GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 149. Bujukan dari Peng Xiao Ran


***Aula besar Kota Shang Ri La***


Perkataan Tetua Wu Yuan membuat Wen Hui Min syok. Bagaimana mungkin kartu As andalannya bersedia menjadi pengikut Yang Ruo Li?


"Tetua Wu Yuan! Apakah kamu gila? Kamu mau menemaninya mati di tangan pasukanku?" geram Wen Hui Min.


Bukan hanya Wen Hui Min yang terkejut dengan perkataan Tetua Wu Yuan. Yang Ruo Li pun sangat terkejut. Gadis muda itu tidak menyangka kultivator tingkat delapan itu bersedia menjadi pengikutnya.


"Aku tidak gila. Aku lebih memilih mengikuti pemimpin yang berani daripada pemimpin yang licik dan jahat!" jawab Tetua Wu Yuan dengan tenang.


Keberanian Yang Ruo Li menghadapi semua orang yang berniat mencelakainya membuat Tetua Wu Yuan memutuskan untuk membela dan membantu gadis muda itu.


"Dasar tua bangka bodoh! Jangan harap aku akan memberi ampun padamu!" bentak Wen Hui Min.


Yang Ruo Li berjalan mendekati Tetua Wu Yuan.


"Tetua Wu Yuan. Apakah kamu yakin mau menjadi pengikutku sekarang? Musuhku saat ini jumlahnya sangat banyak," kata Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li tidak takut menghadapi total pasukan berjumlah lima puluh orang itu karena sangat percaya diri dengan racun racikannya yang belum dipakai sampai saat ini.


Gadis muda itu tidak ingin Tetua Wu Yuan yang tidak bersalah terlibat dalam pertarungannya. Yang Ruo Li tidak pernah bermaksud menjadikan Tetua Wu Yuan sebagai budaknya karena kultivator tingkat tinggi berhak memilih jalan hidupnya sendiri tanpa menjadi pengikut siapa pun.


"Aku sudah bertekad kuat, Nona Ruo Li. Aku tidak akan menyesalinya," jawab Tetua Wu Yuan dengan yakin.


"Baiklah. Tenang saja. Aku tidak akan membiarkan pengikutku kehilangan nyawa," ucap Yang Ruo Li.


***


"Zhe Liang. Tidak disangka kultivator tingkat delapan bersedia menjadi pengikut Yang Ruo Li," kata Chong Yun.


Semakin lama Chong Yun merasakan Yang Ruo Li semakin menarik. Gadis muda itu mempunyai kecerdikan dan ketenangan yang luar biasa dalam menghadapi lawannya. Tidak mengherankan Li Zhe Liang bisa tertarik kepadanya.


"Tuan. Apakah perlu memanggil pasukan rahasia untuk membantu Nona Ruo Li?" tanya Lu Jing.


Walaupun Lu Jing dan Feng Teng sangat mempercayai kemampuan Yang Ruo Li dalam menghadapi musuhnya tetapi total lawannya yang berjumlah seratus lima puluh orang bisa membuat gadis muda itu kewalahan.


"Tidak perlu! Li Er bisa menghadapi mereka semua," jawab Li Zhe Liang dengan tenang.


Sejak awal Li Zhe Liang sudah memantau Yang Ruo Li dengan saksama dan sampai saat ini gadis muda itu tidak terlihat takut ataupun ragu dalam menghadapi lawannya.


Li Zhe Liang yakin Yang Ruo Li masih belum mengeluarkan semua kemampuannya terutama ilmu racun. Banyaknya tanaman langka yang berhasil diperoleh gadis muda itu di dalam portal rahasia sebelumnya bisa menghasilkan berbagai macam racun maupun pil elixir yang berguna dalam pertarungan ini.


***


"Pejabat Peng Chong! Ayo cepat perintahkan bawahanmu untuk bergabung dengan pasukanku menyerang Yang Ruo Li. Aku mau gadis itu mati saat ini juga!" ajak Wen Hui Min.


"Nyonya Fu! Aku tidak pernah berjanji membantumu merebut api surgawi," jawab Pejabat Peng Chong dengan santai.


"Apa?" pekik Wen Hui Min sambil memberikan tatapan tidak percaya ke Pejabat Peng Chong.


Pejabat Peng Chong tidak memedulikan reaksi Wen Hui Min. Pria tua licik itu berjalan mendekati Yang Ruo Li.


"Apa yang diinginkan tua bangka ini?" kata hati Yang Ruo Li.


"Jika Nona Ruo Li bersedia menyerahkan api surgawi untukku, aku berjanji Keluarga Peng akan melindungi nyawa Nona Ruo Li dari Wen Hui Min," ucap Pejabat Peng Chong sambil tersenyum ramah.


"Dasar pengkhianat!" geram Wen Hui Min.


Wanita licik itu tahu Pejabat Peng Chong juga mengincar api surgawi milik Yang Ruo Li. Akan tetapi, apakah gadis muda itu bersedia memberikan api surgawi dengan mudah? Wen Hui Min ingin melihat jelas bagaimana perkembangan situasi selanjutnya.


Peng Xiao Ran yang mendengar perkataan Peng Chong pun segera menghampiri Yang Ruo Li.


"Kak Ruo Li. Nyawamu lebih berharga daripada api surgawi. Ayahku pasti akan melindungimu jika kamu bersedia memberikan api surgawi untukku," kata Peng Wei Wei dengan suara lembut.


"Ayah dan anak sama busuknya. Tidak salah lagi Peng Xiao Ran dan Peng Wei Wei mewariskan sifat tidak tahu malunya dari Pejabat Peng Chong. Mereka pikir aku polos dan bodoh sehingga bisa termakan bujuk rayu ini?" kata hati Yang Ruo Li.


"Pejabat Peng Chong! Kamu kira aku akan mempercayai perkataanmu? Balas dendam untuk wajah jelek Peng Xiao Ran bisa kamu lupakan? Kamu pasti akan langsung membunuhku setelah menyerahkan api surgawi," kata Yang Ruo Li dengan tegas.


"Kak Ruo Li. Wajahku rusak karena kesalahanku sendiri yang ingin mencoba ramuan kecantikan. Aku tidak menyalahkanmu. Kita bisa berteman baik. Lagi pula ayahku tidak mungkin berbohong di hadapan begitu banyak rakyat Kota Shang Ri La. Kak Ruo Li harus mempercayainya," bujuk Peng Xiao Ran.


Yang Ruo Li merasakan bulu kuduknya berdiri semua mendengar panggilan mesra dari Peng Xiao Ran.


"Betul kata Xiao Ran. Aku akan menepati janjiku," ujar Pejabat Peng Chong.


"Kak Ruo Li. Nyonya Fu sangat kejam dan tidak akan melepaskanmu, tetapi dia tidak berani membuat masalah dengan Keluarga Peng karena adik Wei Wei akan menjadi istri Fu Jiu Yun dalam waktu dekat. Pikirkanlah ibumu yang masih menunggumu pulang untuk berkumpul dengannya."


Peng Xiao Ran menggunakan Mu Dan untuk membujuk Yang Ruo Li karena dia tahu Yang Ruo Li sangat menyayangi Mu Dan.


"Ibu," gumam Yang Ruo Li dengan raut wajah sedih.


Peng Xiao Ran tertawa riang di dalam hatinya karena mengira dirinya berhasil membuat pendirian Yang Ruo Li goyah.


"Ayo kak Ruo Li. Serahkan api surgawi kepadaku dan kamu bisa pulang menemui ibumu. Kamu akan menjadi bagian dari Keluarga Peng," lanjut Peng Xiao Ran.


"Baiklah. Aku percaya padamu dan Pejabat Peng Chong," jawab Yang Ruo Li.


Tubuh Yang Ruo Li memancarkan kobaran api berwarna biru langit. Secara perlahan kobaran api itu berubah bentuk menjadi bola dan melayang di atas telapak tangan Yang Ruo Li.


"Api surgawi!"


"Api surgawi!"


"Api yang sangat indah!"


Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La mengagumi kobaran api berwarna biru langit yang melayang di atas telapak tangan Yang Ruo Li.


"Api surgawi! Senjata spiritual abadi yang hebat!" kata hati Tetua Wu Yuan.


Yang Ruo Li mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk melihat reaksi semua orang akan api surgawi. Hanya Tetua Wu Yuan dan rombongan Li Zhe Liang saja yang bersikap tenang sewaktu melihat kemunculan api surgawi, yang menandakan hati mereka bersih dari niat untuk memiliki api surgawi.


Sementara anggota keluarga keempat Klan terpandang Kota Shang Ri La menatap api surgawi dengan tatapan mata berbinar-binar disertai niat untuk memiliki. Yang Ruo Li yakin api surgawi telah memunculkan keserakahan dalam diri mereka semua.


***


Selamat siang readers. Bab ini author up pukul 15.20 wita.


Gemas ya sama sifat tidak tahu mau Peng Xiao Ran serta Pejabat Peng Chong? Masih ada satu orang lagi yang sama tidak tahu malunya dan membuat Li Er mual.


Jawabannya di bab nanti malam ya readers.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Favorit, Vote, Like, Tips iklan, Hadiah, Komentar Positif dan rating 5🌟 sebagai dukungan untuk novel GADIS BERACUN 🤗


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE