GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 56. Rencana Yang Ruo Li


***Kediaman Bangsawan Fu Chen***


Percakapan antara Fu Jiu Yun dan Si Han, tentu saja terdengar jelas semuanya oleh Yang Ruo Li, di tempat persembunyiannya di belakang pohon besar.


Yang Ruo Li melihat seekor ular berbisa sedang merayap turun dari atas pohon menuju ke arahnya. Yang Ruo Li sudah bersiap-siap mengeluarkan senjata racun dari pergelangan tangannya untuk membunuh ular berbisa tanpa menimbulkan suara karena Fu Jiu Yun dan Si Han masih berbincang di depan ruangan kolam es.


Tiba-tiba ular berbisa itu hilang dengan cepat tanpa meninggalkan jasad sebelum Yang Ruo Li mengeluarkan senjata racunnya.


"Aneh! Siapakah yang menolongku?" kata hati Yang Ruo Li.


Sementara itu Fu Jiu Yun menyebutkan beberapa nama kultivator Kota Shang Ri La yang sudah mencapai kultivasi tingkat tinggi ke Si Han supaya pengawal pribadinya itu mencari para kultivator tersebut.


"Katakan kepada mereka, aku akan berangkat dua hari lagi ke Hutan Tengkorak!" perintah Fu Jiu Yun.


"Baik, Tuan muda Fu Jiu Yun!" jawab Si Han.


Fu Jiu Yun berjalan meninggalkan tempat itu. Si Han mengikutinya dari belakang.


***


Beberapa saat kemudian, Yang Ruo Li berjalan keluar dari balik pohon besar setelah merasa aman. Mata Yang Ruo Li berbinar-binar. Di dalam pikirannya terulang-ulang dua kata yang sama.


API SURGAWI ! API SURGAWI ! API SURGAWI !


Api surgawi adalah harta langka yang didambakan oleh semua orang. Tentu saja api surgawi sulit untuk didapatkan. Hanya kultivator tingkat tinggi yang berkemungkinan besar untuk mendapatkannya.


Sebagai pewaris ilmu racun dari Master Beracun, tentu saja Yang Ruo Li juga mendambakan api surgawi. Akan tetapi, dirinya sadar dengan kemampuannya saat ini. Apa lagi banyaknya monster berbahaya di Hutan Tengkorak dan juga para kultivator tingkat tinggi akan muncul di sana untuk memperebutkan api surgawi.


"Portal rahasia? Pasti banyak tanaman langka di sana," kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li berpikir keras untuk mengambil keputusan penting dalam hidupnya.


"Mungkin aku akan ikut ke sana untuk masuk ke dalam portal rahasia saja," tekad hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li melanjutkan perjalanannya mencari kamar tamu tempat Peng Wei Wei menginap.


Ternyata Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang menempati kamar tamu yang bersebelahan. Kedua gadis muda itu sedang duduk di taman sambil mengobrol dan  bersulang minum arak. 


Yang Ruo Li segera bersembunyi untuk menguping pembicaraan Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei.


"Nona Hsuang Hsuang. Besok si buruk rupa itu akan menjadi tontonan rakyat Kota Shang Ri La," kata Peng Wei Wei sambil ketawa terbahak-bahak.


"Pertunangannya dengan tuan muda Fu Jiu Yun pasti dibatalkan," ucap Lim Hsuang Hsuang.


Lim Hsuang Hsuang maupun Peng Wei Wei sudah membayangkan diri sendiri mempunyai kesempatan emas untuk menjadi tunangan Fu Jiu Yun setelah Yang Ruo Li dipermalukan besok pagi. 


"Lihat saja nanti, siapa yang akan menjadi tontonan rakyat Kota Shang Ri La!" kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li mengeluarkan racun berbentuk bubuk dan meniupnya secara perlahan ke arah taman, tempat Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei berada.


Bubuk racun tanpa warna dan bentuk itu dengan cepat terbang mengikuti aliran udara dan jatuh ke tubuh Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei. Kepala kedua gadis itu terkulai lemas di atas meja. Mereka berdua tidak sadarkan diri dalam hitungan detik.


Yang Ruo Li berjalan santai menuju taman. "He he he! Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei! Rasakan pembalasanku!" kata Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li berencana membawa kedua gadis itu pergi. Akan tetapi, dengan kekuatannya tidaklah mungkin bisa mengangkat mereka berdua sehingga memutuskan akan memasukkan mereka berdua ke dalam ruang dimensi cincin lotus terlebih dahulu sehingga membuatnya mudah membawa mereka kemanapun dia mau.


"Li Er! Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Kenapa kamu bisa di sini?"  Yang Ruo Li bertanya balik ke Li Zhe Liang. Pada saat itu juga Yang Ruo Li teringat akan ular berbisa yang lenyap di hadapannya beberapa waktu yang lalu. 


"Zhe Liang yang membunuh ullar berbisa itu," kata hati Yang Ruo Li.


"Aku ingin memberi pelajaran pada mereka berdua dan membawa mereka ke kamarku," jawab Yang Ruo Li sambil menunjuk Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei yang sudah tidak sadarkan diri.


"Zhe Liang bisa membantuku?" lanjut Yang Ruo Li.


Li Zhe Liang mengibaskan tangannya dan ajaibnya tubuh Lim Hsuang Hsuang serta Peng Wei Wei menghilang seketika. Yang Ruo Li merasa takjub dengan kekuatan Li Zhe Liang.


"Di mana mereka sekarang?" tanya Yang Ruo Li.


"Kamarmu," jawab Li Zhe Liang dengan singkat.


Li Zhe Liang menggandeng tangan Yang Ruo Li dengan genggaman tangan yang kuat.


"Ayo, pulang ke kamarmu  sekarang!" ajak Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Berhenti sebentar! Kita salah jalan!" kata Yang Ruo Li.


Li Zhe Liang menghentikan langkah kakinya dan menatap tajam Yang Ruo Li.


"Kamu masih tidak mau kembali ke kamar tamu?" tanya Li Zhe Liang.


"Mau! Tetapi aku harus ke satu tempat dulu. Ayo, ikuti aku! Aku membutuhkan bantuanmu," ucap Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li menarik tangan Li Zhe Liang menuju Kediaman Fu Jiu Yun. Aura dingin memancar di tubuh Li Zhe Liang saat mengetahui tempat tujuan Yang Ruo Li, sedangkan gadis muda itu masih tidak sadar dan menggandeng tangan Li Zhe Liang langsung menuju kamar tidur Fu Jiu Yun.


Yang Ruo Li membuka pintu kamar tidur Fu Jiu Yun dan menutupnya dengan cepat. Li Zhe Liang merasa heran mengapa Yang Ruo Li bisa masuk dengan mudah ke kamar Fu Jiu Yun.


Rasa penasaran Li Zhe Liang menghilang sewaktu melihat Fu Jiu Yun tertidur pulas di tempat tidurnya. Pria sombong itu sama sekali tidak menyadari kedatangan Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Tolong kirim dia ke kamarku juga," pinta Yang Ruo Li dengan polos.


"Ke kamarmu?" tanya Li Zhe Liang dengan ketus.


"Iya!" jawab Yang Ruo Li sambil menganggukkan kepalanya .


"Kamu mau mengundang pria lain ke kamarmu lagi?" tanya Li Zhe Liang sambil menatap tajam Yang Ruo Li.


"Hah? Tidak! Kamu salah paham. Ada Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei di kamarku," jawab Yang Ruo Li.


Amarah Li Zhe Liang mereda setelah mengerti tujuan dari Yang Ruo Li. Pria muda itu mengibaskan tangannya lagi sehingga tubuh Fu Jiu Yun menghilang dari kamar tidur.


"Zhe Liang! Pakai sihir teleportasimu saja," kata Yang Ruo Li.


Tangan kanan Li Zhe Liang merangkul pinggang Yang Ruo Li. Dalam hitungan detik mereka berdua sudah berada kamar tamu tempat Yang Ruo Li menginap.


Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei dalam keadaan seperti sewaktu di taman. Mereka duduk di atas kursi dengan kepala bersandar di atas meja, sedangkan Fu Jiu Yun juga dalam keadaan tertidur pulas, hanya saja tubuhnya bukanlah berada di atas tempat tidur yang empuk, melainkan di lantai kamar yang dingin.


***


Halo readers. Bab ini up pukul 21.45 wita.


Hari ini author crazy up 3 bab ya.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Akan ada pertunjukkan besar di kota Shang Ri La 😁😁😁


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE