PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Penyerangan 1


Yan Lan tiba di gerbang sekte naga di atas awan. Seorang penjaga gerbang sekte naga di atas awan segera melaporkan hal itu kepada patriack Pingyin Qin, jika ada seekor leopard raksasa yang kini berada di depan gerbang sekte.


Sementara itu para penjaga gerbang lainnya yang sedari tadi menghunus pedang, segera memasukan kembali pedang mereka karena melihat keberadaan putri Qian Qin dan putri Yasmin di punggung leopard.


Patriack sekte seakan tak percaya dengan perkataan murid penjaga gerbang, karena sepengetahuan sang Patriack sekte, jika leopard itu hanya hidup di benua permata hijau dan belum pernah di ada di daratan puncak Awan langit.


Melihat keseriusan murid penjaga gerbang, membuat patriack sekte seketika itu merasa yakin jika di depan gerbang sekte benar benar ada binatang roh leopard.


Tanpa basa basi patriack sekte langsung melesat cepat ke arah pintu gerbang, dan betapa terkejutnya sang patriack yang melihat Yan Lan beserta putri dan keponakannya turun dari atas punggung leopard.


"Qin er..!!, Yasmin..!! bagaimana kalian bisa seperti ini," ucap patriack sekte tanpa mempedulikan keberadaan Yan Lan.


Patriack sekte merasa geram melihat pakaian yang dikenakan oleh putrinya yang merupakan pakaian pria, terlebih lagi keadaan Yasmin yang begitu mengenaskan karena hanya mengenakan selembar kain untuk menutupi tubuhnya.


Tatapan menindas sang patriack langsung tertuju pada Yan Lan, dia merasa pemuda yang bersama putri dan keponakannya itu telah melakukan hal buruk kepada mereka berdua.


"Ayah, aku ingin ayah membawa kami ke dalam


karena kami sudah sangat lelah, nanti aku akan menceritakan kepada ayah semua yang terjadi kepada kami ber dua," ucap Qian Qin.


"Baik putriku," jawab patriack sekte yang tak bisa menolak keinginan putrinya.


Patriack sekte segera membawa mereka semua kedalam sebuah bangunan besar di dalam sekte, akan tetapi Qian Qin dan Yasmin memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


Di dalam bak besar Qian Qin dan Yasmin Liu merendam diri.


Terbayang di pelupuk mata Qian Qin bagaimana pemuda kekar itu memperlakukannya.


Ada rasa sesal karena tak membunuh pemuda itu saat berada di klan tebing angin, dan hanya memenggal keperkasaannya saja akan tetapi Qian Qin sudah cukup puas dengan hal itu.


"Akhirnya aku berhasil membuatmu untuk mengingatku selalu, dan setelah ini kau tak akan bisa melecehkan wanita lagi," batin Qian Qin.


Di sisi lain tampak Yasmin sedang melamun, berkali kali Qian Qin memanggilnya akan tetapi Yasmin malah ketakutan, hal itu membuat Qian Qin khwatir dengan kondisi Yasmin.


"Apa yang sudah terjadi denganmu adik?" tanya Qian Qin dalam hati.


Setahu Qian Qin waktu itu, Yasmin liu telah di bawah oleh adik dari pemuda yang melecehkannya entah kemana, yang membuat Qian Qin menggenggam tinjunya karena berfikiran jika pemuda yang bersama Yasmin Liu telah berhasil merenggut mahkotanya.


Akhirnya Qian Qin membawa Yasmin ke balai pengobatan sekte.


Sementara itu terjadi ketegangan antara patriack sekte dengan Yan Lan.


Patriack sekte menuduh jika Yan Lan telah berbuat buruk kepada putri dan keponakannya itu.


"Aku tak ingin memperpanjang masalah denganmu, jika anda ingin tau masalah yang sebenarnya, lebih baik anda tanyakan sendiri pada putri anda," jawab Yan Lan sambil berlalu pergi.


Yan Lan terus melesat kedalam lebatnya hutan, hingga menemukan tempat yang pas untuk melakukan kultivasi guna mencari tahu keberadaan Biyao.


Yan Lan pun mulai melakukan kultivasinya.


"Mengapa aku nggak bisa mengetahui keberadaan sahabatku Biyao, sementara aku telah melakukan ikatan darah dengannya? apa yang sebenarnya terjadi padanya?," tanya Yan Lan dalam hati.


Karena kegelisahan yang melanda, Yan Lan pun menemui leopard roh bintang sahabatnya yang telah kembali ke alam batinnya.


"Mengapa kau murung Leo? tanya Yan Lan.


"Biyao telah tertangkap oleh mereka tuan muda, dan mengurungnya pada sebuah artefak yang dapat mengurung apa pun bentuk yang berhubungan dengan roh," jawab Leo.


"Pantas saja aku tak bisa mendeteksi keberadaannya, ternyata Biyao terkurung dalam sebuah artefak," batin Yan Lan.


"Adakah cara untuk mengetahui keberadaan Biyao, karena aku sangat khwatir rohnya bisa di salah gunakan oleh orang yang menangkapnya," ucap Yan Lan kembali.


"Kita harus menemukan artefak itu tuan muda, setelah menemukannya biar aku yang akan mengeluarkan Biyao dari sana," jawab Leo.


Leo lalu mengeluarkan sebuah benda seperti kelereng berwarna kuning keemasan dari dalam kepalanya.


"Tuan muda gunakan benda ini untuk mendeteksi keberadaan Biyao, dia akan pergi kearah artefak yang mengurung Biyao setelah berjarak 20 meter," ucap Leo.


"Terimakasih atas petunjukmu Leo, aku akan segera mencari keberadaan Biyao," jawab Yan Lan lalu menghilang dari hadapan Leo.


Yan Lan terbangun dari meditasinya, dengan segera dia melesat kearah di mana klan tebing angin berada.


Di tengah perjalanan menuju kesana, Yan Lan menghentikan larinya karena melihat banyaknya debu berterbangan. Dengan cepat Yan Lan mencoba mengintai keadaan itu dari dekat.


"Ternyata klan tebing angin akan menyerang sekte naga di atas awan, celaka patriack Pingyin Qin belum mengetahui penyerangan ini,


dan belum ada persiapan berarti untuk melakukan pertempuran terbuka," batin Yan Lan.


Seketika Yan Lan terkejut dengan apa yang di lihatnya.


"Mengapa ada binatang roh berupa serigala mata merah yang ikut dalam kelompok klan tebing angin, dan itu adalah kera bertaring!!" pekik Yan Lan yang mengetahui keberadaan kera bertaring dari hutan lelembut ada bersama kelompok itu.


"Ini tak bisa di biarkan!!, aku harus segera pergi untuk memberitahu hal ini kepada ketua Pingyin Qin atau pun Qian Qin tentang penyerangan yang di lakukan oleh klan tebing angin," bisik Yan Lan.


Yan Lan segera memutar badan dan melesat cepat meninggalkan tempat itu.