GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 78. Xue Qiu si bola salju


***Ruang dimensi di dalam Cincin Lotus***


Shan Dian dan telur salju putih setia menemani Yang Ruo Li di sisinya. Mereka berdua sama sekali tidak berani mengganggu gadis muda itu. Bahkan raut wajah Shan Dian mencerminkan dirinya khawatir akan keselamatan Yang Ruo Li.


"Wanita jelek! Kamu tidak boleh mati di sini! Aku masih ingin keluar mencari tuan!" kata Shan Dian.


"Kamu lah yang jelek! Nona ku paling cantik di daratan Zhong Yuan!" teriak telur salju putih.


Sesama hewan roh, mereka bisa berkomunikasi satu sama lain sehingga telur salju putih marah besar karena mendengar Shan Dian memanggil Yang Ruo Li dengan panggilan wanita jelek.


Shan Dian hanya diam seribu bahasa dan tidak mau bertengkar dengan telur salju putih. Saat ini dirinya masih mengira-ngira hewan roh suci apa yang ada di dalam cangkang salju putih.


Tiga puluh menit kemudian Yang Ruo Li berhasil memadatkan racun laba-laba hitam di pergelangan kakinya dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.


Gadis muda itu menarik napas lega dan mengambil pil penawar racun racikannya dari cincin penyimpan batu giok untuk memakannya. Yang Ruo Li merasa keadaannya lebih baik sekarang, akan tetapi pergelangan kaki kanannya terasa sakit akibat reaksi racun laba-laba hitam kuno dan itu akan membuat dirinya berjalan terpincang-pincang.


"Semoga racunnya belum memburuk sebelum aku bertemu Zhe Liang. Monster elang tingkat tujuh itu pasti masih mencariku. Lebih baik aku bersembunyi seharian di ruang dimensi sambil membuat beberapa jimat penghilang wujud," ucap Yang Ruo Li.


Lima jam di dalam ruang dimensi sama dengan lima menit di dunia sehingga tidak masalah Yang Ruo Li tinggal seharian di dalam ruang dimensi.


Selain untuk menghindari pengejaran dari monster elang tingkat tujuh, gadis muda itu bisa berlatih membuat jimat dan juga pil elixir maupun racun dari tanaman langka yang baru di petiknya tadi.


Semua tanaman langka baru itu tertanam dengan rapi di dalam ruang dimensi. Yang Ruo Li memegang kepala Shan Dian dengan lembut.


"Bai Hu anak yang baik! Kali ini tidak merusak tanaman langka ku," puji Yang Ruo Li.


Shan Dian terdiam dan membiarkan Yang Ruo Li memegang kepalanya karena dia harus berakting sebagai hewan peliharaan yang patuh di depan gadis muda itu untuk mencapai tujuannya yaitu keluar dari ruang dimensi dan mencari Li Zhe Liang.


Telur salju putih cemburu dan melompat di atas kepala Shan Dian.


"Nona! Aku lah hewan roh mu! Bukan harimau putih jelek ini!" kata telur salju putih.


"Bai Hu sudah bersamaku lebih lama darimu. Kamu harus memanggilnya kakak," ucap Yang Ruo Li.


"Tidak mau! Aku lebih hebat dari Bai Hu yang bodoh!" tolak telur salju putih.


"Apa kehebatanmu? Kamu menyebabkanku terluka," kata Yang Ruo Li .


"Aku lah yang terhebat! Aku satu-satunya hewan roh milik Nona!"


Telur salju putih melompat-lompat di atas kepala Shan Dian dengan sengaja dan hentakan yang kuat sehingga membuat Shan Dian meringis kesakitan.


"Iya! Iya! Jangan menindas Bai Hu lagi!" kata Yang Ruo Li sambil mengangkat telur salju putih dan memeluknya.


Yang Ruo Li berfirasat telur salju putih memiliki sifat arogan dan bisa menindas Shan Dian suatu saat karena rasa cemburu yang berlebihan.


"Karena kamu adalah hewan roh ku, aku akan memberimu nama," kata Yang Ruo Li.


"Iya Nona! Aku mau nama yang hebat!" ucap telur salju putih dengan antusias.


"Kulitmu seperti salju dan bentukmu menyerupai bola. Namamu adalah Xue Qiu," kata Yang Ruo Li.


"Xue Qiu? Bola salju? Aku menyukainya!"


Xue Qiu menggosok-gosokkan cangkang telurnya di pelukan Yang Ruo Li. Gadis muda itu tertawa kecil karena merasa geli.


"Xue Qiu! Kamu main dulu sama Bai Hu. Aku mau berlatih membuat jimat dan meracik pil elixir serta racun!" perintah Yang Ruo Li.


"Baik, Nona Ruo Li!" jawab Xue Qiu dengan terpaksa.


Yang Ruo Li berkonsentrasi berlatih di dalam ruang dimensi. Bahkan gadis muda itu mencoba membuat beberapa formasi yang dikuasai oleh Master Beracun sebelumnya. Batuan andesit hadiah dari Li Jian Ming tinggal beberapa buah saja sehingga Yang Ruo Li menggunakan kesempatan ini untuk membuat apa saja yang bisa digunakan olehnya sewaktu berada di luar ruang dimensi nantinya.


Xue Qiu merasa bosan diacuhkan oleh Yang Ruo Li sehingga dirinya melompat-lompat menghampiri Shan Dian. Akan tetapi, Shan Dian menghindarinya karena masih mengingat jelas sakit di kepalanya karena injakan Xue Qiu.


"Oiii! Bai Hu!" panggil Xue Qiu dengan suara keras.


Shan Dian pura-pura tidak mendengarnya dan memeluk erat sobekan kain jubah hitam milik Li Zhe Liang. Tanpa sengaja jeruk berlapis kaca pemberian Yang Ruo Li sebelumnya menggelinding keluar dari kain jubah hitam.


"Apa itu?" tanya Xue Qiu dengan rasa penasaran yang besar sehingga dirinya melompat-lompat mengelilingi Shan Dian terus menerus.


Shan Dian merasa pusing diganggu oleh Xue Qiu sehingga terpaksa menjawab.


"Buah roh kualitas tinggi! Kamu tidak bisa memakannya!" jawab Shan Dian.


Shan Dian sengaja menggunakan kesempatan ini untuk mengejek Xue Qiu karena dalam wujud telur Xue Qiu tidak bisa makan apa pun.


Xue Qiu membalas perkataan Shan Dian dengan ketus. Padahal dirinya ingin sekali mencicipi rasa buah roh itu dan Shan Dian mengetahuinya dengan pasti.


Shan Dian sengaja makan buah roh berkualitas tinggi itu di hadapan Xue Qiu.


"Awas kamu, Bai Hu! Rasakan tendanganku!"


Xue Qiu berteriak keras dan melompat ke arah kepala Shan Dian. Gerakannya berhenti secara tiba-tiba dan mendarat kembali ke bawah karena teringat dengan peringatan Yang Ruo Li.


"Aku akan menghukummu saat Nona tidak ada!" tekad hati Xue Qiu.


Xue Qiu memutuskan tidak mau berteman dengan Shan Dian dan menggelindingkan cangkang telurnya menuju tempat Yang Ruo Li.


"Wanita jelek dan hewan roh yang arogan. Benar-benar cocok sekali!" ucap Shan Dian sambil menikmati buah roh berkualitas tinggi.


Sementara itu Xue Qiu hanya bisa pasrah dan berdiri dengan tenang di samping Yang Ruo Li. Gadis muda itu sedang membuat pil elixir dengan tungku api violet emas yang diambilnya dari ruang alkimia Tu Yao, di Kediaman Keluarga Yang.


Tanpa terasa Yang Ruo Li menghabiskan waktu tiga hari di dalam ruang dimensi cincin lotus.


Gadis muda itu menyimpan semua jimat, formasi, pil elixir, dan racun yang berhasil dibuatnya ke dalam cincin penyimpan batu giok miliknya.


"Aku harus keluar sekarang. Entah bagaimana keadaan luka Kak Feng Teng sekarang. Zhe Liang pasti sangat mengkhawatirkanku!" kata hati Yang Ruo Li.


Perkataan hati Yang Ruo Li di dengar jelas oleh Xue Qiu.


"Nona! Aku mau ikut! Di sini sangat membosankan!"


Xue Qiu melompat-lompat mengelilingi Yang Ruo Li.


"Xue Qiu! Aroma tubuhmu bisa mengundang para monster mengejarku!" kata Yang Ruo Li.


"Nona! Aku bosan! Lagi pula aku bisa melacak di mana keberadaan teman Nona," kata Xue Qiu.


"Benarkah?" tanya Yang Ruo Li dengan nada tidak percaya.


"Benar! Aku sudah mengenali aroma tubuhnya," jawab Xue Qiu dengan yakin.


"Baiklah! Jika ada monster datang mengejar, aku akan menyimpanmu di ruang dimensi," jmucap Yang Ruo Li setelah berpikir sebentar.


" Ayo kita berangkat Nona! Bai Hu di sini saja!" kata Xue Qiu.


"Bai Hu! Di luar sangat bahaya. Kamu jaga ruang dimensi ini. Aku akan membawakanmu ayam goreng lagi," kata Yang Ruo Li.


Shan Dian alias Bai Hu hanya bisa pasrah ditinggal di dalam ruang dimensi untuk kesekian kalinya lagi.


***


Halo Readers. Bab ini author LYTIE sekalian mau memberi penjelasan tentang beberapa nama karakter di dalam novel Gadis Beracun, yang mempunyai arti dalam bahasa cina ya.


-MU DAN : berasal dari nama bunga Peony. Sehingga kediaman Yang Ruo Li dan ibunya bernama Kediaman Peony.


-HUO RONG : berasal dari nama bunga edelweiss. Kediaman Huo Rong, Yang Rong Xian, dan Yang Rong Le bernama Kediaman Edelweiss.


-BAI HU : Harimau putih


-SHAN DIAN : Petir


(Hal itu juga lah yang membuat Shan Dian marah karena diberi nama Bai Hu. Padahal namanya sangat keren 😂)


-XUE QIU : Bola salju


-RU YI : sesuai keinginan


Sumber : google


Di tunggu kelanjutan ceritanya nanti malam ya.


Readers yang suka novel ini dan belum menekan tombol favorit / love, jangan lupa menekannya ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE