GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 126. Salah paham


***Hutan Tengkorak***


Perkataan Yang Rong Le tidak dipercayai oleh Li Zhe Liang. Pria dingin itu yakin Shan Dian bersamanya sewaktu segel racun bereaksi. Kejujuran yang ingin diperlihatkan oleh Yang Rong Le membuat Li Zhe Liang merasa muak dan benci.


Berani sekali Yang Rong Le menjebaknya secara terang-terangan. Akan tetapi, mengapa Yang Ruo Li masih belum mau mengaku sekarang?


Li Zhe Liang menghentikan niatnya untuk membunuh Yang Rong Le karena ingin menggunakan gadis tidak tahu malu itu untuk memancing reaksi Yang Ruo Li.


Li Zhe Liang yang terdiam membuat rombongan bawahannya mengira pria itu sudah percaya dengan perkataan Yang Rong Le.


"Zhe Liang! Jika benar dia lah gadis itu, kamu harus bertanggung jawab," ujar Chong Yun sambil melirik ke arah Yang Ruo Li.


Sejak awal Chong Yun mengira Li Zhe Liang melindungi Yang Ruo Li mati-matian dikarenakan rasa bertanggung jawab akan kejadian di Hutan Tengkorak sehingga membuatnya penasaran apakah Li Zhe Liang akan memperlakukan Yang Rong Le sama seperti perlakuan terhadap Yang Ruo Li.


"Le Er hanya ingin berada di sisi tuan selamanya. Le Er tidak berani meminta status apa pun," ucap Yang Rong Le sambil menatap penuh harapan ke Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang mengacuhkan perkataan Chong Yun dan Yang Rong Le. Pria dingin itu membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah Yang Ruo Li. Gadis muda itu masih berdiri mematung di sana tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Le Er!"


Hanya kata itu yang terngiang di telinga Yang Ruo Li saat ini. Perasaan hatinya sangat jelek membayangkan Li Zhe Liang akan memanggil Le Er ke adik tirinya yang tidak tahu malu itu.


"Li Er!" panggil Li Zhe Liang.


"A…ada apa Zhe Liang?" tanya Yang Ruo Li sambil berusaha bersikap tenang.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Li Zhe Liang.


"Apa maksud Zhe Liang bertanya padaku? Apakah Zhe Liang masih mencurigai aku adalah gadis di malam itu? Jangan Ruo Li! Kamu tidak boleh mengaku. Hubunganmu dengan Zhe Liang akan hancur jika kebenaran terungkap! Kamu bisa mati!"


Pergolakan batin terjadi di dalam hati Yang Ruo Li. Hal yang paling ditakuti Yang Ruo Li saat ini bukanlah dibunuh oleh Li Zhe Liang melainkan dibenci oleh pria itu jika kebenaran terungkap.


Li Zhe Liang terlihat jelas sangat membenci gadis yang berhubungan istimewa dengannya malam itu. Yang Ruo Li beranggapan Yang Rong Le belum dibunuh karena hewan roh Li Zhe Liang belum ditemukan.


Setelah melalui pergolakan batin yang panjang, Yang Ruo Li memberikan jawaban atas pertanyaan Li Zhe Liang tadi.


"Zhe Liang! Aku tidak akan ikut campur urusan pribadimu," jawab Yang Ruo Li dengan suara bergetar.


Gadis muda itu yakin Li Zhe Liang tidak akan terperangkap ke dalam tipu muslihat Yang Rong Le. Akan tetapi, jawabannya itu membuat emosi Li Zhe Liang memuncak.


Kenapa Yang Ruo Li tidak mau mengaku? Apakah karena tidak mau terikat dengannya? Padahal Li Zhe Liang bisa merasakan Yang Ruo Li juga menyukainya.


Li Zhe Liang menggunakan sihir teleportasi dan muncul tepat di depan Yang Ruo Li.


"Li Er tidak akan menyesal?" tanya Li Zhe Liang.


"I…iya!" jawab Yang Ruo Li terbata-bata.


Yang Rong Le yakin dirinya pasti bisa menaklukkan Li Zhe Liang jika berhasil berada di sisi pria dingin itu.


Status dan kekuatan yang besar seperti Li Zhe Liang hanya bisa sepadan dengannya dan bukan Yang Ruo Li si gadis sampah dan lemah selama ini.


Yang Rong Le masih beranggapan Yang Ruo Li hanyalah kultivator tingkat tiga dan bisa bertahan saat ini karena perlindungan dari Li Zhe Liang.


Yang Rong Le sudah tidak sabar melihat Yang Ruo Li menjadi gadis sampah lagi setelah kehilangan Li Zhe Liang sebagai bekingan.


Sementara Li Zhe Liang semakin kesal dan marah dengan tatapan penuh pengharapan dari Yang Rong Le. Pria dingin itu mengarahkan lagi telapak tangan kanan ke arah gadis tidak tahu malu itu.


"AH!"


Yang Rong Le berteriak ketakutan dan terjatuh di atas tanah. Sedikit api kuning terang dari Pedang Api Kunlun terbang ke arah Yang Rong Le dan membakar habis jubah hitam, satu-satunya barang bukti menjadi abu dalam waktu singkat.


Tubuh gadis muka tembok itu tidak pantas menggunakan jubah hitam miliknya. Lebih baik dibakar menjadi abu karena Li Zhe Liang pun tidak mau jubah itu lagi.


Yang Rong Le terbatuk-batuk sambil menepuk-nepuk abu yang menempel di pakaiannya. Bahkan wajahnya pun menjadi kotor terkena serpihan abu jubah yang terbakar.


Li Zhe Liang melangkahkan kakinya dengan keras melewati Yang Ruo Li. Ini pertama kalinya Li Zhe Liang mengacuhkan Yang Ruo Li.


"Tuan! Tunggu aku!" teriak Yang Rong Le sambil berlari mengejar Li Zhe Liang. Tangannya mengambil jubah yang lain dari dalam cincin penyimpan batu rubi dan memakainya untuk menutupi pakaiannya yang kotor serta robek.


"Ayo berangkat!" perintah Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang melangkahkan kakinya dengan cepat dan membiarkan Yang Rong Le mengikutinya. Hal ini menyebabkan gadis muka tembok itu besar kepala dan menoleh ke belakang untuk memberikan tatapan mengejek ke arah Yang Ruo Li, seolah-olah dirinya sudah berhasil menggantikan posisi Yang Ruo Li saat ini.


Feng Teng dan Lu Jing hanya bisa menghela napas panjang. Mereka berdua lebih menyukai Yang Ruo Li sebagai pasangan Li Zhe Liang. Akan tetapi sebagai bawahan, mereka tidak mempunyai hak melarang Li Zhe Liang menerima Yang Rong Le dalam rombongan.


Sementara Chong Yun sedang menatap punggung Li Zhe Liang yang diikuti oleh gadis muka tembok itu , melirik sekilas ke arah Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li terlihat lesu dan tidak bersemangat. Hal ini membuat perasaan hatinya tidak tenang melihat kesedihan gadis muda itu dan menyadari mulutnya yang bawel sudah membuat masalah menjadi bertambah runyam.


***


Selamat siang readers. Bab ini up pukul 15.15 wita.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya di bab malam ya. Spoiler dikit nih : Zhe Liang tidak mungkin mengacuhkan Li Er dalam waktu yang lama dan si ulat keket akan terkena ganjaran lagi deh 😂.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE