PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Racun


Yan Lan tinggal di sebuah goa di dalam hutan untuk meningkatkan kultivasinya, dengan berjalannya waktu selama perjalanannya, Yan Lan sekarang telah mampu menembus tingkat ranah surgawi menengah.


Udara pagi terasa terasa sejuk memenuhi rongga paru paru Yan Lan yang tengah melakukan kultivasi, sudah seminggu penuh Yan Lan melakukan latihan, dan akhirnya diapun menyelesaikan latihannya.


"Sudah seminggu aku meninggalkan sekte, entah bagaimana lagi caraku untuk menemukan kolam janin suci itu, sementara Qian Qin yang kuharap akan dapat membantuku, malahan berusaha untuk menghentikan keinginanku," batin Yan Lan sambil meremas genggaman tangannya.


Yan Lan merasa kesal dengan kondisi yang ada, kedatangan sosok iblis di dataran tinggi awan langit membuatnya semakin resah dengan keadaan di benua permata hijau.


"Tidak ada cara lain, cara halus tak bisa, cara kasar pun jadi," batin Yan Lan.


Yan Lan bangkit dari duduknya, dan segera melesat ke arah di mana sekte naga di atas awan berada.


Di depan gerbang sekte, Yan Lan menerobos masuk dengan dengan melumpuhkan beberapa penjaga, dan pada akhirnya Yan Lan bertemu dengan wakil patriack sekte Liu gang.


"Tetua aku datang kesini khusus ingin bertemu dengan patriack Pingyin Qin, aku minta Tetua tidak menghalang halangi ku!" ucap Yan Lan.


"Lancang..!! berani sekali kau mengancam tetua sekte!!" teriak seorang pemimpin pasukan tempur naga emas, yang tak ingin tetua Liu gang di ancam oleh Yan Lan.


Liu gang mengangkat tangannya rendah, sebagai isyarat jika pemimpin pasukan tempur naga emasnya diam.


"Yan Lan.., kita bisa membicarakan hal ini dengan duduk dan meminum segelas anggur, tak usah kau besar besarkan lagi masalah ini," ucap tetua Liu gang.


Liu gang melihat sekelilingnya untuk mencari keberadaan binatang roh yang selalu menjaga Yan Lan.


"Sepertinya ke dua binatang roh itu tak ada bersamanya, bagus!! ini mempermudah keinginanku untuk melenyapkannya," batin Liu gang.


"Ayah...!, anggur dan makanannya sudah tersedia di meja, lebih baik ayah membawa tuan muda Yan Lan untuk membicarakan masalah ini kedalam," ucap Liu Fung sambil melirik sinis pada Yan Lan.


Setelah kepergian Yan Lan, Liu Fung memberikan instruksi pada pasukan tempur naga emas, untuk berjaga jaga membentuk formasi 4 Aray jika 2 ekor binatang surgawi itu muncul.


Liu Fung merupakan putra tunggal dari tetua Liu gang, sepak terjang serta tingkat kultivasinya yang menonjol, membuat Liu Fung di percaya oleh patriack sekte untuk memegang puncak pimpinan pasukan tempur naga emas di bawah kendali Liu gang ayahnya.


Karena kejeniusannya, patriack sekte Pingyin Qin menginginkan jika suatu hari kelak Liu Fung lah yang akan menjadi suami putrinya, dan mengantikan dirinya menjadi patriack sekte naga di atas awan.


Akan tetapi keinginan patriack sekte selalu di tentang keras oleh Qian Qin.


Qian Qin yang berkeinginan untuk mencari pasangan hidupnya sendiri, selalu tak menanggapi apa yang di inginkan ayahnya.


Liu Fung sendiri sangat mencintai Qian Qin walau pun selama ini tak ada tanggapan berarti darinya. Kehadiran Yan Lan membuat Liu Fung semakin jauh dari Qian Qin, hal ini yang membuat Liu Fung begitu membenci Yan Lan dan berkeinginan untuk melenyapkannya.


"Silahkan tuan muda Yan Lan" ucap tetua Liu gang mempersilahkan Yan Lan duduk dengan kondisi meja yang di penuhi makanan dan anggur.


Dengan sedikit berbasa basi ketua Liu gang lantas menuangkan anggur ke gelas Yan Lan.


Yan Lan mencerna keadaan yang ada, dia merasakan jika kebaikan dari tetua Liu gang untuk membicarakan masalah dirinya dan Patriack Pingyin Qin hanyalah ke pura puraan belaka.


"Ada yang janggal dengan ini semua, Biyao keluarlah, aku butuh pertolonganmu," batin Yan Lan.


Mendengar panggilan Yan Lan, Biyao segera keluar dari alam batin Yan Lan dan berada disisinya tanpa terlihat oleh tetua Liu gang.


"Tuan muda, semua makanan dan anggur telah di taburi racun yang sangat ganas," Bisik Biyao.


"Kurang ajar!!, ternyata mereka ingin mencelakanku, dan tak kusangka tetua Liu gang yang terhormat bisa melakukan perbuatan yang serendah ini, baik kalau begitu aku akan mengikuti permainanmu," batin Yan Lan.


"Biyao dapatkah kau menetralkan racun yang berada dalam makanan dan minuman ini?" tanya Yan Lan dalam hati.


"Tuan muda tak usah khwatir, artefak yang berada pada leher tuan muda, selain bisa menghisap roh masuk kedalamnya, artefak itu bisa menetralkan racun yang masuk ketubuh penggunanya," jawab biyao.


"Trimakasih atas informasinya Biyao," ucap Yan Lan kembali.


Biyao segera pergi dari ruangan itu, menuju atap sebuah bangunan tinggi yang tak jauh dari keberadaan Yan Lan dan tetua Liu gang.


Sekitar 20 orang telah berada disana, mereka semua masing masing membawa anak panah dan busurnya.


Dengan cepat Biyao melumpuhkan mereka semua tanpa ada sedikitpun suara teriakan dari mulut mereka.


Sementara itu Yan Lan yang mengetahui semua makanan dan minuman yang berada diatas meja sudah di taburi racun, malah santai dan seperti tidak terjadi apa apa, Yan Lan langsung meneguk anggur yang terisi di gelasnya tanpa tersisa.


"Sepertinya daging rusa ini sangat lezat," ucap Yan Lan sambil makan beberapa potong daging rusa yang tersaji di atas meja.


Melihat hal itu tetua liu gang seperti mendapat angin segar untuk melumpuhkan Yan Lan, dia pun tersenyum penuh kelicikan.


"Silahkan anda mencoba anggur ternikmat yang sekte naga di atas awan miliki," ucap tetua Liu gang.


Ketua Liu gang langsung menuangkan anggur ke gelas kosong milik Yan Lan dari wadah yang lain yang di bawanya.


"Anggur ini merupakan anggur koleksi sekte, yang lebih nikmat dari anggur yang anda minum tadi," ucap tetua Liu gang kembali.


Yan Lan langsung meminum anggur di gelas yang sama untuk kedua kalinya.


Tetua Liu gang kembali tersenyum licik, tak di sangka olehnya, orang yang menjadi pahlawan sekte akan mudah untuk di lumpuhkannya, karena anggur yang di minum Yan Lan barusan mempunyai kepekatan racun yang 3 kali lebih kuat dari racun yang ada di atas meja.


"Mengapa kepalaku menjadi pusing seperti ini, dan pandanganku menjadi berkunang kunang?" tanya Yan Lan.


Melihat keadaan Yan Lan, tetua Liu gang segera bangkit dari duduknya, dan tertawa terbahak bahak memperlihatkan sifat aslinya.