
***Paviliun Ru Yi***
Yang Ruo Li berdiri di depan cermin melihat penampilannya yang lebih rapi dan bersih dibandingkan sebelumnya. Walaupun bercak hitam besar masih menghiasi wajah kirinya.
"Pedang penghancur! Aku datang!" kata hati Yang Ruo Li.
Ketika Yang Ruo Li membuka pintu kamar, terlihat Li Zhe Liang berdiri di sana bersama Lu Jing.
"Nona Ruo Li! Feng Teng akan tinggal di Paviliun Ru Yi untuk menjaga nyonya. Aku dan tuan akan ikut nona ke Kediaman Bangsawan Fu Chen!" kata Lu Jing.
"Baiklah!" jawab Yang Ruo Li.
Pada awalnya Yang Ruo Li berencana sendirian menuju ke Kediaman Bangsawan Fu Chen. Li Zhe Liang dan Lu Jing yang memiliki kemampuan ilmu tinggi ingin menemaninya ke sana , tentu saja Yang Ruo Li tidak akan menolaknya.
"Berangkat sekarang!" perintah Li Zhe Liang dengan wajah tanpa ekspresi andalannya.
Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang berjalan berdampingan. Lu Jing mengikuti mereka dari belakang.
"Tuan tampan. Terima kasih ramuan gioknya. Semua luka di tubuhku sembuh," kata Yang Ruo Li sambil mengambil botol kecil itu dari cincin penyimpan batu giok dan mengembalikannya ke Li Zhe Liang.
"Aku masih banyak botol ramuan itu di cincin penyimpanku," ucap Li Zhe Liang. Tangannya tidak menerima botol kecil itu.
"Ramuan ini untukku? Terima kasih!" kata Yang Ruo Li dengan riang sambil menyimpan kembali botol itu ke cincin penyimpan batu gioknya.
Herbal untuk membuat ramuan giok sangat langka dan mahal harganya di pasar perdagangan sehingga pemilik sebelumnya cincin lotus yaitu Master Beracun pun belum pernah meracik ramuan giok dan hanya mengetahui bagaimana cara meraciknya saja.
"Tuan tampan. Kalau boleh tahu , siapa namamu?" tanya Yang Ruo Li.
"Li Zhe Liang!" jawab Li Zhe Liang dengan nada datar.
"Li Zhe Liang! Nama yang bagus!" puji Yang Ruo Li sambil tersenyum tulus.
***
Dalam perjalanan menuju Kediaman Bangsawan Fu Chen, Yang Ruo Li mendengar lagi gosip tidak bermutu dari mulut para rakyat Kota Shang Ri La.
Yang Ruo Li merasa heran apakah mereka semuanya tidak mempunyai pekerjaan sehingga mempunyai begitu banyak waktu luang untuk bergosip.
Gosip kali ini menarik perhatian Yang Ruo Li karena pemeran utama dalam gosip itu adalah adik tiri tercintanya, Yang Rong Xian.
"Yang Rong Xian tidak tahu malu! Menggoda Tuan muda Fu Jiu Yun di depan umum!"
"Dia bahkan mengakui setiap malam memimpikan Tuan muda Fu Jiu Yun!"
"Yang Rong Xian sangat genit! Dia berani sekali mencium paksa Tuan muda Fu Jiu Yun!"
"Untung saja Tuan muda Fu Jiu Yun memiliki pendirian yang kuat sehingga tidak mudah tergoda oleh Yang Rong Xian!"
"He he he! Racun lempeng hati racikanku sangat berkhasiat! Reputasi dan nama baik Yang Rong Xian sudah tercemar. Walaupun Rong Xian masih hidup sekarang, dia akan merasa malu untuk keluar dari Kediaman Keluarga Yang," kata hati Yang Ruo Li sambil tersenyum tipis.
Beberapa saat kemudian senyuman di wajah Yang Ruo Li hilang seketika ketika pemeran utama gosip berubah menjadi dirinya.
"Keluarga Bangsawan Fu Chen sangat baik dan tidak memutuskan pertunangan dengan Yang Ruo Li, si nona sampah dan buruk rupa!"
"Yang Ruo Li tidak tahu diri! Berselingkuh dengan pria lain dan bergandengan tangan di sepanjang jalan. Merusak reputasi tuan muda Fu Jiu Yun!"
"Lebih baik aku meminjam pedang penghancur terlebih dahulu untuk menyelamatkan ibu. Masalah memutuskan pertunangan harus direncanakan terlebih dahulu!" tekad hati Yang Ruo Li.
***Kediaman Bangsawan Fu Chen***
Fu Jiu Yun sedang berada di ruang tamu karena Huo Si Cheng dan Peng Wei Wei datang ke Kediaman Bangsawan Fu Chen untuk menemuinya.
"Tuan muda Fu Jiu Yun! Yang Ruo Li adalah wanita yang tidak tahu malu. Dia mempunyai hubungan tidak pantas dengan pengurus Paviliun Ru Yi dan melemparku keluar dari lantai dua," ucap Huo Si Cheng.
Huo Si Cheng dalam keadaan luka-luka di sekujur tubuhnya dan berjalan dengan kaki pincang karena mengalami cedera patah tulang di kaki sebelah kiri. Sampai saat ini Huo Si Cheng masih tidak mempercayai jika Yang Ruo Li adalah pemilik baru Paviliun Ru Yi.
"Yang Ruo Li sangat kejam! Dia mempermalukanku di Paviliun Ru Yi! Pasti karena dia ada hubungan dengan pengurus itu sehingga bisa bertindak semena-mena di sana," kata Peng Wei Wei.
Peng Wei Wei merasa malu untuk menceritakan kejadian pakaiannya yang basah oleh menstruasi sewaktu berada di Paviliun Ru Yi sehingga mendukung cerita Huo Si Cheng bahwa Yang Ruo Li ada hubungan tidak pantas dengan Ming Ye.
Sewaktu Peng Wei Wei pulang ke Kediaman Peng dan berganti pakaian baru, darah menstruasinya sudah tidak ada lagi sama sekali sehingga dirinya semakin yakin Yang Ruo Li lah penyebab dia dipermalukan di Paviliun Ru Yi.
Peng Wei Wei ingin membalas dendam kepada Yang Ruo Li sehingga pergi ke Kediaman Keluarga Yang untuk mengadu kepada Huo Rong. Akan tetapi, amarah hatinya masih belum mereda.
Pada akhirnya Peng Wei Wei bertekad datang ke Kediaman Bangsawan Fu Chen untuk mengadu dan mencari perhatian Fu Jiu Yun.
Kebetulan Peng Wei Wei bertemu dengan Huo Si Cheng yang terluka di depan pintu masuk Kediaman Bangsawan Fu Chen. Setelah mengetahui maksud kedatangan masing-masing, mereka berdua bekerja sama menjelek-jelekkan Yang Ruo Li di depan Fu Jiu Yun.
Jika Fu Jiu Yun membatalkan pertunangan, maka mereka berdua bisa mudah menghadapi Yang Ruo Li tanpa perlu takut menyinggung Keluarga Fu.
Sementara Fu Jiu Yun duduk terdiam sambil menahan emosi. Walaupun selama ini dirinya mengacuhkan Yang Ruo Li. Akan tetapi, ketika mendengar gosip Yang Ruo Li berselingkuh dengan pengurus Paviliun Ru Yi, Fu Jiu Yun merasa kesal dan jengkel.
Perbuatan tidak malu Yang Ruo Li sudah mencoreng nama Keluarga Fu karena Yang Ruo Li masih berstatus sebagai tunangannya.
Suasana hati Fu Jiu Yun semakin jelek. Bukan hanya karena masalah Yang Ruo Li, melainkan seluruh tubuhnya muncul bintik-bintik merah yang membuatnya merasa gatal dan tidak nyaman.
Tabib Keluarga Fu sudah dipanggil untuk memeriksa Fu Jiu Yun. Akan tetapi, obat dari tabib itu sama sekali tidak bisa menghilangkan rasa gatal di seluruh tubuh Fu Jiu Yun.
"Kalian pulanglah! Aku akan mengirim orang untuk menyelidiki masalah ini!" ujar Fu Jiu Yun.
Fu Jiu Yun memberi isyarat mata kepada pengawal pribadinya sehingga pengawal itu segera keluar dari Kediaman Bangsawan Fu untuk menyelidiki hubungan Yang Ruo Li dengan pengurus Paviliun Ru Yi.
Huo Si Cheng menuruti permintaan Fu Jiu Yun dan segera meninggalkan Kediaman Bangsawan Fu Chen, sedangkan Peng Wei Wei masih ingin berada di sana .
"Tuan muda Fu Jiu Yun. Ada apa dengan wajahmu? Kenapa banyak bintik-bintik merah?" tanya Peng Wei Wei.
"Tidak apa-apa!" jawab Fu Jiu Yun dengan singkat.
***
Halo readers. Masih ingat kan siapa yang memberikan racun gatal ke Fu Jiu Yun? Tentu saja Yang Ruo Li. Ceritanya ada di bab 15 sebelumnya.
Di tunggu kelanjutan cerita hari ini.Jangan lupa menekan tombol like setelah selesai membaca ya readers.
TERIMA KASIH 🙏
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE