PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Terkurung


Siang hari, matahari telah berada diatas kepala, terlihat Yan Lan masih mencari keberadaan ke kelima orang yang dekat dengannya, dia adalah Cencen, Qilin, Qing ruo, putri Bilqis dan putri Limudza.


"Mengapa putri Bilqis dan putri Limudza tak menjawab panggilan ku dengan tehnik suara batin?, jangan jangan dewa seiryu benar benar telah menangkap mereka," batin Yan Lan sambil mengepalkan kedua tinjunya erat erat.


Terlihat Yan Lan menarik napas dalam dalam, dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan. "Aku tak menyangka jika Dewa seiryu masih menaruh dendam padaku," batin Yan Lan kembali.


Tiba tiba saja dari kejauhan sayup sayup Yan Lan mendengar adanya suara rintihan dari seseorang. Dengan mengunakan ketajaman indra pendengarannya, Yan Lan mencoba memastikan suara rintihan itu.


"Benar, suara ini merupakan suara rintihan dari seseorang yang tak berdaya, aku harus segera melihatnya," bisik Yan Lan.


Dengan mengunakan tehnik meringankan tubuh, Yan Lan melesat cepat kearah sumber suara.


"Qilin..!!, Cencen..!! Qing ruo..!! apa yang telah terjadi pada kalian?" tanya Yan Lan.


Tak ada jawaban dari mereka bertiga, hanya suara rintihan ketidakberdayaan yang keluar dari mulut mereka.


Melihat hal itu, Yan Lan segera memeriksa keadaan ketiga pengikutnya dengan mendengarkan denyut nadinya.


"Denyut nadi tak stabil, tapi tak ada tanda tanda jika mereka bertiga terluka dalam," ucap Yan Lan.


Yan Lan segera mengeluarkan tiga buah jarum emasnya, dan mengarahkannya langsung pada tubuh ketiga sahabatnya yang tak berdaya.


"Ini adalah racun pelemas tulang, bagaimana mungkin racun itu masuk kedalam tubuh mereka tanpa ada yang mengetahuinya?" batin Yan Lan.


"Aku pernah mendengar tentang racun ini, racun ini merupakan racun yang sangat langka, tanpa rasa serta bau, jika yang terkena racun ini dalam masa 3 hari tanpa penawar, maka yang terkena racun akan segera mati dengan tubuh yang tanpa memiliki tulang sedikitpun, apa yang harus kulakukan? semua ini pasti perbuatan Dewa seiryu," bisik Yan Lan.


Yan Lan segera mengeluarkan semua sumber daya yang dimilikinya, baik yang didapatkan dari Benua permata hijau dan benua semesta biru, maupun yang didapatkannya dari alam reruntuhan.


"Ini yang ku cari, tulang ekor naga es pemberian dari ratu Lily sewaktu berada di alam reruntuhan. Aku akan meracik pil dengan menggunakan tulang ekor naga es, dan akan dimurnikan nya dengan roh jiwa bunga teratai nirwana serta teknik jari matahari yang kumiliki," ucap Yan Lan sambil mengeluarkan tungku Ying dari dalam cincin penyimpanannya.


Dengan cekatan Yan Lan mulai melakukan pemurnian pil, untuk membuat penawar bagi ketiga pengikutnya.


Di tempat lain nun jauh disana, tempatnya di alam bawah tempat raja iblis Azuma berada.


Di dalam sebuah ruangan, terlihat putri Bilqis, putri Limudza dan putri Qian Qin tengah berada di dalam satu ruangan penjara yang sama.


Mereka pun mulai tersadar dari pingsannya.


"Adik di manakah kita?" tanya putri Bilqis pada putri Limudza.


"Sepertinya kita telah disekap oleh seseorang, aku tak tahu apa tujuan nya menyekap kita di tempat ini," jawab putri Limudza.


"Bagaimana mungkin kita bisa disekap tanpa kita mengetahui orang yang melakukan penyergapan itu, aku rasa hal ini telah direncanakan oleh mereka karena dengan sangat mudahnya dapat menangkap kita berdua," ucap putri Bilqis.


"Kau benar kak Bilqis, aku rasa air sungai yang mengalir jernih itu telah ditaburi racun, karena saat itu kita semua telah meminum airnya, dan kurasa semua ini memang telah direncanakan," ucap putri Limudza.


"Hai.., kalian berdua bicara omong kosong apa? kita sekarang berada di alam bawah tempat para iblis berada, karena Dewa yang telah menangkap kita telah bersekutu dengannya," ucap putri Qian Qin.


"Dewa?" ucap putri Bilqis dan putri Limudza bersamaan.


Putri Bilqis dan putri Limudza sama-sama memandangi seorang wanita muda yang sangat cantik, yang juga berada di dalam ruangan itu, sementara putri Qian Qin juga menatap mereka berdua.


"Aku juga disekap di sini, entah apa yang menjadi tujuan mereka menyekap kita di sini," jawab putri Qian Qin.


Tak lama kemudian Dewa seiryu datang menghampiri ketiga tawanannya.


"Ha..ha..ha..!!" ternyata semua istri Yan Lan telah sadar, bagus!! aku akan melihat bagai mana dia akan datang ke tempat ini untuk menyelamatkan kalian, dan saat itulah aku sendiri yang akan membunuhnya," ucap Dewa seiryu.


Ketiga wanita muda yang berada di dalam penjara saling berpandangan satu dengan yang lainnya, setelah mendengar perkataan pemuda yang berada di luar penjara, mereka tak menyangka jika mereka bertiga mencintai satu orang yang sama.


"Kalian berdiskusi lah untuk membahas masa depan kalian selanjutnya, karena kalian bertiga akan selamanya berada di sini. Aku akan menjadikan kalian bertiga budak ku untuk melayaniku kapanpun aku mau, untuk malam nanti aku akan membutuhkan salah satu dari kalian untuk menghangatkan ranjang ku, ha..ha..ha..!!" tawa Dewa seiryu sambil berlalu pergi.


"Kurang ajar!! laki laki bejat, awas saja jika kau berani menodai ku maka aku akan selalu memburu dan menghantui hidupmu selama aku hidup," maki putri Qian Qin.


"Dan kalian berdua, berani beraninya kalian memperdaya kak Yan Lan hingga dia jatuh cinta pada kalian berdua," hardik putri Qian Qin.


Putri Bilqis yang mendengar perkataan kasar itu langsung naik pitam.


"Jaga perkataan mu!!, ingat kak Yan Lan adalah seorang kaisar dan sangat pantas dia memiliki istri lebih dari satu, kak Yan Lan pernah mengatakan padaku jika istri pertamanya adalah wanita yang mempunyai sopan santun dan tidak arogan sepertimu!!" jawab putri Bilqis.


"Berani sekali kau mengatakan ku arogan, aku Qian Qin tak akan pernah memaafkan perkataan ini!!" ucap putri Qian Qin dengan rasa cemburu yang besar.


Dengan amarahnya, putri Qian Qin langsung menyerang putri Bilqis dengan serangan serangan yang sangat matikan.


"Hentikan pertarungan ini!!" teriak putri Limudza sambil mengeluarkan aura Dewi ular 7 warna yang di milikinya.


"Kalian berdua jangan seperti anak-anak, masalah ini pasti dapat dipecahkan dengan kepala dingin," ucap putri Limudza.


Merasakan kekuatan yang sangat kuat keluar dari dalam tubuh putri Limudza, kedua wanita yang tengah bertarung seketika itu menghentikan serangannya.


''Kakak Qian Qin apa kau tak sadar dengan dirimu?, kau juga telah merampas hak istri pertama kak Yan Lan, dengan menjadikan kak Yan Lan suamimu, dan sekarang ini apa bedanya kami berdua dengan kau dimata istri pertama kak Yan Lan?" tanya putri Limudza.


"Untuk saat ini kita kesampingkan dulu masalah ini, yang harus kita pikirkan sekarang, bagaimana cara untuk bebas dari penjara ini, agar kak Yan Lan tak sampai datang ketempat ini, karena Dewa itu pasti telah ah mempunyai cara untuk menghancurkan kak Yan Lan," ucap putri Limudza kembali.


Putri Qian Qin terdiam, dan membenarkan semua perkataan salah satu wanita muda yang ada di hadapannya, tak lama kemudian putri Qian Qin berjalan menuju kearah jeruji besi penjara, sesaat dia memandangi jeruji besi itu. Tak lama kemudian aura yang kuat keluar dari dalam tubuh putri Qian Qin.


"Aku akan menghancurkan jeruji penjara ini, walaupun dengan resiko yang tinggi, Karena aku tahu jeruji penjara ini bukankah jeruji biasa," batin putri Qian Qin.


"Hentikan kak Qian Qin!! jangan kau hancurkan jeruji penjara ini, jika kau melakukannya maka kau nanti akan terluka!!" cegah putri Limudza.


Apa yang diucapkan putri Limudza, tak digubris oleh Putri Qian Qin, dia tetap ingin menghancurkan jeruji penjara itu.


Saat putri Limudza ingin mencegah putri Qian Qin kembali, dengan cepat Bilqis mencegahnya dan berkata.


"Adik biarkan saja dia, tak mungkin kita dapat mencegah wanita keras kepala seperti itu!!" ucap putri Bilqis.


Mendengar hal itu, putri limudza pun terdiam di tempatnya, dengan tetap menatap kearah putri Qian Qin.


"Tingkat peri bulan suci.., ternyata wanita itu juga merupakan seorang Dewi," batin putri Limudza yang mengukur tingkat kekuatan putri Qian Qin.