
***Kamar Paviliun Ru Yi***
"Nona Ruo Li! Siapakah pria tampan tadi? Dia sangat tampan. Ketampanannya puluhan kali lipat dari tuan muda Fu Jiu Yun," kata Chun Hua.
"Chun Hua tertarik kepadanya?" tanya Yang Ruo Li sambil ketawa kecil.
Selama hidup bersama Chun Hua, ini pertama kalinya Yang Ruo Li mendengar Chun Hua memuji ketampanan seorang pria.
"Tentu saja tidak! Chun Hua hanya peduli kepada nona Ruo Li. Tuan itu lebih pantas menjadi pasangan ideal nona Ruo Li daripada Fu Jiu Yun!" jawab Chun Hua.
"Kamu baru pertama kali bertemu dengannya dan sudah menganggap dia adalah pasangan terbaik untukku?" tanya Yang Ruo Li penasaran.
"Tuan itu yang membantu nona menyelamatkan nyonya bukan? Chun Hua yakin tuan itu pasti sangat menyukai nona dan akan melindungi nona setiap saat. Tentu saja tuan itu lebih baik daripada Fu Jiu Yun yang sombong dan tidak tahu membalas budi. Keluarga Bangsawan Fu Chen sudah melupakan budi nyonya dan tidak pernah menyelamatkan nona dari Keluarga Yang!" ucap Chun Hua sambil mengepalkan tangannya.
"Betul juga! Aku akan memutuskan pertunangan dengan Fu Jiu Yun dan mendepaknya jauh-jauh," kata Yang Ruo Li sambil tertawa kecil karena mengingat gosip di luar sana tentang dirinya berselingkuh dan mendepak Fu Jiu Yun.
"Chun Hua akan mendukung semua keputusan nona Ruo Li," kata Chun Hua.
***
Sha Sha berjalan masuk ke dalam kamar sambil membawa satu baskom air hangat dan satu set pakaian baru yang berupa pakaian atasan dan bawahan.
Yang Ruo Li tersenyum puas dengan kepintaran Sha Sha. Pakaian baru yang dibawa olehnya sangat cocok dipakai oleh Mu Dan, dalam keadaan terikat rantai besi di pinggang.
"Sha Sha! Mulai hari ini kamu menjadi pelayan pribadiku dan bersama Chun Hua merawat ibuku dengan baik!" kata Yang Ruo Li.
"Terima kasih Nona Ruo Li! Sha Sha akan menjaga nyonya dengan baik!" jawab Sha Sha dengan semangat.
"Ambilkan gunting!" perintah Yang Ruo Li.
"Baik, Nona Ruo Li!" jawab Sha Sha.
Beberapa saat kemudian Yang Ruo Li menggunting pakaian Mu Dan secara perlahan, lalu mengelap tubuh ibunya dengan air hangat. Kemudian mengoleskan obat di pinggang dan perut yang terluka karena ulah Huo Rong tadi sebelum memakaikan pakaian baru ke tubuh Mu Dan.
"Huo Rong dan Yang Rong Xian! Aku akan membunuh kalian setelah keadaan ibu pulih!" kata hati Yang Ruo Li.
Saat ini Huo Rong dan Yang Rong Xian pasti sudah terluka parah akibat terhempas oleh kekuatan spiritual Li Zhe Liang. Mungkin juga mereka berdua sudah mati. Yang Ruo Li akan mencari tahu setelah keadaan Mu Dan membaik.
"Chun Hua! Sha Sha! Jaga ibu baik-baik!" perintah Yang Ruo Li dan berjalan ke arah pintu untuk mencari Ming Ye.
"Baik Nona Ruo Li!" jawab Chun Hua dan Sha Sha bersamaan.
***
Ketika Yang Ruo Li menutup pintu kamar dan membalikkan badannya, dia melihat Li Jian Ming sedang berjalan ke arahnya.
"Ruo Li!" sapa Li Jian Ming sambil tersenyum ramah.
"Jian Ming! Apakah bahan yang diperlukan untuk membuat pil penawar sudah kamu dapatkan semua?" tanya Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li mengira Li Jian Ming mencarinya untuk meminta dibuatkan pil penawar.
"Belum! Kata Ming Ye, kamu membutuhkan pedang penghancur untuk memotong rantai besi di tubuh ibumu?" tanya Li Jian Ming.
"Benar sekali, Jian Ming! Apakah ada pedang penghancur di Paviliun Ru Yi?" tanya Yang Ruo Li.
"Dua tahun yang lalu, pedang penghancur sudah laku di jual di pelelangan Paviliun Ru Yi. Ming Ye sudah mengirimkan berita untuk mencari informasi apakah di tempat perdagangan lainnya ada yang menjual pedang penghancur. Paling cepat dua hari, kita akan mendapatkan berita tentang keberadaan pedang penghancur," jawab Li Jian Ming.
"Jangankan dua hari! Satu hari saja tidak menemukan pedang penghancur, nyawa ibunya berada dalam bahaya!"
Terdengar suara pria di belakang mereka sehingga Yang Ruo Li dan Li Jian Ming memutar tubuh mereka ke belakang untuk melihat pemilik suara itu.
Entah sejak kapan Li Zhe Liang berdiri di sana sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada. Wajah tampan dan ekspresi dingin tidak menghilangkan kharisma yang terpancar dari tubuhnya.
"Pria ini pastilah kultivator tingkat tinggi! Aku sama sekali tidak menyadari keberadaannya tadi!" kata hati Li Jian Ming.
"Tuan! Perkenalkan, aku Li Jian Ming!" ucap Li Jian Ming sambil memberi hormat.
Li Zhe Liang mengacuhkan keberadaan Li Jian Ming dan menatap tajam ke arah Yang Ruo Li.
"Jian Ming! Tuan…tuan tampan adalah dewa penolongku. Lu Jing dan Feng Teng adalah bawahannya!" kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li tidak mengetahui nama Li Zhe Liang sehingga memperkenalkannya dengan panggilan Tuan Tampan.
"Senang berkenalan dengan dewa penolong Ruo Li!" sapa Li Jian Ming sambil tersenyum ramah.
Feng Teng yang ingin membalas memberikan senyuman, mengurungkan niatnya karena ekspresi wajah Li Zhe Liang yang semakin masam.
"Jian Ming! Apakah ada cara lain untuk mengetahui keberadaan pedang penghancur secepatnya?" tanya Yang Ruo Li.
"Maaf Ruo Li! Aku tidak ingat siapa yang membeli pedang penghancur dua tahun yang lalu," jawab Li Jian Ming.
Setiap kali ada pelelangan senjata langka di Paviliun Ru Yi, banyak orang dari Kerajaan lain datang untuk membelinya sehingga kemungkinan besar pedang penghancur berada di Kerajaan lain.
"Ada lima keluarga terpandang di Kota Shang Ri La yaitu Keluarga Fu, Keluarga Peng, Keluarga Li , Keluarga Yang,dan Keluarga Huo. Mungkin pedang penghancur ada di antara kelima keluarga ini!" ucap Lu Jing.
Sewaktu rombongan Li Zhe Liang memutuskan berangkat ke Kota Shang Ri La untuk menemukan api surgawi, Lu Jing sudah menyelidiki segala hal tentang Kota Shang Ri La sehingga mengetahui lima keluarga terpandang dan terbesar di sana.
Li Jian Ming berpikir keras setelah mendengar perkataan Lu Jing. "Aku ingat! Sepuluh tahun yang lalu Kaisar Tang menghadiahkan banyak pusaka ke Bangsawan Fu Chen karena kemajuan Kota Shang Ri La dibawah pimpinannya. Salah satu pusaka itu adalah pedang penghancur," kata Li Jian Ming.
"Bangsawan Fu Chen? Aku akan menuju ke Kediaman Keluarga Fu sekarang!" kata Yang Ruo Li dengan gembira.
"Terima kasih, Jian Ming!" lanjut Yang Ruo Li.
***
Halo readers. Bab kedua sudah up ya dan ceritanya panjang.
Di tunggu kelanjutan ceritanya besok ya.🤗
TERIMA KASIH🙏
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
FB : Lytie
IG : lytie777
Youtube : Lytie Chan