
Setelah mendapatkan dan menyerap pil eleksir yang di berikan oleh Yan Lan, keadaan Yan Ling berangsur angsur mulai membaik.
Sore beranjak malam, pasangan muda mudi yang tak lain adalah Yan Lan dan Yan Ling saling bercanda dan bercerita tentang perjalanan mereka selama ini di depan api unggun yang di buatnya.
Mereka duduk berdekatan satu dengan yang lainnya. Yan Ling tak malu malu lagi menunjukkan perhatiannya dengan merebahkan kepalannya di bahu kiri Yan Lan, dan memeluk lembut legan kirinya.
Tak lama mereka diam membisu, larut dalam pikiran mereka masing masing.
Yan Lan mengingat kembali masa masa tersulit dan tersakit di kehidupan masa lalunya, dimana dia masih tinggal di dalam klan Glasier dan menjadi salah satu murid yang tak di anggap di sana, walaupun Yan Lan sendiri merupakan anak dari bekas ketua klan dan generasi pendiri klan Glasier terdahulu.
Saat orang orang seusianya membenci dan menindas nya bahkan ada yang ingin membunuh serta menganggapnya sampah yang tak berguna di klan Glasier, Yan Ling adalah orang yang selalu ada baginya untuk menghibur dan menjaganya.
"Kaka Yan lan, apabila suatu hari nanti kakak sudah menjadi kultivator hebat di benua permata hijau, pasti kakak Yan Lan akan melupakanku," ucap Yan Ling di suatu hari saat mereka sedang duduk berdua di taman samping rumah ketua Yan Lao.
"Jikalau memang cita citaku menjadi kultivator terhebat di benua permata hijau tercapai, aku tak akan pernah melupakanmu Ling er, dan aku pasti akan menjagamu selalu," ucap Yan Lan.
"Benarkah kau akan menjagaku Kaka Yan Lan?" tanya Yan ling memastikan ucapan pemuda yang ada dihadapannya.
"Aku akan menjagamu," ucap Yan Lan mantap.
"Terimakasih kakak Yan Lan, aku sangat bahagia mendengarnya," ucap Yan Ling sambil mengembangkan senyum manisnya.
"Kakak Yan Lan.. kakak Yan Lan..., suara seorang wanita memanggil Yan Lan.
Yan Lan tersentak dari lamunannya, dia menatap Yan Ling yang berada disisi kirinya.
"Ada apa Ling er?" tanya Yan Lan.
"Kakak Yan sepertinya ada yang sedang menuju kemari!! jawab Yan Lin.
Yan Lan menajamkan pandangannya kedepan.
"Sepertinya ada 2 orang yang datang kesini," batin Yan Lan.
Yan Lan segera meningkatkan kewaspadaannya begitu pun dengan Yan Ling.
Maaf saudaraku kami ber 2 mengganggu peristirahatan kalian, namaku Fang Lang dari klan Fang dan ini saudara Chen long dari klan chen," ucap Fang Lang menggenggam tinjunya dan memberi hormat, yang di ikuti oleh Chen long di belakangnya.
Namaku Lan Yan dan ini Yan Ling kami berdua dari klan Glasier," ucap Yan Lan.
"Saudara Lan Yan kami datang kemari dengan tujuan untuk membeli inti binatang roh yang ada pada kalian, karena selama kami berdua berada di dalam bukit roh tak satupun dari kami berdua menemukan binatang roh yaitu macan api," ucap Chen long.
"Aku tidak menjual inti binatang roh yang ada padaku, karena kami berdua juga memerlukannya," jawab Yan Lan.
Fang Lang dan Chen long saling berpandangan, mereka berdua menatap kearah Yan Lan dan memprediksi tingkat kultivasi pemuda yang berada di hadapannya itu.
"Sementara kami berdua sendiri berada pada kultivasi Qi Awan bintang 2, sangat mudah bagi kami berdua untuk meringkus mereka dan merampas batu inti binatang roh yang ada padanya, tapi tunggu mengapa Lan Yan begitu sangat tenang seakan tingkat kultivasi yang kami miliki tak membuatnya takut, aku jangan gegabah menyingkapi hal ini," batin Chen long kembali.
"Kalau begitu kami berdua mohon diri untuk melanjutkan perjalanan mencari inti binatang roh," ucap Fang Lang.
Kedua pemuda itu membalikkan badan dan berlalu pergi.
"Tunggu saudara Fang, saudara Chen, karena kalian berdua telah menganggap kami saudara, hal ini bisa kita bicarakan kembali," ucap Yan Lan.
Mereka ber 4 akhirnya berkumpul di depan api unggun untuk membicarakan kembali tentang batu inti roh, yang merupakan syarat untuk lulus dari tes selanjutnya yang di tetapkan oleh pagoda 9.
"Aku tak ingin menjual batu inti binatang buas yang ada padaku, akan tetapi aku akan menukar dengan batu inti roh yang ada pada kalian," ucap Yan Lan.
"Aku tak keberatan dengan hal itu saudara Lan Yan, yang penting kami berdua bisa lolos dari tes ini," ucap Chen long.
"Karena itu sudah keputusan dari kalian baiklah," ucap Yan Lan.
Yan Lan segera mengeluarkan 2 buah batu inti binatang buas dari dalam cincin ruangnya kedalam genggamannya.
Kedua kultivator muda itu dan Yan Ling sendiri terkejut dengan cincin ruang yang di kenakan oleh Yan Lan, setahu mereka cincin ruang itu hanya ada 3 di benua permata hijau.
"Ternyata Yan Lan bukan lah orang biasa, terbukti dia memiliki cincin ruang di jari tangannya, untung aku tak gegabah untuk menyerangnya," batin Chen long.
"Kami mempunyai 3 buah batu inti roh kaktus 7 warna dan 3 buah batu inti roh sulfur malam," ucap Fang Lang.
"Kalau begitu kita barter saudara Fang, silahkan ini adalah batu roh binatang buas dari macan api yang kalian butuhkan," ucap Yan Lan.
Setelah mereka saling bertukar batu inti roh, yan Lan tiba tiba menatap tajam ke arah Fang Lang.
"Saudara Fang Lang apakah selama ini lengan kananmu terasa keram saat melakukan kultivasi hingga kau susah untuk fokus," ucap Yan Lan.
Fang Lang tersentak kaget, selama ini hanya dia yang mengetahui penyakit dalam melakukan kultivasi yang di deritanya.
"Benar saudara Lan Yan, selama ini hanya aku yang mengetahui penyakit dalam melakukan kultivasi yang ku derita," jawab Fang Lang
"Aku akan menyembuhkanmu setelah kita keluar dari tempat ini, karena bahan inti roh yang ada pada kita sudah lengkap, lebih baik kita segera keluar dari bukit roh ini," ucap Yan Lan.
"Baik saudara Lan Yan," jawab Fang Lang sambil menggenggam tinjunya memberi hormat.
Akhirnya mereka berempat memecahkan batu permata yang ada pada mereka untuk meninggalkan bukit roh.
Yan Lan sendiri mengambil batu permata yang ada pada mayat klan Glasier yang di bunuh oleh Dong Kun, untuk untuk bisa keluar dari dalam bukit roh.