GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 66. Penyelidikan


***Kediaman Bangsawan Fu Chen***


Kediaman Bangsawan Fu Chen menjadi kacau akibat Wen Hui Min yang menggila dan membunuh siapa pun yang berada di dekatnya. Pertumpahan darah terjadi di taman Kediaman Wen Hui Min. Banyak jasad berserakan di sana membuat Bangsawan Fu Chen merasa frustasi dan memerintahkan kepala pengurus kediaman untuk mengurusi pemakaman semua jasad tersebut.


Puluhan pelayan dan penjaga Kediaman Bangsawan Fu Chen pun terluka akibat sabetan pedang penghancur, sedangkan dari kelima selir Bangsawan Fu Chen, hanya selir ketiga saja yang hidup karena berhasil diselamatkan oleh Fu Jiu Yun.


Bangsawan Fu Chen meninggalkan taman itu menuju ruangannya diikuti oleh Fu Jiu Yun dan Si Han.


***


"Jiu Yun! Jelaskan apa yang terjadi di kediaman ini? Mengapa ada bangunan runtuh dan ibumu membunuh orang?" tanya Bangsawan Fu Chen dengan gusar.


"Ibu ingin menjebak Yang Ruo Li berselingkuh dengan pria lain untuk memutuskan pertunangan sehingga menghancurkan bangunan dekat kamar tamu. Akan tetapi, aku lah yang berada di sana bersama Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang serta menjadi tontonan kerumunan rakyat Kota Shang Ri La," jawab Fu Jiu Yun.


Fu Jiu Yun menceritakan semuanya dengan jujur kepada Bangsawan Fu Chen. Masalah besar yang merusak reputasi Keluarga Fu ini tidak akan bisa ditutupi dari Bangsawan Fu Chen.


"Yang Ruo Li? Tunanganmu sejak kecil, putrinya Yang Lim? Bukannya dia tidak bisa berlatih kultivasi dan dijadikan pil manusia oleh Keluarga Yang selama ini? Kenapa gadis itu bisa berada di sini?" tanya Bangsawan Fu Chen.


"Yang Ruo Li ingin meminjam pedang penghancur untuk memutuskan rantai besi yang mengikat ibu kandungnya," jawab Fu Jiu Yun.


"Pedang penghancur?" tanya Bangsawan Fu Jiu Yun.


Bangsawan Fu Jiu Yun mengingat dengan jelas dirinya melihat Wen Hui Min menggunakan pedang penghancur di tangannya tadi.


"Si Han! Ambilkan pedang penghancur dari taman tadi!" perintah Bangsawan Fu Jiu Yun.


"Baik, tuan besar!" jawab Si Han dan segera berlari ke taman Kediaman Wen Hui Min untuk mengambil pedang penghancur.


Pedang penghancur itu tergeletak di lantai tempat Wen Hui Min jatuh pingsan akibat pukulan Bangsawan Fu Chen tadi.


Beberapa saat kemudian Si Han kembali ke ruangan dan menyerahkan pedang penghancur ke tangan Bangsawan Fu Chen.


Bangsawan Fu Chen memeriksa pedang penghancur dengan teliti. Gagang dan mata pisau pedang penghancur itu terlihat seperti semula. Hanya saja ada percikan noda darah di mata pisau dan mengingatkan Bangsawan Fu Chen akan kematian Bai Ching Ching yang naas.


"Pedang penghancur ini tidak ada masalah," ucap Bangsawan Fu Chen dengan tegas.


Fu Jiu Yun terkejut dan tertegun setelah mendengar perkataan Bangsawan Fu Chen. Sewaktu Si Han mencarinya di ruangan kolam es, Si Han memberitahukannya Wen Hui Min mengamuk dan membunuh orang dengan pedang penghancur sehingga Fu Jiu Yun mencurigai ada sesuatu di pedang penghancur itu.


Bangsawan Fu Chen melihat jelas ekspresi wajah Fu Jiu Yun. "Jiu Yun! Atas dasar apa kamu mencurigai ada racun di pedang penghancur?" tanya Bangsawan Fu Chen.


Si Han mengerti Fu Jiu Yun mencurigai pedang penghancur itu karena perkataannya sebelumnya sehingga pengawal pribadi itu segera berlutut di hadapan Bangsawan Fu Chen.


"Maaf Tuan besar! Semua karena perkataan dari Si Han! Si Han membawa pulang pedang penghancur dari tempat nona Yang Ruo Li. Nyonya besar memeriksa pedang penghancur itu dan tidak lama kemudian nyonya mengamuk dan membunuh," kata Si Han.


"Pedang penghancur berhasil dipinjam oleh Yang Ruo Li?" tanya Bangsawan Fu Chen ke Fu Jiu Yun.


"Iya, ayah. Karena kejadian tadi pagi, pertunanganku dengan Yang Ruo Li sudah di batalkan dan ibu terpaksa harus meminjamkan pedang penghancur di depan rakyat Kota Shang Ri La," jawab Fu Jiu Yun.


"Si Han! Kamu yang membawa pulang pedang penghancur itu tanpa campur tangan orang lain bukan?" tanya Bangsawan Fu Jiu Yun dengan nada menyelidiki.


"Selama perjalanan pulang, pedang penghancur tidak pernah terlepas dari tangan Si Han," jawab Si Han dengan yakin.


"Hal ini berarti bukan Yang Ruo Li penyebabnya," kata hati Bangsawan Fu Chen, Fu Jiu Yun, dan Si Han bersamaan.


Jika Yang Ruo Li menaburkan racun di pedang penghancur, maka Si Han sebagai orang pertama yang langsung memegang pedang itu akan menggila seperti Wen Hui Min dan hal itu tidaklah terjadi.


Bangsawan Fu Chen pun memegang serta memeriksa pedang penghancur itu dan tidak ada terkena efek apapun.


Mereka semua sama sekali tidak akan menyangka racun iblis hati racikan Yang Ruo Li setelah berhasil masuk ke dalam tubuh seseorang, maka tidak akan tersisa lagi racun di tempat semula sehingga pedang penghancur yang dipegang oleh Bangsawan Fu Chen adalah pedang penghancur yang bersih tanpa racun sedikit pun.


"Wen Hui Min wanita yang kejam! Aku tidak akan memaafkannya!" ucap Bangsawan Fu Chen sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


Kebenaran yang didapatkan dari hasil penyelidikan Bangsawan Fu Chen adalah Wen Hui Min sengaja membunuh selir kesayangannya dan berpura-pura gila membunuh pelayan maupun penjaga lainnya. Saat ini Fu Jiu Yun pun tidak bisa membela Wen Hui Min lagi.


Dalam hati kecil Fu Jiu Yun tidak percaya Yang Ruo Li mempunyai kemampuan untuk meracuni Wen Hui Min dalam waktu yang singkat. Kemungkinan besar yang terpikir oleh Fu Jiu Yun adalah pria tampan misterius di sisi Yang Ruo Li lah dalang utama semua kejadian naas di Kediaman Bangsawan Fu Chen sejak pagi.


Sewaktu tadi bermeditasi di kolam es, pikiran Fu Jiu Yun menjadi lebih tenang. Fu Jiu Yun berpikir jernih dan menduga racun cinta dari Peng Wei Wei ketahuan oleh Li Zhe Liang sehingga pria misterius itu membalas sekaligus mempengaruhi Yang Ruo Li untuk memutuskan pertunangan.


Sementara itu tuduhan Bangsawan Fu Chen terhadap Wen Hui Min tidak sepenuhnya salah. Racun iblis hati bisa membuat kebencian di dalam hati seseorang terpancing keluar dan akan melakukan perbuatan yang kejam.


Selama ini Wen Hui Min iri dengan kelima selir Bangsawan Fu Chen terutama Bai Ching Ching yang sedang hamil tua sehingga reaksi racun iblis hati membuatnya mewujudkan keinginan hati terdalamnya untuk membunuh mereka.


Jika saja tidak ada kebencian di dalam hati Wen Hui Min, maka racun iblis hati tidak akan menimbulkan efek yang dahsyat.


***


Halo readers setia. Author Lytie love Monday karena ada vote baru 😍😍😍. Di tunggu ya dukungan vote, like, hadiah, dan komentar positif dari readers yang berkenan.


Terima kasih banyak kepada readers yang sudah memberikan vote maupun hadiah. semuanya author Lytie terima dengan senang hati 🤗🤗🤗😍.


Ga puas ya cuma baca bab tentang Keluarga Fu aja 😅. Nanti malam author akan up satu bab lagi ya. Tentu saja ada Zhe Liang dan Li Er.


Di tunggu ya


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE