
***Hutan Tengkorak***
Rombongan Tetua Huo San, Tetua Huo Guang, Yang Rong Le, dan Huo Si Cheng berjalan menuju perkemahan pasukan rahasia Li Zhe Liang.
Huo Si Cheng dan Yang Rong Le berjalan berdampingan dan berada di belakang kedua tetua Klan Huo.
"Rong Le! Kamu lah yang ingin membunuh gadis jelek itu bukan?" tanya Huo Si Cheng dengan suara kecil.
"Iya! Aku membencinya!" jawab Yang Rong Le dengan suara yang sama kecilnya dan hanya terdengar oleh Huo Si Cheng.
Mereka berdua tidak ingin percakapannya terdengar oleh Tetua Huo San maupun Tetua Huo Guang.
"Aku pun membencinya. Kakiku pincang karena dia!" kata Huo Si Cheng sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Kak Si Cheng! Apa sebenarnya yang terjadi di sini? Apakah Tuan muda Fu Jiu Yun akan menikahi Yang Ruo Li dalam waktu dekat?" tanya Yang Rong Le dengan rasa penasaran yang luar biasa.
Mungkin saja selama dua tahun kepergiannya berlatih kultivasi, hubungan Yang Ruo Li dan Fu Jiu Yun semakin dekat bahkan akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat sehingga membuat gadis jelek itu sombong dan berani melawannya.
Yang Rong Le juga teringat akan perkataan Yang Ruo Li tentang jiwa pil nya yang sudah sembuh dan bisa berlatih kultivasi. Kemungkinan besar Fu Jiu Yun lah yang membantu Yang Ruo Li.
"Tuan muda Fu Jiu Yun ingin menikahi Yang Ruo Li? Lelucon apa itu? Pertunangan mereka sudah dibatalkan. Lagi pula ada dua gadis yang akan menjadi istri tuan muda Fu Jiu Yun dan mereka berdua lebih cantik puluhan kali lipat dari Yang Ruo Li!" kata Huo Si Cheng.
Gunjingan hubungan cinta semalam antara Fu Jiu Yun, Lim Hsuang Hsuang, dan Peng Wei Wei sudah menyebar luas di Kota Shang Ri La. Hanya saja kabar mengenai Wen Hui Min menggila dan membunuh selir Bangsawan Fu Chen serta pelayan kediaman berhasil ditutupi oleh Bangsawan Fu Chen sehingga tidak ada yang mengetahuinya saat ini.
"Ini kabar baik," ucap Yang Rong Le sambil tersenyum lebar.
Beberapa saat kemudian senyuman di wajah Yang Rong Le menghilang karena teringat Li Zhe Liang yang begitu melindungi Yang Ruo Li.
"Kamu kenal siapa pria misterius yang bersama Yang Ruo Li?" tanya Yang Rong Le.
"Aku belum pernah bertemu dengannya. Semula aku mengira pria itu adalah Ming Ye, pengurus Paviliun Ru Yi. Tetapi gosip dari rakyat Kota Shang Ri La, pria itu sangat tampan dan bukan lah Ming Ye," jawab Huo Si Cheng jujur.
"Dari mana Yang Ruo Li mengenal pria itu?" kata hati Yang Rong Le.
"Kak Si Cheng! Kenapa aku tidak melihat Rong Xian tadi?" tanya Yang Rong Le.
Huo Si Cheng bisa mengikuti rombongan Fu Jiu Yun untuk menjelajahi portal rahasia sehingga Yang Rong Le menduga Yang Rong Xian seharusnya juga ada di dalam rombongan itu.
"Adik Rong Xianโฆ."
Huo Si Cheng menghentikan perkataannya dan menatap iba ke arah Yang Rong Le. Huo Si Cheng yakin Yang Rong Le belum pulang ke Kediaman Keluarga Yang sehingga tidak mengetahui kondisi Huo Rong dan Yang Rong Xian.
"Adik Rong Le! Ada kabar buruk yang ingin ku sampaikan!" ucap Huo Si Cheng.
"Ada apa Kak Si Cheng?" tanya Yang Rong Le.
"Bibi Huo Rong dan adik Rong Xian terluka parah. Bahkan jiwa pil bibi Huo Rong dirusak oleh Yang Ruo Li!" kata Huo Si Cheng.
"Apa? Aku akan balas dendam!" kata Yang Rong Le.
"Tenang saja, adik Rong Le! Aku akan membantumu. Yang penting sekarang adalah kita harus membuat hubungan Yang Ruo Li dengan pria misterius itu hancur," ucap Huo Si Cheng.
Huo Si Cheng merasa ngeri akan kekuatan Li Zhe Liang setelah mendengarkan cerita Tetua Huo San tentang bagaimana kematian Huo Si Yan di perkemahan Fu Jiu Yun tadi.
Semula dirinya mengira akan mudah menghabisi Yang Ruo Li karena pertunangan gadis itu dengan Fu Jiu Yun sudah dibatalkan. Akan tetapi, sekarang tiba-tiba muncul pria tampan misterius yang hebat dan melindungi Yang Ruo Li.
"Aku yakin Yang Ruo Li pastilah mengetahui rahasia besar pria tampan itu. Jika tidak, mana mungkin pria tampan itu akan mau bersama gadis jelek," kata hati Yang Rong Le.
Beberapa saat kemudian rombongan Tetua Huo San tiba di dekat perkemahan pasukan rahasia Li Zhe Liang. Mereka bersembunyi di balik pepohonan dan mengintai secara diam-diam.
"Pengawal yang berjaga rata-rata kultivator tingkat ketiga ke atas. Beresiko besar jika kita masuk bersamaan. Aku dan Tetua Huo Guang akan menyelidikinya. Kalian berdua tunggu di sini!" perintah Tetua Huo San.
"Baik, Tetua Huo San!" jawab Yang Rong Le dan Huo Si Cheng bersamaan.
Beberapa saat setelah kepergian Tetua Huo San dan Tetua Huo Guang, Yang Rong Le tidak bisa menahan diri untuk ikut masuk ke dalam menyelidiki. Terutama dirinya ingin mengetahui segala sesuatu tentang Li Zhe Liang.
"Aku bisa mengirim Rong Rong ke dalam perkemahan," kata hati Yang Rong Le.
"Rong Rong! Selidiki tenda yang paling besar di dalam perkemahan ini dan ada berapa pengawal di sekitar tenda itu. Jangan sampai ketahuan!"perintah Yang Rong Le.
"Baik, nona!" jawab Rong Rong.
Sepuluh menit kemudian Rong Rong terbang kembali dan mendaratkan kakinya di samping Yang Rong Le.
"Nona! Hanya ada dua pengawal di tenda besar. Mereka kultivator tingkat tiga," lapor Rong Rong ke Yang Rong Le.
"Hanya dua kultivator tingkat tiga? Aku bisa menangani mereka," kata hati Yang Rong Le.
"Kak Si Cheng! Aku dan Rong Rong akan menyelidiki identitas pria misterius. Kak Si Chen tunggu di sini," ucap Yang Rong Le sambil naik ke atas punggung Rong Rong.
Belum sempat Huo Si Cheng mengatakan apa pun, monster rajawali tingkat dua itu sudah terbang jauh menuju perkemahan tepatnya ke tenda paling besar.
***
Rong Rong hinggap di atas pohon yang paling dekat dengan tenda besar setelah menurunkan Yang Rong Le. Yang Rong Le bersembunyi di balik pepohonan sambil menatap tajam ke arah tenda. Gadis kejam itu berfirasat Li Zhe Liang ada di dalam tenda dan kemungkinan besar bersama Yang Ruo Li.
Yang Rong Le penasaran sejauh mana hubungan antara Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang dan ingin mencoba mengintip ke dalam tenda. Akan tetapi, niatnya diurungkan karena mendengar percakapan antara dua pengawal di sekitar tenda besar. Yang Rong Le bersembunyi di dekat kedua pengawal supaya bisa mendengar lebih jelas.
"Aku tidak menyangka tuan bertemu dengan gadis itu di Hutan Tengkorak pada saat segel racun bereaksi!" kata pengawal satu.
"Iya! Tuan melakukan hubungan istimewa dengan gadis itu di Hutan Tengkorak!" kata pengawal dua.
"Tetapi gadis itu sangat jelek! Wajah kirinya penuh bercak hitam!" kata pengawal satu.
"Tuan kita orang yang berpendirian kuat dan bertanggung jawab. Pasti karena efek segel beracun membuat tuan memaksa hubungan istimewa dengan gadis itu. Sekarang tuan akan bertanggung jawab atas perbuatannya ke gadis itu," kata pengawal dua.
"Aku setuju denganmu! Tuan pasti akan membawa gadis itu pulang untuk menikah," kata pengawal satu sambil menganggukkan kepalanya.
Wajah Yang Rong Le memerah menahan amarah karena percakapan kedua pengawal. Seketika Yang Rong Le mengingat lagi pertemuan pertamanya dengan Li Zhe Liang di Hutan Tengkorak.
Pada saat itu Yang Rong Le sedang berburu hewan liar untuk dijadikan makan malam bersama para Tetua Klan Huo. Akan tetapi, semua hewan liar lari kocar-kacir bersamaan munculnya Li Zhe Liang yang memakai jubah hitam.
Wajah tampan pria dingin itu membuat Yang Rong Le tertarik, akan tetapi aura hitam di sekitar tubuh Li Zhe Liang membuat Yang Rong Le takut. Hanya beberapa detik saja, sosok Li Zhe Liang menghilang dari pandangan Yang Rong Le saat itu.
Tentu saja karena Li Zhe Liang terpancing dengan aroma harum dan manis dari tubuh Yang Ruo Li sehingga mencari gadis muda itu.
"Kurang ajar! Aku lah yang seharusnya menjadi gadis yang berhubungan istimewa dengan pria tampan itu! Yang Ruo Li merebutnya dariku!" kata hati Yang Rong Le.
Gadis kejam itu merasa yakin Li Zhe Liang melindungi Yang Ruo Li karena bertanggung jawab atas kejadian malam itu bukan karena cinta. Dan seharusnya dirinya lah yang berhak menjadi wanita Li Zhe Liang.
Rasa dendam dan benci Yang Rong Le terhadap Yang Ruo Li semakin besar. Apa lagi membayangkan Li Zhe Liang menemani Yang Ruo Li di dalam tenda besar membuatnya semakin cemburu.
Selain itu pria misterius mempunyai banyak pengawal dan memakai cincin penyimpan batu rubi berukuran besar. Status pria itu paling tidak adalah keturunan bangsawan dan mungkin saja adalah pangeran dari salah satu kerajaan di daratan Zhong Yuan.
"Yang Ruo Li! Aku akan menghancurkan hubunganmu dengannya! Aku lah yang paling berhak berada di sisinya!" tekad hati Yang Rong Le.
Yang Rong Le berjalan mengendap-endap meninggalkan tenda besar dan memanggil Rong Rong dengan telepati. Monster rajawali tingkat dua itu membawa Yang Rong Le terbang kembali ke tempat di mana Huo Si Cheng berada.
***
Selamat siang readers tercinta. Bab ini sudah panjangggg sekali ya๐.
Gemes dan pingin cubitin si ulat keket nan muka tembok nih. Siapkan panci ya ๐๐. ( masih belum nih , panci simpan dulu , akan tiba saatnya semakin greget lempar panci ๐คญ).
Di tunggu kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE