
***Ruang Dimensi Cincin Lotus***
Xue Qiu melompat ke dalam pelukan Yang Ruo Li seperti biasanya setelah menghentikan tindakan konyolnya bersama Lan Long.
"Nona. Aku hebat kan? Tidak lama lagi aku bisa menetas sepenuhnya," ucap Xue Qiu sambil memegang tangan Yang Ruo Li dengan kedua tangan kecilnya.
Posisi Yang Ruo Li masih dalam keadaan duduk bersila sehingga kaki kecil Xue Qiu menapak di atas tanah. Yang Ruo Li mengamati saksama sepasang tangan dan kaki Xue Qiu.
Sepasang tangan dan kaki itu sangat sempurna dengan lima jari. Sama seperti tangan dan kaki setiap orang umumnya.
Yang Ruo Li berfirasat mungkinkah setelah menetas, Xue Qiu dalam wujud manusia? Khususnya wujud anak kecil?
"Xue Qiu. Sebenarnya kamu hewan roh jenis apa?" tanya Yang Ruo Li dengan penasaran.
"Pastinya aku hewan roh yang lebih hebat dari pada Qi Lin," jawab Xue Qiu dengan yakin.
"Ha ha ha. Kamu sangat percaya diri," ucap Yang Ruo Li sambil menepuk tangan Xue Qiu dengan lembut.
"Kakak pertama paling hebat," puji Lan Long.
"Kakak pertama?" tanya Yang Ruo Li.
"Iya nona. Xue Qiu adalah kakak pertama. Bai Hu adalah kakak kedua," jawab Lan Long dengan polos.
Yang Ruo Li merasa yakin Lan Long yang polos sudah ditipu oleh Xue Qiu. Telur salju putih yang arogan ini pasti cemburu dirinya mengikat kontrak dengan Lan Long sehingga memperjelas kedudukannya sebagai hewan roh pertama ke Lan Long.
"Xue Qiu. Sebagai kakak pertama, kamu harus menjaga Lan Long dan tidak boleh menindasnya. Janji?" tanya Yang Ruo Li.
"Aku berjanji Nona," jawab Xue Qiu dengan patuh.
Lan Long yang polos sudah berhasil dilatihnya menjadi pengikut yang patuh sehingga Xue Qiu tidak merasa tersaingi oleh Qi Lin kecil itu.
"Xue Qiu anak yang baik," puji Yang Ruo Li sambil mengelus puncak cangkang telur salju putih.
"Xue Qiu. Kamu bermain dengan Lan Long di sini dulu. Nanti aku bawa kalian keluar," ucap Yang Ruo Li.
"Baik Nona," jawab Xue Qiu dengan antusias.
Xue Qiu berlari mengelilingi ruang dimensi yang semakin luas. Lan Long mengikutinya dari belakang. Ketika mereka berdua melewati Pohon Darah Naga, Xue Qiu dan Lan Long tidak menyadari Shan Dian membuka matanya perlahan dan mengintip mereka dari atas Pohon Darah Naga.
"Apakah mereka berdua mencariku? Aku tidak boleh ketahuan sekarang. Tubuhku akan kembali ke bentuk semula dalam waktu dekat," kata hati Shan Dian.
Shan Dian berusaha tenang dan tidak bergerak agar tidak ketahuan oleh Xue Qiu dan Lan Long. Shan Dian merasa heran melihat sepasang kaki dan tangan Xue Qiu.
"Sepertinya Xue Qiu akan menetas dalam waktu dekat, tetapi kenapa Xue Qiu mempunyai tangan dan kaki wujud manusia?" kata hati Shan Dian.
Beberapa saat kemudian Shan Dian menarik napas lega karena Xue Qiu dan Lan Long bergerak menuju tempat lain untuk bermain. Shan Dian pun melanjutkan meditasinya.
***
Lima jam latihan kekuatan spiritual tadi membuat Yang Ruo Li merasa lebih kuat dari sebelumnya.
Yang Ruo Li memutuskan mulai meracik pil elixir reinkarnasi, beberapa jenis racun baru, dan juga pil spiritual untuk Lan Long, Kera Purba, serta Xue Qiu.
Yang Ruo Li yakin pil elixir spiritual racikannya bisa membantu Xue Qiu lebih cepat menetas. Gadis muda itu merasa penasaran dengan hewan roh apa yang berada di dalam cangkang salju putih.
"Aku bisa mencoba membuat pil elixir pelindung jantung," kata Yang Ruo Li.
Saat ini Yang Ruo Li tidak tahu dirinya sudah mencapai alchemist tingkat berapa karena selama ini pil elixir maupun racun yang diraciknya adalah berasal dari ilmu racun warisan Master Beracun.
Walaupun begitu, Yang Ruo Li yakin api surgawi yang dimilikinya bisa membantunya meracik pil elixir pelindung jantung.
Pada umumnya proses pembuatan pil elixir jantung membutuhkan waktu tiga hari tiga malam dan hanya bisa diracik oleh alchemist tingkat empat dan lima yaitu Raja Obat dan Dewa Obat.
Lima jam di dalam ruang dimensi sama dengan lima menit di dunia nyata sehingga sekarang saat yang tepat bagi Yang Ruo Li untuk mencobanya.
***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap***
Li Zhe Liang sedang duduk di depan meja sambil memikirkan sesuatu, lebih tepatnya sedang mengatur semua hal yang akan dilakukan olehnya di masa yang akan datang.
Li Zhe Liang berencana menemani Yang Ruo Li mencari anak yang hilang. Setelah itu Li Zhe Liang akan mengajak Yang Ruo Li dan Mu Dan pulang ke Kerajaan Dong Ming. Dirinya harus mendapatkan rencana yang sempurna agar gadis muda itu bersedia mengikutinya pulang.
Terdengar suara ketukan pintu kamar dari luar.
"Masuk!" perintah Li Zhe Liang.
Lu Jing melangkahkan kakinya berjalan masuk ke dalam ruangan dan membungkukkan tubuhnya memberi hormat ke Li Zhe Liang.
"Putra mahkota! Li Jian Ming sudah meninggalkan Paviliun Ru Yi. Li Jian Ming dan pengikutnya menginap di Penginapan Teratai karena besok pagi Li Jian Ming akan ikut dalam pertemuan dengan para orang tua yang anaknya hilang," lapor Lu Jing.
"Tetua Wu Yuan yang mengusulkan Li Jian Ming ikut?" tanya Li Zhe Liang dengan wajah dingin tanpa ekspresi andalannya.
"Benar putra mahkota," jawab Lu Jing.
"Tetua Wu Yuan bisa menjadi tangan kanan yang berguna bagi Li Er," kata hati Li Zhe Liang.
"Lu Jing! Cari semua informasi mengenai Mu Dan di Kerajaan Dong Ming dan tentang seorang wanita berusia empat puluh tahunan, yang menguasai ilmu beracun pernah muncul di Kota Shang Ri La!" perintah Li Zhe Liang.
"Baik putra mahkota!" jawab Lu Jing dengan patuh.
"Wanita itu pasti berhubungan dengan Nona Ruo Li," kata hati Lu Jing.
Lu Jing berjalan meninggalkan kamar untuk melaksanakan perintah Li Zhe Liang.
***
"Apakah Li Er masih berada di ruang dimensi?" kata hati Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang merasa rindu dengan Yang Ruo Li. Padahal mereka baru saja berpisah sebentar. Akan tetapi, Li Zhe Liang tahu Yang Ruo Li sudah melewati waktu berjam-jam di dalam ruang dimensi sehingga ingin tahu apakah gadis muda itu sudah berada di kamarnya sekarang.
Beberapa saat kemudian Li Zhe Liang tidak bisa menahan rasa rindunya lagi sehingga mengerahkan kekuatan spiritualnya ke kamar Yang Ruo Li, untuk memeriksa keadaan gadis muda itu.
Kamar Yang Ruo Li masih kosong dan Lan Long juga tidak kelihatan di sana sehingga Li Zhe Liang yakin Yang Ruo Li masih berada di dalam ruang dimensi.
Li Zhe Liang mengeluarkan Kera Purba dari dalam cincin dimensi. Kera Purba terlihat masih kelelahan karena hanya beristirahat di dalam cincin dimensi Li Zhe Liang yang kosong melompong.
Walaupun ada peti es besar milik Batari Liu di dalam sana, Kera Purba tidak berbaring di sana untuk menyerap energi spiritual.
***
Selamat malam readers setia. Terima kasih dukungannya selama seminggu ini baik berupa vote, hadiah, like, tips iklan maupun komentar positif. Hadiahnya di minggu ini banyak banget. Love sekebon deh 🤗🤗🙏.
Zhe Liang sudah gak sabaran lagi nih mau bawa Li Er pulang ke Kerajaan Dong Ming 🥰
Mengapa Zhe Liang mengeluarkan Kera Purba dari cincin dimensi?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE