
***Ruang dimensi cincin Li Zhe Liang***
Yang Ruo Li terkejut dengan perkataan Li Zhe Liang. Wajah dingin tanpa ekspresi dari pria itu membuatnya percaya perkataan itu bukanlah gurauan semata.
Sementara Li Zhe Liang merasakan perkataan yang baru diucapkannya tadi bukanlah ide yang buruk. Setiap saat sewaktu merasa rindu, dirinya senantiasa bisa menemui gadis muda itu di dalam ruang dimensi dengan mudah.
Apa lagi wajah cantik Yang Ruo Li saat ini pasti akan mengundang banyak pria mendekatinya. Bahkan saat gadis muda ini masih berwajah jelek sudah berhasil menarik perhatian Li Jian Ming.
Jika saja Yang Ruo Li tinggal di dalam ruang dimensinya, maka tidak akan ada pria lain yang bisa merebut gadis muda itu darinya.
Jantung Yang Ruo Li berdegup kencang melihat senyuman samar di wajah Li Zhe Liang yang semakin jelas.
"Aku harus bagaimana? Jika Zhe Liang benar-benar meninggalkanku di sini, aku tidak bisa keluar," kata hati Yang Ruo Li.
Kekuatan spiritual Li Zhe Liang jauh diatasnya. Walaupun sekarang dirinya sudah menjadi kultivator tingkat lima dan mencapai Tahap Penguasaan Jiwa, akan tetapi masih kalah jauh dari Li Zhe Liang.
Gadis muda itu bisa keluar sendiri dari ruang dimensi Li Zhe Liang jika kekuatan spiritualnya berada di atas pria itu.
"Zhe…Zhe Liang! Ka…kamu bercanda kan?" tanya Yang Ruo Li terbata-bata.
Li Zhe Liang tidak menjawab pertanyaan Yang Ruo Li melainkan melangkahkan kakinya mendekati gadis muda itu.
Yang Ruo Li secara refleks berjalan mundur. Setiap kali Li Zhe Liang melangkah maju maka gadis muda itu akan melangkah mundur hingga akhirnya…
"AH!"
Yang Ruo Li melupakan peti es besar yang berada di belakangnya sehingga tubuhnya terjungkal ke belakang dan terjatuh ke dalam peti es besar.
BRUK!!!
Gadis muda itu merasakan tubuhnya mendarat di atas sesuatu yang empuk. Tepat pada saat dirinya berusaha bangkit, matanya membulat besar karena wajah Li Zhe Liang terpampang jelas di hadapannya.
Ternyata Li Zhe Liang menggunakan sihir teleportasi pada saat Yang Ruo Li terjatuh ke dalam peti es besar.
"Ma…maaf!" ucap Yang Ruo Li terbata-bata dan berusaha bangkit lagi dari tubuh Yang Ruo Li.
Ukuran peti es yang hanya pas untuk tubuh satu orang saja membuat Yang Ruo Li agak kesusahan keluar dari sana dan alhasil dirinya terjerembab sekali lagi.
Kali ini bibir mungilnya jatuh tepat di atas bibir Li Zhe Liang.
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
Mereka berdua bisa melihat jelas bayangan wajah sendiri di dalam bola mata masing-masing.
Tepat saat Yang Ruo Li ingin menjauhkan wajahnya, Li Zhe Liang menekan lembut kepalanya sehingga bibir mereka menempel lagi.
Li Zhe Liang mengecup lembut bibir Yang Ruo Li membuat aliran listrik mengalir di sekujur tubuh gadis muda itu. Tanpa sadar dirinya pun membalas ciuman lembut Li Zhe Liang.
Ciuman itu berlangsung lama tanpa ada yang berniat menghentikannya. Hingga akhirnya Li Zhe Liang lah yang menghentikannya terlebih dahulu sewaktu merasakan gejolak darah mudanya mulai tidak terkendali.
Niat semula yang ingin menggoda Yang Ruo Li malahan membuat tubuhnya sendiri panas dingin. Bukan hanya Yang Ruo Li sendiri saja yang merasakan aliran listrik itu, tentu saja Li Zhe Liang juga merasakan hal yang sama.
Tangan kirinya memeluk erat pinggang Yang Ruo Li dan melompat keluar dari dalam peti es dengan mudah.
Ketika tubuh mereka mendarat sempurna, tangan kanan Li Zhe Liang mengusap lembut pipi merah Yang Ruo Li.
"Li Er! Ayo kita keluar!" kata Li Zhe Liang.
Dalam hitungan detik, Li Zhe Liang membawa Yang Ruo Li kembali ke ruangan tempat Lan Long dan Kera Purba berada.
Lan Long berlari kegirangan memutari tubuh mereka berdua. Yang Ruo Li segera melepaskan diri dari pelukan Li Zhe Liang. Gadis muda itu semakin salah tingkah melihat Kera Purba menatap mereka dengan tatapan mata tidak berkedip sedikit pun.
Yang Ruo Li berusaha mengalihkan perhatian akan detak jantungnya yang masih berdegup kencang.
"Baiklah!" jawab Li Zhe Liang.
Setelah menderita selama dua puluh tahun, Li Zhe Liang sendiri pun ingin mencoba sejauh mana kekuatan Pedang Api Kunlun menekan monster naga bertanduk.
Beberapa detik kemudian Pedang Api Kunlun terbang keluar dari punggung Li Zhe Liang. Api kuning terangnya berubah menjadi kobaran api yang besar dan terbang tinggi serta berhenti di atas sana. Setelah itu Li Zhe Liang sengaja mengurangi kekuatan spiritual di dalam tubuhnya sehingga monster naga bertanduk segera merasakan kesempatan emas yang muncul dan tidak menyia-nyiakannya.
Aura mencekam dan menakutkan menyelimuti seluruh ruangan dengan cepat.
Bayangan monster naga bertanduk yang sombong memaksa keluar dari punggung Li Zhe Liang. Mata merahnya menatap tajam ke arah Kera Purba yang kebetulan berdiri di depan Li Zhe Liang.
Wajah Kera Purba menjadi pucat seketika, bahkan Lan Long mendekatkan tubuhnya ke Yang Ruo Li. Sementara gadis muda itu menatap ngeri hewan roh buas yang muncul di punggung Li Zhe Liang. Dirinya tidak bisa membayangkan bagaimana Li Zhe Liang bertahan hidup menghalangi monster naga bertanduk mengambil alih tubuhnya selama dua puluh tahun ini.
"Sudah cukup Zhe Liang!" teriak Yang Ruo Li ketika bayangan monster naga bertanduk semakin membesar. Gadis muda itu khawatir Li Zhe Liang akan terluka.
"Baiklah!" jawab Li Zhe Liang sambil tersenyum tipis dengan perhatian gadis muda itu.
Li Zhe Liang menggunakan kekuatan spiritualnya untuk menekan monster naga bertanduk masuk kembali ke dalam punggungnya.
Tentu saja hewan roh buas itu melakukan perlawanan keras. Kesempatan emas ini harus digunakannya dengan baik untuk mengendalikan tubuh Li Zhe Liang.
"Celaka! Dia ingin melawan!" teriak Yang Ruo Li .
Gadis muda itu segera mengerahkan api surgawi dari tubuhnya untuk membantu Li Zhe Liang.
"Tidak apa-apa, Li Er!" kata Li Zhe Liang sambil memberikan tatapan menenangkan.
Yang Ruo Li menganggukkan kepalanya perlahan. Dirinya percaya dengan ucapan Li Zhe Liang dan yakin pria itu bisa mengatasi monster naga bertanduk.
"PEDANG API KUNLUN!" teriak Li Zhe Liang.
Pedang Api Kunlun yang sedang terdiam di atas sana, terbang dengan cepat menuju bayangan monster naga bertanduk.
SLASH! SLASH! SLASH!
Pedang Api Kunlun mengayunkan mata pedangnya ke tubuh monster naga bertanduk berkali-kali tanpa memberi jeda sehingga terdengar raungan kesakitan yang menggema.
Bagian bayangan monster naga yang terkena api kuning terang itu menyusut ukurannya. Hewan roh buas itu berusaha melawan lagi sehingga kobaran api itu membungkus seluruh bayangan tubuhnya dan memaksanya masuk kembali ke dalam punggung Li Zhe Liang.
Sewaktu monster naga bertanduk masuk sepenuhnya ke dalam punggung Li Zhe Liang, Pedang Api Kunlun pun ikut masuk untuk memastikan hewan roh buas itu tidak mempunyai kesempatan untuk keluar lagi.
"Zhe Liang! Kamu berhasil!" teriak Yang Ruo Li kegirangan.
"Iya! Aku bisa mengendalikannya sekarang," kata Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang bisa merasakan dengan jelas sewaktu monster naga bertanduk memaksa keluar dari tubuhnya, kesadaran dirinya masih utuh sehingga bisa dikatakan Li Zhe Liang dapat melepaskan monster naga bertanduk keluar dari tubuhnya kapan pun dia mau dan tidak akan terpengaruh selama Pedang Api Kunlun membantunya menjinakkan hewan roh buas itu.
***
Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 21.30 wita. Terima kasih kepada readers yang sabar menunggu sampai malam ya. Love sekebon deh ❤️❤️❤️.
Cerita bab ini sweet-sweet dulu deh untuk menemani waktu bobok readers tercinta. Jadinya bab besok baru berkumpul kembali dengan rombongannya.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Si ulat keket akan muncul kembali dalam waktu dekat. Persiapkan panci ya readers 🤗😂
SELAMAT MALAM
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE