PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Penolakkan


Di dalam diamnya, Yan Lan berfikir jika semua usaha yang di lakukannya selama ini akan menjadi sia sia, mengingat putri Xing Xia Lin saat ini telah mengetahui penyamarannya.


Yan Lan kembali mencari cara agar keberadaannya di istana Giok tak sampai menyebar, apalagi sampai kaisar muda Giok mendengarnya, tentunya hal itu akan membuat Yan Lan akan kesulitan mengetahui keberadaan penjara intan yang selama ini dicarinya.


"Aku tak menyangka kau dapat mengenaliku Lin er, aku sengaja menyamar di istana Giok karena ada hal penting yang harus ku lakukan disini, hanya saja semua hal yang harus kulakukan itu, memerlukan bantuanmu sebagai seorang anggota keluarga di ke kaisaran," ucap Yan Lan sambil membuka seluruh perlengkapan penyamaran yang ada di wajahnya.


Kembali putri Xing Xia Lin menatap pemuda tampan yang ada di hadapannya, teringat kembali bagaimana pemuda itu telah menolaknya mentah mentah beberapa waktu yang silam.


"Katakan apa yang kau inginkan dariku!??" ucap putri Xing Xia Lin yang mulai menguasai dirinya kembali.


"Aku ingin kau membawaku ke penjara intan!" jawab Yan Lan singkat.


Putri Xing Xia Lin berdiri dari duduknya dan berjalan membelakangi Yan Lan.


"Aku tak bisa membawamu kesana, karena penjara itu merupakan penjara utama kekaisaran, hanya orang orang tertentu yang dapat pergi kesana," ucap putri Xing Xia Lin kembali.


Yan Lan ikut berdiri dan segera menghampiri sang putri.


"Hanya kau yang bisa menolongku, karena An lung sekarang ini tengah berada disana," ucap Yan Lan.


"Ha..ha..ha.., tak ku sangka, para Dewa memihak ku, akhirnya seorang kaisar kerajaan Phoenix meminta tolong padaku!!" ucap sang putri.


"Jika aku tak memberitahu keberadaan penjara intan, kau mau apa??" tantang sang putri.


"Jika kau tak memberitahu keberadaan penjara intan padaku, maka terpaksa aku akan sedikit berlaku kasar padamu!!" ucap Yan Lan.


"Silahkan saja..!!, aku tetap tak akan memberi tahukan di mana penjara intan itu!!" ucap sang putri.


Mendengar perkataan sang putri yang tetap gigih dengan pendiriannya, membuat Yan Lan sedikit geram. Yan Lan segera membalikkan tubuhnya dan membelakangi sang putri.


Dengan sekali gerakan tangannya, seluruh pakaian yang di kenakan oleh putri Xing Xia Lin seketika terlepas dari tubuhnya, dan hancur berkeping keping.


"Aw...!!" pekik sang putri.


Seketika wajah putri Xing Xia Lin memerah, karena melihat dirinya sekarang ini, tak mengenakan sehelai benangpun di tubuhnya, sang putri dengan reflek memeluk tubuh dengan kedua tangannya, untuk menutupi bagian sensitif dari tubuhnya.


Putri Xing Xia Lin sebenarnya mau marah dan ingin menyerang Yan Lan, akan tetapi keinginannya itu tak di lanjutkan nya, karena percuma baginya bertarung dengan Yan lan yang tingkat kultivasinya saat ini telah berada jauh di atasnya.


"Cepat katakan atau aku akan bertindak lebih jauh lagi!" ucap Yan Lan.


"Walaupun kau membunuhku, aku tak akan mengatakannya!!" teriak putri Xing Xia Lin.


"Jangan salahkan aku!!" ucap Yan Lan.


Tiba-tiba sebuah bayangan tangan tanpa terlihat wujud tubuhnya, dengan cepat mengarah ke arah tumbuh putri Xing Xia Lin, yang membuat sang putri tak bisa bergerak.


"Hentikan Yan Lan!! apa yang kau lakukan padaku!!" teriak putri Xing Xia Lin yang terus tertawa tanpa bisa di tahannya.


"Aku tak akan menghentikannya, selama kau belum berjanji padaku untuk membawaku ke penjara Intan," jawab Yan Lan.


Sang putri yang benar-benar sudah tak tahan lagi dengan rasa geli di tubuhnya, dengan sangat terpaksa dia harus menyetujui permintaan Yan Lan.


"Baik..!!, Baik..!!, Aku akan membawamu kesana!!" teriak putri Xing Xia Lin yang masih menahan tawa.


Mendengar perkataan sang putri, Yan lan segera menghentikan totokannya, dan melemparkan pakaian bersih ke arah putri Xing Xia Lin yang masih lemas karena terlalu banyak tertawa.


Setelah sang putri memakai pakaian yang di berikan kepadanya, Yan Lan membalikkan badannya perlahan dan menatap kearah sang putri.


"Secepatnya aku ingin kau mengantarku ke sana, aku tak mau kau menunda-nunda nya lagi, karena An lung pastinya sudah sangat menderita di sana," ucap Yan lan.


"Aku memang telah berjanji untuk membawamu ke sana, akan tetapi aku juga meminta satu syarat yang harus kau penuhi, dan kau tak boleh menolaknya," ucap putri Xing Xia Lin.


"Apakah syarat yang kau minta??" tanya Yan Lan menyelidik.


"Aku ingin kau menikahiku, seperti permintaanku waktu itu kepadamu!!" ucap sang putri.


Yan Lan menarik nafas dalam-dalam, dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan.


"Aku tidak bisa melakukan hal itu Lin er, karena aku telah mempunyai 3 istri!!" ucap Yan Lan singkat.


"Apakah aku kurang cantik bagimu kak Yan Lan, sehingga kau selalu menolakku, kau adalah seorang raja, tak masalah bagimu untuk mempunyai istri lebih dari satu, aku juga tak masalah jika kau menjadikan aku sebagai salah satu dari selir mu, asalkan kau selalu cinta dan menyayangiku," ucap putri Xing Xia Lin sambil menundukkan kepala.


Yan Lan tak bisa berkata apa apa, ada rasa iba kepada gadis cantik yang ada di depannya, akan tetapi Yan Lan tak bisa berbuat apa apa, karena dia sudah berjanji kepada kedua istrinya yang berada di di istana Phoenix, Jika dia hanya akan mempunyai 3 istri dan tak lebih.


"Aku tak bisa menjadikanmu selir ku Lin er, kau gadis yang sangat cantik dan juga merupakan seorang putri dari kerajaan yang besar, pasti banyak pemuda tampan yang menaruh hati padamu, dan aku yakin kau akan mendapatkan pemuda terbaik yang kelak akan menjadi suamimu.


Putri Xing Xia Lin menelan ludah dan merasakan getir di hatinya mendengar perkataan Yan Lan, kali ini putri Xing Xia Lin di hadapkan dengan rasa cinta yang bertepuk sebelah tangan, yang membuatnya benar benar merasakan sakit di hati, yang begitu terasa sangat menyiksanya.


Putri Xing Xia Lin mundur menjauhi Yan Lan, air matanya tak terasa jatuh menetes di pipinya.


"Terimakasih kau sudah hadir di hidupku kak Yan Lan, dan terimakasih kau telah berkata jujur dengan menolakku, mungkin di kehidupan yang lain kita akan menjadi pasangan hidup, ini peta menuju ke penjara intan," ucap putri Xing Xia Lin sambil memegang peta dan menelan sebutir pil kedalam mulutnya.


"Apa yang kau lakukan !!" teriak Yan Lan saat melihat tubuh sang putri mulai sempoyongan dan akan ambruk ketanah.


Yan Lan segera menangkap tubuh sang putri, dan mendekapnya.


"Racun...!!, Dia meminum racun yang sangat matikan!!, aku harus segera menolongnya sebelum terlambat.