GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 95. Kekacauan


***Di depan pintu masuk Portal Rahasia***


Yang Ruo Li penasaran dengan rencana jahat apa yang sedang dirundingkan oleh rombongan Fu Jiu Yun dengan serius. Mata gadis muda itu berbinar-binar karena menemukan rencana untuk menyelidikinya.


"Kak Feng Teng, Fu An! Ikut aku ke sana!" ajak Yang Ruo Li sambil menunjuk ke arah rombongan Fu Jiu Yun.


"Baik, Nona Ruo Li!" jawab Feng Teng dan Fu An dengan patuh.


Yang Ruo Li mengeluarkan empat lembar jimat berwarna merah dari dalam cincin penyimpan batu giok.


"Ini jimat penghilang wujud. Efeknya dua puluh menit," ucap Yang Ruo Li sambil memberikan jimat ke Feng Teng dan Fu An.


Feng Teng dan Fu An memberikan tatapan kagum kepada Yang Ruo Li. Gadis muda itu mempunyai banyak keahlian yang luar biasa. Tidak heran jika tuan mereka bisa menyukainya.


Feng Teng dan Fu An menempelkan jimat merah itu ke tubuh masing-masing, sedangkan Yang Ruo Li menempelkan jimat ke tubuhnya dan cangkang Xue Qiu.


Kelebihan lain jimat penghilang wujud buatan Yang Ruo Li adalah sesama pemakai jimat itu bisa saling melihat satu sama lain.


Yang Ruo Li berjalan menghampiri rombongan Fu Jiu Yun sambil memeluk Xue Qiu dan diikuti oleh Feng Teng serta Fu An.


"Tetua Klan Peng! Tetua Klan Yang! Kita bersama-sama membunuh pasukan yang ada di formasi. Begitu formasi mereka kacau maka Kura-Kura Hitam akan menghabisi pria misterius itu terlebih dahulu," kata Tetua Huo Guang.


"Baik, Tetua Huo Guang!" jawab serentak para Tetua Klan Peng dan Tetua Klan Yang.


Semua Tetua Klan Keluarga terpandang di Kota Shang Ri La sudah bergabung dengan rombongan Fu Jiu Yun. Klan Peng, Klan Yang, dan Klan Li masing-masing mengutus dua orang Tetua, sedangkan Klan Huo seharusnya empat orang Tetua yang hadir menjadi tiga orang karena Tetua Huo Si Yan dibunuh oleh Li Zhe Liang.


Tetua Huo Guang tidak mengajak Tetua Klan Li untuk ikut menyerang pasukan formasi karena keunggulan Tetua Klan Li adalah membuat formasi dan sangat dibutuhkan oleh mereka nantinya untuk masuk ke dalam portal rahasia.


"Aku dan para pengawal akan menghadapi sisa pasukan supaya mereka tidak bisa membantu pria misterius itu," kata Fu Jiu Yun.


"Baik, Tuan muda Fu Jiu Yun!" jawab serentak rombongan Fu Jiu Yun.


Rencana rombongan Fu Jiu Yun tentu saja terdengar jelas oleh Yang Ruo Li, Feng Teng, dan Fu An. Wajah mereka bertiga menjadi tegang, tetapi dengan cepat senyuman tipis mengembang di sudut bibir Yang Ruo Li.


Gadis muda itu mempunyai rencana yang cemerlang dan mencabut bulatan kecil berwarna hitam dari cangkang Xue Qiu untuk membuktikan apakah rencananya bisa berjalan atau tidak.


Bulatan kecil hitam itu adalah perubahan wujud dari jimat penghilang spiritual yang sebelumnya ditempelkan Yang Ruo Li ke tubuh Xue Qiu untuk menutupi aroma harum Xue Qiu.


Jika dilepaskan dari cangkang Xue Qiu, tentu saja aroma harum itu akan menyebar lagi.


Tepat seperti dugaan Yang Ruo Li. Kura-Kura Hitam yang sedang bertarung dengan Li Zhe Liang mencium aroma harum Xue Qiu sehingga menoleh ke arah rombongan Fu Jiu Yun.


Yang Ruo Li menempelkan kembali bulatan kecil hitam ke cangkang Xue Qiu. Kura-Kura Hitam mendengus kesal karena aroma manis itu hilang seketika sehingga dirinya melampiaskannya dengan melancarkan serangan gencar ke Li Zhe Liang dan tentu saja berhasil dihindari oleh pria dingin itu.


Yang Ruo Li memberi isyarat tangan ke Feng Teng dan Fu An untuk mengikutinya berjalan menjauhi rombongan Fu Jiu Yun.


***


"Kalian berdua tunggu sebentar," kata Yang Ruo Li ke Feng Teng dan Fu An.


"Xue Qiu! Kamu bisa pipis atau mau nangis?" tanya Yang Ruo Li.


"A…..apa maksud nona?" tanya Xue Qiu terbata-bata.


"Aku ingin menggunakan sesuatu dari bagian tubuhmu untuk memancing Kura-Kura Hitam. Cepat pilih salah satu. Waktu kita terbatas," kata Yang Ruo Li.


"Pi…pipis aja!" jawab Xue Qiu spontan.


Tentu saja Xue Qiu memilih pilihan pertama karena pilihan kedua sangat berbahaya. Bisa-bisa Yang Ruo Li memukulnya untuk membuatnya menangis.


Yang Ruo Li sekilas melihat cangkang telur salju putih merona merah.


"Ha ha ha! Ternyata Xue Qiu bisa merasa malu juga!" ucap Yang Ruo Li.


Tanpa membuang waktu lagi, Yang Ruo Li mengeluarkan dua buah saputangan dari cincin penyimpan batu giok dan meletakkannya di bawah cangkang Xue Qiu. Beberapa detik kemudian kedua saputangan itu sudah basah.


Gadis muda itu memasukkan kedua saputangan ke dalam dua botol berukuran sedang dan mencampurkan sejumlah air di dalam kedua botol sebelum menyerahkan kedua botol tersebut ke Feng Teng dan Fu An.


"Feng Teng, Fu An! Tuangkan ke pakaian rombongan Fu Jiu Yun dengan cepat!" perintah Yang Ruo Li.


Feng Teng dan Fu An langsung mengerti maksud perkataan Yang Ruo Li dan segera pergi melaksanakan perintahnya. Yang Ruo Li berjalan kembali ke tempat rombongan Fu Jiu Yun khususnya berdiri tepat di samping Yang Rong Le .


Gadis muka tembok itu masih menatap tanpa berkedip ke arah Li Zhe Liang. Yang Ruo Li melepaskan bulatan kecil hitam dari cangkang Xue Qiu sambil tersenyum lebar.


Kura-Kura Hitam menoleh ke arah rombongan Fu Jiu Yun. Kali ini Kura-Kura Hitam mengeluarkan suara yang keras. Bahkan ular yang melilit ditubuhnya juga mendesis.


Tanpa membuang waktu lagi Kura-Kura Hitam berlari ke arah rombongan Fu Jiu Yun dengan cepat.


"Apa yang terjadi? Kenapa Kura-Kura Hitam ingin menyerang kita?" teriak Huo Si Cheng dengan panik.


Huo Si Cheng mendekati Yang Rong Le dan berlindung di balik tubuh gadis muka tembok itu tanpa merasa malu.


"Anggota Keluarga Klan Huo sangat luar biasa tidak tahu malu nya," kata hati Yang Ruo Li sambil menggelengkan kepala.


Fu Jiu Yun mengira Kura-Kura Hitam menyadari keberadaan mereka sehingga ingin menakuti mereka supaya tidak berani mendekati pintu masuk portal rahasia.


Kura-Kura Hitam tiba-tiba berhenti di depan rombongan Fu Jiu Yun di jarak sepuluh langkah kaki sehingga membuat mereka semua menarik napas lega karena mengira perkataan Fu Jiu Yun benar .


"Kura-Kura Hitam akan balik ke tempat semula," kata hati rombongan Fu Jiu Yun.


Dugaan mereka tentu saja salah besar. Yang Ruo Li sudah menempelkan kembali bulatan kecil hitam itu ke cangkang Xue Qiu dan bergabung dengan Feng Teng serta Fu An yang sudah selesai menjalankan perintah gadis muda itu. Hanya pakaian Fu Jiu Yun dan para Tetua Klan saja yang tidak terkena percikan pipis Xue Qiu. Feng Teng dan Fu An tidak mau mengambil resiko dan Yang Ruo Li memakluminya.


Kura-Kura Hitam berhenti karena aroma harum dan lezat itu menghilang lagi. Kura-Kura Hitam merasa dipermainkan sehingga kemarahannya memuncak dan membuatnya menyerang rombongan Fu Jiu Yun tanpa ampun.


"LARI!"


"LARI!"


"LARI!"


Anggota rombongan Fu Jiu Yun yang ketakutan berteriak keras dan berlari kocar-kacir menghindari serangan Kura-Kura Hitam.


Puluhan anggota rombongan Fu Jiu Yun yang berhamburan itu diserang dengan mudah oleh Kura-Kura Hitam yang mengamuk. Dalam sekejap mata jasad-jasad mereka sudah terkapar di tanah.


"JANGAN LARI! LAWAN KURA-KURA HITAM!" teriak Fu Jiu Yun.


Teriakan Fu Jiu Yun membuat anggota rombongan yang masih hidup tersadar dari kepanikan dan berkumpul untuk melawan Kura-Kura Hitam. Akan tetapi, aroma pipis Xue Qiu yang berada di pakaian mereka mulai menguap ke udara sehingga membuat Kura-Kura Hitam semakin menyerang mereka dengan ganas.


Para Tetua Klan, Fu Jiu Yun, serta kultivator tingkat tinggi berusaha melawan Kura-Kura Hitam yang mengamuk. Mereka berbaris panjang dan ingin mengikuti cara Li Zhe Liang membuat formasi.


Tentu saja Yang Ruo Li tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Gadis muda itu menyelinap di dalam barisan dan berlari mengelilingi mereka satu persatu sambil mencabut bulatan kecil hitam dari cangkang Xue Qiu dan menempelkannya kembali.


Yang Ruo Li melakukannya berkali-kali sehingga aroma harum Xue Qiu semakin menempel ke anggota rombongan Fu Jiu Yun.


Pada akhirnya rombongan Fu Jiu Yun tidak berhasil membuat barisan formasi. Kekacauan besar terjadi di sana diiringi suara jeritan kesakitan. Bahkan Huo Si Cheng dan Yang Rong Le juga terkena serangan dari Kura-Kura Beracun dan terhempas jauh entah ke mana.


***


Chong Yun berjalan menghampiri Li Zhe Liang dengan tergesa-gesa.


"Zhe Liang! Apa yang kamu lakukan sehingga Kura-Kura Hitam mengejar mereka?" tanya Chong Yun penasaran.


Chong Yun mengetahui dari Lu Jing bahwa ada rombongan lainnya yang ingin mendapatkan api surgawi sehingga dirinya mengira Li Zhe Liang melakukan sesuatu terhadap Kura-Kura Hitam sehingga hewan roh suci legenda itu menyerang rombongan Fu Jiu Yun dengan ganas.


Li Zhe Liang terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Chong Yun. Pikiran pria dingin itu teringat akan gadis muda yang selalu memberikan kejutan yang berbeda. Hanya Yang Ruo Li seorang saja yang bisa membuat keajaiban terjadi tanpa dapat diduga oleh siapa pun.


"Li Er!" kata hati Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang menatap saksama ke arah rombongan Fu Jiu Yun yang berlari kocar-kacir untuk mencari sosok gadis muda yang selalu dirindukannya.


Bersamaan itu jimat penghilang wujud yang menempel di tubuh Yang Ruo Li sudah terpakai habis waktunya sehingga sosok gadis muda itu terlihat jelas dan sedang berdiri di belakang tubuh Kura-Kura Hitam. Yang Ruo Li menyadarinya dan segera menyimpan Xue Qiu ke dalam ruang dimensi cincin lotus karena takut terlihat oleh Kura-Kura Hitam.


"LI ER!" teriak Li Zhe Liang.


Sihir teleportasi membuat tubuh Li Zhe Liang menghilang seketika dan muncul di samping Yang Ruo Li.


Kedua tangannya memeluk erat tubuh Yang Ruo Li dan menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk melayang ke udara menghindari hentakan ekor Kura-Kura Hitam.


"Zhe Liang!" pekik Yang Ruo Li kegirangan. Senyum lebar menghias di sudut bibir gadis muda itu.


Tubuh mereka berdua mendarat kembali di atas tanah dan masih saling berpelukan. Li Zhe Liang menundukkan kepalanya untuk menatap jelas wajah Yang Ruo Li.


"Li Er! Kamu sudah siuman," kata Li Zhe Liang.


"Iya. Aku datang untuk melindungimu, Zhe Liang. Rombongan Fu Jiu Yun ingin menghancurkan formasi pasukanmu. Aku membuat Kura-Kura Hitam mengejar mereka. Aku hebat kan?" tanya Yang Ruo Li dengan riang.


"Li Er ku sangat hebat," jawab Li Zhe Liang sambil tersenyum tipis dan mengecup kening Yang Ruo Li.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 22.30 wita. semoga aja ga mengalami nasib seperti bab sebelumnya yang tertahan lama 😭. Author capek nih protes terus ke admin. Jadinya tadi coba up lagi bab yang kepending dan hasilnya double. Maaf ya 🙏. Sudah lapor ke admin, nanti akan dihapus salah satu dari sistem.


Tadi mau komentar di bab sebelumnya juga muncul tulisan error.


Bab ini sudah sangat panjang dan hampir dua bab ya. Semoga readers menyukainya.


Di tunggu kelanjutan ceritanya besok ya readers setia.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE.