PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pertempuran 3


Qian Qin sangat terkejut dengan kedua orang wanita yang baru saja membantunya, dia merupakan kedua istri dari suaminya yang bernama Yan Lan.


Qian Qin jangan melamun saja disitu, cepat pulihkan dirimu kami berdua akan melindungi mu!!" teriak Yan Ling.


Mendengar perintah dari Yan Ling, tanpa banyak kata Qian Qin segera menelan sebuah pil dan membentuk segel pelindung di sekitar dia berada, dan mulai melakukan penyerapan Qi di tempat itu.


Sementara itu Yan Ling dan Yun er sendiri, melindungi Qian Qin yang sedang melakukan penyerapan Qi, dari binatang roh iblis yang mencoba mendekatinya.


Melihat wanita yang mereka incar sedang melakukan penyerapan Qi, kedua komandan iblis dan beberapa binatang roh yang bersama dengan mereka berdua, tak tinggal diam, mereka semua langsung menyerang dengan ganas ke arah 2 wanita yang sedang melindungi Qian Qin.


Pertempuran sengit pun kembali terjadi, bukan hal mudah bagi komandan iblis dan binatang roh yang bersamanya, untuk menaklukkan Yan Ling dan Yun er yang sedang melindungi Qian Qin, karena sekarang ini keduanya telah mencapai kekuatan di tingkat Qi alam menengah.


Pertempuran yang terjadi membuat beberapa dari binatang roh iblis mati, akibat serangan-serangan yang dilakukan oleh kedua wanita yang semakin ganas menyerang kearah komandan dan binatang roh iblis.


Dari kejauhan salah seorang komandan iblis melihat pertempuran yang membuat kedua rekannya terpuruk, dan dengan cepat dia pun datang membantu untuk menghadapi ke 2 wanita yang tengah bertarung dengan kedua rekannya itu.


Alhasil Yan Ling dan Yun er kini mendapatkan perlawanan sengit dari 3 orang komandan iblis yang menyerang mereka berdua secara bersama-sama. Beberapa waktu kemudian, Yan Ling dan Yun er mulai terlihat terdesak, yang membuat mereka berdua harus bersusah-payah menghadapi gempuran gempuran dari ketiga komandan iblis, yang juga mempunyai kemampuan di atas rata-rata.


Saat Yun er dan Yan Ling mulai terpuruk dan terdesak hebat, tiba-tiba saja sebuah pedang yang mengeluarkan cahaya emas menyala, melayang di udara dan membantu kedua wanita istana Phoenix itu dalam menghadapi ketiga komandan iblis, hingga pertarungan pun kembali berimbang.


Sesaat kemudian, Qian Qin tiba-tiba saja muncul dan memegang pedang emas yang melayang tadi, dan kemudian menyerang ke arah ketiga komandan iblis yang berada di hadapannya.


Yan Ling dan Yun er tak tinggal diam, mereka berdua ikut membantu Qian Qin yang duluan menyerang ke arah 3 komandan iblis yang berada di hadapan mereka.


Tak khayal lagi, dengan hadirnya Qian Qin membuat pertarungan itu menjadi berat sebelah, walaupun bulan merah terus memberikan energi kepada ketika komandan iblis, tetap saja mereka bertiga tak mampu untuk menahan gempuran gempuran dari ketiga wanita yang menjadi lawan tarung mereka, yang membuat ketiga komandan iblis pun akhirnya meregang nyawa di tangan ketiga wanita yang merupakan istri Yan Lan.


"Terimakasih karena kalian berdua telah membantu saya untuk menghadapi komandan iblis dan pasukannya," ucap Qian Qin.


"Jangan sungkan begitu, kau merupakan istri dari suamiku, berarti kau adalah saudara kami, tapi ingat ada batasan yang tak boleh kau langgar, walaupun kemampuanmu lebih hebat dari kami berdua akan tetapi, kau juga perlu ingat jika aku Yan Ling ada lah istri pertama kak Yan Lan," ucap Yan Ling dengan senyum di bibirnya.


"Dan aku Yun er, adalah istri kedua kak Yan Lan," sambung Yun er.


"Jika begitu halnya berarti aku Qian Qin adalah istri ketiga kak Yan Lan," ucap Qian Qin.


Mereka bertiga akhirnya tertawa bersama hingga tercipta suasana keakraban di antara mereka.


"Ayo..!! kita habisi para binatang roh yang masih tersisa!! ucap Yan Ling yang kini melesat ke arah binatang roh bangsa iblis. Mereka bertiga akhirnya bersama-sama bertempur untuk memusnahkan musuh-musuh istana phoenix.


*****


dan jatayu kembali memimpin armada tempur udara istana Phoenix.


Yan Lan duduk di singgasananya, dan memanggil seluruh petinggi istana phoenix serta para sekutunya untuk membicarakan hal penting di sana.


"Aku ingin pagi ini seluruh armada tempur yang ada, kembali ke dalam kota phoenix, tutup seluruh gerbang yang ada dan pasang segel pelindung kota,'' ucap Yan Lan.


"Mengapa kita harus menarik seluruh pasukan ke dalam kota yang mulia, apakah kita akan membiarkan mereka menghancurkan kota ini," ucap penasehat Yan Lou.


Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


"Aku telah mempertimbangkan dan telah memikirkan dengan matang keputusan yang ku ambil ini, coba kalian pikirkan mengapa sampai saat ini para petinggi bangsa iblis tak ada satupun yang keluar untuk menyerang kita, coba kita lihat sekarang mengapa hanya ada komandan iblis yang bertempur melawan kita? aku rasa semua ini telah direncanakan oleh para petinggi bangsa iblis, agar penyerangan mereka sekarang dapat membuat pasukan kita kelelahan, dengan begitu mereka nantinya akan mudah menghancurkan armada tempur kita, jadi aku putuskan untuk bertempur melawan mereka setelah pasukan inti dari bangsa iblis yang datang menyerang," jawab Yan Lan.


Apa yang dikatakan Yan Lan, membuat mata mereka semua terbuka, setelah mencerna keadaan yang ada, para petinggi istana Phoenix, dan para petinggi sekutu istana phoenix akhirnya menyadari apa yang telah dikatakan oleh Yan Lan benar adanya.


Mereka semua sangat kagum dengan kecerdasan sang Kaisar, yang membuat mereka semua akhirnya menyetujui apa yang menjadi pemikiran sang Kaisar istana Phoenix.


Setelah pertemuan itu, kelima Jenderal kembali pada gerbang masing-masing, dan melakukan penyegelan di seluruh dinding kota phoenix, dan dibantu dengan seluruh petinggi sekutu istana phoenix.


Yan Lan sendiri melayang ke atas array yang telah dibentuknya yang berada di tengah-tengah kota. Dengan kekuatan dewanya Yan Lan melakukan penyegelan segel pelindung di seluruh wilayah kota, agar kota phoenix tak dapat ditembus dengan mudah oleh pasukan iblis yang dipimpin oleh Komandan iblis.


Setelah semuanya selesai, Yan Lan kembali menyuruh seluruh armada tempur miliknya beristirahat, untuk memulihkan diri dari rasa lelah karena telah berhari-hari bertempur.


Di tempat lain, di istana iblis yang berpusat di tengah hutan yang tak pernah dikunjungi oleh manusia, raja iblis yang merupakan kloning dari raja iblis Azuma, mempertanyakan mengapa seluruh armada tempur istana pheonix ditarik mundur kepada kedua jendralnya.


"Apa yang sebenarnya telah terjadi? mengapa istana phoenix menarik mundur pasukannya?" tanya raja iblis Azuma.


"Yang mulia sepertinya mereka telah mengetahui rencana kita, dan kita harus secepatnya memikirkan rencana kedua karena bulan merah sebentar lagi akan berakhir," jawab jendral iblis Digeon.


"Berarti Yan Lan setelah mengetahui rencana awal kita, jika begitu halnya maka tak ada jalan lain, malam nanti kita harus mengerahkan seluruh pasukan inti untuk menggempur kota phoenix, sebelum para pasukan yang dimiliki istana Phoenix kembali segar bugar karena dapat beristirahat dengan cukup," ucap raja Azuma.


"Baik yang mulia," ucap kedua Jendral istana iblis.


Bersambung...


Author telah membuat 2 episode perharinya sesuai dengan permintaan sahabat semua, jadi dukung author dengan memberikan like, vote dan komentar, terimakasih.