GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 61. Meminjam pedang penghancur


***Kediaman Bangsawan Fu Chen***


"Yang Ruo Li!" teriak Wen Hui Min ketika sudah berada di hadapan gadis muda itu.


"Nyonya Fu! Kenapa ada kerumunan rakyat Kota Shang Ri La di sini? Ada acara besar kah? Oh iya! Kemarin Nyonya Fu berjanji akan meminjamkan pedang penghancur di pagi hari ini. Ruo Li tunggu pedang penghancurnya sekarang," kata Yang Ruo Li dengan sopan.


"Tidak tahu malu!" ujar Wen Hui Min sambil mengangkat tangannya untuk menampar Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li melompat mundur ke arah kerumunan rakyat Kota Shang Ri La sehingga terhindar dari tamparan Wen Hui Min.


"Nyonya Fu! Kenapa kamu bersikap kasar kepadaku? Apa salahku? "


Yang Ruo Li berpura-pura tidak tahu apa-apa untuk memancing Wen Hui Min bertindak gegabah di hadapan rakyat Kota Shang Ri La.


"Kamu akan ku bunuh!" teriak Wen Hui Min.


Wen Hui Min melayangkan pukulan ke arah Yang Ruo Li. Gadis muda itu segera berlari dan berlindung di belakang kerumunan rakyat Kota Shang Ri La.


"Tolong! Nyonya Fu ingin membunuhku!" teriak Yang Ruo Li.


Beberapa pemuda terkena pukulan dari Wen Hui Min karena Yang Ruo Li menjadikan mereka sebagai tameng.


***


"Ibu! Hentikan!"


Fu Jiu Yun berlari keluar dari dalam kamar dan menghalangi Wen Hui Min melukai lebih banyak rakyat Kota Shang Ri La lagi.


"Jiu Yun! Yang Ruo Li harus mati!" kata Wen Hui Min.


Fu Jiu Yun merentangkan kedua tangannya lebar-lebar dan berdiri tepat di depan Yang Ruo Li sehingga tubuh gadis muda itu terlindungi olehnya dari serangan Wen Hui Min.


Wen Hui Min menghentikan pukulan dari tangannya dan menatap Fu Jiu Yun dengan kecewa.


"Jiu Yun! Kenapa kamu melindunginya ?" tanya Wen Hui Min.


Bukan hanya Wen Hui Min yang terkejut dengan sikap Fu Jiu Yun, Yang Ruo Li pun merasa bingung dan tidak mengerti akan tindakan Fu Jiu Yun. Akan tetapi, gadis muda itu tidak memedulikan perlindungan dari Fu Jiu Yun saat ini apakah tulus atau tidak, dua tujuan utamanya haruslah tercapai.


"Tuan muda Fu Jiu Yun! Kenapa kamu memakai pakaian pengawal?" tanya Yang Ruo Li.


Fu Jiu Yun membalikkan tubuhnya dan menatap tajam ke arah Yang Ruo Li. Fu Jiu Yun tahu pasti dirinya dijebak oleh Yang Ruo Li karena gadis muda itu ingin membalas dendam atas perlakuan Wen Hui Min, Peng Wei Wei, dan Lim Hsuang Hsuang.


Fu Jiu Yun tidak bisa menerima Yang Ruo Li melibatkannya dalam rencana balas dendam itu dan merusak reputasi yang selama ini dijaganya dengan baik.


"Ruo Li! Kenapa kamu melakukannya? Aku tidak pernah bersikap jahat kepadamu," kata Fu Jiu Yun sambil menarik tangan Yang Ruo Li. Perasaan hati Fu Jiu Yun bercampur aduk antara marah, kesal, kecewa, dan terluka.


"Tuan muda Fu Jiu Yun!Tanganku sakit sekali. Apa sebenarnya yang sudah terjadi di sini?" teriak Yang Ruo Li sambil menarik kembali tangannya dari cengkeraman Fu Jiu Yun.


Yang Ruo Li tidak menyukai Fu Jiu Yun menarik tangannya. Seolah-olah hubungan mereka berdua sangat dekat.


"Tadi kami melihat tuan muda Fu Jiu Yun berada di atas tempat tidur bersama Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei. Mereka bertiga berpelukan dalam keadaan polos," ucap salah satu pemuda dari kerumunan rakyat Kota Shang Ri La yang berbaik hati memberitahukan Yang Ruo Li tentang kejadian itu.


"Apa? Tidak mungkin! Tuan muda Fu Jiu Yun! Kenapa kamu tega melakukan itu?" tanya Yang Ruo Li. Air mata sudah berlinang di kedua pipi gadis muda itu.


"Ruo Li! Kamu tahu pasti kejadiannya bukan seperti itu," jawab Fu Jiu Yun.


Yang Ruo Li mengelap air mata palsunya dengan cepat. Kemudian menatap tajam ke arah Fu Jiu Yun.


"Fu Jiu Yun! Aku memutuskan pertunangan denganmu saat ini juga!"


"Aku, Yang Ruo Li! Memutuskan pertunangan denganmu, Fu Jiu Yun! Mulai saat ini kita tidak ada hubungan apa pun!" ucap Yang Ruo Li dengan tegas.


Sewaktu mengulang perkataan itu, Yang Ruo Li sengaja menggunakan kekuatan spiritualnya sehingga semua orang yang berada di sana bisa mendengarnya dengan jelas.


Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La tidak percaya Yang Ruo Li berani memutuskan pertunangannya dengan Fu Jiu Yun, putra Bangsawan Fu Chen yang merupakan Penguasa Kota Shang Ri La.


"Yang Ruo Li! Apa hak mu memutuskan pertunangan?" tanya Wen Hui Min.


"Nyonya Fu! Putramu berselingkuh di depan umum. Tentu saja aku berhak memutuskan pertunangan. Aku tidak mau bersuamikan seorang hidung belang," jawab Yang Ruo Li dengan tenang.


Seumur hidupnya Fu Jiu Yun tidak pernah mengalami kejadian dipermalukan seperti saat ini. Yang Ruo Li, gadis muda yang menjadi tunangannya sejak kecil berhasil memberikan pukulan telak terhadapnya. Gadis muda yang berani menjebaknya dan ingin membatalkan pertunangan bahkan mengejeknya hidung belang.


Harga diri Fu Jiu Yun yang tinggi membuatnya tidak tahan dipermalukan lagi untuk waktu yang lama.


"Baiklah! Yang Ruo Li! Aku Fu Jiu Yun akan memutuskan pertunangan denganmu! Aku harap kamu tidak akan menyesal di kemudian hari!" kata Fu Jiu Yun.


"Jangan khawatir tuan muda Fu Jiu Yun! Aku Yang Ruo Li, tidak pernah menyesal dengan semua keputusanku!" ucap Yang Ruo Li sambil tersenyum lebar.


"Bagus pertunangannya dibatalkan! Keluarga Fu tidak menginginkan menantu sepertimu!" teriak Wen Hui Min.


Walaupun pemutusan pertunangan kali ini akan merusak nama baik Bangsawan Fu Chen, Wen Hui Min tidak peduli lagi asalkan bisa menyingkirkan Yang Ruo Li jauh-jauh dari pandangan matanya.


"Tentu saja Nyonya Fu menginginkan menantu seperti Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei. Ruo Li hanyalah gadis sampah dan berwajah buruk rupa," kata Yang Ruo Li.


Perkataan Yang Ruo Li berhasil memancing reaksi kerumunan rakyat Kota Shang Ri La. Mereka berbisik-bisik menyalahkan Wen Hui Min dan Fu Jiu Yun.


"Yang Ruo Li! Pergi dari sini sekarang juga!" bentak Wen Hui Min dengan geram.


"Tenang saja, Nyonya Fu! Ruo Li akan pergi setelah mendapatkan pedang penghancur," kata Yang Ruo Li.


"Yang Ruo Li! Pedang penghancur adalah senjata langka pemberian dari Kaisar Tang ke Bangsawan Fu Chen. Sekarang kamu bukan lagi tunangan Jiu Yun. Tidak mungkin aku meminjamkannya padamu!" ujar Wen Hui Min sambil tersenyum sinis.


"Nyonya Fu adalah orang yang tidak menepati janji dan tidak tahu balas budi. Aku meminjam pedang penghancur untuk memotong rantai besi yang mengikat ibuku. Nyonya Fu ingin membiarkan ibuku mati dan melupakan budinya puluhan tahun yang lalu?" tanya Yang Ruo Li.


"Aku ingat! Ibu kandung Yang Ruo Li pernah menyelamatkan Nyonya Fu puluhan tahun yang lalu sehingga ketika Nona Yang Ruo Li lahir, Tuan muda Fu Jiu Yun dijodohkannya untuk membalas budi," kata salah satu orang tua dari kerumunan rakyat Kota Shang Ri La.


"Pertunangan dibatalkan karena kesalahan tuan muda Fu Jiu Yun! Sekarang balas budi juga dilupakan!" lanjut pemuda lainnya.


"Nyonya Fu! Perlukah aku membawa ibuku dalam kondisi terikat rantai besi ke hadapanmu saat ini juga? Tubuh ibuku sangat lemah. Aku hanya meminjam sebentar saja pedang penghancur dan akan segera dikembalikan," kata Yang Ruo Li.


"Ambilkan pedang penghancur!" perintah Fu Jiu Yun ke Si Han.


"Baik, tuan muda Fu Jiu Yun!" jawab Si Han.


***


Halo readers. Ini bab kedua ya. Masih ada satu bab lagi nanti agak malam ya 🙏🙏.


Yeay...akhirnya pedang penghancur berhasil didapatkan Yang Ruo Li.


Di tunggu bab berikutnya ya


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE