
***Hutan Tengkorak***
Gadis muda itu berpenampilan anggun dan cantik. Akan tetapi, pandangan mata menghina dan mengejek terhadap Yang Ruo Li memperlihatkan sisi kejam gadis muda itu.
Yang Ruo Li juga terkejut melihat kemunculan gadis muda itu. Tatapan menghina dari wajah yang mirip dengan gadis muda itu sudah sering dirasakan oleh Yang Ruo Li.
"Yang Rong Le!" ujar Yang Ruo Li.
Gadis muda yang berdiri di hadapannya adalah Yang Rong Le, saudari kembar Yang Rong Xian. Yang Rong Le memiliki bakat kultivasi yang bagus sehingga sewaktu berusia lima belas tahun meninggalkan Kediaman Keluarga Yang untuk mengikuti beberapa Tetua Huo berkelana meningkatkan latihan kultivasinya.
"Kenapa Yang Rong Le bisa muncul di Hutan Tengkorak? Mungkinkah dia datang bersama para tetua Huo untuk mendapatkan api surgawi?" kata hati Yang Ruo Li.
Yang Rong Le membuang mukanya dengan jijik sewaktu melihat bercak hitam besar di pipi kiri Yang Ruo Li.
"Menjijikkan!" ejek Yang Rong Le.
Yang Rong Le berjalan menghampiri monster rajawali tingkat dua yang terkapar di atas tanah. Tanpa Yang Rong Le sadari Yang Ruo Li mengeluarkan jimat dari cincin penyimpan batu giok dengan cepat dan menempelkan ke cangkang Xue Qiu yang sedang bersembunyi di balik badannya.
Dalam hitungan detik Xue Qiu berubah wujud menjadi kecil sehingga Yang Ruo Li menyelipkannya di dalam ikat pinggang. Jimat yang digunakan gadis muda itu adalah jimat pengecil.
Yang Ruo Li mencoba menggunakan salah satu jimat yang dibuatnya di dalam ruang dimensi tadi.
"Xue Qiu! Tenanglah atau aku akan menyimpanmu di dalam ruang dimensi," kata hati Yang Ruo Li.
"Baik, Nona!" jawab Xue Qiu dengan patuh.
***
"Rong Rong! Siapa yang melukaimu?" tanya Yang Rong Le sambil mengobati sayap kanan monster rajawali tingkat dua.
Monster rajawali tingkat dua menatap ke arah Yang Ruo Li dengan penuh kebencian sambil mencari sosok Xue Qiu yang menghilang.
"Wanita jelek itu melukaiku!" jawab monster rajawali tingkat dua ke Yang Rong Le.
"Yang Ruo Li! Berani sekali kamu melukai hewan roh ku?" teriak Yang Rong Le.
Yang Rong Le mengeluarkan senjata pamungkasnya yaitu cambuk cemeti dan mengibaskannya ke arah Yang Ruo Li dengan maksud mengintimidasi dan menakuti.
Yang Ruo Li melemparkan daging paha bakar yang masih tersisa sebagian ke atas tanah. Selera makannya sudah hilang karena kemunculan Yang Rong Le serta hewan roh nya yang bodoh.
"Ternyata monster rajawali jelek ini hewan roh mu. Dia sendiri yang bodoh menabrak pohon dan jatuh!" jawab Yang Ruo Li dengan santai.
"Dasar sampah dan buruk rupa! Aku akan memberimu pelajaran!" teriak Yang Rong Le.
Yang Rong Le menghentakkan cambuk cemetinya ke arah wajah kanan Yang Ruo Li. Yang Ruo Li merasakan Deja Vu dengan serangan cambuk cemeti.
Bukankah sebelumnya Peng Xiao Ran juga melayangkan cambuk cemeti ke arah wajah kanannya di tepi sungai Hutan Tengkorak waktu itu? Baik Peng Xiao Ran maupun Yang Rong Le sengaja mengincar wajah kanan Yang Ruo Li karena mereka iri dengan kecantikan gadis muda itu.
Yang Rong Le terkejut ketika Yang Ruo Li bisa menghindari cambuk cemetinya dengan mudah. Walaupun terlihat gerakan kaki kanan Yang Ruo Li lebih pelan.
"Pergelangan kaki kananku semakin sakit dan parah. Racun laba-laba hitam kuno sangat mematikan," kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li berusaha menyembunyikan rasa sakitnya dan bersikap tenang di hadapan Yang Rong Le.
"Adik Rong Le. Tidak disangka kepergianmu selama dua tahun untuk berlatih kultivasi tidak ada kemajuan sama sekali. Bahkan aku si sampah dan buruk rupa bisa menghindari seranganmu!" ejek Yang Ruo Li sambil ketawa kecil.
Selama ini Yang Rong Le selalu membanggakan dirinya sebagai kultivator muda yang berbakat sehingga terpilih ikut berkelana dengan Tetua Huo meningkatkan latihan kutivasinya. Bahkan Yang Rong Le berhasil menaklukkan monster rajawali tingkat dua sehingga bisa menjadi summoner tingkat dua saat ini.
Menjadi kultivator sekaligus summoner adalah impian semua orang di daratan Zhong Yuan dan akan dihormati oleh banyak orang. Akan tetapi, Yang Ruo Li si gadis sampah berani mengejeknya serta melukai hewan roh nya.
***
"Rong Le! Apa yang terjadi di sini? Siapa gadis muda ini?"
Tiba-tiba di belakang Yang Rong Le muncul empat orang tua berpakaian serba hitam berusia sekitar lima puluh tahun. Salah satu dari mereka adalah wanita.
Orang tua yang bertanya kepada Yang Rong Le adalah Tetua Huo San, pemimpin kelompok itu. Ketiga orang lainnya juga berasal dari Klan Huo yaitu Tetua Huo Ren, Tetua Huo Guang, dan Tetua Huo Si Yan.
Tetua Huo San adalah kultivator tingkat tujuh dan sudah mencapai Tahap Membagi Roh, sedangkan ketiga tetua lainnya kultivator tingkat enam dan di Tahap Penguasaan Jiwa.
"Keempat tetua ini berilmu tinggi. Aku harus berhati-hati tidak menyinggung mereka," kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li tidak ingin mencari masalah dengan para tetua Klan Huo. Akan tetapi, jika mereka bermaksud melukainya, Yang Ruo Li pun tidak akan diam dan membalas sampai titik darah penghabisan.
"Tetua Huo San. Gadis ini adalah kakakku. Dia melukai Rong Rong!"
Yang Rong Le memperlihatkan sikap hormat dan patuh kepada keempat tetua Klan Huo.
"Kakakmu?" tanya Tetuo Huo San sambil menatap wajah Yang Ruo Li dengan saksama.
"Rong Le! Apakah dia Yang Ruo Li, tunangan Fu Jiu Yun?"tanya Tetua Huo Si Yan, satu-satunya wanita dari Klan Huo.
Tetua Huo Si Yan memberikan tatapan menghina ke Yang Ruo Li. Wanita itu adalah kakak sepupu dari Huo Rong dan sangat akrab dengan Huo Rong. Wanita itu membenci Mu Dan yang menjadi istri resmi Yang Lim. Tentu saja Yang Ruo Li juga dibenci olehnya.
"Iya Tetua Si Yan," jawab Yang Rong Le dengan sopan.
"Bukankah Yang Ruo Li tidak bisa berkultivasi sejak kecil? Mengapa Yang Ruo Li sudah mencapai kultivator tingkat tiga sekarang?" tanya Tetua Huo San ke Yang Rong Le.
"Kultivator tingkat tiga? Pantas saja Yang Ruo Li sombong dan berani mengejekku," kata hati Yang Rong Le.
"Tetua Huo San paling hebat di antara mereka berempat. Dia bisa mengetahui tingkat kultivasiku dengan mudah. Aku harus mencari cara membuat mereka pergi," kata hati Yang Ruo Li.
"Tetua Huo San. Sejak kecil aku tidak bisa berlatih kultivasi karena ada racun penghancur di tubuhku yang memblokir jiwa pil ku. Sekarang jiwa pil ku sudah terbuka sehingga bisa berlatih kultivasi," jawab Yang Ruo Li dengan sopan.
"Itu hal yang bagus. Setidaknya nona Yang Ruo Li tidak memalukan keluarga Bangsawan Fu Chen," kata Tetua Huo San.
Bagaimanapun juga, sampai sekarang Bangsawan Fu Chen tidak membatalkan pertunangan Yang Ruo Li dengan Fu Jiu Yun sehingga Tetua Huo San tidak ingin menyulitkan gadis muda ini karena takut menyinggung Bangsawan Fu Chen sebagai penguasa Kota Shang Ri La.
***
Selamat siang readers. Bab ini up pukul 15.00 wita.
Jangan lupa baca lanjutan ceritanya nanti malam ya. Li Zhe Liang akan muncul lo....
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE