GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 187. Seratus jenis racun


***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang mengjnap***


Chong Yun terkejut sewaktu membuka pintu kamar dan melihat Li Zhe Liang terbaring di atas tempat tidur dengan wajah pucat. Chong Yun semakin mempercepat langkah kakinya menuju tempat tidur dan segera memeriksa nadi di pergelangan tangan Li Zhe Liang.


Ketika Lu Jing mencarinya dan memberitahukan tentang Li Zhe Liang pingsan secara tiba-tiba, Chong Yun masih tidak mempercayainya.


Bagaimana mungkin Li Zhe Liang yang mempunyai kekuatan spiritual besar bisa jatuh pingsan secara tiba-tiba? Pada saat Chong Yun melihat segumpal darah segar berwarna hitam di luar, Chong Yun sudah mempunyai perkiraan apa yang terjadi dengan tubuh Li Zhe Liang.


Darah hitam selalu berhubungan dengan racun. Hanya saja racun berbahaya apa yang bisa menyebabkan seorang Li Zhe Liang tidak sadarkan diri?


Wajah Chong Yun semakin tegang ketika selesai memeriksa nadi di pergelangan tangan Li Zhe Liang. Lu Jing dan Feng Teng tidak berani mengucapkan satu kata pun karena mereka tahu Chong Yun pasti sedang memikirkan cara untuk menolong Li Zhe Liang.


Chong Yun mengambil satu set jarum perak dari cincin penyimpan batu rubi miliknya. Jarum perak itu ditusuk di beberapa bagian tubuh Li Zhe Liang.


Beberapa saat kemudian semua jarum perak itu sudah berada di tubuh Li Zhe Liang yaitu di bagian kulit kepala, wajah, daun telinga, anggota gerak atas dan bawah.


Chong Yun memegang satu persatu jarum perak itu sambil mengalirkan kekuatan spiritual untuk memeriksa keadaan Li Zhe Liang.


Wajah Lu Jing dan Feng Teng menjadi semakin pucat ketika melihat ekspresi Chong Yun yang mengernyitkan kening secara tiba-tiba, tetapi mereka berdua sama sekali tidak berani mengganggu konsentrasi Chong Yun saat ini.


Selama satu jam Chong Yun memeriksa keadaan Li Zhe Liang dengan teliti dan tidak melewatkan satu bagian pun. Lu Jing dan Feng Teng menunggu dengan perasaan tidak menentu dan rasa kekhawatiran yang semakin memuncak.


Chong Yun mencabut satu persatu jarum perak dari bagian tubuh Li Zhe Liang. Terlihat jelas ujung jarum perak itu berwarna hitam pekat.


"Tuan muda Chong Yun. Bagaimana keadaan putra mahkota?" tanya Lu Jing.


"Tuan muda Chong Yun. Kenapa putra mahkota belum siuman?" tanya Feng Teng.


Lu Jing dan Feng Teng mengajukan pertanyaan ke Chong Yun setelah semua jarum perak di tubuh Li Zhe Liang sudah dicabut oleh Chong Yun.


Chong Yun tidak menjawab pertanyaan kedua bawahan kepercayaan Li Zhe Liang, melainkan mengajukan pertanyaan kepada mereka berdua.


"Tadi Zhe Liang pergi ke mana dan bagaimana caranya dia pulang ke sini?" tanya Chong Yun.


Chong Yun hanya tahu Li Zhe Liang menghilang dari Paviliun Ru Yi serta semua pasukan rahasia dan kedua bawahan kepercayaan ini keluar mencari keberadaan Li Zhe Liang.


Lu Jing dan Feng Teng pun menceritakan kejadian di Hutan Tengkorak dan juga Yang Ruo Li pergi menemui Li Zhe Liang di tepi sungai.


Mereka bertiga yakin Li Zhe Liang pastilah pulang bersama Yang Ruo Li tadi.


"Tuan muda Chong Yun. Aku akan mencari Nona Ruo Li sekarang. Mungkin Nona Ruo Li tahu, apa yang terjadi dengan putra mahkota tadi," ucap Lu Jing dan bersiap meninggalkan kamar.


"Berhenti! Kamu tidak boleh mencari Yang Ruo Li!" ujar Chong Yun.


"Lu Jing. Feng Teng. Jika kalian berani membawa Yang Ruo Li kemari, aku bisa pastikan Zhe Liang akan menghukum mati kalian berdua setelah dia siuman!" jawab Chong Yun dengan yakin.


Jawaban Chong Yun membuat Lu Jing dan Feng Teng semakin bingung, sedangkan Chong Yun hanya bisa menghela napas panjang melihat ketidakpekaan kedua bawahan kepercayaan Li Zhe Liang ini.


Lu Jing dan Feng Teng merasa ragu dengan larangan Chong Yun. Bagaimana mungkin Li Zhe Liang akan menghukum mati mereka berdua jika mereka nekat pergi mencari Yang Ruo Li?


Lu Jing dan Feng Teng hanya ingin menanyakan Yang Ruo Li, apa saja yang telah dialami oleh Li Zhe Liang tadi sehingga bisa memuntahkan darah hitam dan pingsan.


Yang Ruo Li sebagai satu-satunya orang yang bersama Li Zhe Liang tadi pastilah tahu penyebabnya.


Chong Yun tahu Lu Jing dan Feng Teng meragukan perkataannya dan dirinya tidak tahan lagi dengan ketidakpekaan kedua bawahan kepercayaan Li Zhe Liang ini sehingga mencoba menjelaskan kepada mereka berdua.


"Zhe Liang tidak sadarkan diri karena racun di dalam tubuhnya sudah menyebar dan melukai organ dalamnya. Aku duga racun itu telah menyebar dalam waktu tiga jam lebih dan Zhe Liang menyembunyikannya dari Yang Ruo Li. Jadi jika kalian pergi memberitahukan Yang Ruo Li tentang keadaan Zhe Liang, apakah dia akan memaafkan kalian setelah siuman nanti?" tanya Chong Yun.


"Tidak akan!" jawab Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.


Chong Yun sangat mengenal sifat keras kepala Li Zhe Liang. Kemampuan Yang Ruo Li sebagai alchemist yang hebat pun sudah diakui oleh Chong Yun di dalam hati kecilnya.


Oleh karena itu, Chong Yung langsung bisa mengerti apa yang sedang terjadi dan mengambil kesimpulan Li Zhe Liang pasti berusaha menyembunyikan racun itu dari mata tajam Yang Ruo Li.


Lu Jing dan Feng Teng pun langsung teringat saat kepulangan Li Zhe Liang tadi yang meminta mereka mencari Chong Yun, tepat saat muntah darah dan tidak sadarkan diri sehingga mereka mempercayai perkataan Chong Yun sekarang.


"Reaksi racun yang menyebar? Bukankah selama ini putra mahkota kebal terhadap racun?" tanya Lu Jing ke Chong Yun.


"Iya, benar. Beberapa kali musuh putra mahkota menggunakan racun dan putra mahkota terlihat baik-baik saja," ujar Feng Teng.


"Apakah kalian percaya di daratan Zhong Yuan ini ada orang yang bisa kebal racun dengan sendirinya tanpa senjata spiritual? Aku duga semua racun itu tidak bisa melukai Zhe Liang karena monster naga beracun menahannya. Saat ini semua racun yang menumpuk itu sudah terlepas dan merusak tubuh serta organ dalam Zhe Liang dengan cepat," jelas Chong Yun.


"Lihatlah semua ujung jarum perak ini. Semuanya berwarna hitam. Aku perkirakan ada sekitar seratus jenis racun di dalam tubuh Zhe Liang," lanjut Chong Yun.


***


Selamat siang readers. Apa cara pengobatan yang akan dilakukan oleh Chong Yun? Jawabannya ada di bab malam ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE