertemu dengan manajer ling, aku masih hutang minum anggur dengannya," ucap Yan Lan.


Yan Lan memutuskan untuk pergi ke Guild cahaya terlebih dahulu untuk bertemu dengan manager Ling, sebelum dia pergi ke sekte naga diatas Awan untuk melakukan pernikahan.


Di Guild cahaya, Yan Lan di sambut hangat oleh Menejer Ling, dan membawa Yan lan ke sebuah ruangan mewah yang berada di dalam Guild cahaya.


"Lama tak jumpa, bagaimana keadaan mu," ucap Menejer Ling.


"Seperti yang kau lihat, sehat dan tak kurang suatu apapun," jawab Yan Lan sambil meneguk anggur yang telah dituangkan Menejer Ling kedalam gelasnya.


"Sepertinya kau dalam masalah, coba katakan padaku apa yang menjadi masalahmu, siapa tahu aku bisa membantu untuk meringankan masalahmu itu," ucap manager ling.


"Aku tak punya masalah berarti, aku hanya akan melangsungkan pernikahan dengan Qian Qin," ucap Yan Lan.


Bagai petir yang menyambar di siang hari, Ling Ling sangat terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya. "Bagai mana bisa seperti ini Yan Lan, apakah kau tak tau perasaanku padamu, jika harus jujur, kau adalah laki laki yang selama ini dirindukan," batin Menejer Ling yang merasakan sesak di dadanya.


Menejer Ling berusaha untuk menyembunyikan rasa keterkejutannya itu, dengan meminum segelas anggur yang kini berada di dalam genggamannya.


"Selamat Yan Lan, Qian Qin adalah wanita yang baik dan sangat cantik, tak ada satupun wanita yang berada di puncak awan langit ini, yang mampu menandingi kecantikannya, apa lagi kudengar sebentar lagi dia akan menjadi patriack sekte naga di atas awan," ucap Menejer Ling.


Yan Lan hanya bisa tersenyum mendengar Menejer Ling memuji calon istrinya itu.


Malam itu Menejer Ling banyak meminum anggur, dan dia pun kehilangan kontrol akan dirinya.


"Yan Lan ...!! mengapa kau ingin menikahi Qian Qin, apakah kau tidak mengerti perasaanku padamu? aku juga mencintaimu Yan Lan," ucap Menejer Ling dan langsung merangkul Yan Lan.


Yan Lan tersentak kaget mendengar pengakuan Menejer Ling, untungnya dia segera menguasai dirinya dan mencerna keadaan yang ada.


"Ling Ling, kau sudah terlalu banyak minum, cukup!! kau tak usah minum lagi!!" ucap Yan Lan sambil menarik gelas anggur yang berada dalam genggaman tangan Menejer Ling.


"Jangan halangi aku Yan Lan, aku tidak mabuk, aku akan menghabiskan malam dengan minum bersamamu!!" ucap Menejer Ling.


Tiba tiba saja Menejer Ling membisikkan sesuatu di telinga Yan Lan, yang membuat darah di tubuh Yan Lan mendesis.


"Yan Lan, kau telah melihat tubuhku, apakah kau tak menginginkannya?" tantang Menejer Ling dengan menggesek gesekkan pepaya besar dan ranum yang dimilikinya ke tubuh Yan Lan.


"Cukup!! kau sudah sangat mabuk, bicaramu sudah sangat ngawur!!" ucap Yan Lan dan segera menotok beberapa saraf yang ada di sekitar leher Menejer Ling agar sang Menejer pingsan.


Yan Lan membaringkan tubuh manager ling diatas kursi yang berada di ruangan itu, dan segera pergi meninggalkan tempat itu untuk mencari pelayan yang ada di Guild cahaya.


"Aku minta kalian berempat membawa Menejer Ling kekamarnya, dia sudah mabuk berat," ucap Yan Lan.


"Baik tuan muda!!" ucap para pelayan yang mengetahui jika Yan Lan merupakan teman dekat sang Menejer.


"Aku harus mencari penginapan malam ini, agar aku bisa beristirahat sebelum aku pergi ke sekte naga di atas awan besok pagi," bisik Yan Lan.


Pagi pagi sekali, Yan Lan terbangun dari tidurnya, dia pun segera membersihkan diri dan mengeluarkan pakaian bersih dari dalam cincin ruangnya, lalu pergi kearah pelayan rumah makan untuk meminta kepada pelayan itu agar menyiapkan sarapan pagi baginya.


Setelah sarapan pagi, Yan Lan membeli seekor kuda dan memakainya untuk menuju ke sekte naga di atas awan. Yan Lan sangat terkejut dengan penyambutan anggota sekte naga di atas awan kepadanya, yang begitu sangat meriah dan luar biasa.


Yan Ling dan ibunya menyambut kedatangan Yan Lan dan dipersilakan pemuda itu untuk memasuki sebuah ruangan khusus, yang memang diperuntukkan bagi kedatangannya.


Lin Tiar cie datang membawakan minuman bagi Yan Lan dan putrinya yang berada di ruangan itu, di dalam ruangan yang cukup besar, Qian Qin tak malu malu lagi memperlihatkan kemesraannya dengan Yan Lan pada sang ibu.


"Lan er, kapan kau berencana untuk menikahi putriku??" tanya Lin Tiar cie.


"Aku berencana secepatnya, karena masih banyak yang harus kulakukan di benua permata hijau, jika berkenan aku akan menikahi Qian Qin hari ini juga," jawab Yan Lan.


Ibu dan anak saling bertatapan mendengar perkataan Yan Lan, mereka berdua tak menyangka jika jawaban Yan Lan akan seperti itu.


"Kak Yan Lan apa kau sudah kebelet ingin malam pertama denganku?" canda Qian Qin.


Kini giliran Yan Lan yang terkejut dengan pertanyaan dari Qian Qin. Mendengar pembicaraan pribadi di antara Yan Lan dan putrinya, Lin Tiar cie segera berpamitan untuk pergi membuat persiapan pernikahan bagi mereka berdua.


"Ia.., aku ingin merasakan malam pertama dengan seorang peri," jawab Yan Lan yang membuat darah Qian Qin berdesir hebat.


Akhirnya pernikahan mendadak itu pun terlaksana, kini mereka berdua berada di dalam kamar pengantin yang dihias seindah mungkin oleh sang ibu.


Mereka berdua duduk di atas pembaringan, perlahan tapi pasti Yan Lan mulai membuka cadar yang menutupi wajah Qian Qin, tampak oleh Yan lan wajah putih mulus dengan mata biru teduh yang menatap ke arahnya.


Yan Lan mengakui jika semua wanita yang pernah dekat dengannya, Tak ada Yang bisa menandingi paras cantik Qian Qin.


"Apakah yang harus di lakukan seorang istri terhadap suaminya di malam pertama? tanya Yan Lan.


Tatapan mata Qian Qin semakin dalam menatap kearah Yan lan, dia tau apa yang di inginkan suaminya itu.


Tangan lentik Qian Qin perlahan lahan melepaskan pakaian yang di kenakannya, hingga pakaian itu jatuh berserakan di lantai kamar. Melihat hal itu, Yan Lan mulai ikut melepaskan pakaiannya sendiri hingga tak ada satupun benang yang menutupi tubuh mereka berdua.


Beberapa saat kemudian olah raga malam pun terjadi, terdengar nafas yang saling memburu di antara mereka berdua, dan di iringi dengan teriakan kecil yang keluar dari mulut Qian Qin, hingga mereka berdua lelah karena telah mencapai puncak kemenangan yang mereka berdua inginkan.


Setelah beristirahat sejenak, kembali olahraga malam itu mereka lakukan hingga berkali-kali, dan tanpa mereka sadari, pagi pun menjelang.


Yang Lan sangat senang, karena Qian Qin ternyata wanita yang sangat hebat, dalam menjadi lawan tarungnya di olahraga malam yang telah mereka lalui berdua.


Mereka berdua akhirnya terbaring lelah di atas pembaringan. Yan Lan kembali menatap langit-langit di dalam ruangan itu, sambil mengatur nafasnya kembali.


Qian Qin yang sangat kelelahan, akhirnya tertidur lengan kekar Yan Lan.