
***Hutan Tengkorak***
Yang Ruo Li dalam wujud tembus pandang berjalan ke arah kelompok monster badak bermata tiga. Tanpa rintangan sama sekali Yang Ruo Li berhasil mendekati telur salju putih yang berada di tengah kerumunan monster badak bermata tiga.
Yang Ruo Li berhasil menendang satu monster badak bermata tiga yang sedang berusaha memecahkan cangkang telur salju putih dengan cakarnya. Monster badak bermata tiga itu terjungkal ke tanah dan berusaha untuk bangkit. Matanya nanar menatap sekeliling tetapi tidak menemukan sosok apa pun yang menendangnya tadi.
Feng Teng yang mengintai dari balik pepohonan melihat jelas monster badak bermata tiga yang terjungkal ke tanah dan tahu Yang Ruo Li sudah berada di samping telur salju putih. Bawahan kepercayaan Li Zhe Liang itu bersiap-siap untuk meninggalkan tempat itu setelah Yang Ruo Li berhasil menyelamatkan telur salju putih.
Pada saat ini lah Yang Ruo Li bisa melihat jelas bentuk telur salju putih. Telur itu berukuran sedang dan mempunyai cangkang berwarna salju putih.
Yang Ruo Li merasa penasaran sehingga mencoba menyentuh cangkang telur salju putih. Cangkangnya terasa hangat dan tidaklah sedingin penampilannya.
Kelompok monster badak bermata tiga masih berkelahi dan saling dorong mendorong untuk menggapai telur cangkang salju putih. Akan tetapi, cakar mereka hanya mencengkeram angin karena telur salju putih itu terlihat bergerak menghindari cakaran mereka.
Kelompok monster badak bermata tiga sama sekali tidak menyadari telur salju putih bisa bergerak karena Yang Ruo Li .
"Nona! Akhirnya kamu datang! Cepat tolong aku!"
Telur salju putih meminta pertolongan Yang Ruo Li sambil terisak-isak.
"Iya! Aku akan membawamu pergi," kata Yang Ruo Li.
Ketika Yang Ruo Li memegang telur salju putih dan ingin meninggalkan tempat itu, kelompok monster badak bermata tiga tetap mendekatinya. Saat itu lah Yang Rup Li menyadari telur salju putih pasti menyebarkan aroma harum dan membuat kelompok monster badak bermata tiga ingin memangsanya.
"Sangat berbahaya jika aku mengendongnya pergi," kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li berpikir keras bagaimana cara menyelamatkan telur salju putih.
"Nona jangan meninggalkanku di sini! Aku bisa mati dimakan mereka !"
Telur salju putih merasa panik setelah mendengar kata hati Yang Ruo Li sehingga timbul rasa takut akan ditinggal oleh Yang Ruo Li di sana.
"Tenang! Aku sedang memikirkan cara!" ucap Yang Ruo Li dengan tegas.
Telur salju putih patuh dengan perkataan Yang Ruo Li dan tidak berani mengeluarkan satu kata pun, sedangkan Feng Teng yang bersembunyi di balik pepohonan semakin gelisah dan khawatir karena Yang Ruo Li masih berada di dekat kelompok monster badak bermata tiga. Padahal efek batu penghilang wujud akan hilang dalam waktu dekat.
"Aku bisa menyembunyikan telur salju putih di dalam ruang dimensi cincin lotus," kata Yang Ruo Li.
Ruang dimensi adalah ruangan yang berbeda dengan dunia daratan Zhong Yuan. Jika telur salju putih di simpan di sana, maka aroma harum dari tubuhnya tidak akan bisa tercium oleh kelompok monster badak bermata tiga.
Yang Ruo Li memusatkan pikirannya untuk menyimpan telur salju putih ke dalam cincin lotus.
"Tidak! Kenapa telur salju putih tidak bisa masuk ke dalam ruang dimensi?" kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li mencoba berulang kali dan hasilnya tetap sama. Bagaikan ada sebuah kekuatan yang menghalangi telur salju putih masuk ke dalam ruang dimensi. Hal ini membuat Yang Ruo Li semakin panik dan gelisah.
Sementara itu kelompok monster badak bermata tiga merasa heran melihat telur salju putih melayang di udara dan bergerak ke kiri dan kanan. Akan tetapi, aroma harum dari telur salju putih membuat kelompok monster badak bermata tiga semakin menggila dan bergerak maju untuk merebutnya.
Yang Ruo Li menghindari serangan kelompok monster badan bermata tiga dengan sigap. Keadaan tubuhnya yang tembus pandang membuatnya leluasa menghindar.
"Celaka! Efek batu penghilang wujud habis!" kata Yang Ruo Li saat merasakan batu andesit besar di dalam genggaman tangannya sudah berubah menjadi debu.
Bersamaan dengan itu kelompok monster badak bermata tiga menatap tajam ke arah Yang Ruo Li. Rasa kebencian dan emosi melanda mereka setelah menyadari Yang Ruo Li ingin membawa pergi telur salju putih.
Kelompok monster badak bermata tiga serentak maju menyerang Yang Ruo Li. Gadis muda itu memeluk erat telur salju putih dan berlari ke arah Feng Teng.
"KAK FENG TENG! LARI!" teriak Yang Ruo Li.
Feng Teng segera lari mengikuti gadis muda yang sudah berlari kencang di depannya, sedangkan kelompok monster badak bermata tiga mengejar mereka dari belakang.
***
Selama tiga puluh menit mereka berdua berlari di dalam Hutan Tengkorak dan akhirnya berhasil meloloskan diri dari kejaran kelompok monster badak bermata tiga.
Yang Ruo Li mengatur napasnya yang tidak beraturan karena lari kencang sambil duduk di atas sebuah batu besar, sedangkan Feng Teng yang berdiri di dekatnya juga berusaha mengatur napasnya karena kecapekan berlari dalam waktu yang lama.
"Nona Ruo Li! Apa sebenarnya makhluk di dalam telur salju putih?" tanya Feng Teng penasaran.
"Telur salju putih! Bicaralah! Kamu makhluk apa?" tanya Yang Ruo Li sambil memegang cangkang telur salju putih.
"Nona! Aku adalah telur salju putih !"
Yang Ruo Li mendengar dengan jelas suara anak kecil menjawab pertanyaannya.
"Kak Feng Teng! Katanya dia adalah telur salju putih," ucap Yang Ruo Li.
"Nona Ruo Li bisa berbicara dengannya?" tanya Feng Teng penasaran.
"Iya! Aku bisa mendengar perkataannya dengan jelas. Sepertinya aku mempunyai hubungan telepati dengannya," jawab Yang Ruo Li.
"Aneh sekali. Hanya summoner dan hewan rohnya yang bisa berkomunikasi satu sama lain, seperti putra mahkota dan Shan Dian. Akan tetapi, Nona Ruo Li baru pertama kali bertemu dengan telur salju putih dan mereka belum melakukan ikatan kontrak," kata hati Feng Teng.
"Nona Ruo Li! Feng Teng menduga cangkang telur salju putih mempunyai aroma yang harum dan mengundang kelompok monster badak bermata tiga memangsanya," kata Feng Teng.
"Aku sepemikiran dengan Kak Feng Teng," ucap Yang Ruo Li.
"Mungkin saja ini adalah telur hewan roh tingkat tinggi ataupun hewan roh suci."
Feng Teng mengutarakan kecurigaannya terhadap identitas telur salju putih.
"Hewan roh tingkat tinggi? Hewan roh suci? Benarkah? Aku sangat beruntung bisa mendapatkannya," kata Yang Ruo Li dengan semangat.
Kegembiraan Yang Ruo Li hanyalah sesaat karena telur salju putih tiba-tiba berteriak keras.
"NONA! CEPAT LARI!"
Yang Ruo Li bisa merasakan telur salju putih di dalam pelukannya gemetaran ketakutan.
***
Halo readers. Bab ini author up pukul 14.50 wita.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 🤗🤗.
Bahaya apa yang akan mengancam Yang Ruo Li dan Feng Teng?
TA...DA.... Kabar baik nih. Author akan usahain up 2 bab hari ini ya. Bab satunya lagi dalam proses . Mungkin agak sore ya readers.
Vote baru sudah ready nih. Jangan lupa dukung novel ini dengan memberikan vote, like , hadiah maupun komentar positif ya readers 😊🤗🙏
Readers yang belum menekan tombol favorit , jangan lupa di tekan ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE