GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 171. Racun buta


***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap***


Li Zhe Liang mengeluarkan dua butir pil elixir berwarna emas dan memberikannya ke Kera Purba. Kera Purba langsung melemparkan ke dalam mulut lalu mengunyah dan menelannya dengan senang hati.


"Kera Purba. Li Er sedang berada di ruang dimensi meracik pil elixir untukmu. Kamu tunggu Li Er di kamarnya!" perintah Li Zhe Liang.


Kera Purba menganggukkan kepala dan segera berlari menuju kamar Yang Ruo Li. Kera Purba mengenali aroma Lan Long sehingga mengetahui kamar Yang Ruo Li berada di sebelah mana. Kera Purba tiba di kamar gadis muda itu dan menunggu dengan sabar di sana.


Li Zhe Liang memang sengaja menyuruh Kera Purba untuk ke kamar Yang Ruo Li agar setelah gadis muda itu keluar dari ruang dimensi, akan datang mencarinya dengan membawa Kera Purba.


Tiba-tiba Li Zhe Liang merasakan kekuatan spiritual di dalam tubuhnya tidak terkendali sehingga menyebabkannya memuntahkan seteguk darah. Darah segar yang berwarna hitam.


Wajah Li Zhe Liang menjadi tegang. Kekuatan spiritual di dalam tubuhnya masih bergerak tidak terkendali. Li Zhe Liang mengibaskan tangannya sekali sehingga genangan darah hitam di lantai kamar menghilang tanpa jejak. Kemudian sosok tubuh Li Zhe Liang juga menghilang karena pria dingin itu menggunakan sihir teleportasi meninggalkan Paviliun Ru Yi.


***Ruang Dimensi Cincin Lotus***


Suasana hati Yang Ruo Li sangat senang karena berhasil membuat lima butir pil elixir pelindung jantung berkualitas tinggi level tiga. Itu menandakan tingkat alchemist nya sudah setara dengan Chong Yun yaitu alchemist tingkat empat.


Selain semua pil elixir dan berbagai jenis racun baru, Yang Ruo Li juga membuat pil elixir luka dalam berjumlah lima butir, dengan menggunakan bahan batu bulan.


Dua butir pil elixir luka dalam akan diberikan ke Feng Teng dan Lu Jing, sesuai janjinya disaat kedua bawahan kepercayaan Li Zhe Liang memberikannya batu bulan yang didapatkan dari dalam portal rahasia.


Jumlah batu bulan yang dimilikinya saat ini sangat terbatas sehingga pil elixir yang membutuhkan bahan itu, Yang Ruo Li hanya membuatnya dalam jumlah sedikit termasuk pil elixir reinkarnasi.


Yang Ruo Li juga meracik racun buta, yang bisa digunakan untuk melawan ulat merah. Tubuh ulat merah beracun dan sangat keras. Salah satunya kelemahan ulat merah hanyalah sepasang mata yang menonjol di atas kepalanya.


Racun buta bisa melumpuhkan indra penglihatan ulat merah sehingga bisa membunuhnya dengan mudah dan mendapatkan batu bulan yang banyak. Dengan demikian, di masa yang akan datang tidak sulit untuk mendapatkan batu bulan yang langka lagi.


Yang Ruo Li menyimpan semuanya di dalam cincin penyimpan batu giok miliknya. Kemudian melihat sekeliling untuk mencari sosok Lan Long dan Xue Qiu.


"Xue Qiu. Lan Long. Di mana kalian?" Yang Ruo Li memanggil kedua hewan rohnya yang sedang bermain, dengan menggunakan kekuatan spiritual sehingga bisa terdengar oleh mereka berdua dalam jarak yang jauh.


Beberapa saat kemudian Xue Qiu dan Lan Long berlari menghampiri Yang Ruo Li. Sekali lagi gadis muda itu merasakan pemandangan yang aneh melihat telur berlarian dengan kaki anak kecil dan diikuti oleh Qi Lin seukuran singa.


"Nona. Ayo kita keluar sekarang," ajak Xue Qiu dengan riang.


Xue Qiu sudah tidak sabar menjelajahi dunia di luar ruang dimensi karena sebelumnya Xue Qiu hanya ingat dirinya terbangun di Hutan Tengkorak dan menjadi incaran para monster di sana.


Xue Qiu belum pernah mengunjungi kota dan sangat antusias melihat keramaian Kota Shang Ri La.


"Xue Qiu. Sebelum kamu menetas sempurna, kamu tidak boleh menggunakan tangan dan kakimu di luar sana. Jika tidak, mereka akan menganggapmu telur yang aneh," pesan Yang Ruo Li.


"Selain itu kamu harus memakai jimat penghilang spiritual," lanjut Yang Ruo Li sambil menempelkan jimat warna putih ke cangkang Xue Qiu dan berubah menjadi bulatan kecil berwarna hitam.


Yang Ruo Li tidak ingin Paviliun Ru Yi diserang oleh sekumpulan monster yang tertarik dengan aroma harum dari tubuh Xue Qiu sehingga cara terbaik agar Xue Qiu bisa bebas berada di luar adalah dengan menggunakan jimat itu.


"Baik Nona," jawab Xue Qiu dengan pasrah.


Apa pun syarat dari Yang Ruo Li, Xue Qiu akan menyanggupinya. Demi mendapatkan kebebasan berpetualangan di luar ruang dimensi cincin lotus.


"Xue Qiu. Di mana Bai Hu?" tanya Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li berniat membawa Bai Hu alias Shan Dian keluar dari ruang dimensi karena mereka sekarang berada di Paviliun Ru Yi sehingga harimau putih kecil itu tidak akan terluka di sana.


"Aku tidak tahu Bai Hu ada di mana," jawab Xue Qiu dengan jujur.


"Bai Hu! Bai Hu! Ayo ke sini!" Yang Ruo Li mencoba memanggil-manggil Bai Hu. Akan tetapi, tidak terlihat sosok Bai Hu menghampirinya sampai saat ini.


"Nona. Mungkin Bai Hu ketiduran. Lain kali baru bawa dia keluar saja. Sekarang ada aku dan Lan Long menemani Nona. Aku ingin melihat Nyonya," ucap Xue Qiu panjang lebar.


Xue Qiu tidak sabaran lagi untuk segera keluar dari ruang dimensi.


"Baiklah," jawab Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li berkonsentrasi penuh dan membawa Xue Qiu serta Lan Long keluar dari ruang dimensi cincin lotus.


***


Selamat siang readers. Terima kasih untuk readers setia yang sudah memberikan dukungan untuk novel ini. Di tunggu dukungan dari readers lainnya 🤗🤗.


Oh Tidak! Apa yang terjadi dengan Zhe Liang?


Baca terus kelanjutan ceritanya readers tercinta.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE