
***Hutan Tengkorak***
Yang Ruo Li melihat jelas wajah pucat Lai Yi serta puluhan pengikut lainnya. Yang Ruo Li memang sengaja membuat mereka takut dan merasa ngeri agar tidak menghalanginya meninggalkan Hutan Tengkorak.
"Tetua Wu Yuan. Ayo kita pergi!" ajak Yang Ruo Li.
"Baik Nona Ruo Li," jawab Tetua Wu Yuan dengan patuh.
"Ruo Li? Siapa sebenarnya gadis ini? Aku akan menanyakannya ke Bangsawan Fu Chen nanti," kata hati Tang Song setelah mendengar panggilan Tetua Wu Yuan ke gadis cantik misterius di hadapannya saat ini.
"Kamu tidak boleh pergi, gadis sialan!" teriak Tang Ying.
"Kenapa tidak? Kalian masih mau menangkapku?" tanya Yang Ruo Li dengan santai.
Tang Ying semakin geram melihat Lai Yi dan para pengikut lainnya tidak berani maju melawan Yang Ruo Li, bahkan Tang Song pun hanya terdiam dan tidak mengatakan apa pun.
Tang Ying tahu mereka semua tidak mau mencari masalah dan akan membiarkan Yang Ruo Li pergi. Hanya saja dendam dan amarah di hati Tang Ying tidak bisa dipadamkan saat ini.
"Gadis brengsek! Kamu berani sekali bersikap kurang ajar kepadaku! Aku akan meminta ayahanda mengirim pasukan menangkapmu dan menyiksamu sampai mati. Jasadmu akan dimakan…"
Tang Ying tidak bisa menyelesaikan kata-kata sumpah serapahnya yang kotor karena tiba-tiba merasakan terpaan angin kencang di kedua pipinya menyerupai tamparan keras, lalu dada dan punggungnya dihantam oleh kekuatan spiritual kasat mata.
Tang Ying langsung jatuh terkapar di tanah sambil memuntahkan darah segar. Wajah putri manja itu menjadi pucat seketika. Pukulan yang didapatkannya kali ini lebih besar tiga kali lipat dari pada pukulan tadi.
"Tang Ying! Tang Ying!" teriak Tang Song sambil bergegas memapah Tang Ying.
Tang Song segera mengambil satu butir pil elixir luka dalam dari cincin rubi miliknya dan memasukkannya ke dalam mulut Tang Ying.
Serangan terhadap Tang Ying tadi sangat cepat sehingga Tang Song pun tidak sempat menahan tubuh Tang Ying agar tidak jatuh. Keadaan Tang Ying sekarang sangat menyedihkan.
Kedua pipinya bukan hanya merah melainkan bengkak kebiruan. Bahkan pakaian bagusnya menjadi belepotan tanah. Tidak akan ada yang percaya jika gadis itu adalah putri Kerajaan Tang apabila melihat tampangnya saat ini.
Walaupun Tang Ying sudah menelan pil elixir luka dalam, tetapi lukanya belum pulih sepenuhnya. Wajah bengkaknya memucat serta dadanya terasa masih sakit.
"Mulutmu sangat lancang dan kotor. Itu hanyalah hukuman kecil untukmu!" ucap Lu Jing.
Lu Jing dan Feng Teng muncul di sana dengan pedang terbang. Mereka berdua melompat turun dari pedang terbang dan berdiri tepat di depan Yang Ruo Li untuk melindungi gadis muda itu.
Sebanyak tiga puluh orang berpakaian serba hitam ikut muncul dan mengepung rombongan Tang Song. Mereka adalah anggota dari pasukan rahasia.
Dua puluh lima orang di antarannya adalah pasukan rahasia yang ikut Li Zhe Liang melawan Kura-Kura Hitam di pintu masuk portal rahasia waktu itu.
"Nona Ruo Li!" sapa Lu Jing, Feng Teng, dan para anggota pasukan rahasia itu sambil membungkukkan badan memberi hormat.
Rombongan Tang Song menjadi ketakutan dan merasa terancam nyawa mereka. Mengapa bisa tiba-tiba muncul kumpulan orang berpakaian serba hitam mengepung mereka?
Anggota pasukan rahasia yang mengepung itu rata-rata merupakan kultivator tingkat tujuh ke atas. Sekarang rombongan Tang Song bagaikan semut yang bisa dibunuh setiap saat karena perbedaan kekuatan yang sangat jauh.
Rasa hormat yang ditunjukkan pasukan rahasia terhadap Yang Ruo Li membuat Tang Song semakin tertarik dengan identitas gadis cantik itu.
Ambisinya untuk menjadikan Yang Ruo Li sebagai selirnya semakin kuat. Pikiran piciknya menganggap jika Yang Ruo Li menjadi selirnya maka semua pengikut gadis muda ini akan menjadi pengikutnya juga.
"Kak Lu Jing. Kak Feng Teng. Kalian sudah menemukan Zhe Liang?" tanya Yang Ruo Li sambil mengedarkan pandangannya di sekeliling untuk mencari sosok Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li yakin kemunculan Lu Jing, Feng Teng, dan pasukan rahasia pasti karena perintah dari Li Zhe Liang. Dugaan Yang Ruo Li sangat tepat.
Pada awalnya Lu Jing, Feng Teng, dan pasukan rahasia sedang mencari keberadaan Li Zhe Liang. Beberapa waktu yang lalu, mereka melihat sinyal isyarat asap dari Li Zhe Liang sehingga mereka semua muncul di Hutan Tengkorak dan segera melindungi Yang Ruo Li dari rombongan Tang Song.
Tiba-tiba Lu Jing mendengar perintah Li Zhe Liang melalui sihir telepati sehingga bawahan kepercayaan itu segera memberitahukan Yang Ruo Li.
"Tuan menunggu Nona Ruo Li di tepi sungai Hutan Tengkorak," ucap Yang Ruo Li.
"Aku ke sana sekarang," jawab Yang Ruo Li dengan singkat dan sosoknya menghilang dengan cepat bersama kipas lipat abadi.
***
Suasana Hutan Tengkorak menjadi sepi setelah kepergian Yang Ruo Li. Pasukan rahasia masih mengepung rombongan Tang Song.
"Aku adalah pangeran kelima Kerajaan Tang. Kalian tidak bisa membunuhku," ucap Tang Song dengan suara bergetar.
Lu Jing, Feng Teng, dan pasukan rahasia hanya memberikan tatapan dingin ke Tang Song. Seolah-olah mereka semua sama sekali tidak takut dengan status Tang Song.
Tentu saja Lu Jing dan Feng Teng sudah bisa menebak status Tang Song dan Tang Ying dari pakaian yang mereka kenakan. Sebagai bawahan kepercayaan Li Zhe Liang, mereka berdua sama sekali tidak takut menyinggung anggota keluarga kerajaan lain.
Kerajaan Dong Ming sangat besar dan kuat. Sampai saat ini tidak ada yang berani mencari masalah dengan Kerajaan Dong Ming. Kerajaan Tang yang kecil bisa dihancurkan dengan mudah oleh Kerajaan Dong Ming.
Selain itu Li Zhe Liang sendiri memiliki pasukan rahasia dalam jumlah besar. Seratus pasukan rahasia yang dibawanya untuk ikut ke Hutan Tengkorak hanyalah sebagian kecil dari pasukannya.
Sekitar ribuan pasukan rahasia Li Zhe Liang masih berada di Kerajaan Dong Ming dan siap siaga menunggu perintah dari Li Zhe Liang.
***
Selamat malam readers tercinta. Apakah Lu Jing akan membebaskan rombongan Tang Song?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE