
***Kota Shang Ri La***
Gadis muda itu duduk bersila lagi dan menatap wajah Li Zhe Liang dengan intens. Cahaya bulan yang menyinari wajah Li Zhe Liang membuat Yang Ruo Li dapat melihat raut wajah pucat Li Zhe Liang secara samar.
"Ada apa Li Er? Kenapa tidak bermain dengan kunang-kunang lagi?" tanya Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li tidak menjawab pertanyaan Li Zhe Liang melainkan meletakkan telapak tangannya di atas kening Li Zhe Liang.
Kening Li Zhe Liang terasa dingin, bahkan sangat dingin seperti menyentuh bongkahan es. Yang Ruo Li sangat yakin itu bukan karena disebabkan oleh udara dingin di malam hari.
Yang Ruo Li mengangkat telapak tangannya dan terlihat basah oleh keringat Li Zhe Liang.
"Zhe Liang. Apakah kamu sakit? Kenapa kamu berkeringat banyak?" tanya Yang Ruo Li dengan nada khawatir.
Kedua mata tajamnya tidak bisa membaca apa penyebab dari raut wajah Li Zhe Liang sehingga Yang Ruo Li segera menarik tangan Li Zhe Liang untuk memeriksa nadi di pergelangan tangan.
Tentu saja Li Zhe Liang tidak akan membiarkan Yang Ruo Li memeriksa kondisi tubuhnya. Li Zhe Liang segera menarik pergelangan tangannya dari Yang Ruo Li.
"Tidak apa-apa Li Er. Hanya sedikit kelelahan karena menggunakan banyak kekuatan spiritual. Jangan khawatir," ucap Li Zhe Liang sambil menepuk lembut punggung tangan Yang Ruo Li.
Jawaban Li Zhe Liang tidak membuat hati Yang Ruo Li tenang. Gadis muda itu menatap intens wajah Li Zhe Liang sekali lagi untuk memastikan perkataan Li Zhe Liang bukan bohong.
Wajah Li Zhe Liang tidak begitu pucat lagi dibandingkan sebelumnya dan dirinya tidak menemukan tanda-tanda keracunan di sana sehingga hati Yang Ruo Li merasa tenang sedikit.
Yang Ruo Li mengambil satu butir pil elixir pelindung jantung dan juga satu butir pil elixir reinkarnasi dari cincin penyimpan batu giok miliknya. Kedua pil elixir itu diberikan ke Li Zhe Liang.
"Zhe Liang. Kedua pil Ini hadiah untukmu. Pil elixir pelindung jantung sesuai janjiku waktu itu dan pil elixir reinkarnasi ini dapat membantu tingkat kultivasimu meningkat," kata Yang Ruo Li.
"Terima kasih Li Er. Sekarang Li Er sudah mencapai alchemist tingkat empat. Aku yakin Li Er akan menjadi Dewa Obat dalam waktu singkat, melebihi tingkat Chong Yun," ucap Li Zhe Liang sambil mengelus kepala Yang Ruo Li dengan lembut.
Yang Ruo Li tersenyum kecil mendengar pujian Li Zhe Liang, sedangkan Li Zhe Liang menyimpan kedua butir pil elixir itu ke dalam cincin penyimpan batu rubi miliknya.
"Zhe Liang. Aku akan menggunakan kekuatan spiritual untuk menggerakkan kipas lipat abadi lebih cepat," ujar Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang menjawab dengan anggukkan kepala.
Yang Ruo Li membuka tutup botol bertuah sehingga semua kunang-kunang terbang kembali ke dalam botol itu, lalu Yang Ruo Li menyimpannya ke dalam ruang dimensi cincin lotus.
Kipas lipat abadi terbang di udara dengan cepat, sedangkan Yang Ruo Li duduk di samping Li Zhe Liang sambil merangkul erat lengan pria itu. Yang Ruo Li menyandarkan kepalanya di atas bahu Li Zhe Liang.
***
Kipas lipat abadi berhenti tepat di depan kamar tidur Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li melompat turun. Gadis muda itu menyimpan kembali kipas lipat abadi dalam ukuran kecil ke cincin penyimpan batu giok miliknya.
"Zhe Liang. Sampai ketemu besok," kata Yang Ruo Li dan mengecup bibir Li Zhe Liang sekali, lalu berlari kecil masuk ke dalam kamar tidurnya.
Li Zhe Liang menatap punggung gadis muda itu hingga menghilang di balik pintu kamar, sebelum melangkahkan kakinya secara perlahan menuju kamar tamu yang dipersiapkan untuknya.
Li Zhe Liang mengambil pil elixir pelindung jantung racikan Yang Ruo Li dari cincin penyimpan batu rubi dan mengunyahnya dengan cepat.
***
Mereka bertiga segera bergegas menghampiri Li Zhe Liang.
"Putra mahkota sudah kembali," sapa Lu Jing dan Feng Teng bersamaan, sedangkan Kera Purba juga tersenyum lebar menyambut kepulangan Li Zhe Liang.
"Panggil Chong Yun ke…."
Li Zhe Liang tidak bisa melanjutkan perkataannya dan memuntahkan segumpal darah hitam secara tiba-tiba. Matanya langsung terpejam rapat dan tubuhnya jatuh ke depan.
"Putra mahkota!" teriak Lu Jing dan Feng Teng dengan panik. Mereka berdua berhasil menahan lengan Li Zhe Liang di sisi kiri dan kanan sehingga tubuh Li Zhe Liang tidak jatuh ke lantai.
Wajah pucat Li Zhe Liang membuat kedua bawahan kepercayaannya merasa khawatir. Apa lagi ada segumpal darah berwarna hitam di atas lantai.
Mereka berdua pun bergegas memapah tubuh Li Zhe Liang ke dalam kamar dan membaringkannya di atas tempat tidur.
"Feng Teng! Jaga putra mahkota! Aku akan membawa Tuan muda Chong Yun secepatnya!" ucap Lu Jing dan sosoknya hilang dalam hitungan detik.
Feng Teng melihat ke arah Kera Purba yang juga berdiri di samping tempat tidur. Kera Purba tidak mengerjapkan matanya sama sekali dan menatap Li Zhe Liang dengan raut wajah khawatir.
Walaupun Kera Purba tidak mengikat kontrak dengan Li Zhe Liang sehingga Kera Purba tidak akan ikut kehilangan nyawanya jika terjadi apa-apa pada Li Zhe Liang, tetapi Kera Purba sangat sedih melihat keadaan tuannya saat ini.
Keadaan Li Zhe Liang mengingatkan Kera Purba akan Batari Liu yang sudah lenyap selamanya. Kera Purba berfirasat keadaan Li Zhe Liang saat ini sangat tidak baik.
Pria kuat dan hebat seperti Li Zhe Liang sangat jarang ditemukan di daratan Zhong Yuan. Bahkan monster naga bertanduk dan monster berbahaya lainnya pun takut dengan kekuatan Li Zhe Liang.
Bagaimana mungkin Li Zhe Liang bisa tiba-tiba pingsan dan memuntahkan segumpal darah hitam? Nyawa Li Zhe Liang mungkin berada dalam bahaya saat ini.
Bukan hanya Kera Purba saja yang memiliki pemikiran itu. Lu Jing dan Feng Teng sebagai bawahan kepercayaan Li Zhe Liang pun berfirasat kondisi tuan mereka saat ini sangatlah buruk.
Pada saat monster naga bertanduk memberontak di tubuh Li Zhe Liang, pria itu tetap tegar dan kuat serta berhasil menekan monster naga bertanduk.
Setiap kali serangan monster naga bertanduk akan membuat Li Zhe Liang menderita dan kehilangan kesadaran serta bersikap kejam membunuh siapa pun yang menghalanginya. Li Zhe Liang sama sekali tidak pernah pingsan dan terlihat tidak berdaya seperti saat ini.
"Kera Purba. Kamu beristirahat di dalam cincin dimensi dulu. Tuan muda Chong Yun pasti bisa menyembuhkan putra mahkota," ucap Feng Teng dengan suara bergetar.
Perkataan Feng Teng tidak ada salahnya. Kera Purba berada di luar saat ini tidak bisa membantu apa pun. Sihir ilusinya tidak bisa menyembuhkan Li Zhe Liang.
Kera Purba menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam cincin dimensi Li Zhe Liang, yang merupakan hadiah dari Yang Ruo Li. Cincin dimensi itu sudah menjadi tempat tinggal Kera Purba saat ini.
***
Selamat malam readers. Apakah Chong Yun bisa menyembuhkan Li Zhe Liang?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
Terima kasih semua dukungannya untuk novel ini dan jangan merasa kapok untuk terus memberikan dukungan setiap hari dari readers tercinta 🤗.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE