PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Kemunculan Pengikut iblis


Yan Lan menatap ke arah kera bertaring yang terus memukul mundur para penyerang sekte, di mana serigala mata merah satu persatu tumbang di keroyok oleh binatang buas kera bertaring yang kini memihak Yan Lan.


Hal ini membuat resah para petinggi klan tebing angin yang hanya tinggal beberapa saja menjadi resah, apalagi mereka mengetahui jika wakil ketua klan dan para petinggi klan lainnya telah mati.


Di saat yang bersamaan Yan Lan melihat kedatangan Leo dan Jatayu, Leo mengungkapkan jika Jatayu ingin mengikutinya dan berkeinginan untuk melakukan ikatan darah dengan Yan Lan.


Yan Lan menyambut kedatangan Jatayu dengan hangat, baginya binatang surgawi yang merupakan raja para burung itu bisa membantunya di suatu hari kelak.


"Apakah engkau bersedia melakukan kontrak darah denganku Jatayu?" tanya Yan Lan.


Jatayu memalingkan wajahnya ke arah Leo, dan Leo pun menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya.


"Saya bersedia melakukan kontrak ikatan darah dengan anda tuan muda," jawab Jatayu mantap.


Yan Lan tersenyum menatap Jatayu, dan akhirnya Jatayu pun melakukan kontrak darah dengan Yan Lan.


Jatayu telanlah pil esensi roh surgawi ini, ini akan membantumu memulihkan stamina dan luka lukamu.


Jatayu pun menerima pil pemberian Yan Lan dan segera menelannya.


Benar saja apa yang di katakan oleh Yan Lan, kondisi Jatayu yang lemah seketika pulih dan luka lukanya pun sembuh, hal ini membuat Jatayu semakin yakin jika pemuda yang ada di hadapannya itu pantas untuk menjadi sahabat dan tuan mudanya.


"Kau tak usah khwatir dengan keberadaan ketua Tiatiau, saat ini dia telah berhadapan langsung dengan patriack sekte naga diatas awan, tak akan mungkin baginya untuk bisa menang bertarung melawan patriack Pingyin Qin," ucap Yan Lan meyakinkan Jatayu yang terlihat resah.


Jatayu menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Yan Lan.


"Saat ini kita harus menghancurkan para penyerang tanpa tersisa, agar kedamaian di dataran puncak Awan langit bisa kembali lagi," jawab Yan Lan.


"Baik tuan muda!!" ucap Leo dan Jatayu bersamaan.


Jatayu dan Leo pun langsung menuju ke arah pertempuran dan mulai menghabisi para penyerang yang ada.


Yan Lan yang melihat Qian Qin bingung dengan apa yang dilihatnya, segera menghampirinya.


"Kau tak usah memikirkan apa yang telah kulakukan pada kedua sahabatku itu, yang terpenting sekarang sekte naga di atas awan bisa memenangkan pertarungan ini agar tercipta kedamaian di dataran puncak Awan langit ini," ucap Yan Lan sambil tersenyum dan mengedipkan mata nya.


"Deg..!! Deg...!!" Qian Qin merasakan jantungnya berdegup kencang melihat apa yang di lakukan oleh Yan Lan.


"Ada apa dengan ku, mengapa jantungku jadi berdegup kencang seperti ini, apa kah aku mulai jatuh cinta pada Yan Lan?" batin Qian Qin.


"Nanti akan ku jelaskan semua padamu, saat ini lebih baik kita memusnahkan para penyerang itu, dan kau jangan terlalu jauh dariku," ucap Yan Lan sambil kembali tersenyum manis pada Qian Qin.


Yan Lan dan Qian Qin kemudian melesat kearah serigala mata merah dan mulai menghabisinya satu persatu.


Qian Qin begitu merasa nyaman dengan keberadaan Yan Lan di dekatnya, dia tak takut akan terjadi hal buruk padanya selama pemuda tampan itu berada di sisinya.


"Aku rasa aku sudah merasakan jatuh hati pada Yan Lan, bagai mana ini, apa kah dia merasakan seperti apa yang tengah kurasakan," batin Qian Qin.


Qian Qin terus bertempur melawan para serigala mata merah, dengan tanda tanya dihati tentang perasaan yang di rasakan nya kepada Yan Lan.


Dengan bantuan Jatayu dan Leo perlahan lahan tapi pasti, sekte naga diatas awan berhasil memukul mundur pasukan penyerang.


Sementara itu pertarungan antara kedua pemimpin sekte dan klan semakin memuncak, patriack Pingyin Qin telah mengeluarkan seluruh kekuatan besar yang menjadi andalannya.


Seekor naga emas terus menyerang ketua Tiatiau yang membuat ketua Tiatiou terdesak hebat, hal ini mengakibatkan ketua Tiatiau terpuruk dan segera mengeluarkan naga angin yang menjadi andalannya agar bisa mengimbangi serangan dari patriack Pingyin Qin.


Naga angin yang di miliki oleh ketua klan Tiatiou saling serang dengan naga emas, yang membuat awan di langit berkumpul menjadi tebal dan menimbulkan petir yang terus menyambar nyambar kesegala arah.


Pertarungan itu membuat kehancuran bagi para pasukan klan tebing angin, maupun pasukan tempur sekte naga di atas awan.


"Cepat cari perlindungan masing masing!!" teriak wakil ketua sekte.


Pasukan naga emas segera mundur dan menjauh dari pertempuran setelah mendengar perintah dari orang nomor dua di sekte naga diatas awan.


Akan tetapi hal buruk terjadi pada pasukan klan tebing angin, karena kehilangan para petingginya yang telah mati membuat mereka semua tetap bertahan sehingga terkena sambaran petir dari pertarungan antara ketua Tiatiau dan patriack Pingyin Qin.


Pasukan klan tebing angin kocar kacir, teriakan menyayat hati keluar dari mulut mereka yang terluka, sementara pasukan yang tersisa memilih untuk melarikan diri masuk kedalam hutan.


Kini tinggal Patrick Pingyin Qin dan ketua Tiatiou yang bertarung, tampak terlihat ketua klan tebing mulai terdesak hebat, naga angin yang di milikinya pun mulai memudar.


"Kurang ajar..!!!" jika terus begini aku akan kalah, walaupun aku harus mati, aku akan membawa Pingyin Qin ikut mati bersamaku, aku harus segera melakukan Penyerahan jiwa," batin ketua Tiatiou.


Tak lama kemudian tubuh ketua klan Tiatiou berubah menjadi merah dan lebih besar dari tubuh sebelumnya, di atas kepalanya seketika mencuat keluar dua buah tanduk yang membuat wajah ketua Tiatiou berubah menjadi sangat menyeramkan.


"Iblis!!!" teriak Leo dan Jatayu bersamaan, hal ini membuat Yan Lan menatap kearah kedua binatang surgawi sahabatnya itu.