
***Gerbang Perbatasan Kota Shang Ri La***
Tang Ying merasa senang dan optimis dirinya bisa menemukan jejak Tang Song dari mulut orang tua, yang berada di hadapannya.
Lai Yi dan lima pengikut lainnya juga melaporkan hal yang sama kepada Tang Ying beberapa hari yang lalu. Mereka meninggalkan tempat makan karena mengejar orang yang mencurigakan. Saat mereka kembali ke sana, Tang Song dan Yang Lim menghilang.
Beberapa hari ini Tang Ying sudah memerintahkan Lai Yi mencari jejak Yang Lim secara diam-diam dan tidak ada hasilnya sama sekali.
Pasukan bala bantuan dari Kerajaan Tang sudah menuju ke lembah Pegunungan Wu Dong saat ini. Tang Ying tahu dirinya hanya perlu bersabar beberapa waktu saja.
Jika memang pria tua ini satu-satunya saksi yang melihat Tang Song dengan Yang Lim, Tang Ying berniat memerintahkan Lai Yi menyekap orang tua itu untuk dijadikan bukti melawan Bangsawan Fu Chen nantinya.
"Setelah Kak Tang Song dan Letnan Jendral Yang Lim ke tempat makan, kamu melihat apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Tang Ying dengan antusias dan penasaran.
"Hamba melihat Pangeran Tang Song mabuk dan dipapah oleh letnan jendral Yang Lim keluar dari tempat makan," jawab Xue Qiu.
"Kak Tang Ying pasti ditangkap oleh Yang Lim dan dalangnya adalah Bangsawan Fu Chen," kata hati Tang Ying dengan yakin.
Tang Ying sangat mengenali sifat Tang Song. Kakak laki-lakinya itu tidak mungkin minum hingga mabuk saat menemui Yang Lim. Tang Ying menduga minuman Tang Song pasti diberi sesuatu sehingga Tang Song mudah dibawa pergi oleh Yang Lim.
"Kak Jiu Yun tahu di mana letnan jendral Yang Lim sekarang?" Tang Ying pura-pura bertanya ke Fu Jiu Yun.
"Letnan jendral Yang Lim tidak pulang ke tenda pasukan beberapa hari ini," ucap Yang Ruo Li.
"Lancang sekali! Apakah Putri Tang Ying bertanya padamu?" gertak Fu Jiu Yun sambil menatap tajam Yang Ruo Li dalam penampilan prajurit pria.
Fu Jiu Yun tertegun sebentar karena menyadari sepasang mata prajurit itu mirip dengan Yang Ruo Li.
"Apa aku sudah gila? Mengapa seharian ini aku melihat bayangan Ruo Li di tubuh pria? Aneh!" Fu Jiu Yun mengumpat di dalam hati.
"Maaf tuan muda Fu Jiu Yun. Hamba sudah bersikap lancang," ucap Yang Ruo Li sambil menundukkan kepala.
"Hamba tidak tahu apa-apa lagi. Jangan hukum hamba!" mohon Xue Qiu.
"Antar orang tua ini pergi!" perintah Fu Jiu Yun.
"Baik tuan muda Fu Jiu Yun," jawab Yang Ruo Li dan membawa Xue Qiu pergi meninggalkan Fu Jiu Yun dan Tang Ying.
Rencana awal Yang Ruo Li sudah berjalan sempurna dan umpan yang disebarnya tadi pasti sudah termakan oleh Tang Ying.
Dugaan Yang Ruo Li sangat tepat. Tang Ying memberi isyarat tangan ke Lai Yi untuk mengikuti Xue Qiu dan Yang Ruo Li.
***
"Nona. Ada orang yang mengikuti kita," kata Xue Qiu.
"Iya, aku tahu. Xue Qiu ikuti saja apa perintahku nanti," ucap Yang Ruo Li.
"Baik nona," jawab Xue Qiu dengan patuh.
Jimat pengubah wujud di tubuh Xue Qiu hanya bisa bertahan dalam waktu singkat sehingga Yang Ruo Li ingin secepatnya menjalankan rencana akhir di saat yang tepat ini.
Lai Yi masih mengikuti mereka dari belakang. Lai Yi belum bisa menangkap Xue Qiu wujud orang tua saat ini karena masih ada beberapa prajurit Bangsawan Fu Chen yang berlalu lalang di sana.
Yang Ruo Li sengaja masuk ke dalam satu lorong kecil bersama Xue Qiu. Lai Yi bersemangat mengikuti mereka karena ini adalah waktu yang tepat untuk menangkap Xue Qiu dan mengalahkan prajurit kecil seperti Yang Ruo Li.
Tepat saat Lai Yi masuk ke lorong kecil, Yang Ruo Li menaburkan bubuk racun ke wajah Lai Yi. Bukan racun berbahaya melainkan jenis racun ilusi.
Racun ilusi itu membuat Lai Yi mengira dirinya sudah berhasil menangkap orang tua dan membunuh prajurit yang bersama orang tua itu.
Di dalam pikiran dan penglihatan Lai Yi muncul ilusi yang sengaja dibuat oleh Yang Ruo Li. Lai Yi berilusi orang tua itu ketakutan melihat kematian prajurit yang bersamanya sehingga memberitahu Lai Yi bahwa dirinya melihat Yang Lim membawa Tang Song ke tempat bord*l pria.
Lai Yi segera meninggalkan lorong kecil untuk melaporkan kabar itu ke Tang Ying, setelah membunuh orang tua di dalam ilusinya terlebih dahulu.
***
"Ha ha ha! Nona, pria itu bodoh sekali mengira telah membunuh kita berdua," ucap Xue Qiu dalam wujud anak laki-laki lagi.
Efek jimat pengubah wujud dalam tubuh Xue Qiu sudah berakhir sehingga telur salju putih itu berubah menjadi wujud manusianya.
"Iya," jawab Yang Ruo Li sambil tersenyum kecil.
"Apa rencana nona selanjutnya?" tanya Xue Qiu.
"Xue Qiu istirahat dulu di ruang dimensi," jawab Yang Ruo Li.
"Baik nona," ucap Xue Qiu dengan patuh.
***Tempat bord*l pria***
Beberapa saat kemudian terlihat Tang Ying membawa Lai Yi dan semua pengikut masuk ke dalam tempat bord*l pria.
A Bai dan rekan kerjanya yang lain ketakutan melihat serangan sekelompok orang dengan pedang panjang dan tajam. A Bai dan semua rekan kerjanya dikumpulkan di ruangan depan.
Tang Ying menatap semua wajah pria yang berkumpul di sana dan tidak menemukan sosok Tang Song.
"Lai Yi. Geledah tempat ini!" perintah Tang Ying.
"Baik!" jawab Lai Yi dengan patuh.
Lai Yi tidak menyapa dengan kata putri ke Tang Ying karena jika sampai ada orang yang mengetahui Tang Ying berkunjung ke sana maka nama baiknya akan hancur.
Tang Ying pun ikut berkeliling mencari Tang Song. Putri manja itu memiliki firasat buruk akan keadaan Tang Song saat ini.
Ketika Tang Ying melewati deretan kamar dan mendengar suara teriakan Tang Song dari dalam satu kamar, Tang Ying langsung menerobos masuk ke dalam kamar.
"Ah!"
Tang Ying berteriak keras dan menggunakan kedua telapak tangan menutup wajahnya secara spontan, lalu berlarian keluar dari kamar itu.
Lai Yi segera masuk ke dalam kamar dan ekspresi wajahnya menjadi tegang. Dalam hitungan detik, Tang Ying mendengar suara teriakan memilukan dari dua pria.
Beberapa saat kemudian Lai Yi memapah Tang Song berjalan keluar dari kamar. Tang Song mengenakan pakaian milik Lai Yi karena cincin penyimpan batu rubi miliknya sudah dibuang oleh Yang Ruo Li saat membawanya ke sana.
Keadaan Tang Song sangat menyedihkan. Wajahnya pucat dan tubuhnya lemah.
"Kak Tang Song," panggil Tang Ying.
"Putri Tang Ying. Kita harus segera membawa Pangeran Tang Song meninggalkan tempat ini," ucap Lai Yi.
"Kalian berdua bereskan kedua jasad di dalam kamar!" perintah Lai Yi.
Rombongan Tang Song meninggalkan tempat bord*l dalam waktu singkat menuju tempat penginapan terdekat. Mereka tidak mungkin pulang ke Paviliun Wu Dong karena mencurigai Bangsawan Fu Chen yang menjual Tang Song ke tempat ini.
***
"He he he! Sebentar lagi akan terjadi perang antara prajurit Kerajaan Tang dan prajurit Bangsawan Fu Chen," gumam Yang Ruo Li sambil melompat turun dari atap dan berjalan meninggalkan tempat itu.
Yang Ruo Li melepaskan jimat penghilang wujud dan memanggil Lan Xi melalui lempengan giok.
Lan Xi muncul di hadapan Yang Ruo Li dan menatap heran wajah gadis muda itu.
"Kamu berubah wujud jadi pria lain?" tanya Lan Xi.
"Iya," jawab Yang Ruo Li dengan singkat.
Yang Ruo Li tidak mungkin menemui Fu Jiu Yun dengan wujud sebelumnya karena pria itu pasti sudah mengenali wajahnya sehingga Yang Ruo Li menggunakan jimat pengubah wujud yang baru.
"Aku sudah mengetahui jalan ke markas Sekte Sesat. Mereka berada di ruang rahasia bawah tanah lembah Pegunungan Wu Dong," ucap Yang Ruo Li dengan wajah serius.
"Aku sudah mengetahuinya. Hanya saja di dalam sana banyak formasi hitam sehingga aku tidak bisa masuk ke dalam," jawab Lan Xi.
Walaupun Lan Xi berhasil membunuh beberapa ahli formasi Sekte Sesat dan pengikut Sekte Sesat, tetapi Lan Xi sering tertahan oleh formasi hitam sehingga tidak bisa masuk hingga ke dalam markas Sekte Sesat.
"Tenang saja. Aku bisa menghancurkan formasi hitam. Kita masuk bersama dan mencari tempat anak-anak disembunyikan," ucap Yang Ruo Li.
"Baiklah," jawab Lan Xi.
Lan Xi setuju dengan usul Yang Ruo Li sehingga mereka berdua berangkat bersama menuju lembah Pegunungan Wu Dong.
***
Selamat malam readers. Besok Zhe Liang akan muncul ya.
Readers masih ingat kan waktu lima jam di dalam ruang dimensi sama dengan lima menit di dunia nyata. Jadi saat ini Zhe Liang masih dalam perjalanan ke lembah Pegunungan Wu Dong 😁.
Penyerangan pasukan Zhe Liang nanti saat Yang Ruo Li dan Lan Xi sudah berada di dalam lembah Pegunungan Wu Dong.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok siang ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE