PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Klan luyang


Qian Qin tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarkan nya, sungguh ini merupakan perkataan Yan Lan yang sangat menyakitkan padanya.


Qian Qin segera berdiri dan bergegas meninggalkan tempat itu.


"Qian Qin..!!" teriak Yan Lan sambil meraih tangan Qian Qin, akan tetapi Qian Qin yang sudah sakit hati dan merasa telah di bohongi oleh Yan Lan segera menghempaskan genggaman tangan Yan lan yang memegangnya.


"Keluar kau dari tempat ini dan jangan temui aku lagi!!" pekiknya sambil melemparkan kalung artefak pemberian Yan Lan.


Qian Qin membuka pintu portal dan menyuruh Yan Lan keluar dari tempat itu.


"Qian er.., aku akan pergi, aku minta maaf dengan kesalahanku yang tak memberitahumu dari awal, aku titip Mo Chi sahabatku dan jangan kau sangkut pautkan masalah ini dengan keberadaannya, aku pamit," ucap Yan Lan.


Yan Lan segera pergi meninggalkan Qian Qin dengan rasa bersalah.


Setelah kepergian Yan Lan, tangis Qian Qin pecah dan menangis sejadi jadinya.


Dia tak menyangka pemuda yang selalu ada di hatinya telah mempunyai 3 istri.


Lin Tiar cie yang mendengar jeritan putrinya, segera datang menghampiri.


"Qian er.., apa yang telah terjadi? dan mana yan Lan?" tanya Lin Tiar cie.


"Jangan ibu sebut nama dia lagi!!, aku sangat membencinya!!" jerit Qian Qin.


Lin Tiar cie mencerna keadaan yang ada, dia merasakan ada permasalahan besar antara Yan Lan dan putrinya.


"Ada baiknya ku biarkan Qian er tenang dulu, Dia nanti pasti akan menceritakan sendiri masalah yang terjadi ini kepadaku," batin Lin Tiar cie.


Sementara itu Yan Lan terus berlari menuju ke perbatasan antara ras manusia dan ras manusia setengah peri, tujuannya hanya satu yaitu kembali pulang ke benua permata hijau.


Dengan kemampuannya yang sekarang, Yan Lan berhasil menerobos segel pelindung perbatasan tanpa terluka sedikit pun.


Yan Lan tak menuju ke klan Ming, akan tetapi dia memilih jalan lain yang mana dia tak tau kemana arah dan tujuannya.


Berhari hari Yan Lan terus berjalan tanpa ada tujuan, di dalam pikirannya saat ini hanya ada rasa bersalah. Rasa bersalah pada leluhurnya Kumala Xie, leluhur Pingyin Qin yang merupakan ayah kandung Qian Qin, terlebih lagi kepada Qian Qin yang pastinya sangat terpukul dengan kejujurannya itu.


Hingga pada suatu saat Yan Lan melihat perkampungan yang cukup ramai dengan lalu lalang penduduknya.


Karena merasa lapar, Yan Lan mencoba memasuki rumah makan untuk sekedar mengisi perutnya yang sudah sangat keroncongan.


"Paman aku minta menu terbaik di rumah makan ini, dan seguci kecil anggur," ucap Yan Lan.


"Baik tuan muda, pesanan anda akan segera datang," jawab sang pelayan laki laki di rumah makan itu.


Sang pelayan akhirnya datang membawa makanan pesanan Yan Lan.


"Silahkan tuan muda," ucap sang pelayan.


"Terimakasih paman," jawab Yan Lan.


Sambil menikmati makanannya, Yan Lan secara tak sengaja mendengar percakapan dari orang orang yang bersebrangan dengan meja makannya.


"Ternyata ketua klan sedang terluka dalam dan kini di klan *L**uyang* sedang mencari seorang Alkemis untuk menyembuhkan sang ketua klan, tapi mengapa aku tak pernah mendengar tentang keberadaan klan Luyang ini sebelumnya?" batin Yan Lan.


Keberadaan klan Luyang membuat Yan Lan heran, selama di benua permata hijau Yan Lan hanya mengetahui ada 12 klan yang ada, yang mana semua klan bernaung dan di lindungi oleh kekaisaran giok.


"Ternyata klan Luyang berada di dalam kota Bulan suci yang mana terdapat istana Gerbang naga berada, sungguh istana ini di luar nalar ku," batin Yan Lan.


"Ada baik nya aku pergi kesana, hitung hitung untuk menambah pengalaman ku, sebelum aku kembali kekaisaran giok," batin Yan Lan.


Yan Lan melirik kearah dua orang yang sedang membayar makanan dan minumannya.


"Ternyata alat pembayaran di tempat ini masih menggunakan koin emas, yang artinya aku tak akan kesusahan dalam membayar apapun di kota bulan suci nantinya," batin Yan Lan.


Yan Lan memangil pelayan untuk membayar semua makanan dan minuman yang telah dimakannya.


Dengan cekatan pelayan itu membersihkan piring piring makanan yan lan. Di kesempatan itu lah Yan Lan menanyakan tentang keberadaan kota bulan suci padanya kepada sang pelayan.


"Paman berapa jauh kota bulan suci dari sini?" tanya Yan Lan.


Sang pelayan tak langsung menjawab, dia menatap menyelidik ke arah Yan Lan.


"Paman aku punya sekantong koin emas, jika paman mau menjelaskan perihal kota bulan suci, sekantong koin emas ini akan menjadi milik paman," ucap Yan Lan.


Paman pelayan menatap sekantong koin emas yang berada diatas meja, dia pun melirik kesana kemari untuk melihat sekelilingnya, lalu mengambil sekantong koin emas yang berada di atas meja dan memasukkannya ke dalam lipatan bajunya.


"Tuan muda jika anda masih baru disini itu sangat berbahaya apalagi jika tuan muda tak punya identitas diri. Di sini keadaan sangat genting, selama ketua Kelan Luyang terluka dalam akibat bertarung dengan sosok yang di namakan iblis, hal ini membuat raja kota memperketat penjagaan di seluruh penjuru kota. Kota bulan suci keberadaannya tak jauh dari sini, kira kira 1000 meter ke arah timur, akan tetapi untuk melewati gerbang kota tuan muda harus mempunyai identitas diri," ucap paman pelayan.


"Paman apakah ada cara untuk memasuki kota secara diam diam, karena aku perlu bertemu dengan seorang kerabat di sana," ucap Yan Lan berbohong.


Tak ada cara lain untuk memasuki kota tuan muda, karena seluruh kota telah terpasang segel pelindung untuk melindungi kota dan istana.


"Apakah ada cara untuk membuat identitas diri agar aku bisa masuk ke dalam kota bulan dingin, berapapun aku akan membayarnya," ucap Yan Lan kembali.


Pelayan itu kembali terdiam beberapa saat lamanya.


"Aku punya teman seorang pandai besi yang biasa membuat lencana identitas diri, jika memang tuan muda sanggup membayarnya maka aku akan mengantarkan tuan muda kesana sehabis rumah makan ini tutup," jawab paman pelayan.


"Jika begitu aku akan memesan kamar di rumah makan ini, agar aku bisa beristirahat dan menunggu paman selesai bekerja," ucap Yan Lan kembali.


"Jika begitu baiklah tuan muda, aku akan mempersiapkan kamar tuan muda terlebih dahulu," jawab paman pelayan itu.


"Tunggu paman!, apakah paman tau keberadaan kekaisaran giok berada?" tanya Yan Lan kembali.


Setahuku kekaisaran giok berada jauh ke arah barat, untuk menuju kesana memerlukan waktu 6 bulan perjalanan berkuda," jawab paman pelayan.


"Apakah masih ada yang tuan muda mau tanyakan?" tanya sang pelayan.


Yan Lan hanya menggelengkan kepala, di dalam pikiran nya saat ini berkecamuk berbagai macam hal yang membuatnya pusing.


Yan Lan menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, kemudian kembali duduk untuk meminum anggur yang tersisa di dalam guci.


"Apakah aku telah memasuki dimensi lain hingga aku bisa sampai tersesat ketempat ini? dan mengapa untuk menuju ke kaisaran giok memerlukan waktu 6 bulan perjalanan berkuda?" tanya Yan Lan dalam hati.


Yan Lan kembali meneguk anggur yang berada dalam gelas hingga kosong tak tersisa. Tak lama Yan Lan melihat seorang pemuda yang di kawal oleh beberapa prajurit masuk kedalam rumah makan.


Semua orang yang berada dalam rumah makan itu seketika memberi hormat padanya.


"Aku rasa pemuda itu mempunyai kedudukan atau juga merupakan seorang anak bangsawan yang begitu sangat berpengaruh di dalam istana kerajaan, karena melihat semua orang begitu menghormatinya," batin Yan Lan.


*****


VOTE DONG✌️