GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
210. Sekte Sesat


***Ruang rahasia bawah tanah Sekte Sesat***


Pria berjubah hitam itu tertawa sinis melihat empat ahli formasi yang berlutut memohon ampun darinya. Pengikut Sekte Sesat sangat menyukai perasaan dirinya ditakuti oleh setiap orang.


Di daratan Zhong Yuan, rakyat biasa pasti akan panik dan bersembunyi jika mendengar kabar Sekte Sesat muncul di sekitar mereka.


Kekejaman dan ilmu sihir hitam Sekte Sesat membuatnya menjadi musuh abadi semua aliran putih di daratan Zhong Yuan.


Aliran putih yang paling gencar melawan Sekte Sesat adalah Tianshuang. Bahkan selama sepuluh tahun terakhir ini banyak markas rahasia Sekte Sesat berhasil dihancurkan oleh pengikut Tianshuang.


Di kota mana terdengar desas desus kejadian yang disebabkan oleh Sekte Sesat, maka akan ada satu orang pengikut Tianshuang menyelidiki Kota tersebut.


"Yi Bo! Kamu jangan menakuti mereka lagi. Apakah kamu ingin menunda formasi besar diperbaiki?" tanya Wu Kong.


"Semua karena Lan Xi sialan! Jika dia tidak membunuh banyak pengikutku dan juga ahli formasiku, maka formasi besar itu semakin sempurna untuk dipakai sekarang!" geram Yi Bo.


"Sepertinya Lan Xi memang musuh bebuyutan Sekte Sesat," kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li tahu setiap kali akan menggunakan formasi harus menggunakan kemampuan semua ahli formasi sebelumnya yang sudah berhasil merancang formasi itu. Jika kurang satu anggota saja, maka formasi itu tidak akan berhasil.


Yang Ruo Li masih berlutut bersama A Sim dan kedua ahli formasi lainnya sambil menundukkan kepala.


"Kalian sendiri yang bodoh! Tidak bisa menghabisi satu orang saja!" ejek Wu Kong.


Yi Bo ingin sekali melayangkan pukulan mautnya ke mulut Wu Kong, tetapi dia mengurungkan niatnya. Saat ini Sekte Sesat masih menginginkan kerjasama dengan Bangsawan Fu Chen sehingga tidak bisa bersikap kasar terhadap prajurit Bangsawan Fu Chen.


"Kalian berempat berdirilah!" perintah Yi Bo.


Yang Ruo Li dan mereka bertiga berdiri dengan cepat dan menundukkan wajah, menghindari bertatapan secara langsung dengan mata merah Yi Bo.


A Sim dan kedua ahli formasi lainnya tidak berani menatap Yi Bo karena ketakutan, sedangkan Yang Ruo Li sengaja menghindari bertatapan langsung dengan sepasang mata merah itu agar tidak terpengaruh dengan ilmu hipnotis dari Yi Bo.


Dugaan Yang Ruo Li sangat tepat karena Yi Bo memang berniat menghipnotis mereka berempat dengan sepasang mata merahnya.


"Aku akan mengirim ulat pelacak ke dalam tubuh kalian. Jika kalian bersikap macam-macam maka nyawa kalian akan melayang," ancam Yi Bo.


Yi Bo mengambil empat ekor ulat pelacak berwarna hitam dari dalam sabuk pinggangnya dan melemparnya ke udara.


Empat ekor ulat pelacak berwarna hitam itu terbang dengan cepat dan menyerap masuk ke dalam tubuh Yang Ruo Li, A Sim, dan dua ahli formasi lainnya.


"Sial!" gerutu hati Yang Ruo Li.


Tentu saja ulat pelacak itu langsung mati karena Yang Ruo Li memiliki api surgawi di dalam tubuhnya, tetapi Yo Bo tidak menyadarinya.


"Ikut aku!" perintah Yi Bo.


***


Yang Ruo Li mengikuti Yi Bo dan Wu Kong dari belakang sambil menyebarkan bubuk pelacak di sepanjang jalan. Ruang rahasia bawah tanah itu memiliki jalan yang bercabang-cabang. Akhirnya Yi Bo menghentikan langkah kakinya setelah mereka berjalan sekitar dua puluh menit.


Yang Ruo Li melihat sekitar lima puluh pria berpakaian prajurit berdiri tegak di salah satu sudut ruangan. Akan tetapi, tatapan mata mereka semua kosong. Seolah-olah hanya berupa tubuh saja tanpa jiwa.


"Mereka semua adalah prajurit boneka. Bagaimana cara Sekte Sesat menjadikan mereka prajurit boneka?" kata hati Yang Ruo Li.


Sementara di tengah ruangan ada sekelompok pria berpakaian hitam dengan aura gelap duduk bersila di atas tanah, tepatnya di atas sebuah formasi besar.


Sekelompok pria berpakaian hitam itu membentuk lingkaran. Yang Ruo Li menduga formasi yang dihasilkan oleh mereka, pastilah pusatnya berada di tengah lingkaran.


"Kalian berempat duduk di tempat yang kosong dan bantu perbaiki formasi besar!" perintah Yi Bo.


"Baik," jawab Yang Ruo Li, A Sim dan kedua ahli formasi bersamaan.


***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap di Paviliun Ru Yi***


Chong Yun sedang menggunakan teknik akupuntur jarum perak untuk membuat Li Zhe Liang bisa tidur nyenyak.


Semenjak kejadian serangan balik dari gelang kristal, Li Zhe Liang berubah menjadi penurut dan mengikuti semua arahan Chong Yun terhadapnya yaitu berbaring di atas tempat tidur serta tidak menggunakan kekuatan spiritual.


Hal ini menyebabkan kondisi tubuh Li Zhe Liang menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Chong Yun merasa lega Li Zhe Liang mendengarkan nasihatnya.


Keadaan di Paviliun Ru Yi pun sangat tenang dan aman. Tetua Wu Yuan dan Li Jian Ming sibuk membantu menjaga keamanan Paviliun Ru Yi sehingga mereka sama sekali tidak mengetahui kondisi Li Zhe Liang sekarang.


"Zhe Liang. Fokus utamamu adalah beristirahat. Jangan pikirkan tentang Yang Ruo Li. Aku yakin Yang Ruo Li tidak mengalami bahaya di sana. Lagi pula Feng Teng sudah menuju ke sana untuk bergabung dengan Fu Rong dan Fu An," ucap Chong Yun.


Chong Yun berusaha menenangkan hati Li Zhe Liang. Chong Yun bisa yakin Yang Ruo Li tidak apa-apa karena dirinya belum terkena serangan balik sampai saat ini.


Li Zhe Liang hanya terdiam tenang sambil memejamkan kedua matanya mencoba untuk tidur.


"Putra mahkota. Benar kata Tuan muda Chong Yun. Sampai hari ini Fu An tidak ada mengirim surat tentang Nona Ruo Li berada dalam bahaya," kata Lu Jing.


Bertepatan dengan itu, seberkas cahaya kuning kecil dari jimat burung bangau terbang ke dalam kamar melalui jendela dan jatuh ke tangan Lu Jing.


Chong Yun memberikan isyarat mata kepada Lu Jing untuk membaca surat itu di luar karena Li Zhe Liang hampir terlelap. Akan tetapi, Li Zhe Liang tiba-tiba membuka matanya sehingga Lu Jing dan Chong Yun terkejut.


"Ada apa?" tanya Li Zhe Liang dengan suara datar.


"Putra mahkota. Ada surat dari Fu An," jawab Lu Jing sambil tersenyum canggung.


Lu Jing dan Chong Yun sangat takut isi surat itu mengabarkan sesuatu tentang Yang Ruo Li dan bisa membuat Li Zhe Liang khawatir sehingga mempengaruhi kondisi tubuhnya.


"Bacakan!" perintah Li Zhe Liang dengan singkat.


"Baik putra mahkota," jawab Lu Jing dengan patuh.


Lu Jing menekan cahaya kuning dari jimat burung bangau dengan perasaan hati yang was-was.


"Kak Lu Jing. Nona Ruo Li dan Pangeran Tang Song masuk ke dalam tempat bord*l pria." Suara Fu An menggema di dalam kamar tidur.


"Apa? Tempat bord*l pria?" teriak Lu Jing dan Chong Yun bersamaan.


***


Selamat malam readers. Apa reaksi Li Zhe Liang dengan kabar ini? Tidak lama lagi Zhe Liang dan Li Er akan bertemu lagi 🤗


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok siang.


Terima kasih kepada semua readers yang sudah mendukung terus novel ini ya. Walaupun jumlah vote semakin sedikit😄, tetapi hadiahnya banyak dan juga komentar positifnya 🤗🤗


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE