
***Kamar Fu Jiu Yun***
Wen Hui Min duduk di samping Fu Jiu Yun dengan raut wajah cemas. Sementara Fu Jiu Yun sedang menggaruk-garuk wajah, tangan, kaki, dan tubuhnya karena tidak tahan lagi dengan rasa gatal yang semakin mengganggu.
Fu Jiu Yun sudah makan pil penawar buatan alchemist Lim Hsuang Hsuang dan alchemist Peng Wei Wei. Akan tetapi, kedua pil itu malahan membuat tubuhnya semakin gatal. Bintik-bintik merah di sekujur tubuhnya berubah menjadi benjolan kecil berwarna merah, yang menandakan racunnya bertambah parah.
Hal itu jugalah yang membuat kedua alchemist itu diusir dari dalam kamar Fu Jiu Yun karena pil penawar buatan mereka bukannya menyembuhkan Fu Jiu Yun, malahan menambah parah.
Tidak akan ada yang menyangka racun gatal buatan Yang Ruo Li terbuat dari herbal beracun sehingga pil penawarnya juga harus menggunakan herbal beracun. Pil penawar dari kedua alchemist itu terbuat dari herbal biasa sehingga membuat racun gatalnya bertambah parah.
"Jiu Yun! Kamu tidak boleh menggaruk lagi. Nanti tubuhmu penuh bekas luka. Ibu akan mencari ahli alchemist lainnya," kata Wen Hui Min sambil menahan gerakan tangan Fu Jiu Yun.
"Bagaimana kalau tuan muda Fu Jiu Yun berendam di kolam es untuk meringankan rasa gatalnya?" tanya Lim Hsuang Hsuang.
" Iya, benar! Tuan muda Fu Jiu Yun bisa berendam di kolam es!" ucap Peng Wei Wei.
Pada awalnya Fu Jiu Yun memang berniat untuk berendam di dalam kolam es untuk meringankan rasa gatal tubuhnya, tetapi api elixir yang baru muncul di dalam tubuhnya akan tertekan oleh dinginnya kolam es.
Jika dirinya berendam terlalu lama di dalam kolam es, api elixirnya akan rusak dan dirinya tidak akan bisa berlatih menjadi alchemist sehingga Fu Jiu Yun mengurungkan niatnya dengan harapan ahli alchemist bisa membuat pil penawar.
Sekarang rasa gatal di dalam tubuhnya tidak tertahankan lagi sehingga Fu Jiu Yun memaksakan diri berjalan menuju kolam es untuk meringankan rasa gatal di tubuhnya.
"Aku akan membunuh orang yang meracuniku!" teriak Fu Jiu Yun.
Wen Hui Min, Lim Hsuang Hsuang, dan Peng Wei Wei diam seribu bahasa sambil melihat punggung Fu Jiu Yun yang menjauh dari pandangan mereka.
"Siapa yang meracuni Jiu Yun?" kata hati Wen Hui Min.
***Kamar tamu Kediaman Bangsawan Fu Chen***
Yang Ruo Li berada di kamar tamu yang dipersiapkan untuknya, sedangkan Li Zhe Liang juga beristirahat di kamarnya sendiri.
"Ehmmm! Harum sekali! Pasti enak!" ucap Yang Ruo Li sambil mencium aroma beberapa potong ayam goreng di atas dua piring yang sedang di pegangnya.
Sewaktu berjalan kembali ke kamar tamu, Yang Ruo Li berpapasan dengan beberapa pelayan Kediaman Bangsawan Fu Chen yang sedang membawakan makanan ke arah Kediaman Fu Jiu Yun.
Yang Ruo Li menduga Wen Hui Min akan makan bersama Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang di sana sehingga tanpa merasa malu Yang Ruo Li mengambil satu piring ayam goreng dari tangan pelayan, dengan alasan akan makan bersama Li Zhe Liang dan Lu Jing di taman dekat kamar tamu mereka.
Tentu saja pelayan itu tidak berani merebut kembali piring ayam goreng. Bahkan salah satu pelayan wanita yang genit, menyerahkan piring ayam goreng di tangannya ke Li Zhe Liang. Li Zhe Liang hanya menerima piring itu dan tidak melirik sedikit pun ke arah pelayan wanita.
Setibanya di halaman kamar tamu, Li Zhe Liang memberikan piring ayam gorengnya ke Yang Ruo Li, kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Padahal Yang Ruo Li sengaja mengambil makanan itu untuk membuat marah Wen Hui Min dan juga karena dirinya teringat akan janjinya kepada Bai Hu.
"Bai Hu pasti sudah kelaparan di dalam ruang dimensi," kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li memusatkan pikirannya untuk masuk ke dalam ruang dimensi cincin lotus.
***
Di dalam ruang dimensi, Bai Hu alias Shan Dian sedang tertidur pulas sambil memeluk kain sobekan jubak hitam. Yang Ruo Li hanya bisa menggelengkan kepala dan berjalan menghampiri Bai Hu.
"Bai Hu! Bai Hu! Ada ayam goreng!" ucap Yang Ruo Li sambil menyodorkan satu piring ayam goreng di depan hidung Bai Hu.
Aroma ayam goreng yang harum membuat hidung Bai Hu bergerak-gerak mengendus aroma itu. Bahkan mulutnya terbuka dan air liurnya mulai menetes.
Yang Ruo Li tertawa kecil dan menyentil kening Bai Hu. Yang Ruo Li tahu Bai Hu sudah terbangun dan pura-pura tidak mau membuka mata.
"Bai Hu! Satu piring ayam goreng ini untukmu. Jika kamu masih belum bangun, aku yang akan memakannya," kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li meletakkan salah satu piring ayam goreng di depan Bai Hu. Kemudian mengambil tempat duduk yang tidak jauh dari Bai Hu untuk mulai makan ayam goreng di piring yang satunya lagi.
"Enak sekali!"
"Daging ayamnya renyah!"
"Wah! Aku bisa makan dua piring nih!"
Yang Ruo Li sengaja makan sambil berbicara dan sesekali melirik ke arah Bai Hu. Bai Hu yang kelaparan tidak bisa menahan diri lagi sehingga membuka matanya dan makan ayam gorengnya dengan lahap.
Yang Ruo Li membiarkannya dan tidak mengusiknya karena tahu sifat keras kepala Bai Hu. Setelah selesai makan, Yang Ruo membuat ramuan maupun racun dari berbagai tanaman langka yang berhasil di petiknya dari Hutan Tengkorak.
Yang Ruo Li memasukkan semua ramuan dan racun racikannya ke dalam cincin penyimpan batu giok.
"Masih banyak waktu. Aku bisa berlatih kultivasi sebentar," kata hati Yang Ruo Li.
Ketika Yang Ruo Li duduk bersila berlatih kultivasi, Shan Dian alias Bai Hu bergerak pelan menghampirinya dengan perut buncit berisi daging ayam goreng.
"Wanita jelek! Aku makan ayam goreng itu, bukan berarti aku memaafkan pukulanmu!" kata Shan Dian.
Shan Dian mendekatkan hidungnya mengendus-endus di sekitar tubuh Yang Ruo Li .
"Kenapa aku mencium aroma tuan dari tubuh wanita jelek ini?" kata Shan Dian.
Shan Dian mencurigai Li Zhe Liang pernah muncul di sekitar Yang Ruo Li sehingga bisa tercium aroma tubuh Li Zhe Liang.
"Kali ini aku harus berhasil ikut wanita jelek ini keluar dari sini!" tekad hati Shan Dian.
***
Yang Ruo Li terkejut melihat Shan Dian duduk dengan manis di depannya ketika dirinya selesai berlatih kultivasi.
"Bai Hu! Kamu sudah kenyang?" kata Yang Ruo Li sambil membelai kepala Shan Dian dengan lembut.
Shan Dian menganggukkan kepalanya dengan patuh dan melompat ke dalam pelukan Yang Ruo Li.
"Bai Hu pasti sangat menyukai ayam goreng sehingga bersikap baik kepadaku. Lain kali aku akan membawakan dua piring untuknya," kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li salah paham dengan sifat patuh yang ditunjukkan oleh Shan Dian . Padahal Shan Dian bersedia berada dalam pelukannya karena ingin ikut keluar dari ruang dimensi.
"Bai Hu! Kamu baik-baik di sini ya . Lain kali aku akan bawakan dua piring ayam goreng," kata Yang Ruo Li sambil membungkukkan badannya untuk menurunkan Bai Hu.
Shan Dian mencengkeram erat pakaian Yang Ruo Li dan bersikeras tidak mau turun.
"Ada apa, Bai Hu? Kamu ingin ikut keluar?" tanya Yang Ruo Li.
Shan Dian menganggukkan kepalanya berkali-kali.
"Cepat bawa aku keluar! Tuanku sudah menungguku! Dia pasti akan menghukummu!!" kata Shan Dian.
Auman tidak jelas dari mulut Shan Dian, di salahartikan lagi oleh Yang Ruo Li.
"Aku tidak mungkin membawa Bai Hu keluar dan membiarkannya berkeliaran di Kediaman Bangsawan Fu Chen," kata hati Yang Ruo Li.
"Aku akan membawamu keluar pada saat yang tepat," janji Yang Ruo Li.
Shan Dian masih ngotot tidak mau melepaskan cengkeraman tangannya sehingga Yang Ruo Li memusatkan pikirannya untuk keluar dari ruang dimensi.
"Tinggal!"
Suara Yang Ruo Li menggema di dalam ruang dimensi bersamaan dengan tubuhnya yang menghilang, sedangkan Shan Dian terjatuh ke bawah dan pastinya masih berada di dalam ruang dimensi.
"TIDAK!" teriak Shan Dian pilu sambil meratapi nasibnya.
Saat ini Shan Dian baru sadar dirinya bisa keluar dari ruang dimensi pada saat Yang Ruo Li menginginkannya. Tanpa persetujuan dari Yang Ruo Li, ruang dimensi akan menahannya di dalam sana.
***
Halo readers. Akhirnya selesai juga crazy up 3 bab hari ini. Semoga readers menyukainya dan jangan lupa membaca kelanjutan cerita besok 🤗.
Terima kasih kepada semua readers yang telah memberikan Vote, Hadiah , Like maupun Komentar Positif 🤗🤗🥰🥰👍.
He He He. Para readers yang kasihan sama Bai Hu alias Shan Dian, harus bersabar ya. Si harimau putih masih harus setia terkurung di dalam ruang dimensi karena dialah satu-satunya saksi yang melihat jelas Yang Ruo Li adalah gadis misterius yang berhubungan istimewa dengan Li Zhe Liang di Hutan Tengkorak. Pada saat itulah Yang Ruo Li tidak bisa mengelak lagi 😂😂😂. Di tunggu ya. Akan tiba saatnya sesuai alur cerita.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE