GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 176. Monster naga bertanduk memberontak


***Hutan Tengkorak***


Tang Ying sudah membayangkan telur salju putih menjadi hewan peliharaannya dan akan dipamerkan di depan putri dari para pejabat Kerajaan Tang, ketika dirinya pulang nanti.


Tang Song yang melihat raut wajah Tang Ying bisa membaca isi hati adik kesayangannya dan hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan.


"Kalian semua maju tangkap telur salju putih dan rebut kipas lipat abadi!" perintah Tang Song kepada dua puluh pengikutnya.


Rombongan mereka masih berada di Hutan Tengkorak sehingga Tang Song tidak melarang keinginan Tang Ying untuk mendapatkan monster telur yang aneh beserta senjata spiritual langka itu.


Dua puluh orang kultivator tingkat empat dan lima itu serentak bergerak maju untuk menangkap telur salju putih yang berdiri mematung di hadapan mereka.


Mereka yakin tugas kali ini sangat mudah dilaksanakan karena telur salju putih di hadapan mereka sangat lemah dan tidak terasa sama sekali kekuatan spiritualnya.


"Enak saja mau tangkap aku! Lari!" teriak Xue Qiu panik sambil berlari sekencang-kencangnya.


Rombongan Tang Song terkejut melihat telur salju putih itu berlari dengan cepat meninggalkan mereka semua.


"Kejar dia! Aku akan menghukum kalian kalau gagal!" pekik Tang Ying.


"Kejar!" perintah Tang Song.


Rombongan Tang Song pun berlari mengejar ke arah Xue Qiu melarikan diri. Mereka semua tidak menyangka telur salju putih itu bisa berlari begitu cepat, melampaui cheetah yang terkenal sebagai hewan tercepat di daratan Zhong Yuan.


*** Tepi sungai di dalam Hutan Tengkorak***


Li Zhe Liang sudah bermeditasi selama dua jam. Butiran keringat terlihat jelas di kening Li Zhe Liang. Akan tetapi, gejolak kekuatan spiritualnya masih tidak terkendali.


Pada akhirnya Li Zhe Liang memutuskan mengeluarkannya dan menghantam sungai di hadapannya dengan keras.


Terdengar ledakan air yang keras berulang-ulang. Bahkan air sungainya menjadi berkurang sebagian karena ledakan itu. Puluhan ikan salju berekor pelangi yang tinggal di dalam sungai itu pun terlempar keluar dan menggelepar di atas tanah.


Li Zhe Liang bisa merasakan naga bertanduk di dalam punggungnya sedang meronta untuk keluar. Walaupun ada Pedang Api Kunlun yang menekan naga bertanduk, tetapi hewan roh buas itu masih berjuang terus menerus untuk keluar.


"KELUARLAH!" perintah Li Zhe Liang.


Bayangan monster naga bertanduk keluar dari punggung Li Zhe Liang. Dalam hitungan detik aura hitam mencekam mengelilingi tubuh Li Zhe Liang.


Bayangan monster naga bertanduk semakin besar dan tubuhnya yang panjang juga melayang keluar. Li Zhe Liang bisa melihat jelas wujud naga bertanduk melalui pantulan air sungai yang sudah menyusut.


Mata merah monster naga bertanduk menatap tajam ke Li Zhe Liang. Begitupun juga sebaliknya. Li Zhe Liang memberikan tatapan tajam ke monster naga bertanduk. Mereka berdua bagaikan musuh bebuyutan yang berhadapan langsung sekarang.


Para monster yang tinggal di sekitar tepi sungai segera melarikan diri dan bersembunyi untuk menghindari amukan berbahaya dari Li Zhe Liang maupun monster naga bertanduk.


Bayangan monster naga bertanduk di punggung Li Zhe Liang meraung keras dan menghembuskan api berwarna hitam ke arah sungai, tepatnya mengenai pantulan wajah Li Zhe Liang di sana.


Terlihat jelas bayangan monster naga bertanduk itu ingin mencari masalah dengan Li Zhe Liang. Tepat pada saat itu Pedang Api Kunlun melayang keluar dari punggung Li Zhe Liang dan melayangkan mata pisaunya ke punggung monster naga bertanduk.


"ARGHH! SIAL!" teriak bayangan monster naga bertanduk dengan geram. Ukuran bayangan tubuhnya menyusut sedikit, tetapi monster naga bertanduk masih menatap tajam dengan mata merahnya ke pantulan wajah Li Zhe Liang di atas air sungai.


"Ha ha ha! Li Zhe Liang! Kamu kira berhasil mengontrolku dengan Pedang Api Kunlun, hidupmu menjadi lebih baik? Mimpi! Kamu pasti sudah merasakan efeknya sekarang kan?" ejek bayangan monster naga bertanduk.


Ini pertama kalinya Li Zhe Liang berkomunikasi secara langsung dengan bayangan monster naga bertanduk kecuali pada saat dirinya terkena efek sihir ilusi dewa dari Batari Liu sewaktu berada di portal rahasia.


Walaupun selama puluhan tahun ini Li Zhe Liang dan monster naga bertanduk hidup berdampingan di dalam satu raga. Akan tetapi, mereka berdua saling berjuang untuk mengendalikan tubuh dan pastinya Li Zhe Liang yang menang.


Usaha monster naga bertanduk untuk mengambil alih tubuh Li Zhe Liang selalu gagal. Apa lagi sekarang ada Pedang Api Kunlun yang membantu Li Zhe Liang mengontrol monster naga bertanduk.


"Jika bukan karena ada Pedang Api Kunlun, kamu kira aku akan takut padamu?" teriak monster naga bertanduk.


"Tanpa Pedang Api Kunlun pin, kamu sudah di segel olehku selama dua puluh tahun!" balas Li Zhe Liang.


"HA HA HA! Rasakan kehebatanku!" gertak monster naga bertanduk sambil tertawa sinis.


Bayangan monster naga bertanduk masuk kembali ke dalam punggung Li Zhe Liang dengan cepat. Bersamaan dengan itu Li Zhe Liang memuntahkan segumpal darah segar berwarna hitam lagi.


Seluruh organ dalam Li Zhe Liang bagaikan ditusuk oleh ribuan jarum kecil sehingga membuat tubuh Li Zhe Liang membungkuk sedikit karena rasa kesakitan yang sangat luar biasa itu.


Saat ini Li Zhe Liang semakin yakin kekuatan spiritualnya yang tidak terkendali dan darah hitam yang dimuntahkan adalah perbuatan monster naga bertanduk.


"Bagus! Jika tubuhku ini mati, kamu juga akan mati bersamaku!" ucap Li Zhe Liang dengan sinis dan dingin.


Bayangan monster naga bertanduk keluar dari punggung Li Zhe Liang lagi dan menatap tajam pria dingin itu dengan mata merahnya melalui pantulan air sungai.


"Sombong sekali! Rasakan semua racun yang berada di tubuhmu!" pekik monster naga bertanduk.


"Argh!" teriak Li Zhe Liang.


Kali ini Li Zhe Liang tidak bisa menahan rasa sakit di dalam tubuhnya sehingga membungkukkan tubuhnya lebih ke bawah sambil memegang perutnya. Keringat dingin bercucuran dari keningnya.


Rasa sakit itu bukan lagi berupa siksaan dari ribuan jarum melainkan ribuan pedang tajam yang menyayat organ dalamnya secara perlahan.


Kesakitan yang luar biasa ini ditimbulkan oleh berbagai macam racun yang menumpuk di dalam tubuhnya. Ternyata selama ini perkiraan Li Zhe Liang akan tubuhnya kebal terhadap racun tidak sepenuhnya benar.


Dua puluh tahun ini tubuh Li Zhe Liang kebal terhadap semua racun di tubuhnya karena ada monster naga beracun yang menghalangi semua racun itu merusak tubuh Li Zhe Liang.


Tentu saja dikarenakan monster naga racun ingin mengambil alih tubuh Li Zhe Liang sehingga berusaha menjaga raga Li Zhe Liang dengan baik.


Kemunculan Pedang Api Kunlun memupus harapan monster naga beracun untuk mengambil alih tubuh Li Zhe Liang sehingga hewan roh buas jahat itu sengaja membiarkan semua racun itu menembus ke dalam tubuh serta organ dalam Li Zhe Liang.


***


Halo readers tercinta. Apakah sudah mencoba fitur baru pemberian hadiah berupa tips, hanya dengan menonton iklan? Di coba yuk untuk novel Gadis Beracun 😁👍.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Li Er akan menemukan Xue Qiu dan Zhe Liang.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE